BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 32


__ADS_3

Ting.. tong...


Omar menekan bel.


Ting..tong...


Dengan penuh emosi dia terus menekan bel sampai pintu terbuka.


"Gus siapa yang datang pagi-pagi begini, apa sih maunya. Mengganggu tidur saja" racau Kevin masih setengah sadar.


August tersadar dan langsung bangun dari tidurnya.


"Vin bangun vin. Itu pasti Omar. Mati kita Vin, tamat sudah riwayat kita" ucap August panik sambil menggoyang-goyangkan tubuh Kevin.


"Haaaa... Omar? Jam berapa ini? mengapa pagi sekali dia datang?" tanya Kevin.


"Jam setengah tujuh Vin. Kamu bangun donk, itu pasti Omar. Kamu sih tadi malam kan aku sudah bilang gak usah, tapi kamu ngotot dan bilang kalau kamu yang akan tanggung jawab" desak August.


Kalau dengan Omar sebenarnya August tidak berani bercanda, tapi karena Kevin terus membujuknya dan memang cara itu satu-satunya membuat Omar dan istrinya bersatu. Kalau mereka tidak melakukannya dapat dipastikan sampai kapanpun Omar tidak akan pernah melakukannya karena alergi yang diderita Omar. Dia tidak akan pernah menyentuh Jasmine.


Ting...tong...


Bel terus saja berbunyi.


August takut Omar murka, akhirnya dia membuka pintu.


"Omar? Ngapain kamu pagi-pagi datang ke kamar kami?" tanya August pura-pura bingung.


"Jangan pura-pura kalian? Kalian berdua pasti kerjasama kan? Kali ini habis kalian aku buat" ucap Omar.


Omar segera menghampiri Kevin yang masih tertidur.


"Bangun kamu" teriak Omar emosi.


Kevin terbangun mendengar suara Omar yang nyaring.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan pada aku dan Jasmine?" tanya Omar.


Flash Back On


"Gus kamu sudah memesan apa yang aku bilang tadi?" tanya Kevin.


"Udah, semua akan diantar saat pengantin sudah di kamarnya" jawab August.


"Kamu sudah menyerahkan pada mereka kan benda yang ku titip ke kamu?" tanya Kevin lagi.


August hanya menjawab dengan anggukan.


"Vin apa kita gak kelewatan pada Omar? Apa dia akan baik-baik saja?" tanya August


"Kamu tenang saja. Kalau dia marah aku yang akan tanggung jawab. Kita memang harus melakukannya Gus kalau ingin secepatnya mendapatkan ponakan. Jika kita tidak melakukan hal ini sampai kapanpun Omar tidak akan mau menyentuh Jasmine. Kamu tau sendiri kan Omar alergi pada wanita, walau pada Jasmine sepertinya alerginya gak kambuh aku yakin dia pasti tetap tidak akan menyentuh Jasmine. Lagian semakin bagus Gus, kalau Omar tidak alergi pada Jasmine itu malah lebih baik. Rencana kita akan berjalan dengan lancar. Gak kebayang Gus kalau alergi Omar kambuh, mereka yang lagi panas dengan gairah tiba-tiba digagalkan dengan aksi muntah-muntahnya si Omar. Kan gak seru" tawa Kevin sambil membayangkan apa yang barusan dia katakan.


Flash Back Off


Kevin duduk diatas ranjang kamar hotelnya. Tadi malam dia dan August terlalu malam berbincang-bincang diluar dengan para keluarga yang datang dari luar kota.


Dan karena memang mereka memastikan rencana yang telah dibuat Kevin yang dibantu oleh August berjalan dan terlaksana dengan baik. Baru mereka bisa tidur dengan tenang.


Mereka harus mempertanggung jawabkan apa yang telah mereka lakukan tadi malam.


"What's up bro? pagi-pagi kamu udah lari dari kamar. Harusnya masih anget-angetan di dalam sama istri kamu. Kan penganten baru" ucapnya tanpa rasa bersalah.


"Sialan kamu" Omar hendak memukul wajah Kevin tapi ditahan oleh August.


"Jangan Mar, tahan emosi kamu. Masih banyak keluarga yang menginap di hotel ini. Om dan Tante kamu, juga mertua kamu. Jangan ribut-ribut, kamu mau mereka semua mengetahui rahasia pernikahan kamu?" ucap August sambil tetap memegang tanga Omar yang terkepal.


Omar melepaskan tangannya kasar dari pegangan August.


"Brengsek kalian" umpatnya.


"Sorry Bro, ide ini juga aku dapatkan dari kamu saat tragedi dikamar pribadi kamu sebulan yang lalu. Kan kamu yang kasi ide kalau aku yang menaruh obat perangsang pada minuman kalian. Aku berfikir kenapa gak kulakukan aja seperti yang kamu bilang" jawab Kevin.

__ADS_1


"Iya tapi gak saat ini juga" bantah Omar.


"Jadi kapan bro? Sekaranglah kesempatan yang paling tepat. Mumpung ini malam pengantin kamu, namanya malam pertama ya semua itu harus terjadi. Gak ada salahnya kan kalau kami membantu sedikiiiiit aja agar tugas kalian berjalan lancar" goda Kevin tanpa rasa takut.


"Maaf Mar, kali ini aku dipihak Kevin. Kalau kami tidak melakukannya kami pastikan kau tidak akan menyentuh Jasmine. Bukannya kamu menikah karena desakan paman kamu agar kamu secepatnya memberikan penerus keluarga kamu?" sambung August.


"Iya tapi saat ini Jasmine jadi marah padaku dan sekarang dia sedang menangis dikamar karena merasa dibohongi" ucap Omar kesal.


"Belajarlah membujuknya. Dia gadis yang pintar, kamu ajak saja dia bicara secara logika nanti dia pasti akan menerima yang kamu katakan. Dalam suatu hubungan emang harus begitu Mar, ada yang marah, ngambek, membujuk dan merayu. Kamu harus diposisi yang tepat. Saat dia marah dan ngambek coba bujuk dan rayu dia. Aku kasi satu rahasia ya... Wanita itu paling suka di bujuk dan di rayu, makanya mereka suka ngambek" Kevin menjawab dengan sangat percaya diri. Dia merasa diantara kedua sahabatnya ini dia yang paling berpengalaman dalam hal berhubungan dengan wanita.


Omar mendengarkan kata-kata Kevin dan mencoba mencernanya.


"Akh... pusing aku. Tau ribet begini aku tolak usul kamu dulu" jawab Omar kesal.


"Terlambat bro, kamu sudah merasakan nikmatnya gairah asmara kan? aku pastikan kamu akan ketagihan akan hal itu hahaha" goda Kevin.


"Sialan kau, awas saja kalian aku akan membalas perbuatan kalian ini, tunggu saja" ucapnya sambil berdiri. Kemudian Omar berlalu meninggalkan kamar Kevin dan August. Dia malu mendengar kata gairah asmara, Omar jadi teringat lagi akan kejadian malam panas mereka tadi malam.


Sialan.... umpatnya dalam hati.


"Cuma segitu marahnya? Aku kira dia akan marah besar dan mengobrak abrik seluruh kamar ini. Aku sempat takut tadi" ucap August lega.


"Hahaha aku gak menyangka nyali kamu cuma segitu Gus" ledek Kevin.


"Gila kamu, kamu kan tau sendiri gimana Omar kalau sudah marah, dia tidak akan peduli pada siapapun itu" jawab August.


"Kamu saksikan sendiri kan, perlahan-lahan dia sudah berubah tanpa dia sadari. Aku saja gak menyangka secepat dan sebanyak ini dia berubah. Jasmine memang luar biasa bisa membuat Omar jadi seperti ini" puji Kevin pada Jasmine.


"Aku harap pernikahan ini membawa kebaikan buat Omar. Aku sangat ingin melihatnya bahagia. Cukup sudah penderitaannya selama ini dikejar bayang-bayang dan mimpi buruknya tentang masa lalu" doa August.


"Semoga saja" Kevin mengaminkan dalam hati ucapan August.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian


__ADS_2