
Persiapan resepsi pernikahan Kevin dan Sheila sudah rampung. Mereka hanya tinggal menunggu hari sampai ke hari H.
Tak terasa besok acara akan berlangsung. Seluruh keluarga dari luar kota sudah berkumpul dirumah Kevin, dirumah Omar dan ada juga yang menginap di hotel.
Kevin dan Sheila tidak diperbolehkan lagi untuk mengurus ini dan itu. Mereka diminta oleh seluruh keluarga untuk istirahat dikamar. Takut kalau mereka kecapekan. Besok adalah hari besar untuk mereka berdua.
Pesta resepsi pernikahan Kevin dan Sheila mengusung konsep penuh bunga karena Sheila seperti itulah pesta pernikahan impian Sheila.
Dan Kevin sangat senang bisa mewujudkan mimpi istrinya secara nyata. Sheila berulang kali mengucapkan terimakasih kepada suaminya.
Tibalah hari yang ditunggu-tunggu. Seluruh keluarga sudah berkumpul di ballroom hotel tempat dilangsungkannya acara resepsi pernikahan Sheila dan Kevin.
Karena belum banyak yang mengetahui bahwa Kevin dan Sheila menikah akhirnya diputuskan untuk mengulang kembali prosesi akad nikah sekalian penandatanganan surat nikah mereka.
Kevin dengan lantang mengucapkan ijab kabulnya sambil menggenggam erat tangan mertuanya. Setelah itu Kevin dan Sheila mendapatkan surat nikah mereka.
Kini Kevin dan Sheila sudah resmi menikah secara hukum negara. Keduanya tertawa bahagia.
"Terimakasih Mas sudah mewujudkan impian pernikahanku" ucap Sheila.
"Apapun akan kulakukan untukmu sayang. Aku mencintaimu" ungkap Kevin.
"Aku juga mencintaimu" jawab Sheila.
"Apa??? aku gak salah dengar sayang? Apa yang barusan kamu katakan?" tanya Kevin terkejut.
"Aku mencintai kamu suamiku sayang" Ulang Sheila.
"Alhamdulillah.. Terimakasih Tuhan, kado pernikahan yang terindah bagiku" teriak Kevin.
Sontak Omar, Jasmine, August, Oryza dan Renata tertawa melihat tingkah sepasang pengantin itu.
Acara akad nikah dilanjutkan dengan resepsi pernikahan. Kedua pengantin berganti pakaian lagi. Mereka sudah siap menyambut kedatangan para tamu undangan.
Senyum bahagia tak pernah lepas dari bibir mereka. Setiap moment bahagia tak luput diabadikan.
Resepsi berlangsung sampai sore. Acara diakhiri dengan lempar buket bunga yang dipegang sang pengantin wanita.
Sheila bersiap-siap hendak melemparkan buket bunga yang dia pegang. Oryzaa dan Renata ikut antrian para gadis yang ingin rebutan menerima buket tersebut.
Sebelum melemparkan bunga Sheila menatap wajah suaminya. Kevin tersenyum mesra memberikan aba-aba agar Sheila segera melempar bunganya. Dan...
Saat bunga dilempar...
Hap....
__ADS_1
"Aku dapaaaat" teriak Oryza.
August tersenyum melihat tingkah lucu Oryza. Jasmine melihat senyum yang terbit dari wajah August.
Ada kabar gembira nih, sepertinya si Jin sudah menemukan Kuntinya. Mudah-mudahan firasatku tidak salah. Sepertinya August menyukai Oryza dan aku sangat setuju Oryza mendapatkan pria seperti August. Dia lelaki yang baik dan bertanggung jawab.
Aku yakin dia dapat menjaga dan membahagiakan Oryza. Batin Jasmine.
Berakhirlah acara resepsi pernikahan August dengan lancar dan meriah. Seluruh tamu sudah mulai berpulangan hanya tinggal keluarga inti saja.
Omar sedang asik duduk di kursi menemani istrinya yang sedang kelelahan. Usia kehamilan Jasmine sudah memasuki lima bulan. Perutnya sudah semakin terlihat. Mungkin karena hari ini terlalu banyak gerak membuat badan Jasmine terlihat kelelahan.
"Kamu gak apa-apa Mine?" tanya Sheila yang merasa tidak tega melihat wajah kelelahan sahabatnya itu.
"Gak apa-apa Sheil hanya pegal aja kakiku" jawab Jasmine.
"Kalian aja yang istirahat, gih masuk kekamar malam pertama. Anggap hari ini hari pertama kalian menikah" sambung Jasmine.
"Lagian kan emang kamu belum di coblos Sheil. Jadi semangat ya. Mudah-mudahan anakku segera mendapatkan teman" bisik Jasmine.
Wajah Sheila merona merah mendengar perkataan sahabatnya itu.
"Amiin... doain ya Mine" balas Sheila.
"Si Tuan Putri Jasmine ini bicara apa yank kok kamu sampai memerah begitu?" tanya Kevin ingin tau.
"My Mine ngasi semangat untuk kalian nanti malam. Selamat nyoblos ya Abu.. Semoga segera dapat momongan" tegas Omar dengan suara yang keras.
"Btw si Jin mana?" tanya Omar.
"Paling juga lagi keliling cari si Kunti" celetuk Kevin.
August sedang berjalan menuju loby hotel, sebenarnya dia ingin memastikan rekan bisnis yang datang sebagai tamu semua sudah pulang.
Tiba-tiba August melihat sosok Oryza yang sedang ditarik oleh seorang pria. Oryza dibawa masuk kedalam hotel kemudian menuju lift.
"Lepaskan Rakha" ucapnya sembari berteriak.
"Nggak Za kita harus menyelesaikan masalah antara kita" jawab pria yang bernama Rakha.
"Semua sudah selesai Kha, hubungan kita sudah selesai. Kita putus" tolak Oryza.
"Nggak Za, aku tidak terima. Aku tidak mau kita putus. Aku masih mencintai kamu. Aku ingin kamu menjadi milikku" ucap Rakha penuh emosi.
"Jangan gila kamu Rakha. Aku tidak ingin bersama kamu lagi. Kamu lelaki brengsek, mau menang sendiri dan suka memaksakan kehendak kamu. Aku sudah tidak mencintai kamu. Lepaskan" berontak Oryza.
August melihat ada yang tidak beres dengan Oryza. Dia melihat wajah Oryza seperti ketakutan.
Siapa pria itu? Apa yang dia inginkan dari kuntiku. Awas kalau sampai dia menyakiti kuntiku akan kubunuh dia.
August mengikuti Oryza sampai pintu lift dan ketika pintu hendak menutup Oryza melihat sosok August. Oryza langsung menjerit dan memanggil nama August.
__ADS_1
"Kak August tolong akuuuu" teriak Oryza.
Augusy berlari kearah pintu lift tapi sayang sekali pintu sudah tertutup. August menunggu lift berhenti di angka berapa setelah itu dia segera menghampiri security. Mereka segera mengecek CCTV ke lantai dan kamar berapa Oryza dibawa.
Setelah August mendapatkan informasi yang dia cari sesegera mungkin August berlari menuju kamar tersebut di dampingi oleh dua orang security yang membawa kunci cadangan kamar itu.
****
Didalam kamar hotel.
"Jangan Rakha.. Aku mohon jangan lakukan ini" Oryza menangis memohon kepada Rakha mantan pacaranya.
Rakha menarik paksa dan membawa Oryza masuk kedalam sebuah kamar yang sudah dia pesan sebelumnya.
Tadi siang Rakha menemani kedua orangtuanya menghadiri pernikahan relasi perusahaan Papanya. Tanpa sengaja Rakha melihat Oryza dalam pesta itu.
Rakha memperhatikan setiap gerak gerik Oryza. Ternyata pengantin yang menikah ini adalah saudara dekat Oryza. Rakha menunggu waktu yang tepat sampai acara selesai.
Saat Oryza sedang sendiri Rakha tidak mau melepaskan kesempatannya untuk mendekati Oryza. Rakha langsung menarik dan membawanya kedalam kamar dan mengunci kamar tersebut.
Kini hanya ada dia dan Oryza berdua dalam kamar tersebut. Malam ini Rakha bersumpah akan menjadikan Oryza miliknya seutuhnya.
"Kamu jangan sok jual mahal Oryza. Diluar sana banyak wanita yang dengan suka rela menyerahkan tubuhnya padaku. Kamu beruntung malam ini aku memilih kamu untuk menemaniku melewati malam panjang ini. Ayo sayang kita nikmati malam panas yang sangat menggairahkan ini" ucap Rakha mendekat.
"Jangan Rakha... aku mohon. Jangan lakukan ini padaku. Aku tidak mau" tangis Oryza semakin deras.
Oryza berjalan mundur sampai akhirnya dia bersandar pada sudut tempat tidur. Tubuhnya terkunci dia tidak bisa lari kemana-mana lagi.
Dihadapannya sudah berdiri Rakha yang siap untuk menerkamnya. Tatapan penuh gairah dari mata Rakha membuat Oryza semakin takut.
Rakha mendorong tubuh Oryza keatas tempat tidur kemudian menindihnya dan berusaha untuk menciumnya.
"Tidaaaaaaaaak" teriak Oryza
.
.
BERSAMBUNG
Nih aku kasih bonus malam ini ya...
Upnya langsung dua bab sekaligus
Jangan minta up terus. aku harus bersemedi dulu biar si kunti dan si Jin bisa jadian.
Kita bagi tugas ya..
tugasku up baanyak-banyak tugas kalian like, koment dan vote.
Aku tunggu ya... terimakasih
__ADS_1