BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 67


__ADS_3

Omar dan Jasmine kembali ke hotel tempat mereka menginap.


"Mas tolong bukakan kancing bajuku dibelakang" Pinta Jasmine setelah melepas jilbab yang menutupi wajah dan kepalanya.


Omar berdiri dibelakang tubuh Jasmine dan membuka kancing gaun Jasmine. Dia melihat punggung mulus Jasmine. Baru kali ini dia memperhatikan bentuk tubuh istrinya.


Seketika bagian tubuhnya bereaksi. Akh... aku tak menyangka hanya meihat ini saja aku sudah seperti ini.


"Aku mandi dulu ya Mas, badanku lengket semua rasanya. Mas mau shalat Isya duluan atau nunggu aku mandi biar bisa jamaah?" tanya Jasmine.


"Bareng aja sayang, biar kita shalat Isya berjamaah" jawab Omar.


Jasmine mandi dengan cepat setelah itu keluar dari kamar mandi bergantian dengan Omar yang hendak mengambil wudhu.


Mereka melaksanakan shalat Isya berjamah. Kali ini doa Omar meminta diberikan keturunan yang soleh dan sholehah. Malam ini dia akan memberikan nafkah batin kepada istrinya setelah lima bulan pernikahan mereka.


Selesai shalat Jasmine melipat mukena yang digunakannya. Omar duduk sebentar di sofa mengecek email yang baru saja masuk kedalam hpnya.


Sebenarnya Omar sangat gelisah malam ini, berfikir keras bagaimana dia akan memulai keinginan yang sudah dia tahan selama empat puluh hari ini. Ini adalah pengalaman pertamanya melakukan itu saat dalam keadaan sadar tanpa pengaruh apapun.


Omar tidak memperhatikan sejak kapan Jasmine mengganti baju tidurnya dengan baju tidur yang tipis dan transparan. Membuat jantung Omar meletup-letup seperti kembang api dimalam tahun baru.


Jasmine terlihat sudah berbaring diatas tempat tidur mengambil posisinya untuk tidur.


"Kamu sudah mau tidur sayang?" tanya Omar mendekat dan membaringkan tubuhnya disamping istrinya.


"Rencananya begitu" jawab Jasmine singkat.


"Gak punya rencana yang lain?" tanya Omar memulai aksinya.


"Rencana apa Mas?" tanya Jasmine penasaran.


"Mmm... seperti melakukan olahraga sebelum tidur" jawab Omar sambil tersenyum.


"Olahraga? olahraga bagaimana maksud Mas? Olahraga kog malam-malam. Jangan yang aneh-aneh deh Mas" jawab Jasmine.


"Gak aneh kog sayang, kamu tinggal ikutin intruksi Mas aja" ucap Omar.


Omar mulai mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya yang ada dihadapannya. Dia mulai mengecup kening istrinya lembut kemudian turun.. turun dan turun lagi kebawah hingga membuat jantung mereka bergemuruh dan berdetak kencang.


Malam itu mereka melakukannya dengan sadar dan atas keinginan mereka berdua tanpa ada keterpaksaan dan gangguan dari apapun juga.


Mereka sama-sama meluapkan gairah yang terpendam selama ini, melaksanakan tugas masing-masing sebagai pasangan, memberikan kepuasan pada pasangan mereka tanpa melupakan gairah mereka sendiri.


Malam ini Omar dan Jasmine menuju puncak gairah dan meraih kepuasan bersama-sama hingga larut malam.

__ADS_1


Paginya...


Jasmine tersentak saat alarm di hpnya berbunyi. Tadi malam dia memang sengaja mengatur jadwal shalat subuh karena sedang diluar kota, takut shalat subuhnya kesiangan.


"Mas... Mas Omar sayang mandi yuk" Jasmine mencoba membangunkan suaminya.


"Hemm... kamu duluan aja sayang" jawab Omar.


Jasmine bangkit dari tidurnya dan menatap wajah suaminya yang sedang lelah terlelap. Jasmine tersenyum mengingat kejadian tadi malam.


Jasmine segera menuntaskan mandi wajibnya kemudian mengambil wudhu dan bersiap untuk membangunkan suaminya.


"Mas... Mas Omar aku sudah selasai mandi, buruan gantian nanti waktu subuh habis" ucap Jasmine.


"Jam berapa Mine?" tanya Omar sambil membuka matanya.


"Jam lima Mas. Mandi gih, waktu subuh dah mau habis lho" sambung Jasmine.


Walau masih mengantuk tapi Omar tetap bangkit dari tempat tidur.


"Mas pakai apa kek nutupin itu. Kog jalan aja polos begitu?" sambung Jasmine.


Omar yang belum seratus persen sadar terkejut meraba tubuh polosnya. Sontak dia lari ke kamar mandi karena malu.


"Maaf yank lupa kalau tadi malam kita udah wig...wig.." godanya.


Omar mandi dengan cepat karena waktu shalat sudah hampir habis kemudian mereka shalat subuh bersama.


Setelah selesai shalat subuh Jasmine merapikan perlengkapan shalat mereka.


"Mas mau melanjutkan tidur atau mau keluar jalan pagi?" Jasmine memberikan penawaran pada suaminya.


"Mau olahraga pagi boleh?" tawar Omar.


"Ish Mas ini pagi-pagi udah mesum. Apa tadi malam gak cukup?" tanya Jasmine malu.


Omar tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Udah ah nanti aja dilanjutkan lagi. Aku mau jalan pagi di taman hotel. Menikmati pagi hari dikota ini. Lihat tuh Mas udaranya sangat asri" ucap Jasmine.


"Ya udah aku temani kamu ya, tapi setelah itu kita olahraga lagi" ucapnya penuh semangat.


"Ketagihan ya, siapa dulu ya yang sok-sokan gak mau nyentuh istrinya selama lima bulan. Eh dah tau enak minta tambah terus" goda Jasmine.


"Habisnya kamu ngangeni" balas Omar.

__ADS_1


"Jalan yuk, ntar kesiangan lho, setelah itu kita sarapan dibawah ya" pinta Jasmine.


"Iya sayang" jawab Omar sambil menggandeng tangan istrinya.


Omar dan Jasmine berjalan dipinggir pantai yang terletak disebelah utara hotel. Mereka menikmati terbitnya mata hari sambil menyaksikan para nelayan yang hendak melaut.


"Udara disini masih sejuk ya Mas, lingkungannya juga masih alami. Masih terjaga" ucap Jasmine.


"Disini emang dijaga yank, jangan sampai hilang peninggalan-peninggalam leluhur. Modernisasi tidak terlali digembar gemborkan" jawab Omar.


"Tetapi tempatnya tetal ramai" balas Jasmine.


"Ya justru disitu daya tarik kota ini. Beda dengan kota-kota lainnya" jawab Omar.


Setelah satu jam lelah berjalan mereka berjalan ke ruang makan yanh disediakan dihotel.


Jasmine mengambilkan menu sarapan pagi untuk suaminya dan dia sendiri setelah itu mereka sarapan sambil bercerita.


"Apa rencana kita hari ini Mas?" tanya Jasmine.


"Aku sih pengennya seharian mengurung kamu dikamar. Tapi kamu pasti berontak. Daripada kamu lari lebih baik aku ajak jalan-jalan" jawab Omar tersenyum.


"Asiiik akhirnya kita bisa jalan-jalan ya Mas. Besok baru aku seharian di hotel menunggu kamu pulang memeriksa kantor cabang" ucap Jasmine.


"Bener ya besok kita seharian dikamar aja?" tegas Omar.


"Lho aku kan bilang aku bukan kita?" elak Jasmine.


"Kita kesini mau honeymoon yang tertunda sayang. Urusan kantor cabang itu cuma alasan agar kamu mau ikut dengaku. Aku kan mau buat kejutan buat kamu" ungkap Omar.


"Oh ya... beneran?" tanya Jasmine tak percaya.


"Iya beneran" jawab Omar tersenyum melihat wajah istrinya yang terlihat bahagia.


"Yes akhirnya aku ngerasain honeymoon seperti pengantin baru. Walaupun udah telat tidak mengapa dari pada tidak sama sekali" ucap Jasmine penuh semangat.


"Maaf aku terlambat mengajak kamu honeymoon. Harusnya dulu aku dengarkan nasehat Om Rey untuk membawa kamu honeymoon" ucap Omar.


"Gak apa-apa Mas. Aku senang kog. Sekarang emang waktu yang tepat. Kalau dulu Mas bawa aku honeymoon gak kebayang gimana honeymoon yang harus kita jalani" jawab Jasmine.


Mereka tertawa mengingat awal pernikahan mereka.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2