
Tanpa terasa kehamilan Jasmine sudah berjalan dua bulan. Setelah mengkonsumsi obat yang diberikan dokter rasa mual dan muntah Jasmine sudah berkurang. Sekarang hanya saat pagi hari saja dia merasakan morning sicknes. Lewat jam sepuluh pagi Jasmine sudah cerah kembali.
Jasmine juga sudah mulai beraktivitas kembali di sekolahnya dan toko kue. Tapi Omar tidak memperbolehkannya mengendarai mobil sendiri. Kemana-mana Jasmine selalu diantar supir yang diutus Omar.
Keluarga Omar dan Jasmine sangat senang mendengar kabar gembira ini. Sebisa mungkin mereka turut memenuhi permintaan Jasmine saat dia ngidam.
Terlebih Trio Ambisi yang selalu direpotkan olehnya karena Jasmine selalu meminta hal-hal yang aneh dan sulit untuk dipenuhi. Seperti hari ini saat Kevin dan August berkumpul diruang kerja apartemen Omar di akhir minggu.
Tok...tok..tok..
"Ada apa Jasmine?" tanya Omar dari dalam.
Jasmine membuka pintu ruang kerja Omar.
"Mm... Aku pengen makan sate madura" pinta Jasmine.
"Ya udah sebentar lagi aku cari, pekerjaan kami tinggal sedikit lagi ni selesai" jawab Omar
"Tapi...." ujar Jasmine ragu-ragu.
Trio ambisi menatap Jasmine dengan hati berdebar, pasti ada sambungannya nih. Semoga bukan yang macem-macem. Doa mereka.
"Aku mau yang jual satenya orang madura asli".
"Gus, Jasmine pengen sate madura tapi penjualnya harus orang madura asli. Ayo sekarang cari sate madura yang penjual yang orang maduranya. Jangan yang kw" perintah Omar.
"Oke Bos diperempatan jalan xx ada. Aku pernah beli disitu. Aku dengar penjualnya berbicara gaya bahasa orang madura logatnya kentara sekali, aku yakin dia asli bukan kw-kwan" jawab August.
"Aku mau yang belinya August dan Kevin" pinta Jasmine.
Kevin dan August saling pandang.
"Anak kamu permintaannya sulit sekali, lebih sulit dari ujian akhir sekolah. Kalau seandinya sama bisa jadi sampai hari ini aku masih pakai baju seragam sekolah" ledek Kevin.
"Diam kamu" ancam Omar.
"Jangan banyak komentar Vin, yang membuat ini bisa terjadi kan karena ulah kalian berdua, kalau tidak mungkin kami..." Jasmine menghentikan kata-katanya dan matanya mulai berkaca-kaca hendak menangis.
Omar melotot kearah Kevin kemudian melangkah kearah Jasmine. Kevin tidak tau kalau wanita hamil itu sensitif.
"Udah.. udah.. kamu balik ke kamar aja, sebentar lagi Kevin dan August akan pergi mencarinya.
"Gak mau... sekarang maunya Trio Ambisi yang pergi membelinya" ralat Jasmine.
"Trio Ambisi?" tanya Omar.
__ADS_1
Kevin dan August juga menatap Jasmine penuh penasaran.
"Iya Trio Ambisi, kalian bertiga. Kalian itu tiga lelaki yang kalau sudah melakukan sesuatu pasti penuh dengan ambisi jadi aku menjuluki kalian bertiga trio ambisi" senyum kemenangan terbit dibibir Jasmine. Dia yakin tidak ada yang berani membantah perkataannya. Trio Ambisi ini pasti dengan pasrah menerima apapun yang dia katakan.
"Ya ampun Din, istri kamu kog makin ngeselin sih" Kevin terlihat makin kesal.
"Aku menunggu satenya satu jam lagi ya" perintah Jasmine. Kemudian dia meninggalkan trio ambisi yang sedang menatapnya kesal tapi tidak bisa melakukan perlawanan.
Sesuai dengan perintah Jasmine. Trio Ambisi pergi mencari sate madura di perempatan Jalan xxx. Sebelum memesan Omar memperhatikan penjualnya terlebih dahulu.
"Gus kamu yang pesan" perintah Omar.
"Baik Bos" jawab August
Tapi Omar tidak sabar karena pembeli sate tersebut banyak. Saat tiba giliran Omar akhirnya dengan serius Omar bertanya.
"Maaf Mas, kalau boleh saya mau tanya. Mas ini asli orang madura?" tanya Omar hat-hati.
"Iya betul Mas, ada apa ya Mas tanya-tanya tentang asal usul saya taiye.." jawab penjual sate dengan logat madura.
Tawa Kevin hampir pecah mendengar cara bicara penjual sate tersebut. Omar mendelikkan matanya kearah Kevin.
"Nggak apa-apa Mas, dari logat bicara Mas sudah sangat ketara. Saya cuma penasaran aja" elak Omar.
"Waah pinter sampean" puji si penjual bangga.
"Tambah satu lagi Gus" potong Omar.
"Untuk siapa Mar?" tanya Kevin penasaran.
"Istri si Aladin" jawab Omar kesal.
"Ya ampun Din, rakus amat istri kamu makannya sampai dua bungkus" ucap Kevin.
"Namanya lagi hamil Vin. Yang makan dua orang" August membela Omar.
"Sebentar ya Mas" Si penjual sate kemudian membungkus sate pesanan Omar.
Baru setelah itu Trio Ambusi melanjutkan perjalanan pulang. Lima belas menit kemudian mereka sampai di apartemen.
"Nih pesanan kamu" ucap Omar dengan wajah datarnya.
"Terimakasih Trio Ambisi. Ayo kita makan nak" ucap Jasmine sambil mengelus perutnya.
Omar memperhatikan Jasmine yang sedang makan. Sejak rasa mualnya sudah mulai berkurang nafsu makan Jasmine semakin bertambah apalagi saat makan malam bisa bertambah dua kali lipat.
__ADS_1
Tapi sayang paginya saat bangun pagi, Omar selalu terbangun karena gerakan Jasmine yang terburu-buru bangun dari tempat tidur dan mengeluarkan semua isi perutnya.
Sejak hamil Omar memutuskan untuk tetap satu ranjang dengan Jasmine. Alasannya agar dia lebih mudah memantau keadaan Jasmine setiap hari.
Apalagi saat Jasmine mengalami mual-mual seperti ini dia selalu membantu Jasmine meredakan rasa mualnya Jasmine.
Pernah suatu hari saat bangun pagi Omar tidak menemukan Jasmine ditempat tidur ternyata Jasmine sudah terduduk lemah diatas toilet karena baru selesai muntah.
Omar langsung menggendongnya dan membawanya kembali keatas tempat tidur. Perlahan memang Omar memberikan perhatian yang lebih tapi belum bisa dibilang romantis.
Wajahnya masih sama selalu datar hanya sesekali Jasmine melihat wajah panik Omar saat melihat atau menemukan Jasmine lemah tak berdaya.
Satu bungkus sate sudah kandas dihabiskan Jasmine.
"Pelan-pelan makannya. Kami membeli lima bungkus untuk kita berempat. Dua bungkus buat kamu, yang lainnya lagi punya kami" ucap Omar.
"Wah makasih Mr. Flat. Tau aja kalau aku gak cukup makan satu bungkus" balas Jasmine ceria.
Jasmine membuka bungkusan kedua. Trio Ambisi juga mulai ikut makan sate. Mereka makan sate bersama-sama di meja makan.
"Bagaimana kegiatan kamu kemarin?" tanya Omar.
Semenjak Jasmine hamil, Omar mulai sering memberi perhatian kecil seperti ini. Bertanya tentang keseharian Jasmine dan keadaan kehamilannya.
"Alhamdulillah semua lancar, pembangunan kelas di sekolah sudah hampir selesai. Toko kue juga semakin ramai" jawab Jasmine.
"Hati-hati disekolah, jangan terlalu dekat-dekat dengan lokasi pembangunan. Debunya banyak nanti kamu sakit lagian jangan terlalu banyak jalan nanti kamu capek" nasehat Omar.
"Oke Mr" jawab Jasmine tersenyum.
"Masih kencang mualnya?" tanya Omar.
"Sama seperti sebelumnya walau udah mulai berkurang sih kalau siang. Hanya pagi-pagi saja aku yang repot, muntah-muntah terus" ungkap Jasmine.
"Syukurlah" ucap Omar.
Setelah selesai makan Jasmine kembali ke kamar. Sejak hamil Omar lebih banyak mengalah, dia melarang Jasmine untuk berlama-lama di dapur.
Seperti sekarang ini, biasanya Omar yang membersihkan peralatan makan mereka sedangkan Jasmine langsung istirahat di kamar tapi karena disini ada dua sahabatnya yang lain jadi Omar menyuruh August yang membersihkannya.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Puas banget Jasmine ngerjain Trio Ambisi 🤣🤣