BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 43


__ADS_3

"Assalamu'alaikum Omar" sapa mertuanya dari seberang.


"Wa'alaikumsalam Ma" jawab Omar.


"Tumben kamu yang telepon Mama ada apa?" tanya mama mertuanya.


"Begini Ma, Jasmine saat ini sedang hamil dan kondisinya sangat lemah. Tidak ada makanan yang berhasil masuk semua akan dia muntahkan" jelas Omar.


"Apa Jasmine hamil? Alhamdulillah" ucap Mama mertuanya senang.


"Jadi gimana kondisinya saat ini?" tanya Mama Jasmine.


"Jasmine sedang tiduran Ma tubuhnya lemas sekali. Katanya dia pengen makan soto masakan Mama" jawab Omar.


"Wah anak itu tau saja kalau Mama memang sedang masak soto hari ini. Sebentar lagi Mama kesana ya bawa soto untuk kalian" ucap Mama mertuanya ceria.


"Terimakasih Ma" Omar menutup teleponnya.


"Gimana Mr. Flat. Mama bilang apa?" tanya Jasmine penasaran.


"Untung Mama hari ini memang sedang masak soto jadi Mama bisa langsung datang kesini" jawab Omar.


"Barang-barang" ucap mereka bersamaan.


Jasmine hendak turun dari tempat tidur tapi dicegah Omar.


"Kamu tetap disitu, biar aku yang memindahkan sebahagian barang kamu. Tidak mungkin kita memindahkan semua barang kamu kesini secara cepat jadi aku pindahkan yang penting-penting saja ya" ucap Omar.


Jasmine mengganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis melihat suaminya pergi.


Lihat nak kamu telah berhasil membuat wajah Papamu panik, Mama bisa merasakan perubahan wajah dan sikapnya. Semoga dia menyayangi dan mau menerima kita ya. Ucap Jasmine sambil mengelus perutnya yang masih rata.


Setengah jam kemudian, Omar telah menyusun alat makeup Jasmine dilemari kaca kamarnya. Beberapa pasang baju tidur, dan pakaian lainnya. Handuk dan peralatan mandinya.


"Aku rasa ini cukup, kalau Mama curiga kamu aku bisa bilang kalau lemari kamu penuh" ucap Jasmine. Dia kasihan melihat suaminya kelelahan bulak balik keluar masuk kamar membawa barang-barangnya.


"Huh ribetnya" jawabnya singkat.


Spontan Jasmin mendelikkan matanya mendengar ucapan Omar.


"Sorry.. bukan maksudku kalian yang membuat aku ribet. Maksudnya ribet memindahkan barang-barang ini" elak Omar.


Tak begitu lama bel apartemen berbunyi, Omar membuka pintunya karena mertuanya yang datang membawa soto untuk Jasmine.


"Dimana Jasmine?" tanya Mertuanya.


"Dikamar Ma" jawab Omar sambil mencium tangan mertuanya.


"Maaf Mama baru bisa datang kesini selama kalian menikah" ucap Mertuanya.


"Gak apa-apa Ma, kami juga belum pernah main kerumah Mama sejak menikah, maklum Ma dikantor sibuk banget" elak Omar.

__ADS_1


"Iya Mama mengerti" jawab sang Mama Mertua.


"Disini Ma kamarnya" Omar menunjukkan kamarnya.


Jelita masuk ke kamar anaknya dan melihat Jasmine sedang terbaring lemah ditempat tidur.


"Gimana kabar kamu sayang?" tanya Jelita.


"Buruk Ma, gak ada makanan yang masuk keperutku. Semuanya keluar setelah aku makan. Rasanya sakit sekali Ma tapi perutku laper" jawab Jasmine manja.


"Sabar sayang, itulah perjuangan untuk menjadi seorang Ibu. Pahala besar kalau kamu ikhlas dan sabar menjalaninya. Nanti kalau anak kamu lahir semua kesulitan kamu ini pasti akan terbalas ketika melihat wajah anak kamu" nasehat Jelita.


"Iya Ma" jawab Jasmine dengan mata berkaca-kaca.


Omar menyaksikan interaksi ibu dan anak itu dengan hati yang tidak bisa dilukiskan. Ada rasa benci, kecewa, iri dan rindu. Sudah lama sekali dia merindukan sentuhan seorang ibu tapi jika dia mengingat Mamanya muncullah perasaan benci dan kecewa.


"Nih Mama bawakan soto sesuai permintaan kamu. Kita makan yuk" ajak Jelita.


Jelita membantu anaknya bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju dapur diikuti Jasmine. Mereka makan siang bersama di apartemen Omar.


Selang tiga puluh menit setelah makan gejolak itu mulai datang lagi. Jasmine segera berlari ke kamar mandi. Omar yang sudah bersiap-siap setiap kali Jasmine selesai makan segera sigap mengikutinya dari belakang.


"Jasmine jangan lari nanti kamu jatuh" Omar mengingatkan.


"Aku sudah gak tahan lagi" ucap Jasmine sambil berjalan cepat.


Uek...uek...


"Ya Allah... padahal enak banget tadi makannya" ucap Jasmine.


"Maaf ya, aku tidak membantu kamu untuk mengurangi rasa mual" Omar merasa bersalah.


Mama Jasmine membawa minuman air hangat yang diseduh Jahe.


"Minum ini, dulu saat Mama hamil cara ini ampuh untuk meredakan mual" ucap Jelita.


Jasmine duduk dipinggir tempat tidur dan meminumnya. Perutnya terasa hangat.


"Aku lapar Ma tapi takut makan nanti muntah lagi" Jasmine mulai terisak.


Omar tak tega melihat Jasmine selemah ini.


"Mau Mama potongkan buah?" tawar Jelita.


Jasmine mengangguk.


Jelita berjalan keluar kamar menuju dapur. Omar mengikuti mertuanya untuk menunjukkan letak buah yang disimpan di kulkas.


"Omar, kamu harus lebih sabar ya menghadapi Jasmine. Wanita hamil emang begitu lebih sensitif dari biasanya dan suka moody. Tiba-tiba sedih, nangis, tiba-tiba ceria dan tiba-tiba bisa marah. Kalau dia lapar dan takut mual coba kasi buah. Kalau dia pengen sesuatu usahakan kamu penuhi ya walau kadang permintaannya aneh-aneh. Itu namanya ngidam. Mama harap kamu mengerti" nasehat Jelita.


"Iya Ma. Aku ke kamar dulu ya Ma, mau lihat keadaan Jasmine" jawab Omar.

__ADS_1


Omar melihat Jasmine sedang tertidur karena lemas setelah muntah.


"Jasmine..." Omar mencoba membangunkan Jasmine.


"Hemmm" jawab Jasmine lemah.


"Minum obat dulu biar mualnya lebih ringan" ucap Omar.


Omar menbantu Jasmine bangun dan duduk diatas tenpat tidur.


"Maaf aku lupa harusnya tadi setelah makan kamu minum. Sekarang keburu isi perut kamu keluar semua" Omar merasa bersalah.


"Gak apa-apa Mr. Maaf sudah ngerepotin kamu ngurusin aku" ucap Jasmine.


"Ssst... sudah aku bilang kan aku akan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan pada kamu. Bayi itu juga milikku sudah selayaknya aku melindungi dan menjaga kalian" jawaban Omar yang membuat sejuk hati Jasmine.


"Terimakasih, kamu tidak menolak anak ini. Walau dia hadir karena ketidak sadaran kita tapi dia tidak bersalah. Aku ingin dia tetap ada disini" ucap Jasmine sambil meraba perutnya dengan mata yang mulai menangis.


"Hei.. aku tidak menolaknya. Aku juga menginginkan kehadirannya" ungkap Omar.


Tiba-tiba Mama Jasmine datang membawa sepiring buah-buahan.


"Nih kamu makan dulu biar ada isi perut kamu. Pelan-pelan dan makannya sedikit-sedikit saja agar kamu tidak mual. Beberapa menit lagi kamu makan lagi. Coba trik yang Mama berikan mudah-mudahan perut kamu tidak kosong" nasehat Jelita


"Iya Ma" jawab Jasmine.


"Omar jangan lupa buatkan Jasmine susu hamil ya terlebih sebelum tidur, Jasmine harus meminum susunya" perintah sang Mama.


"Baik Ma" balas Omar.


"Oh iya Mama kedapur dulu mau manasin soto, kasian Oryza datang belum makan siang. Katanya dia menginap beberapa hari disini untuk menemani Jasmine" ucap Jelita.


"Iya Ma, Mas Omar yang memintanya" sambut Jasmine.


"Mama lega mendengarnya. Setidaknya ada yang nemani kamu saat Omar kerja. Ya udah Mama kedapur dulu ya" ucap Mama.


Omar dan Jasmine mengangguk.


"Aku akan cuti beberapa hari ini jagain kamu" ucap Omar.


"Gak apa-apa aku ditemani Oryza aja. Kamu kan lagi banyak kerjaan" tolak Jasmine.


"Gak masalah ada Kevin dan August yang mengurusnya setidaknya sampai kamu merasa lebih baik" jawab Omar.


Jangan terlalu baik padaku Mr. Flat. Aku takut kecewa. Aku tau kamu berbuat seperti ini karena rasa tanggung jawabmu bukan karena hatimu. Aku tau kau tidak suka berdekatan dengan wanita jadi jangan memaksakan dirimu untuk selalu berada di sisiku. Batin Jasmine.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2