BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 72


__ADS_3

Pagi-pagi Omar dan Jasmine sudah bersiap-siap berangkat pulang. Jam delapan pagi mereka sudah diantar supir hotel menuju bandara kemudian mereka terbang menuju kota asal.


Jam dua belas siang Omar dan Jasmine sudah sampai. Sebelum kembali ke apartemen mereka terlebih dahulu makan siang diluar.


Omar memarkirkan mobilnya di salah satu restourant seafood terkenal.


"Aku jadi ingat waktu hamil pernah kamu bawa kesini Mas" ucap Jasmine.


"Tenang sayang jangan bersedih mengenangnya, sebentar lagi juga kamu akan hamil lagi asal mau aja rajin-rajin olahraga sama aku malam hari" jawab Omar.


"Ih Mas ini semakin lama aku mengenal kamu ternyata kamu sangat mesum" ucap Jasmine.


"Hahaha... benar kata Kevin. Kalau aku udah sekali aja ngerasain pasti ketagihan. Gitu dia jawab yank waktu aku nasehatin dia suka main-main sama wanita" jawab Omar.


"Dasar si Abu nackal" umpat Jasmine.


Mereka tertawa lagi saat menyebut panggilan baru untuk si Kevin. Rasanya mereka udah gak sabar untuk segera bertemu si Abu eh si Kevin.


Siang hari Omar dan Jasmine sudah sampai di apartemen. Jasmine dan Omar istirahat dirumah karena lelah baru pulang dari luar kota.


Jasmine dan Omar terlihat semakin mesra dan intim setelah pulang dari honeymoon. Terlihat Omar yang selalu menempel dan kecarian dengan keberadaan Jasmine saat jauh dari sisinya.


"My Mine kamu dimana?" panggil Omar.


"Aku didapur sayaaaang" jawab Jasmine.


Omar langsung menyusul Jasmine ke dapur.


"Kamu lagi ngapain hem?" tanya Omar sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Aku mau buat teh Mas untuk kita berdua" jawab Jasmine.


"Aku sedikit aja ya gulanya. Soalnya aku udah manis entar jadi diabetes lagi" bisik Omar ditelinga istrinya.


"Gak salah tuh harusnya pas minum kamu yang tanya. Yang kog tehnya gak manis? trus aku jawab, Mas minum tehnya trus tatap wajah aku yang manis pasti tehnya jadi manis" balas Jasmine.


"Waow kalau kamu emang gula banget sayang, muaaaanis banget tapi gak buat aku diabet. Malah setiap melihat kamu membuat aku semakin dahaga dan laper pengen segera makan kamu" ucap Omar.


"Hahaha.... Jasmine gitu loh" jawab Jasmine bangga.


"Siapa dulu suaminya?" goda Omar.

__ADS_1


"Alaaaadiiiin" balas Jasmine.


Dan mereka tertawa bersama.


Jasmine dan Omar ngeteh santai di ruang TV sambil ngobrol.


"Kapan rencananya kamu mau bertemu Om Rey Mas?" tanya Jasmine.


"Mmm... aku cari waktu yang tepat aja dulu yank. Gak baik buru-buru. Lagian pembicaraan seperti ini harus dibicarakan lebih santai biar enak ngobrolnya" jawab Omar.


"Janji ya yank apapun nanti yang kamu dapatkan jawaban dari kejadian yang sebenarnya jangan pernah dendam dan membencinya" pinta Jasmine.


"Aku akan berusaha yank. Bagaimana pun ini sudah takdir buat keluarga kami. Aku hanya ingin mengetahui kebenarannya dan tidak mau lari lagi dari masa lalu. Lebih baik aku hadapi dan selesaikan daripada menjadi duri dalam hidup aku. Kan sakit?" ucap Omar.


"Aku bangga sama kamu Mas" Jasmine memberi semangat pada suaminya.


Omar tersenyum sambil menggenggam dan mengecup tangan istrinya.


"Mas... kapan kamu siap bertemu dengan Mama?" tanya Jasmine hati-hati.


"Aku belum memikirnya Mine, aku gak tau apa yang akan aku lakukan saat bertemu dengannya. Aku takut rasa benci itu menguasaiku lagi dan menumpahkan semua amarahku padanya" jawab Omar jujur.


Omar terdiam mendengar perkataan Jasmine. Sungguh sangat dalam maknanya.


"A..aku..." kata-kata Omar terputus.


"Aku ada disamping kamu Mas" Jasmine membalas genggaman tangan Omar dengan erat untuk memberi kekuatan.


"Mau kah kamu bertemu Mama dulu tanpa harus mengingat ataupun membahas tentang masa lalu. Hanya bertemu saja Mas. Menanyakan keadaannya dan kabarnya saat ini?" pinta Jasmine.


Omar seketika menegang dan Jasmine dapat memaklumi itu. Pasti akan sangat berat buat Omar.


"Aku takut sayang. Takut tidak bisa menahan diriku dan menyakitinya" jawab Omar pelan.


"Mas... lihat aku" pinta Jasmine.


Omar menatap wajah istrinya dengan sedih.


"Hei.. Mas kamu itu pria yang kuat dan berhati lembut. Aku yakin suamiku tidak akan melakukannya. Kamu cukup ingat dia wanita yang melahirkan kamu dan menyayangi kamu Mas. Cukup ingat itu saja" pinta Jasmine.


"Apakah aku bisa?" Omar bertanya untuk meyakinkan dirinya.

__ADS_1


"Kamu pasti bisa Mas. Karena kamu adalah Omar Barrakh seorang laki-laki yang kuat" Jasmine terus memberi semangat.


Omar kembali terdiam.


"Kamu tidak bisa terus lari Mas, sudah tiba saatnya. Lima belas tahun waktu yang sangat lama Mas untuk bisa memaafkan. Waktu yang sangat lama untuk merindu" Jasmine meneteskan airmatanya dan memeluk tubuh suaminya.


"Aku yakin masih ada rasa sayang dihati suamiku ini. Ada rasa rindu yang sangat besar yang kau tutupi dengan rasa marah kamu. Cobalah berdamai dengan diri kamu sendiri sayang. Jujurlah pada hati kamu, kamu menyayanginya dan merindukannya" isak Jasmine.


Perlahan Omar juga meneteskan airmatanya mencoba menyelami perasaannya sendiri. Lima belas tahun dia menahan kesunyian ini, lima belas tahun dia menutupi perasaannya.


Benar kata istrinya hatinya merindu. Merindukan pelukan Mamanya, merindukan senyuman dan kasih sayang Mamanya. Semua rasa itu dia sembunyikan dibalik rasa kecewa dan amarah yang sangat besar.


Omar kini sadar dengan hatinya. Dia tidak bisa berbohong lagi. Omar tidak akan membohongi hati dan istrinya.


Istri yang dengan setia menemani dan membantunya memalui masa-masa sulit ini. Istrinya yang selalu memberikan semangat padanya. Dan istrinya yang bersedia membantu menghadapi kesulitan dan kepahitan ini.


Omar dan Jasmine menangis dengan saling berpelukan. Menumpahkan perasaan masing-masing.


Jasmine sangat tau bagaimana kesedihan dan kerinduan mertuanya pada suaminya. Makanya Jasmine sedih setiap mengingat penderitaan Zahra.


Sedangkan Omar menangis karena menahan rasa rindunya pada Mamanya. Menangis mengenang kenangan manisnya dulu bersama wanita pertama yang dia cintai di dunia ini.


"Sayang...." panggil Jasmine penuh kelembutan.


"Maaf.. aku terlalu memaksa kamu. Kalau kamu belum siap, tidak mengapa. Mama pasti sabar dan bisa mengerti" ucap Jasmine mencoba menenangkan hati suaminya.


Omar menghapus air matanya kemudian menatap wajah istrinya dengan lembut dan penuh kasih sayang.


Tuhan... terimakasih kau telah mengirim seorang malaikat kepadaku. Batin Omar.


"Sayangku... My Mine... aku mau. Aku mau bertemu Mama..." jawab Omar.


Jasmine kembali memeluk tubuh suaminya dengan erat. Dia sangat bahagia mendengar kata yang terucap dari bibir suaminya.


Terimakasih ya Allah... Kau telah melembutkan hati suamiku... Doa Jasmine.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2