
Satu bulan berlalu..
Jasmine kini sudah kembali kerutinitasnya seperti biasa. Mabuk karena kehamilannya sudah tidak begitu memberatkan lagi.
Zahra dan Oryza juga sudah tidak tinggal di apartemen Omar lagi. Karena mereka tidak ingin Kevin atau August mengetahui dan curiga atas keberadaan Mamanya.
Kevin dan August sering berkunjung ke apartemen mereka kalau ada pembahasan penting masalah kantor diluar jam kantor atau saat hari libur.
Hari ini adalah hari libur. Jasmine sedang bersantai sambil memakan buah-buahan dikamar.
Kehamilannya kali ini lebih cepat kelihatan karena dia sangat kuat makan. Mungkin karena rasa mualnya tak separah kehamilan pertamanya.
"Enak banget makan buahnya yank" ucap Omar.
"Iya Mas seger rasanya" jawab Jasmine.
Syukurlah kalau kamu sudah lebih enakan sekarang" balas Omar.
"Hari ini kita mau kemana. Kamu ada rencana?" tanya Omar.
"Aku pengen jalan-jalan Mas. Mau beli eskrim" Pinta Jasmine.
"Yu udah kamu siap-siap ya, kita pergi cari es krim yang kamu mau" jawab Omar.
Jasmine segera berganti pakaian dengan pakaian yang lebih santai dan nyaman dia pakai.
Omar dan Jasmine segera berangkat menuju Mall terdekat dari apartemen mereka untuk mencari es krim yang diinginkan Jasmine.
"Sayang kamu duduk ditaman ini aja dulu biar gak kelelahan. Mas belikan es krim yang kamu mau" ujar Omar.
"Oke Mas. Aku mau es krim pakai corn rasa coklar dan vanila ya Mas topingnya pakai kacang dan oreo" pinta Jasmine.
"Baik sayang, sebentar ya" jawab Omar.
Omar bergegas membeli es krim yang diinginkan istrinya. Setelah itu dia balik ke taman yang ada di Mall tersebut.
Omar melihat istrinya sedang berjalan santai dengan ceriany. Dia sangat yakin pasti istrinya sangat bahagia hari ini.
Jasmine terlihat sangat cantik walau dengan penampilan sederhana tapi Omar sangat menyukainya.
Omar segera mengambil hp disaku celananya setelah itu mengambil foto istri tercintanya.
Cekrek....
Kamu cantik sekali sayang...Pujinya dalam hati.
__ADS_1
"Sayang, lama ya menunggu?" tanya Omar.
"Nggak kog Mas. aku senang banget disini. Suasananya asik" jawab Jasmine.
"Nih eskrim yang kamu mau. Kamu pilih yang mana?" tanya Omar sambil menyodorkan dua cup eskrim.
Jasmine meraih kedua es krim tersebut dan menimbang-nimbang es krim mana yang akan dia makan.
"Yang ini aja deh Mas" Jasmine memilih es krim yang ada di tangan kanannya. Dan menyerahkan es krim yang satunya lagi kepada Omar.
Mereka duduk berdua di taman dengan santai sambil makan es krim. Jarang sekali Omar bisa menikmati suasana seperti ini.
Dia sangat bahagia sekali, apalagi saat ini sedang bersama istri yang sangat dia cintai yang sedang mengandung buah hati mereka.
"Setelah ini kita kerumah Mama yuk Mas?" ajak Jasmine.
"Mama siapa? Mama kamu atau Mamaku?" tanya Omar.
"Mama kamu lah. Kalau Mama aku kan udah minggu lalu" jawab Jasmine.
"Ya siapa tau kamu mau kesana lagi" sambung Omar.
"Habisin dulu es krimnya baru kita kerumah Mama" perintah Omar.
"Oke.. aku sudah gak sabar mau ketemu Mama"
****
Di rumah kontrakan Zahra.
"Fatimah?" tanya Reynhard terkejut.
Belakangan ini Oryza sering sekali tidak tidur dirumah dengan alasan menginap dirumah temannya untuk mengerjakan tugas.
Sena mengadu kepada Reynhard dan sebagai pengganti orangtuanya Reynhard berkewajiban untuk menyelidiki dan mencari tahu apa kegiatan Oryza diluar agar Oryza tidak salah bergaul.
Reynhard sudah mencari tahu kepada semua teman dekat Oryza tapi mereka bilang Oryza tidak ada menginap dirumah mereka.
Berdasarkan informasi dan pengintaian beberapa hari ini. Reynhard bisa menemukan rumah yang belakangan ini sering dikunjungi Oryza.
Reynhard penasaran rumah siapa yang sering Oryza kunjungi. Reynhard segera mengetuk pintu rumah tersebut. Dan saat pintu itu terbuka, alangkah terkejutnya Reynhard melihat sosok wanita yang keluar dari rumah itu.
"Kamu kog bisa disini?" tanya Reynhard terkejut.
"Kenapa Rey, kamu terkejut melihat aku bisa ada disini?" tanya Zahra balik.
"bukannya kamu ada di penjara?" Reynhard balik bertanya.
__ADS_1
"Aku sudah bebas Rey berkat kebaikanku selama lima belas tahun aku mendapat potongan hukuman selama lima tahun. Kamu tidak menyangkanya kan? Kamu ingin membenam aku agar bisa selama-lamanya mendekam di penjara. Bahkan mungkin kamu berharap aku mati disana" ucap Zahra dengan mata membenci.
"Bu..bukan begitu Fath" jawab Reynhard.
"Mana janji kamu dulu Rey. Kamu tau kan bukan aku yang membunuh Mas Richard? Tapi kamu bilang aku bersalah karena telah memegang pisau yang ada diperut Mas Rich dan kamu berjanji akan membantu aku untuk meringankan hukumanku. Tapi apa Rey? kamu biarkan aku berjuang sendiri bahkan kau membiarkan tuduhan itu sepenuhnya ditujukan kepadaku. Kamu kejam Rey, kamu jahat. Kamu sudah memfitnahku atas kesalahan yang tidak aku lakukan. Kamu sudah memisahkan aku dengan anak-anakku" Zahra menjerit sambil terisak.
"Maafkan aku Fath.. aku tidak bermaksud begitu. Aku begitu penakut. A...aku..." jawab Reynhard terbata-bata.
"Kamu yang menyebabkan semua itu terjadi Rey. Seandainya kamu tidak datang hari itu, seandainya kamu tidak melakukan itu padaku. Aku... aku... Mas Richard tidak akan meninggal Rey dan aku tidak akan dipenjara. Aku tidak akan berpisah dengan anak-anakku. Aku membenci kamu Rey. Aku benci sekali padamu. Kamu jahat... kamu jahat padaku dan anak-anakku..." teriak Zahra sambil memukul dada Reynhard.
Reynhard tidak membalas dia hanya berdiri kaku. Tidak tau harus berbuat apa lagi.
"Kamu jahat Rey... Kamu sudah membunuh Mas Rich" ucap Zahra.
Oryza yang baru datang memarkirkan mobilnya di depan pagar rumah kontrakan Zahra. Oryza melihat mobil Reynhard terparkir tepat didepan mobilnya.
Dia teringat bahwa Om Rey akan bertemu dengan Mamanya. Oryza segera keluar dari mobilnya menuju rumah kontrakan Zahra.
Oryza mendengar teriakan Zahra, dia menyaksikan apa yang terjadi didepan matanya. Kejadian ini seperti dejavu.
Peristiwa ini seperti pernah dia lihat dulu. Mamanya memukul Reynhard dengan putus asa dengan tangisan dan airmatanya sambil berteriak.
"Kamu jahat Rey... Kamu sudah membunuh Mas Rich. Kamu pembunuuuuuh" teriak Zahra.
Oryza memegang kepalanya. Kepalanya terasa sangat sakit. Berbagai ingatan-ingatan lama yang tersimpan rapat di dalam kepalanya perlahan-lahan bermunculan dikepalanya.
Reynhard sedang berkelahi dengan Papanya kemudian Reynhard mengambil pisau yang ada diatas piring yang berisikan buah-buahan dikamar Papa dan Mamanya.
Pisau berhasil diambil Papanya tapi mereka berkelahi lagi dan tidak tahu bagaimana bisa terjadi tiba-tiba pisau tersebut sudah menancap diperut Papanya.
"Papa..." Panggil Oryza...
"Papa..." Teriak Oryza.
Kemudian Oryza melihat Omar dia segera berlari kepelukan Omar.
"Kakak... Papa...." Oryza pingsan dalam pelukan Omar.
.
.
BERSAMBUNG
kita serius lagi ya teman-teman...
karena hidup tak selamanya bercanda.
tapi juga tak selamanya serius.
__ADS_1
selamat membaca 😍😍