
"Mas" panggil Jasmine saat sarapan pagi bersama Omar dan Oryza.
"Hem..." hanya itu jawaban Omar.
"Pak Bejo izin hari ini, katanya istrinya sakit. Kamu bisa jemput aku di toko sore ini? Pagi ini aku berangkat sama Oryza aja sekalian dia ke kampus. Siang juga Oryza bisa jemput aku di TK trus ngantarin aku ke toko" pinta Jasmine.
Oryza akhirnya menghabiskan weekendnya diapartemen Omar dan Jasmine. Sejak Omar menikah Oryza lebih sering berkunjung, dia seperti memiliki keluarga baru bersama kakak dan kakak iparnya. Sudah lama dia tidak bisa akrab dan bermaja dengan Omar.
"Ya udah nanti aku jemput. Tapi aku gak bisa jemput sore, paling bisanya jam 7 malam" jawab Omar.
"Ya udah aku tunggu kamu aja" sambut Jasmine.
Jasmine berlari menuju kamarnya.
Omar dan Oryza saling pandang dan segera menyusul.
Ueeeek. uhuk...
"Masih muntah juga Mbak?" tanya Oryza di ambang pintu kamar mandi.
"Iya tapi sudah lebih lumayan Za, mualnya cuma pas pagi aja. Sebentar lagi juga udah enakan" jawabnya sambil berkumur-kumur.
Omar memberikan minyak angin di leher belakang Jasmine.
"Kalau masih gak enakan mending dirumah aja" pesa Omar.
"Nggak Mas, bentar lagi juga reda ini" jawabnya lagi sambil merasakan gejolak kembali.
Ueeek.. ueek...
"Mending kamu pergi Za, nanti kamu jijik" usir Omar.
"Ya udah aku beresin meja makan aja ya" jawab Oryza.
"Apa Mama kamu juga dulu gini ya Mr pas hamilin kamu? Kata Mamaku, dia pas hamilin aku gak seperti ini" Jasmine sengaja menyebut kata Mama. Dalam keadaan seperti ini Jasmine yakin Omar tidak akan marah.
Omar hanya diam saja.
"Kata Mama biasanya anak itu ngikutin kebiasaan orangtuanya. Kalau gak ikut Mamanya ya ikut Papanya. Karena aku gak seperti ini waktu dalam kandungan pasti bayi yang ada didalam perutku ini ikut kamu kebiasaannya" ucap Jasmine lagi sambil memegang perutnya.
Omar hanya diam sambil mengurut pundak Jasmine.
Apa benar yang Jasmine katakan? Wanita itu merasakan seperti yang Jasmine rasakan? Ah untuk apa juga mengingatnya. Batin Omar.
Sesudah Jasmine merasa agak tenang barulah dia keluar dari kamar mandi dan bersiap-siap berangkat ke TK.
"Jasmine aku pergi duluan ya, kamu hati-hati pergi sama Oryza" ucap Omar.
"Iya Mas" Jasmine mencium tangan suaminya sebelum Omar pergi.
"Oryza bawa mobilnya pelan-pelan aja jangan ngebut" perintah Omar.
__ADS_1
"Beres kak" jawab Oryza.
Omar berangkat menuju kantornya. Sesampainya dikantor Omar melihat pamannya baru saja masuk kedalam ruang kerja Kevin.
Omar segera masuk kedalam ruangannya disusul August dibelakangnya.
"Ada perlu apa Om Rey datang kesini?" tanya Omar.
"Gak tau Mar, mungkin ada sesuatu kali yang mau dibicarakan" jawab August.
"Pasti karena Kevin jarang pulang, makanya Om Rey sampai datang ke kantor" ucap Omar.
"Mungkin saja, si Kevin gak ada tobatnya. Masih saja suka keluyuran" sambut August.
"Biar saja nanti juga sadar sendiri atau disadarin Om Rey" balas Omar.
***
Diruangan Kevin.
"Kevin, tidur dimana kamu selama ini. Papa jarang melihat kamu dirumah" bentak Papanya.
"Aku tidur di apartemen Pa" jawab Kevin santai.
"Bohong kamu, kamu kira Papa tidak memantau semua tingkah laku kamu" ucap Reynhard.
"Sudahlah Pa, aku sudah dewasa. Jangan atur lagi hidupku" pinta Kevin.
"Papa Gak mau tau, Papa kasi kami waktu satu bulan. Jika sampai saat itu kamu belum juga mengenalkan calon istri kamu pada Papa, Papa akan menjodohkan kamu dengan wanita pilihan Papa. Ingat itu" ancam Reynhard.
"Pa, aku bukan Omar yang bisa Papa ancam seperti itu" bela Kevin.
"Papa tidak peduli dan tidak akan membeda-bedakan antara kamu dan Omar. Papa akan berbuat adil. Dulu Omar sempat Papa beri kesempatan untuk mencari calon istrinya dan dia memanfaatkannya dengan baik. Sekarang giliran kamu, kalau kamu tidak bisa memanfaatkannya lihat saja Papa akan menyeret kamu sampai didepan wanita yang akan Papa jodohkan dengan kamu" tegas Reynhard.
Kevin terlihat sangat kesal mendapat peringatan dari Papanya. Dia menolak perjodohan karena menurutnya itu aturan jadul.
Emangnya sekarang zaman Siti Nurleha eh Siti Nurbaya. Si Siti anak tetangga aja bebas nentuin hidupnya masak iya, aku Kevin dijodohkan. Gumam Kevin dalam hati.
"Oke, akan aku perkenalkan calon istri aku sebulan lagi kepada Papa" Jawab Kevin lantang.
"Ingat, aturannya tetap sama. Dia harus wanita baik-baik. Papa gak mau kamu membawa salah satu wanita yang selama ini selalu menemani kamu" tantang Reynhard.
"Oke Pa" jawab Kevin.
Reynhard segera keluar dari ruangan Kevin dan melangkah pergi meninggalkan perusahaan Barrakh Corp.
Setiap pagi Omar, Kevin dan August biasanya berkumpul dan ngobrol terlebih dahulu kalau tidak ada jadwal meeting atau pertemuan dengan client.
Pagi ini tidak ada acara apapun. Kevin langsung bergegas menuju ruangan Omar.
"Ada apa Om Rey kemari?" tanya Omar penasaran karena Omar melihat wajah Kevin terlihat kesal dengan kedatangan Papanya.
__ADS_1
"Merusak hidupku" jawabnya Kesal.
"Merusak bagaimana?" Omar bertanya lagi.
"Merusak segala kesenanganku lah" Kevin terlihat tidak bersemangat.
"Aku masih belum mengerti" balas Omar.
"Papa memberikan aku waktu sama seperti kamu, satu bulan untuk membawa dan mengenalkan calon istriku kepadanya" jawab Kevin kesal.
"Mati lo" ledek Omar bahagia.
"Senang banget ya lihat aku seperti ini" jawab Kevin.
"Hahaha... kenapa kamu pusing Vin, stock wanita kamu kan banyak tinggal pilih aja salah satu dari mereka. Gampang kan" goda Omar.
"Tidak segampang omongan kamu Din, kan udah pernah aku bilang kalau untuk masa depan aku tidak main-main. Aku akan mencari wanita yang tepat untuk aku jadikan istri" bantah Kevin.
"Untuk Omar aja feeling kamu tentang wanita bagus Vin, buktinya Omar mendapatkan Jasmine. Masak untuk diri kamu sendiri gak bisa" tantang August.
"Yaaah kita lihat sajalah teman-teman apakah aku seberuntung si Aladin ini menemukan wanita sebaik Jasmine dalam waktu satu bulan" oceh Kevin.
"Sialan lo" umpat Omar.
August tertawa mendengar kata-kata Kevin barusan.
Hari ini kegiatan kantor lumayan sibuk. Dari pagi sampai sore Trio Ambisi sibuk mengurus berkas-berkas tentang proyek dan kerjasama perusahaan.
Waktu sudah beranjak senja, matahari sudah hampir terbenam. Jam sudah menunjukkan pukul enam sore.
"Astaga aku lupa, hari ini harus menjemput Jasmine di toko kue" ucap Omar terkejut.
"Tumben Aladin menjemput Jasmine?" tanya Kevin.
"Pak Bejo gak masuk hari ini. Tadi pagi dia diantar Oryza ke TK. Aku janji jemput dia pulangnya. Hampir saja aku telat. Aku janji datang jam tujuh" Omar menutup semua berkas dan menyusunnha rapi diatas meja kerjanya.
Setelah itu Omar bersiap-siap dan bergegas berangkat ke toko kue untuk menjemput Jasmine.
"Aku duluam ya" ucap Omar pada kedua sahabatnya.
"Oke Bro hati-hati, salam buat Jasmine ya" teriak Kevin.
"Sep" balas Omar.
Omar segera meninggalkan ruangannya dan berangkat mengendarai mobilnya menuju Toko Kue Jasmine.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1