BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 78


__ADS_3

Hari ini dengan hati berdebar Jasmine sudah menyusun rencana pertemuan antara suami dan mertuanya.


Antara rasa senang dan takut bergabung menjadi satu. Dari kemarin dia jadi sulit tidur membayangkan bagaimana nanti pertemuan mereka.


Rencananya siang ini Jasmine akan mengajak suaminya Omar makan siang disebuah restourant besar di Mall XX.


Dia juga sudah mengabari Zahra dan Oryza yang akan datang bersama ke restourant itu. Rencana sudah dia susun dengan sangat matang bersama Oryza.


Mereka ingin pertemuan Ibu dan Anak itu membawa kebaikan dan kedamaian buat keduanya dimasa depan.


Zahra juga tak kalah paniknya. Terkejut mendapat telepon dari menantunya tadi pagi. Mengabarkan bahwa Omar ingin segera bertemu dengannya siang ini.


Walau hatinya takut tapi juga sangat bahagia. Rasa rindunya pada anak sulungnya itu sudah lama dia tahan didalam hati. Zahra tidak akan menyia-nyiakan permintaan Jasmine kali ini. Dia akan melepaskan kerinduannya hari ini kepada putra kesayangannya.


Jam setengah dua belas siang Jasmine sudah berada di mobil Omar. Omar sengaja menjemputnya di TK karena hari ini mereka janjian makan siang bareng diluar.


Jasmine tidak memberi tahu rencananya siang ini yang akan mempertemukan Omar dengan Mamanya. Tadi malam memang Omar memintanya untuk mempertemukannya dengan Mamanya hari ini tapi Jasmine tidak mengatakan bahwa siang ini lah waktunya.


Omar terlihat santai karena dia memang tidak tahu rencana istrinya. Jasmine sengaja merahasiakannya agar Omar lebih rileks dan santai.


Tidak ada ketegangan akan bertemu dengan Mamanya setelah lima belas tahun lamanya. Omar melajukan mobilnya dengan ceria. Senyum terus terpancar dari bibirnya, menganggap dia sedang kencan makan siang bersama istrinya.


Zahra dan Oryza sudah sampai di restourant yang dijanjikan Jasmine. Tangan Zahra dingin sekali dan tak henti-hentinya dia berdoa dari tadi semoga anaknya bisa menerima kehadirannya kembali.


Jasmine sengaja memesan ruang privat, agar nanti mereka bisa bicara santai tanpa ada gangguan dari siapapun. Sekaligus Jasmine tidak mau seseorang melihat pertemuan mereka.


Karena belum saatnya menampilkan hubungan Zahra dengan anak-anaknya di depan umum sebelum masalah mereka selesai dan sebelum terbongkar siapa sesungguhnya pelaku pembunuhan Papanya.


"Mama tenang ya, jangan tegang gitu. Aku yakin Kak Omar sudah siap bertemu Mama. Buktinya kan dia sendiri yang memintanya sama Mbak Jasmine. Kak Omar tidak akan marah sama Mama" hibur Oryza.


"Iya Oza sayang. Mama hanya grogi sayang karena sudah lama gak bertemu dengan kakak kamu lagi" jawab Zahra.


Oryza menggenggam tangan Mamanya yang terasa dingin seperti es itu.


Pukul dua belas siang, Jasmine dan Omar sudah sampai di Mall XX. Mereka berjalan menuju restourant yang sudah di pesan Jasmine.


"Mas kita makan di restourant XX ya. Aku udah booking tempat disana" ucap Jasmine.


"Tumben kamu booking duluan sayang?" tanya Omar penasaran sambil tersenyum.


"Iya donk, makan siang ini kan spesial untuk suamiku" Jasmine membalas senyuman suaminya dengan hangat.


Omar menggenggam tangan istrinya seolah tidak ingin berpisah jauh. Mereka saling bergandengan tangan berjalan menuju restourant yang disebutkan Jasmine tadi.


Mereka sudah berada di depan pintu masuk restourant.


"Selamat siang, selamat datang di Restourant XX" sapa salah seorang pelayan restourant tersebut.


"Saya sudah booking tempat tadi pagi disini" jawab Jasmine ramah.


"Atas nama siapa Bu?" tanya pelayan tersebut.

__ADS_1


"Jasmine Ardhan" jawab Jasmine.


"Oh iya ruang privat ya. Silahkan bu saya tunjukkan tempatnya.


Omar menatap wajah istrinya dengan tatapan bertanya. Jasmine hanya tersenyum membalas tatapan suaminya.


"Kamu sudah merencanakannya dari tadi pagi sayang?" tanya Omar penasaran.


"Hemmm..." jawab Jasmine singkat dengan senyuman misterius.


Pintu ruang privat terbuka Sontak Zahra san Oryza berdiri menatap kearah pintu. Menunggu Omar dan Jasmine datang.


Jantung Zahra sangat kencang berdetak. Dia harus kuat untuk bertemu dengan anaknya. Tak mungkin dia lari dari situasi ini. Berulang kali dia meyakinkan dirinya untuk kuat menjalani ini semua. Karena cepat atau lambat hal ini memang harus dia jalani.


Omar dan Jasmine masuk keruangan privat. Omar menghentikan langkahnya ketika dia melihat ada Oryza dan Mamanya yang sudah menunggu di dalam.


Dia sangat terkejut atas kejutan yang dibuat oleh Istrinya. Tadi malam dia memang mengatakan ingin bertemu dengan Mamanya dan meminta istrinya untuk mempertemukannya. Tapi sungguh dia tidak menyangka sekaranglah saatnya.


Bahkan istrinya tidak ada mengatakan apapun tentang makan siang ini. Jasmine hanya bilang kalau makan siang ini spesial. Ternyata inilah yang dimaksudkan istrinya itu.


"Mas... bukannya tadi malam kamu mengatakan ingin bertemu Mama hari ini?" ucap Jasmine sambil berbisik ketelinga suaminya.


Jasmine menggenggam tangan suaminya erat memberikan kekuatan dan semangat kepada Omar. Dia tau saat ini suaminya sedang tegang dan terkejut atas apa yang dia lakukan.


Suaminya itu pasti tidak menyangka akan bertemu dan makan siang dengan Mamanya siang ini.


"Kita duduk yuk. Kasian Mama sudah lama menunggu kedatangan kita" ucap Jasmine.


Jasmine mengambil posisi duduk tepat di depan Oryza. Sedangkan Omar duduk sisampingnya berhadapan dengan Zahra.


"Sudah lama menunggu Ma?" tanya Jasmine lembut.


"Belum sayang, kami juga baru datang" jawab Zahra tak kalah lembutnya.


Dia menatap wajah anaknya dengan penuh kasih sayang. Sedangkan Omar sepertinya masih enggan membalas tatapan Mamanya.


Omar hanya melirik kearah istrinya. Jasmine tetap menggenggam tangan suaminya erat. Dia seperti ingin menyalurkan semangat dan kekuatan kepada Omar.


Pelayan datang membawa daftar menu yang akan mereka pesan untuk hidangan makan siang mereka.


"Mas mau makan apa?" tanya Jasmine memecah keheningan diantara mereka.


"Terserah. Kamu aja yang pilihkan" jawab Omar.


"Mama mau pesan apa?" tanya Jasmine kepada Mertuanya.


"Sama saja sayang. Mama ikut pesanan kamu saja" balas Zahra.


"Aku mau pesan steak Mbak" pinta Oryza.


"Oke. Steak satu ya Mas. Sup kepitingnya, capcay, udang krispy, dan daging sapi lada hitam. Semuanya satu porsi besar ya. Minumnya air mineral saja dan plus dessertnya dalgona strowberry. Kamu mau dessertnya Za?" tanya Jasmine pada Oryza.

__ADS_1


"Mau Mbak, samain aja" jawab Oryza sambil melihat gambar dessertnya di daftar menu.



"Dessertnya empat ya Mas. Itu dulu, nanti kalau ada tambahan lain menyusul" pinta Jasmine kepada pelayan dan kemudian pelayan tersebut mencatat semua pesanan Jasmine dan segera menyiapkan semua makanan yang sudah di pesan.


Suasana kembali hening diantara mereka.


"Tadi kalian dari mana Za?" tanya Jasmine memecah kesunyian dsn kecanggungan diantara mereka.


"Tadi aku kuliah sebentar Mbak trus jemput Mama di Toko Kue Mbak baru kemari" jawab Oryza.


"Toko Kue aman kan Ma waktu Mama tinggal?" tanya Jasmine pada mertuanya.


"Aman sayang, ada Sheila yang jagain" jawab mertunya.


Suasana sedikit canggung tapi lumayanlah sampai saat ini bisa dibilang aman. Tidak ada hal menakutkan seperti yang dibayangkan Jasmine, Oryza dan Zahra.


Walau Omar tetap diam tapi setidaknya dia masih tetal berada didalam ruangan ini. Jasmine sudah berjanji pada Omar tidak akan memaksa Omar berbuat lebih cukup Omar mau datang, itu sudah merupakan perubahan besar. Setidaknya mertuanya sudah bisa melepaskan rasa rindu pada putranya.


Pelayan datang menyajikan menu yang Jasmine pinta. Mereka makan siang bersama sebagai keluarga lengkap siang itu.


Zahra sangat senang dan terharu, sudah lama sekali dia memimpikan hal seperti ini. Akhirnya mimpinya terkabul. Terimakasih Tuhan... Batin Zahra.


Setelah selesai makan siang Jasmine mengajak Oryza keluar untuk mencari sesuatu. Padahal itu hanya alasan saja. Dia memberikan waktu kepada suami dan mertuanya agar mereka bisa leluasa berbincang-bincang hanya berdua saja.


"Za, temani Mbak cari lotion yuk. Ketepatan punya Mbak habis dirumah" ajak Jasmine sambil memberi kode kepada adik iparnya itu.


"Yu Mbak aku temani sekalian aku juga mau cari sesuatu" balas Oryza.


"Mas, aku tinggal sebentar ya. Mas tunggu disini aja ya. Aku pergi dulu sama Oryza" ucap Jasmine.


Omar hanya menjawabnya dengan diam. Kalau Omar tidak melarangnya, diam artinya memberi izin.


Jasmine dan Oryza pergi meninggalkan ruang privat restourant tersebut.


.


.


BERSAMBUNG


Gak sabar nunggu Omar ngobrol dengan Mamanya setelah sekian lama tak bertemu.


Apakah dia marah????


Lanjut bab berikutnya ya teman-teman...


Tinggalkan jejak kalian, like dan komentarnya aku tunggu.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2