BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 25


__ADS_3

"Papa... Mama..." panggil anak kecil sambil berlari kearahnya.


Omar menatap wajah anak laki-laki itu dengan penuh kebahagian seolah-olah memang itulah dunianya, hidupnya.


"Hati-hati sayang, jangan lari-lari nanti kamu jatuh" ucap wanita yang ada disampingnya.


Dia adalah Jasmine. Saat ini mereka sedang piknik disebuah taman bunga yang indah. Terlihat mereka seperti keluarga yang sangat bahagia. Yah mereka memang sangat bahagia.


Omar menatap anak dan istrinya bergantian. Entah mengapa pemandangan seperti ini membuat hatinya menghangat. Merek terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia.


Anak laki-laki kecil itu kembali berlarian menyusuri taman, tiba-tiba seorang wanita datang menghampiri anaknya. Omar mengenal wanita itu dan sangat membencinya.


Wanita itu menggenggam tangan anak laki-laki itu dan hendak membawanya pergi. Omar segera berlari kearah anaknya.


"Jangaaaaaan" teriaknya...


Hah...hah..hah... Nafas Omar tersenggal-senggal saat dia tersadar.


Ternyata dia sedang bermimpi tadi. Mimpi yang sangat indah tapi entah mengapa berakhir buruk. Dia kembali mengingat wajah cantik Jasmine dalam mimpinya, tersenyum lembut penuh kasih sayang padanya dan anak laki-laki yang ada didalam mimpinya adalah anak dia dan Jasmine.


Tiba-tiba Omar teringat kembali wajah wanita yang merusak mimpi indahnya. Wajah Omar menegang, rahangnya mengeras seketika Omar dibalut emosi. Membuat matanya sulit untuk terpejam lagi.


**


Satu minggu kemudian.


"Halo Tante" Omar menjawab panggilan telepon dari Tantenya.


"Omar Tante dan Mbak Jelita sudah susun jadwal nanti siang di butik kenalan Tante untuk kamu fitting baju bersama Jasmine. Kamu datang Jam 11 siang ya. Kita ketemu langsung disana. Jangan lupa kabari Jasmine dan jangan telat. Tante kirimkan alamat butiknya ya" perintah Tante Omar.


"Iya Tante" jawab Omar singkat.


Sebenarnya hari ini dia sangar sibuk sekali. Tapi Omar tidak mungkin menolak permintaam Tante dan calon ibu mertuanya. Apalagi ini ada hubungan dengan pernikahannya dan Jasmine.


Omar menatap hpnya, baru saja Tantenya mengirimkan alamat butik langganan Tantenya. Omar mengirim pesan pada Jasmine.


Omar


Jam 11 kita fitting baji di butik XX Jalan XXX. Kamu mau akau jemput atau kita langsung ketemu disana?


Istri Aladin


Ketemu disana saja. Aku masih di TK nanti langsung kesana.


Omar


Ok


Omar melirik jam tangannya sudah jam 10. Dia segera menyiapkan kerjaannya dengan cepat setelah itu bergerak menuju alamat yang diberikan Tantenya tadi.


"Mau kemana kamu, sepertinya mau pergi?" tanya Kevin yanh baru saja masuk kedalam ruang kerja Omar.


"Mau fitting baju, barusan Mama kamu telepon kasi alamat butik langganannya" Jawab Omar sambil bersiap-siap.

__ADS_1


"Duh yang sebentar lagi mau nikah. Tinggal hitungan minggu akan berubah status" ledek Kevin.


Omar tetap diam tidak menanggapi ocehan Kevin.


"Aku tinggal dulu. Titip kantor" ucap Omar, dia melangkah hendak keluar.


"Ok Bos, good luck and happy" teriak Kevin sambil tertawa.


Omar tidak menghiraukan perkataan Kevin dia menatap lurus dan berjalan menuju basement dan masuk kedalam mobilnya kemudian segera melaju ke alamat yang diberikan Tantenya tadi.


Ternyata dia sampai berbarengan dengan Jasmine. Jasmine juga sedang memarkirkan mobilnya dan keluar menuju pintu masuk butik.


Suasana kembali canggung karena sudah seminggu mereka tidak bertemu setelah pertemuan terakhir mereka dirumah orangtua Jasmine dalam acara silaturahmi keluarga sekaligus penentuan tanggal pernikahannya.


Omar menunggu kedatangan Jasmine dipintu masuk butik. Mereka harus tampil mesra agar Tante dan Mama Jasmine tidak curiga.


Jasmine sudah mengerti dari gerak tubuh Omar. Dia berjalan sejajar disamping Omar masuk kedalam butik.


"Nah calon pengantinnya sudah datang" sambut Sena ceria.


Mama Jasmine juga terlihat tersenyum menyambut kedatangan anak dan calon menantunya.


"Sudah lama Ma, Tante?" sapa Jasmine.


"Belum lama kog sayang" jawab Mama Jasmine.


"Kalian datang bersamaan?" tanya Sena.


"Kami datang naik mobil masing-masing Tante tapi tadi sudah janjian makanya nyampenya bareng" ucap Omar berbohong.


"Lho kenapa gak datang bareng, kamu jemput Jasmine harusnya Omar" ucap Sena.


"Aku tadi dari TK Tante, jauh dari kantornya Mas Omar lagian aku bawa mobil sendiri kog Tante. Gak perlu repot-repot" potong Jasmine.


Huh aku semakin mahir saja memanggilnya Mas. Umpat Jasmine dalam hati.


"Kamu mengajar di TK juga?" tanya Tante Sena.


"Jasmine punya TK Mbak, yang sudah dia dirikan sejak dia masih kuliah dulu" jawab Mama Jasmine.


"Waaah Tante gak nyangka kamu punya usaha lain. Pasti kamu sangat suka sama anak-anak makanya kamu mendirikan sekolah TK ya sayang. Omar memang gak salah pilih" Puji Sena.


Jasmine tersenyum mendengar pujian Sena sedangkan Omar wajahnya datar tanpa ekspresi seperti biasanya.


"Ayo kalian pilih gaun pernikahan yang kalian inginkan. Mbak Silvi, kenalkan ini ponakan aku dan calon istrinya. Mereka yang akan menikah tepatnya tiga minggu lagi" Sena memperkenalkan Omar dan Jasmine kepada pemilik butik.


Silvi sang pemilik butik berkenalan dengan Omar dan Jasmine kemudian dia memperlihatkan rancangan unggulannya kepada Jasmine dan Omar agar mereka dapat memilih gaun yang mereka inginkan untuk hari pernikahan mereka.


Jasmine dan Omar memilih dua gaun yang akan mereka pakai untuk acara akad nikah dan saat resepsi pernikahan mereka.


Jasmine memilih gaun putih gading, sederhana tapi cantik dan elegan untuk acara akad nikahnya dan gaun abu-abu untuk resepsi pernikahannya. Sementara pakaian Omar disesuaikan dengan gaun yang di pilih Jasmine.


Gaun pernikahan

__ADS_1



Gaun Resepsi



Jasmine mencoba gaun itu satu persatu dan memperlihatkannya dihadapa Mamanya, Omar dan Tante Sena.


"Bagaimana Omar penilaian kamu, apakah Jasmine cantik?" tanya Tante Sena.


"Bagus" jawabnya singkat.


"Mbak jangan terkejut ya, Omar itu emang begitu sifatnya, irit bicara. Tapi kalau dia jawab bagus itu artinya dia suka" Sena menjelaskan pada Mama Jasmine.


Mama Jasmine hanya tersenyum, dia mulai mengenal sifat calon menantunya.


Memilih baju saja lamanya begini. Omar merasa jenuh menunggu. Seandainya bisa dia gantikan atau hindari pasti sudah dia lakukan dari tadi. Lagi-lagi dia harus bersabar.


Jasmine melirik wajah datar Omar.


Huh... cuma itu tanggapannya. Bagus... hanya satu kata. Untuk apa aku capek bolak balik berganti pakaian dihadapannya. Mending aku sendiri saja tadi yang kebutik, dia tidak perlu ikut. Bisik hati Jasmine.


Jasmine kembali ke kamar ganti, mengganti gaun yang dia coba barusan dan kembali memakai baju yang dia pakai sebelumnya.


"Sudah selesai kan Tante?" tanya Omar.


"Belum sayang, kalian akan mencari cincin pernikahan kalian sekalian mahar kamu untuk menikahi Jasmine di toko perhiasan langganan keluarga kita ya" jawab Sena.


"Iya Mar, habis ini kamu dan Jasmine pergi saja berdua. Biar mobil Jasmine Ibu yang bawa. Masak kalian pergi kesana bawa mobil masing-masing?" sambung Mama Jasmine.


Jasmine keluar dari kamar ganti.


"Jasmine habis ini kalian pergi pilih cincin pernikahan kalian ya, biar mobil kamu Mama bawa pulang" ucap Mama Jasmine.


"Tapi Ma, nanti aku mau ke toko kue gimana?" tanya Jasmine.


"Nanti aku antar" potong Omar.


"Ya sudah buruan kalian perginya jangan lupa makan siang ya. Kami juga mau makan siang dulu sebelum pulang di Cafe depan, yuk Mbak" ajak Sena.


"Eh iya Mbakm Ayok" jawab Mama Jasmine.


Omar dan Jasmine saling tatap.


"Kenapa kalian diam saja, buruan pergi. Apa kalian tidak merasa lapar? udah siang lho" Sena mengusir halus ponakan dan calon istrinya.


"Ya sudah, ayo kita pergi" ajak Omar.


Omar dan Jasmine keluar dari butik dan masuk kedalam mobil Omar menuju Mall XX ke tempat toko perhiasan kenalan keluarganya.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2