
"Apa? Papaku yang sudah membunuh Om Rich?" tanya Kevin histeris. Dia terkejut mendengar cerita Oryza.
Oryza menangis tersedu didalam pelukan Omar.
"Aku ingat kak semua... aku ingat" ucap Oryza berkali-kali.
"Sayang... kamu tenang ya jangan nangis begitu. Kita tunggu Om kamu sadar" ucap Zahra menenangkan putrinya.
"Mama..." Oryza kini berganti memeluk Mamanya.
"Tante Fath? Tante kog bisa ada di sini? Bukannya Tante di penjara?" tanya Kevin semakain terkejut dengan apa yang dia dengar dan lihat.
"Mamaku sudah bebas Vin. Dan tadi Mamaku bertemu dengan Om Rey. Seperti yang kamu dengar tadi Oryza sudah mengingat semuanya. Bukan Mamaku pembunuhnya tapi..." ungkap Omar.
"Tidak... kamu bohong Mar" potong Kevin tidak percaya. Dia mencoba untuk tidak percaya tapi hati kecilnya kecewa dan terluka. Entah mengapa hatinya mengatakan bahwa apa yang dikatakan Oryza benar. Tidak mungkin Oryza berbohong.
"Maaf Vin apa yang Oryza katakan adalah benar. Mamaku juga berkata bukan dia yang membunuh Papaku tapi Mamaku tidak punya bukti hanya Oryza satu-satunya saksi dan saat ini Oryza sudah ingat kembali" tegas Omar.
"Kamu bohong Mar. Papaku tidak...." Kevin menangis. Omar segera memeluk tubuh saudaranya itu.
Dia tau Kevin kecewa pada Papanya. Omar tidak mau Kevin merasakan hal yang sama seperti dirinya. Dulu dia juga kecewa pada Mamanya sehingga dia membenci wanita yang paling dia sayang.
Omar tidak ingin Kevin membenci Papanya.
"Mbak Fath apakah benar Mas Rey?" tanya Sena kepada Zahra.
Zahra hanya menangis sambil menganggukkan kepalanya.
"Ya Allah, Mas Rey..." Tangis Sena pecah dalam pelukan Renata putrinya.
Merek menangis di ruang tunggu Rumah Sakit sambil saling berpelukan.
August yang menyaksikan hubungan rumit antara dua keluarga iti tak bisa berkata apa-apa. Dia hanya diam menyaksikan mereka menangis.
"Sabar Vin. Kita tunggu sampai Papa kamu sadar setelah itu kita dengar penjelasan beliau" ucap August mencoba menenangkan kedua sahabat yang juga bersaudara itu.
"Apapun yang dikatakan Papa kamu aku harap kamu kuat menerimanya" dukung August sambil menepuk punggung Kevin yang masih dalam pelukan Omar.
__ADS_1
"Keluarga Bapak Reynhard Dwi Barrakh" panggil seorang perawat.
"Ya sus" Jawab Omar dan Kevin bersamaan.
"Silahkan Pak perwakilan dari keluarganya masuk menemui dokter yang menangani Bapak Reynhard. Maksimal dua orang ya Pak" ucap perawat tersebut.
Omar dan Kevin masuk kedalam ruangan dokter spesial jantung.
"Selamat Siang Dokter" ucap Kevin.
"Selamat Siang Bapak-bapak sekalian. Apakah Bapak ini...?" tanya Dokter.
"Kami anak Pak Reynhard Dok?" potong Omar.
"Begini Pak, Pak Reynhard mengalami serangan jantung karena ada penyumbatan pada pembuluh darahnya. Kita harus segera melakukan tindakan operasi Pak" ucap Dokter.
"Lakukan yang terbaik untuk Papa saya Dok" pinta Kevin.
"Baik, Bapak menandatangani formulir persetujuan tindakan operasi dari pihak keluarga" perintah dokter.
"Setelah Bapak menyetujuinya Bapak dan keluarga dapat menunggu di ruang tunggu operasi. Kami akan segera mengoperasi Bapak Reynhard" ungkap dokter.
"Terimakasih dok" balas Kevin.
Kevin segera menandatangani formulir persetujuan tindakan operasi untuk pasien. Setelah itu Omar dan Kevin berjalan menuju ruang operasi disusul oleh semua keluarga. Mereka menunggu operasi jantung Reynhard sampai selesai.
Semua keluarga tampak sedang galau dan kacau. Berbagai pemikiran bermain dikepala mereka. Belum lagi selesai permasalahan pembunuhan Richard mereka harus menunggu operasi yang dijalani Reynhard.
Dan apa motif kedatangan Reynhard kerumah Richard saat itu tidak ada seorang pun keluarga Kevin yang mengetahuinya kecuali Omar dan keluarganya.
Tapi Omar tidak mau memperkeruh suasana. Dia berdoa dengan tulus atas kesuksesan operasi Reynhard agar nanti Reynhard sendiri yang akan menceritakan bagaimana peristiwa itu bisa terjadi.
Setelah menunggu waktu tiga jam akhirnya operasi selesai. Operasi Reynhard dinyatakan berhasil karena penyumbatan pembuluh darah dijantung bisa dilakukan dengan pemasangan ring di jantung.
Hanya saja kondisi Reynhard harus tetap dijaga karena bisa saja terjadi serangan jantung yang berikutnya. Oleh sebeb itu pasien tidak boleh stres. Itu pesan dari dokter.
Seluruh keluarga dapat bernafas dengan lega untuk sementara waktu karena permasalahan dalam keluarga mereka saat ini belum bisa diselesaikan mengingat kondisi Reynhard yang belum stabil.
__ADS_1
Reynhard berada diruang pemulihan usai operasi. Rencana malam ini dia tetap berada diruang pemulihan, esok hari kalau kondisinya lebih baik akan dipindahkan ke ruang rawat inap biasa.
Keluarga sementara waktu kembali kerumah mereka masing-masing. Hari ini sungguh hari yang melelahkan sekaligus menegangkan untuk mereka semu.
Kini Omar tidak lagi menyembunyikan keberadaan Mamanya. Karena dia sudah mendapatkan jawaban dari kesalahpahaman selama lima belas tahun ini.
Mulai hari ini Omar meminta Zahra untuk ikut tinggal bersamanya di apartemen. Dalam waktu dekat Omar akan mencari rumah untuk keluarganya tinggal.
Oryza juga ikut serta bersama mereka karena setelah kejadian di rumah kontrakan Zahra, Oryza tidak mau lagi tinggal dirumah Reynhard.
Kevin membawa Mama dan Renata pulang. Sedangkan Omar membawa Mama, istri dan adiknya pulang ke apartemen. August juga pulang ke apartemennya.
August sungguh tidak menyangka Om Rey lah yang telah membunuh Papanya Omar yang merupakan abang kandungnya sendiri. Tapi apa motifnya? August menceba mereka -reka tapi dia tetap tidak menemukan jawabnya.
Kalau karena harta, sepertinya tidak mungkin. Kalau Om Rey menginginkan harta Om Richard tidak mungkin dia bersusah payah menyembuhkan penyakit Omar. Menyekolahkan Omar dan Oryza dan menyayangi mereka.
Kalau Om Rey ingin mengambil harta keluarga Omar tidak mungkin Omar menjadi CEO di Perusahaan Barrakh Corp. Tentu dari jauh hari Om Rey sudah menyingkirkan Omar.
Om Rey sepertinya sangat tulus menyayangi Omar dan Oryza tapi mengapa dia membunuh Om Richard dan tega memfitnah Tante Fath sehingga Tante Fath dipenjara selama lima belas tahun.
Tega banget Om Rey memisahkan Tante Fath dengan anak-anaknya selama itu. Om Rey benar-benar tega membirkan Omar membenci Mamanya sendiri.
August berfikir keras sambil menyetir mobilnya menuju apartemen.
Apa ya motif pembunuhan Om Richard. Mengapa siang itu Om Rey datang kerumah Omar padahal dia tahu kalau Papa Omar masih berada dikantor.
Dan mengapa Om Richard marah saat menemukan Om Reynhard dikamarnya. Lagian ngapain juga Om Rey masuk kekamar Om Rich. Apa yang dilakukan Om Rey sehingga mereka bertengkar dan terjadilah perkelahian antara Om Rey dengan Om Rich yang mengakibatkan terbunuhnya Om Rich.
Apakah Om Rey mau mengambil sesuatu yang bersifat rahasia dikamar Om Rich atau jangan-jangan Om Rey ingin melakukan.....
Oh Tuhan.... Batin August semakin bergetar. Rumit sekali memcahkan teka-teki ini. Apakah benar yang aku fikirkan? tanya August dalam hati.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1