
"Alhamdulillah Omar sudah merestui kalian Za" ucap Zahra sambil memeluk anak gadis tersayangnya.
"Kalian mengintip kami ya dari tadi?" ucap Omar ketika melihat tiga wanita berjilbab tersayangnya sedang berpelukan di teras belakang rumahnya.
Oryza berlari kearah kakaknya kemudian memeluk Omar sambil menangis.
"Terimakasih Kak... Terimakasih kakak sudah merestui kami" isaknya.
"Maaf Oza sayang selama ini kakak melalaikan kamu, membiarkan kamu sendiri. Kakak sibuk dengan luka kakak sendiri tanpa memperhatikan kamu dan menemani kamu" sambut Omar dengan linangan airmata juga.
"Aku sayang kakak" ujar Oryza.
"Kakak juga menyayangi kamu" sambut Omar.
"Mama bangga pada kalian, anak-anak Mama yang kuat" ucap Zahra sambil memeluk anak-anaknya.
August dan Jasmine juga ikut meneteskan airmata melihat mereka saling mencurahkan kasih sayang mereka yang sempat hilang selama lima belas tahun.
"Jadi kapan kamu akan mengajak orangtua kamu ke sini August?" tanya Zahra.
"Secepatnya Tante. Nanti malam saya akan mengajak kedua orangtua saya bersilaturahmi sekaligus melamar Oryza secara resmi" ungkap August.
"Baiklah.. Tante akan mempersiapkan semua untuk menyambut kedatangan keluarga Permana" ucap Zahra.
Zahra segera berbalik dan masuk kerumah untuk mempersiapkan jamuan makan malam menyambut keluarga August nanti malam.
August tersenyum menatap Oryza. Mencoba menyambungkan batin mereka.
Yes... kita Jadi nikah Za. Akhirnya kamu akan menjadi istriku. Batin August.
Iya kak, aku senang sekali. Sebentar lagi kamu akan menjadi imamku. Batin Oryza.
"Ehm.... tolong mata dikondisikan. Belum muhrim" sindir Omar.
Jasmine melirik dan tersenyum melihat wajah Oryza dan August terlihat malu-malu.
Omar kemudian merangkul istrinya dan mereka berjalan masuk ke dalam rumah. Kehamilan istrinya sudah lima bulan. Perutnya semakin jelas terlihat. Omar tidak ingin istrinya merasa kelelahan. Dia mengajak istrinya untuk istirahat dirumah.
Kini tinggal Oryza dan August yang duduk berdua di gazebo dekat taman rumah keluarga Barrakh.
"Kak, apa ini tidak terlalu cepat?" tanya Oryza.
"Kenapa, kamu menyesal?" August balik bertanya.
__ADS_1
"Nggak kak. Cuma Papa kakak kan kemarin baru sakit, apa gak masalah?" tanya Oryza lagi.
"Papa sudah semakin membaik. Perlahan kesehatannya sudah mulai pulih. Aku yakin dia yang paling semangat mendengar kabar baik ini" ungkap August.
"Apa mereka sudah tau tentang hubungan kita?" tanya Oryza takut.
"Belum tapi nanti aku akan memberitahu mereka" jawab August.
"Apa mereka akan menyetujui dan merestui kita Kak" Oryza terlihat ragu.
"Hei Oza... Papaku dan Papa kamu bersahabat, tentu mereka akan senang jika aku menikah dengan anak sahabat mereka. Sudahlah... kamu tenang saja. Serahkan semua padaku, kamu jangan takut ya" August membelai kepala Oryza yang ditutupi jilbab.
"Iya Kak" jawab Oryza.
"Aku tidak bisa berlama-lama disini. Sebentar lagi sore, aku harus pergi kerumah orangtuaku untuk menyampaikan berita bahagia kita. Agar mereka sempat mempersiapkan diri untuk bersilaturahmi nanti malam kerumah ini" ucap August.
"Iya kak, pergilah. Kakak hati-hati ya" jawab Oryza
"Iya sayang" balas August.
Wajah Oryza langsung bersemu merah karena malu mendapatkan kata-kata sayang dari August.
August segera pamit pada Zahra yang saat itu ada diruang keluarga, sedangkan Omar dan istrinya sudah masuk ke kamar beristirahat.
Malam harinya dikediaman Barrakh.
Keluarga Permana sudah tiba di rumah keluarga Omar. Tak lupa Omar juga mengundang keluarga Kevin agar lebih meramaikan suasana
Lagian tiga keluarga ini sudah saling mengenal karena orangtua mereka bersahabat dari dulu bahkan anak-anak mereka juga bersahabat sejak kecil.
"Kami sangat terkejut saat August pulang kerumah dan meminta kami datang kerumah calon istrinya untuk melamar malam ini. Senangnya rasanya Mbak" ucap Mama August kepada Zahra.
"Dan yang paling membuat kami bahagia August menyebutkan nama putri kamu Fath yang akan menjadi istrinya" sambung Dody Permana, Papanya August.
"Iya Mas, saya juga bahagia August yang akan menjadi calon mantuku. Gak nyangka ya Mas kita akan menjadi besanan. Seandainya Alm. Mas Richard masih hidup dia pasti sangat bahagia" balas Zahra dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Hei Gus... sejak kapan kamu menyukai Oryza? Jangan-jangan kamu sudah mengincar dia ya sejak kecil?" tanya Dody pada anaknya.
"Papa tau aja" balas August. Dia malas menjelaskan secara detail kapan mulanya dia mulai mencintai Oryza.
"Sejak August menjadi Jin Om dan Oryza mulai malam ini kamu akan menjadi kunti. Pasangan Si Jin dari alam gaib" oceh Kevin.
"Apa lagi ini? Papa tidak mengerti soal Jin dan Kunti?" tanya Dody bingung.
"Biasalah Mas anak-anak. Ada aja istilah mereka untuk saling ejek sebutan mereka" jawab Zahra.
__ADS_1
"Oryza cantik begini dalam balutan jilbab kalian sebut Kunti. Jangan mau ya Za" ucap Mama August.
Oryza hanya tersenyum malu sambil menundukkan kepalanya.
Dih cantiknya kuntiku. Batin August.
"Jadi kapan ni Fath waktu yang tepat untuk meresmikan hubungan anak-anak kita?" tanya Dody.
"Kalau kami terserah pada keluarga Mas Dody saja" Jawab Zahra.
"Kalau kami meminta waktu satu bulan apakah kalian setuju?" tanya Dody.
"Pa apa gak terlalu terburu-buru? Oryza juga masih kuliah?" tanya Mama August.
"Ma.. Aku sekarang sudah tua dan sakit-sakitan. Aku takut tidak sempat melihat anakku menikah dan menimang cucu. Lagian setelah menikah Oryza kan masih bisa tetap kuliah. Bukan begitu Mar?" tanya Dody kepada Omar selaku kepala keluarga di keluarganya.
"Iya Om. Itu sudah kami bicarakan dengan August. Setalah menikah Oza akan tetap kuliah dan mengenai tanggal pernikahannya saya setuju kalau kita rencanakan bulan depan. Sekarang zaman sudah canggih tinggal tunjuk WO setelah itu kita terima beres. Bukan begitu Gus" Omar balik bertanya kepada August.
"Betul kakak ipar" jawab August.
"Aseeeek.. senang banget aku lihat Aladin dan si Jin akur. Mana mesra lagi udah panggil kakak ipar" ledek Kevin.
"Ah diam kamu Bu. Gust jangan panggil kakak ipar donk, berasa tua aku kamu panggil begitu" elak Omar.
"Lah kalau aku menikah dengan Oryza kan kamu akan jadi kakak iparku Din?" goda August.
"Iya tapi cukup dalam hati aja manggil kakak iparnya, geli aku" balas Omar.
"Ada gitu manggilnya cuma dalam hati doank?" tanya August.
"Maksud si Aladin dia ngajak kamu pakai mata batin Jin. Atau kamu manggilnya dari alam gaib saja. Kamu kan Jin Iprit" ledek Kevin.
"Gak apalah aku kamu katain Jin Iprit yang penting bulan depan aku nikah" ucap Augusy semangat.
"Cie...cie.. yang mau nikah... udah gak sabar. Dedek Kunti siap-siap, bulan depan Babang Jin akan halalin Dedek Kunti" goda Kevin.
August tersenyum malu-malu dan wajah Oryza bersemu merah menutup wajahnya dengan jilbabnya sambil menunduk mendengar perkataan Kevin. Membuat semua keluarga yang berkumpul tertawa melihat tingkah Trio Ambisi saat berkumpul. Mereka sangat maklum kalau tiga pria ini berkumpul pasti suasana akan semakin ramai
Acara makan malam keluarga berakhir dengan kesepakatan dua keluarga. Bulan depan August dan Oryza akan menikah.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1