BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 68


__ADS_3

Sudah seminggu sejak Kevin berjanji kepada Sheila untuk serius, Kevin tidak pernah jalan ataupun berdekatan dengan wanita. Kevin selalu menjauh dan menolak ajakan teman wanitanya.


Seminggu sudah Kevin selalu menghampiri Sheila ke Toko Kue Jasmine. Sheila sebenarnya merasa risih dan kesal melihat wajah Kevin setiap hari tapi dia tidak bisa menolaknya karena dia sudah berjanji untuk memberi kesempatan pada Kevin dan mencoba untuk membuka hatinya.


Hari ini Sheila ingin berbelanja semua bahan kue yang sudah menipis di toko. Biasanya Dia dan Jasmine yang berbelanja, berhubung karena Jasmine sedang bulan madu terpaksa dia yang pergi sendiri.


"Hai Sheil, mau kemana?" tanya Kevin yang baru saja datang dan melihat Sheila sedang bersiap-siap hendak pergi.


"Aku mau belanja bahan-bahan di toko" jawab Sheila.


"Aku temani ya" pinta Kevin.


Sheila berfikiri sebentar.


"Oke deh tapi disana nanti jangan macam-macam ya, aku gak mau ribut" jawab Sheila.


"Oke Tuan Putri" balas Kevin sambil tersenyum.


Dasar play boy pinter banget ngerayu, dikira mempan rayuannya padaku, huh... Umpat Sheila.


Kevin membukakan pintu mobil untuk Sheila kemudian Kevin masuk kedalam mobil dan membawa sheila ke tempat tujuan.


Tibalah mereka ke supermarket besar tempat Jasmine dan Sheila biasa berbelanja. Kevin dengan sabar mendorong troli besar sedangkan Sheila mulai mengambil bahan-bahan makanan dari rak dan meletakkannya di troli.


Kevin tersenyum melihat kegiatan mereka.


Udah seperti suami istri sungguhan. Fikirnya.


"Kenapa senyum-senyum?" tanya Sheila penasaran.


"Kamu sadar gak Sheil, kita sudah seperti suami istri yang sedang belanja bulanan" ucap Kevin sambil tersenyum.


"Apa sih" jawab Sheila yang merasa malu dengan kata-kata Kevin.


"Kevin" sapa seorang wanita cantik dan sexy.


"Hai Yulia" sapa Kevin ramah.


"Kamu lagi ngapain?" tanya wanita yang bernama Yulia itu.


"Seperti yang kamu lihat, aku sedang berbanja" balas Kevin cuek.

__ADS_1


"Dan wanita ini?" Yulia bertanya lagi karena penasaran. Gak biasanya Kevin jalan bersama wanita yang seperti ini, berpakaian tertutup dan menggunakan jilbab. Yulia sangat tau tipe wanita Kevin karena dia adalah salah satunya.


"Kenalkan ini calon istriku" jawab Kevin mengenalkan Sheila pada Yulia.


Sheila menyikut perut Kevin dengan tanggannya.


"Hai aku Yulia" sapa Yulia sambil mengulurkan tangannya.


"Sheila" balas Sheila dan menerima uluran tangan Yulia. Mereka pun saling berjabat tangan.


"Aku sangat terkejut mendengarnya dan aku tidak menyangka wanita seperti ini yang... Maksudnya aku tau tipe wanita ideal kamu Vin" ucap Yulia menyindir Sheila.


"Kamu tidak tau apa-apa tentang aku Yul, tipe wanita idealku yang akan aku jadikan istri ya seperti ini. Wanita yang bisa menjaga, menutupi dan menghormati tubuhnya dari pria-pria nakal termasuk aku" Kevin membela Sheila. Dia tau maksud perkataan Yulia dan Kevin tidak ingin Sheila tersinggung mendengarnya.


"Kamu berubah Vin" ucap Yulia.


"Ya perubahan itu pasti Yul, sekarang tinggal kemana arah perubahan itu. Kearah yang lebih baik atau buruk. Mungkin menurut kamu aku berubah lebih buruk tapi bagiku aku berubah untuk menjadi lebih baik lagi. Sudah cukup waktunya bermain-main. Aku ingin menjalin hubungan yang serius bersama seorang wanita dan wanita itu adalah Sheila" tegas Kevin mulai emosi.


"Vin" Sheila mengerti perasaan Kevin saat melihat perubahan di wajahnya.


"Maaf Yulia kami duluan, kami ingin berbelanja yang lainnya lagi" potong Kevin kemudian dia berjalan meninggalkan Yulia disusul Sheila berjalan mengikuti Kevin dari belakang.


Yulia menatap kepergian Kevin dengan wajah kesal.


Kevin dan Sheila melanjutkan kegiatan mereka memilih bahan-bahan kue.


"Maaf Sheil kalau kamu tersinggung dengan perkataan wanita gila itu tadi" ucap Kevin merasa tidak enak pada Sheila.


"Oh gak apa kog Vin, aku ngerti. Kamu kan casanova pasti banyak wanita disekeliling kamu" jawab Sheila menyindir.


"Itu dulu Sheil, sejak aku berjanji akan menjalani hubungan serius dengan kamu aku tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun selain kamu" balas Kevin.


"Maaf Vin aku tidak mengerti kita saat ini sedang menjalin hubungan apa. Aku tidak mau pacaran" ucap Sheila.


"Kalau begitu kita menikah?" ajak Kevin.


"Aku belum bisa menerima kamu" tolak Sheila.


"Kalau begitu tahap pengenalan ya. Bagaimana? aku janji akan menjaga jarak pada kamu dan tidak akan bertingkah macam-macam sampai kamu bisa membuka hatimu dan menikah denganku" desak Kevin.


"Mm.. baiklah" jawab Sheila pasrah karena dia malas berdebat dengan Kevin yang ujung-ujungnya Kevin yang akan selalu menang. Ada saja seribu satu alasannya.

__ADS_1


Mereka kembali berbelanja hingga semua bahan kue yang dibutuhkan di toko kue terpenuhi. Setelah itu mereka membayar semua belanjaan di kasir dan menyusun barang-barang dibagasi mobil Kevin.


"Kita makan dulu yuk, udah waktunya makan malam ni" ajak Kevin.


"Oke" jawab Sheila singkat.


Kevin membawa Sheila kesalah satu restourant yang terkenal di kota itu.


Mereka duduk di meja yang strategis dan nyaman untuk ngobrol. Tapi lagi-lagi gangguan itu datang.


"Kevin? kamu disini?" tanya seorang wanita.


Sheila merasa pusing melihat semua wanita yang menyapa Kevin. Semuanya sama menggunakan pakaian kurang bahan agar dikatakan sexy. Padahal sexy menurut Jasmine dan Sheila itu adalah wanita pintar yang bisa menjaga harga dirinya di depan laki-laki, itu baru sexy.


"Eh Hai Manda" sapa Kevin canggung. Dia merasa bersalah pada Sheila karena dari tadi selalu saja ada pengganggu saat dia sedang bersama Sheila.


"Kamu sedang makan bersama saudara?" tanya Manda manja.


"Nggak Man, aku sedang bersama calon istriku. Kenalkan?" jawab Kevin.


"Sheila" ucap Sheila.


"Oh hai aku Manda" balas Manda sambil memperhatikan penampilan Sheila dari ujung kepala sampai ujung kaki membuat Sheila risih diperhatikan seperti itu


Hei mengapa kamu melihatku seperti itu, aku aneh? kamu tuh yang aneh pakai baju kekecilan dan kurang bahan begitu. Apa gak nyesek tu dada sampai mau muntah dan berteriak minta keluar. Batin Sheila.


Lagi-lagi wanita yang sedang melihat Kevin sedang bersama wanita seperti Sheila merasa tak percaya. Apalagi Kevin baru menyebutkan kalau wanita ini adalah calon istrinya.


"Bisa ya Vin calon istri kamu seperti ini?" ucap Manda meremehkan.


"Bisa donk, bisa banget. Aku malah emang cari wanita yang seperti ini Man. Hanya aku kelak yang bisa melihat tubuhnya saat sudah menjadi suaminya. Bukan pria-pria nakal yang menatap lapar ketubuhnya karena pakaiannya yang terbuka" bela Kevin.


Kevin tau kemana arah perkataan Manda, pasti sama seperti yang Yulia fikirkan tadi dan dia sudah sangat emosi diganggu terus oleh wanita-wanita yang gak penting dalam hidupnya.


"Bisa kamu tinggalkan kamu berdua? Kami ingin makan dengan tenang tanpa gangguan dari siapapun" usir Kevin.


Mata Sheila melotot kearah Kevin. Dia tidak percaya Kevin akan mengusir wanita yang ada dihadapan mereka. Tapi Kevin cuek aja malah tersenyum menatap wajah Sheila.


Dengan kesal Manda melangkah pergi meninggalkan Kevin dan Sheila berdua.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2