BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 64


__ADS_3

Yah aku ingat sekarang cake ini seperti buatan Mama kamu" Ucap Kevin tanpa sadar.


Omar terdiam sesaat.


August langsung menyadarkan Kevin untuk berhenti menyinggung tentang Mama Omar.


"Ngaco kamu Vin, ini cake kekinian gak mungkin dulu ada. Aku aja baru kali ini makan cake seperti ini" August mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Bener Vin, selama aku belajar buat berbagai resep cake dengan para koki terkenal belum pernah nemu resep cake seperti ini. Baru kali ini aku makan cake ini" sambung Jasmine.


Omar melanjutkan kegiatannya menyuapi Jasmine makan cake es teler dia juga menyuap potongan cake ke mulutnya sendiri kemudian menelannya.


Huh hampir saja terjadi perang dunia ketiga. Ucap Jasmine dalam hati sementara Kevin dan August masih saling lirik.


"Mas boleh tolong ambilkan hp aku gak?" pinta Jasmine.


Omar mengambilkan hp Jasmine yang ada diatas nakas dekat tempat tidur.


Sebelum dia lupa, Jasmine buru-buru mengirim pesan pada adik iparnya.


Jasmine


Oryza tolong kamu ke apartemen Mbak, bawa cake yang kemarin dibuat Mama dikulkas.


Oryza


Emangny kenapa Mbak?


Jasmine


Baru aja Sheila bawa cake yang sama ke rumah sakit, Sheila bilang dia bawa dari toko kue. Mbak takut Mas Omar curiga kenapa cake yang sama ada di apartemen kami. Nanti ketahuan kalau Mama berkerja di toko kue Mbak.


Oryza


Oke Mbak, aku mengerti. Aku segera ke apartemen Mbak untuk mengambil kuenya.


Hufh... untung saja aku ingat cake yang sama ada di kulkas. Kalau Mas Omar lihat bisa bahaya. Aku masih belum sembuh, belum saatnya menceritakan semua. Nanti kalau sudah tenang, aku sudah sehat pasti kesalah pahaman ini harus segera diselesaikan. Batin Jasmine.


****


Seminggu sudah berlalu, Jasmine sudah terlihat sehat dan tidak lemas lagi. Dokter sudah memperbolehkannya keluar dari rumah sakit.


Omar juga sudah seminggu setia menemani dan mengurus Jasmine di rumah sakit.


Perusahaan Barrakh Corp sementara diurus oleh Kevin dan August.

__ADS_1


Selama seminggu ini banyak keluarga dan teman-teman di TK dan Toko Kue Jasmine yang bergantian menjenguk Jasmine. Juga beberapa karyawan Barrakh Corp yang mendapat kabar kalau istri Bos mereka sedang dirawat di rumah sakit.


Om, Tante dan orangtua Jasmine juga bergantian menjenguk ke Rumah Sakit tapi tidak dengan Zahra. Walau dua ingin sekali menjenguk Jasmine di RS, dia menahan keinginannya itu.


Zahra hanya bisa menitipkan makanan yang dia masak untuk Jasmine lewat Sheila. Kalau lewat Oryza nanti Omar dan Omnya bisa curiga dari mana Oryza mendapatkan makanan tersebut.


Jasmine dan hanya berkomunikasi lewat hp, saling mengirimkan pesan dan sesekali bertelepon kalau Omar sedang tidak bersama Jasmine.


Sore ini Jasmine sudah boleh pulang. Omar dan Jasmine dibantu Oryza menyusun barang-barang mereka yang ada di kamar rawat inap.


Omar menggandeng tangan Jasmine sampai ke mobil.


"Kamu mau pulang ke apartemen atau ke tempat lain yank?" tanya Omar.


"Maksud Mas kemana lagi?" Jasmine balik bertanya.


"Siapa tau kamu mau kerumah Mama" jawab Omar penuh kasih sayang.


"Ke apartemen aja Mas. Aku akan ikut kemana suamiku pergi" tegas Jasmine.


Omar tersenyum menatap wajah istrinya. Kemudian Omar melajukan mobilnya menuju apartemen mereka.


Satu jam kemudian mereka sudah sampai di apartemen.


"Haaah leganya sudah bisa pulang kesini, kangen" ucap Jasmine.


"Apa sih Mas ini, udah pintar gombal sekarang. Belajar sama Kevin ya?" ledek Jasmine.


"Aku belajar untuk membahagiakan dan mencintai kamu sayang. Sekarang inilah aku apa adanya" Omar memeluk tubuh istrinya.


"Aku sangat terkejut dengan sikap kamu yang tiba-tiba romantis seperti ini" ucap Jasmine.


"Kamu harus mempersiapkan diri untuk mendapatkan kejutan-kejutan selanjutnya sayang" bisik Omar ditelinga Jasmine.


Seketika tubuh Jasmine merinding mendapatkan perlakuan seperti itu. Omar mengecup bibir Jasmine mesra.


"Bagaimanapun aku ini lelaki normal Mine. Selama ini aku tidak mau menyentuh kamu karena aku masih menata hatiku yang masih trauma terhadap wanita. Sekarang aku sudah bisa menerima kamu di hatiku dan tubuhku bereaksi hanya kepadamu. Kamu satu-satunya wanita yang bisa memilikiku seutuhnya" ungkap Omar.


Jasmine sungguh sangat bahagia mendengar kata-kata Omar.


"Sekarang kamu istirahat ya. Aku melarang kamu melakukan sesuatu yang berat-berat dan membuat kamu lelah" ucap Omar.


"Aku sudah lebih baik sekarang Mas. Aku rindu memasak di dapur. Rindu menyiapkan makanan kamu dan mengurus semua keperluan kamu. Aku bosan seminggu hanya tiduran saja di tempat tidur" jawab Jasmine.


"Baiklah tapi mulai besok ya, malam ini kamu harus istirahat, biar aku yang menyiapkan makan malam untuk kita" tegas Omar.

__ADS_1


"Emangnya kamu bisa?" tanya Jasmine tak percaya.


"Kamu lupa kalau aku dulu kuliah di luar negeri, disana aku terbiasa masak karena lidahku kurang suka makan makanan disana. Dan setelah kembali ke Indonesia aku juga tinggal sendiri di apartemen" Omar mengingatkan.


"Pantesan alat masak di dapur kamu lengkap. Saat pertama kali datang kesini aku heran mengapa isi dapur kamu semuanya lengkap ternyata kamu pintar masak" sambung Jasmine.


"Bukan hanya pinter masak. Yang lain juga aku pintar" ucap Omar sambil tersenyum nakal.


"Udah pinter mesum ya" ledek Jasmine.


"Yah kan udah terbukti yang hanya dalam satu malam saja aku bisa menghamili kamu. Lagian mesum sama istri sendiri juga gak ada yang larang" balas Omar.


"Hahaha. Gak nyangka dibalik wajah datar kamu tersimpan kemesuman yang hakiki" goda Jasmine.


"Tapi kamu suka kan?" tanya Omar sambil terus memeluk istrinya.


"Suka.. aku suka kamu yang seperti ini Mas, suka semua yang ada di diri kamu" Jawab Jasmine.


"Sampai kapan kita terus berpelukan seperti ini. Katanya kamu mau masak?" tanya Jasmine.


"Eh iya aku lupa. Sebentar ya. Kamu istirahat aja di kamar nanti kalau sudah siap Mas panggil" ucap Omar.


"Nggak ah, aku pengen temani kamu di dapur. Mau lihat gimana wajah suamiku kalau sedang memasak. Apakah masih tampan?" goda Jasmine.


"Suami kamu ini sudah tampan dari sononya sayang" jawab Omar tersenyum.


"Hahaha gombal..." tawa Jasmine.


"Kata Kevin wanita itu suka di gombalin. Makanya aku mau terus gombalin kamu" balas Omar sambil tersenyum jahil.


Mereka berjalan ke dapur sambil berdekapan.


"Kamu duduk saja dan nikmati pemandangan yang ada dihadapan kamu" ucap Omar.


Omar memakai celemek pink yang kemarin sengaja dibeli dan diganti Jasmine di dapur apartemen Omar.


Jasmine tak henti-hentinya tersenyum melihat penampilan suaminya itu.


CEO tampan, berhati dingin dan berwajah datar sudah hilang dihadapannya hanya ada seorang suami yang tampan, hangat dan sangat mencintai dan dicintai Jasmine sepenuh hati.


Bagaimana meluruskan masa lalu dan kesalah pahaman Omar dengan Mamanya biarlah besok Jasmin fikirkan kembali. Hari ini dia ingin menikmati suasana hangat dan romantis berdua bersama suaminya Omar Barrakh.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2