BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 48


__ADS_3

Tepat jam tujuh malam sesuai janji Omar, dia sudah sampai di Toko Kue Jasmine. Omar mendorong pintu masuk kedalam toko.


Tring..tring...


Bunyi lonceng menandakan bahwa ada orang yang masuk kedalam toko.


"Eh Pak Omar, mau jemput Mbak Jasmine ya" sapa Rike.


"Iya. Dia diatas?" tanya Omar.


"Iya Pak. Silahkan Pak" Rike mempersilahkan Omar naik.


Omar berjalan kearah tangga dan naik keruangan Jasmine.


"Siapa itu Ke?" tanya Zahra penasaran.


"Suaminya Mbak Jasmine Bu. Pak Omar Barrakh pengusaha muda dan sukses CEO Barrakh Corp. Ganteng kan?" Puji Rike.


Sontak wajah Zahra memucat dan segera masuk kedapur. Dia tidak ingin bertemu dengan pemilik toko beserta suaminya.


Tak lama kemudian Jasmine dan Omar turun dari lantai atas.


"Sheil aku balik dulu ya" pamit Jasmine pada sahabatnya.


"Oke Mine, hati-hati" jawab Sheila. Sheila menundukkan kepala memberi hormat kepada Omar.


Omar membalasnya dengan tatapan datar.


Huh benar kata Jasmine, suaminya itu tampan tapi wajahnya datar tanpa ekspresi. Batin Sheila.


Omar dan Jasmine keluar dari toko kue bersama-sama. Semua karyawan toko memperhatikan pasutri itu begitu juga Zahra. Dari tadi mencuri pandang dari balik pintu dapur. Dia ingin menatap wajah Omar suami dari Bos tempat dia bekerja.


Mata Zahra berkaca-kaca, menahan gejolak rasa rindu bercampur takut kalau-kalau lelaki itu mengetahui keberadaannya. Sungguh dia tidak menyangka akan bertemu lagi dalam keadaan seperti ini.


Lima belas tahun sudah semenjak kejadian menyakitkan itu dia harus berpisah dengan anak-anaknya dan yang lebih menyakitkan dia dihukum atas kejahatan yang tidak pernah dia lakukan sama sekali.


Hatinya terasa sakit sekali mengingat kejadian itu.


"Mereka sangat serasi sekali ya" ucap Rike.


"Iya, pasangan yang tampan dan cantik. Klop deh... Gak kebayang wajah anak mereka nanti mirip Papa atau Mamanya ya" sambung karyawan lain.


Zahra meneteskan airmata menahan perasaannya yang bergejolak. Ingin sekali rasanya dia berlari mendekati suami dari Bos tempat dia bekerja. Melepaskan kerinduan dan bercerita tentang kejadian yang sebenarnya. Tapi dia tidak punya keberanian dan bukti untuk membela diri. Zahra hanya bisa meredam sendiri perasaannya.


Omar dan Jasmine bergerak meninggalkan area Toko Kue Jasmine.


"Udah malam, kita makan diluar aja ya. Kamu gak perlu repot masak lagi" ucap Omar.


"Oke" jawab Jasmine.

__ADS_1


"Ada permintaan malam ini?" tanya Omar.


"Permintaan apa?" Jasmine balik bertanya karena bingung dengan maksud perkataan Omar.


"Tuh permintaan yang di dalam" Omar melirik kearah perut Jasmine.


"Ooo... Mmm apa ya?" Jasmine kemudian mulai berfikir.


"Apa aja deh aku cuma laper gak pengen memikirkan apa pun. Terserah kamu mau makan dimana" sambung Jasmine.


"Oke, terserah aku kan?" Omar bertanya meyakinkan.


Jasmine menganggukkan kepalanya.


Omar mengarahkan mobilnya menuju sebuah restourant seafood yang terkenal.


"Waah.. pasti enak ni makan disini" Jasmine tidak sabaran karena lapar.


Omar tersenyum tipis melihat tingkah Jasmine. Mereka turun dan mencari meja yang strategis untuk tempat mereka makan.


"Mau pesan apa?" Omar menawarkan dan memberi menu makanan pada Jasmine.


"Aku pengen sup kepiting. Katanya bagus untuk yang ada disini" jawab Jasmine sambil mengelus perutnya.


"Ya udah Mas pesan sup kepiting satu, udang krispinya dan cumi saos tiram ya. Minumnya apa Mine?" tanya Omar.


"Mine?" Jasmine merasa aneh Omar memanggilnya seperti itu. Itu kan panggilan Sheila untuknya.


Blussh... pipi Jasmine merona karena perkataan Omar. Baru kali ini Omar terlihat romantis.


"Ehem... mmm. aku pengen jus kuini ya tapi kalau bisa kuininya manis-manis asem gitu rasanya. Pasti seger" Air liur Jasmine rasanya udah mau jatuh membayangkannya.


"Kamu dengar pesanannya kan Mas? Istri saya lagi hamil muda. Tambah cah kangkung dan jus jeruk" pesan Omar.


"Baik Pak" jawab sang pelayan. Kemudian pelayan tersebut mencatat pesanan Omar dan berlalu meninggalkan Omar dan Jasmine.


"Kenapa kamu tiba-tiba memanggil aku seperti itu. Itu panggilan Sheila padaku" ucap Jasmine.


"Aku suka saja mendengarnya" jawabnya.


Karena kamu memang my mine.. sambungnya dalam hati.


Tiba-tiba datang seorang wanita bule menghampiri Omar.


"Omar Barrakh?" ucap wanita itu.


"Yes" Omar menjawab dan berfikir sepertinya dia mengenal wanita bule ini.


"Cindy, kamu ingat?" tanya wanita itu.

__ADS_1


"Cindy teman kuliah kamu" ucapnya lagi mencoba mengingatkan. Cindy mengangkat tangannya ingin berjabat tangan dengan Omar


"Owh ya Cindy. Maaf aku sempat lupa, maklum sudah lama" Omar menolak halus jabat tangan yang dilakukan Cindy.


"Sudah lama di Indonesia?" tanya Omar basa-basi.


"Sudah lima tahun. Kamu tidak mengenalkannya padaku?" tanya Cindu sambil melirik ke arah Jasmine.


"Oh kenalkan ini istriku Jasmine" Cindy mengarahkan tangannya ke arah Jasmine dan disambut Jasmine. Mereka saling berjabat tangan.


"Mine, ini Cindy teman kuliahku waktu diluar negeri" ucap Omar.


Jasmine tersenyum mihat Cindy. Apa kamu tidak tau Miss, Mr. Flat ini alergi wanita. Batin Jasmine.


Aku kira alergi Omar pada wanita belum hilang tapi ternyata dia sudah mempunyai istri. Itu artinya dia tidak membenci wanita lagi tapi mengapa dia tidak mau berjabat tangan denganku? Tanya Cindy dalam hati.


"Sendirian atau...?" tanya Jasmine.


"Oh aku bersama rekan kerjaku. Silahkan kalian lanjutkan kegiatan kalian. Maaf mengganggu, aku hanya ingin menyapa saja karena melihat Omar tadi?. Kami sudah lama tidak bertemu" jawab Cindy ramah.


"Terimakasih" balas Omar sedangkan Jasmine masih tersenyum ramah.


Cindy kembali ke mejanya sedangkan Omar dan Jasmine kembali duduk.


"Mr. Flat kenapa kamu tidak pernah mau berjabat tangan dengan wanita? Dulu waktu kita belum menikah kamu juga tidak mau menjabat tanganku?" tanya Jasmine penasaran.


"Aku malas saja" jawab Omar asal.


"Apakah jawaban itu masuk akal?" Jasmine semakin penasaran.


"Aku tidak bisa bersentuhan dengan wanita apalagi dengan wanita yang baru dikenal" jawab Omar.


"Kenapa tidak bisa?" Jasmine semakin penasaran.


"Ya karena aku tidak suka. Apa butuh alasan kalau aku bilang tidak suka?" elak Omar.


"Trus kenapa padaku kamu mau?" tanya Jasmine.


"Karena kau sudah menjadi istriku, bukankah begitu?" My Mine... Omar balik bertanya.


"Haaaalaaah bohong aku gak percaya. Pasti karena ada sesuatu. Kamu itu berbanding terbalik dengan Kevin. Kevin pecinta wanita sedangkan kamu pembenci wanita. Tapi kenapa kamu bisa membenci wanita. Jarang lho ada orang seperti itu. Yang aku tau baru kamu, kalau pecinta wanita banyak mereka ada dimana-mana, buaya darat" oceh Jasmine.


"Sudahlah Mine jangan bertanya dan berfikir yang macam-macam. Yang penting sekarang kamu makan tadi katanya lapar" balas Omar ketika pelayan datang membawa semua menu makanan yang mereka pesan untuk makan malam ini.


Omar dan Jasmine mulai makan dengan lahapnya. Terlebih Jamsine yang sedang hamil. Porsi makannya lebih banyak sekarang sehingga Omar mengalah dan memberikan lebih banyak makanan ke arah Jasmine.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


Hai teman-teman... Mana jejak kalian?


__ADS_2