
Jam menunjukkan pukul 16.30 Wib, Jasmine dan Sheila sudah keluar dari Toko Kue Jasmine. Zahra menitipkan dessert favourite Omar.
Dessert baru yang kekinian Vanilla Panna Cotta with Berry Compote. Bentuknya seperti puding dengan saus strowberry. Saat dimakan rasa susunya lumeeeer banget. Dan sangat nikmat jika dimakan saat dingin.
Zahra meletakkannya di dalam termos es agar rasanya semakin nikmat saat nanti dimakan oleh Omar dan teman-temannya di apartemen.
"Terimakasih Ma" ucap Jasmine pada Zahra.
Zahra tersenyum menatap menantunya.
"Mama?" tanya Sheila. Dia penasaran pada sahabatnya ini mengapa memanggil Mama kepads Zahra salah satu karyawan di Toko Kue Jasmine.
"Nanti aku ceritain ya Sheil" bisik Jasmine.
Mereka masuk ke dalam mobil dan keluar area toko menuju supermarket untuk berbelanja.
"Mine, kamu merahasiakan sesuatu padaku?" Sheila menodong Jasmine dengan pertanyaan.
"Gak ada yang aku rahasiakan. Kemarin sengaja ditutupi karena persoalannya sangat berat Sheil tapi alhamdulillah sekarang sudah mulai mencair walau masih belum kelar. Tapi sudah aman, makanya aku baru berani cerita sama kamu" jawab Jasmine.
"Sepertinya masalah serius?" tanya Sheila penasaran.
"Banget" jawab Jasmine sambil mengemudikan mobilnya di jalanan.
"Aku semakin penasaran" ucap Sheila.
"Jadi gini Sheil, Bu Zahra itu ternyata adalah Mamanya Mas Omar dan Oryza" ungkap Jasmine.
"Apa? Serius Mine. Bukannya Mama mereka pergi dan gak tau dimana berada. Soalnya aku pernah dengar Papaku sedang berbincang-bincang dengan Om nya Pak Omar mengenai abangnya yang meninggal sedangkan istrinya lari. Begitu yang aku dengar dari Papanya Kevin" ucap Sheila.
"Itu versi keluarganya Mas Omar Sheil. Kamu ini sahabat aku jadi aku akan cerita semuanya pada kamu. Tapi tolong jaga rahasia ini ya. Cukup kamu saja yang tau. Papa Mas Omar meninggalkan karena terbunuh, dan Mamanya dituduh telah membunuh Papa Mas Omar" ungkap Jasmine.
"Ma..maksud kamu Bu Zahra yang membunuh Mine?" tanya Sheila terkejut.
"Iya, tapi cerita Bu Zahra berbeda Sheil. Dia difitnah tapi dia tidak punya bukti untuk membela diri. Satu-satunya saksi dalam tragedi tersebut hanya Oryza. Waktu itu Oryza masih kecil. Dia berusia lima tahun dan dia sangat syok melihat kejadian itu sehingga dia pingsan dan melupakan semua kejadian itu" sambung Jasmine.
"Ya Allah beratnya cobaan keluarga mereka" ucap Sheila.
"Jadi sekarang Bu Zahra sudah bebas, dia ingin kembali berkumpul dengan anak-anaknya, hanya saja Mas Omar terlanjur membenci Mamanya karena cerita dari Om Rey papanya Kevin. Saat ini aku sedang membantu mereka untuk bersatu. Mas Omar ingin mencari kebenaran tentang kematian Papanya dan dia mulai tidak begitu membenci Mamanya. Aku sedang menyusun rencana pertemuan mereka setelah lima belas tahun berpisah. Mudah-mudahan rencanaku berhasil" doa Jasmine.
"Semoga semua selesai dengan baik ya Mine" Sheila juga ikut mendukung.
"Aku harap kamu dan Bu Zahra bisa bersikap biasa saja ya Sheil kalau sedang di Toko dan tolong hormati dia. Siapapun dia dimasa lalu tolong kamu hargai. Dia adalah mertuaku Sheil" Jasmine memohon kepada Sheila.
"Iya Mine, aku mengerti" balas Sheila.
__ADS_1
"Sudah sampai Sheil, yuk kita belanja. Aku ingin masak besar untuk makan malam kita hari ini" ajak Jasmine.
"Oke, akan aku bantu" jawab Sheila.
Jasmine dan Sheila masuk kedalam supermarket untuk berbelanja keperluan dan kebutuhan rumah tangganya. Tentu saja dengan menggunakan kartu kredit yang diberikan suaminya.
Sekarang Jasmine sudah tidak canggung lagi menggunakan semua fasilitas yang diberikan Omar padanya.
Setelah satu jam berbelanja mereka segera pulang ke apartemen Omar dan memasak. Jasmine mulai memasak dibantu oleh Sheila.
Sore itu mereka memasak beberapa menu makanan. Ada asam manis ikan gurami, kepiting saus tiram, sup daging dan cah kangkung. Penutupnya adalah Vanilla Panna Cotta with Berry Compote buatan Zahra mertuanya.
Hampir jam delapan malam sambil menunggu Trio Ambisi datang Sheila menyempatkan diri membersihkan diri di kamar tamu sedangkan Jasmine mandi dikamarnya.
Trio Ambisi tiba di apartemen Omar tepat jam delapan malam. Begitu mereka masuk ke dalam apartemen wangi masakan sudah tersium dihidung mereka. Membuat rasa lapar tak terbendung lagi.
Jasmine sudah selesai menghidangkan semua makanan diatas meja. Omar mendekati istrinya dan mencium keningnya.
"Udah siap semua yank makanannya?" tanya Omar.
"Sudah Mas. Mau makan sekarang?" Jasmine balik bertanya.
"Iya, perutku udah lapar" jawab Omar.
"Sebentar ya kita tunggu Sheila dulu. Dia lagi mandi dikamar tamu" ucap Jasmine.
"Eh dek Sheila baru mandi ya, wangi banget. Babang suka wanginya" sapa Kevin.
Huh... malas banget ketemu dia lagi, untung aku ingat nasehat Jasmine tadi kalau tidak udah habis kusumpel tuh mulut. Umpat Sheila dalam hati.
"Yuk Vin, Gus makan" ajak Omar.
Jasmine duduk disampin Omar. Sheila mengambil posisi didepan Jasmine. Kevin langsung mendekati Sheila dan duduk disampingnya sedangkan August duduk diujung.
Jasmine mengambilkan makanan keatas piring Omar kemudian memberikannya kepada suaminya. Kevin memperhatikan semua perbuatan Jasmine pada Omar.
Kevin mengangkat piringnya kemudian memberikannya pada Sheila.
"Apa ini?" tanya Sheila bingung.
"Ambilkan makanan babang donk dek. Adek gak romantis" goda Kevin.
Omar dan Jasmine tersenyum saling pandang.
"Gak mau ah. Ambil aja sendiri" tolak Sheila.
"Biar kamu dapat pahala" balas Kevin cuek.
__ADS_1
"Pahala itu kalau udah nikah. Melayani suami baru dapat pahala" ucap Sheila.
"Sebentar lagi aku kan jadi suami kamu Sheil" goda Kevin.
"Kepedean situ" jawab Sheila kesal.
"Udah Sheil ambilin aja, gak baik saat makan ribut-ribut" Jasmine mengingatkan.
Dengan kesal Sheila menerima piring Kevin dan mengambilkan makanan keatas piring Kevin lalu memberikannya kembali pada yang punya.
"Makasih calon istri" ucap Kevin sambil tersenyum tanpa rasa bersalah.
Sheila mencibir kesal.
"Aku seperti obat nyamuk disini Bos" bisik August.
"Iya nyamuk jantan" bisik Omar balik tapi Kevin juga mendengar.
"Tenang bro nanti kami carikan nyamuk betinanya biar gak gatel kalau lo gigit" Kevin menimpali.
Wajah August terlihat kesal sedangkan Omar dan Kevin menahan tawanya. Membuat Jasmine heran dengan pembicaraan Trio Ambisi itu.
"Kalian membicarakan apa?" tanya Jasmine curiga.
"Nih Jasmine si Jin mau minta dicarikan nyamuk betina" jawab Kevin cuek.
"Apa lagi ini banyak sekali istrilah baru kalian?" tanya Jasmine.
"Bukan yank tadi August bilang dia seperti nyamuk diantara kita berlima" jawab Omar.
"Trus aku jawab nanti kita carikan dia nyamuk betina biar gak gatel kikiki.." ledek Kevin sambil tertawa.
"Tenang Jin nanti putri Jasmine carikan kamu kuntilanak ya" ucap Jasmine.
"Lho kog kuntilanak Yank?" tanya Omar bingung.
"Ya kan sesama makhluk gaib Mas" jawab Jasmine cuek.
"Hahaha... gue suka gaya lo. Istri kamu asik Bro" puji Kevin pada Omar.
Wajah August semakin masem mendengar ledekan mereka. Sedangkan Sheila yang gak tau apa-apa hanya mendengarkan dengan kebingungannya.
Mereka mulai menyicipi hidangan makan malam yang dimasak Jasmine dan Sheila malam ini.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG