BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 53


__ADS_3

Keesokan harinya.


Jasmine yang sedang berada di TKnya mengirimkan pesan kepads Kevin.


Jasmine


Kevin kita bisa bertemu di Cafe XX. Aku pengen makan siang bareng kamu. Tapi aku gak mau Omar tau, hanya kita berdua.


Kevin


Ada apa Jasmine? Tumben kamu mau makan siang hanya berdua saja denganku. Apa ini permintaan dari calon ponakanku?


Jasmine


Anggap saja begitu


Kevin


Baik, jam 12 ya kita ketemu di Cafe XXX.


Jasmine


Ok. Aku tunggu.


Kevin menatap layar hp nya. Sebenarnya dia tidak percaya dengan permintaan Jasmine ini. Tumben Jasmine hanya mau makan berdua saja dengannya. Tapi mungkin ini permintaan calon bayinya, biar sajalah. Fikir Kevin.


Kevin menatap jam tangannya, satu jam lagi dari waktu janji makan siangnya dengan Jasmine. Sepertinya dia harus berangkat sekarang. Dia gak mau terlambat, bisa ngambek nanti Ibu hamil satu itu.


Kevin segera bergegas hendak meninggalkan kantor.


"Mau kemana kamu Vin?" tanya Omar.


"Keluar sebentar Bro, ada janji makan siang bareng teman" jawab Kevin.


"Tumben janjiannya siang, biasanya kan kamu janjiannya selalu malam?" tanya Omar heran.


"Kali ini beda, hari ini spesial" jawab Kevin sambil melangkah turun ke basement.


Mobil Kevin meluncur dijalan raya menuju tempat dia dan Jasmine janjian. Kevin tiba di Cafe XX sepuluh menit lebih cepat dari waktu yang ditentukan.


Kevin memilih tempat yang nyaman untuk wanita hamil, yang jelas bebas dari asap rokok.

__ADS_1


Hp Kevin bergetar.


Jasmine


Aku sudah sampai, kamu dimana?


Kevin


Aku didalam. Masuk aja, aku sudah pesan ruang privat agar kamu nyaman.


Jasmine melangkah menuju ruangan yang dimaksud diantar oleh salah satu pelayan Cafe tersebut.


"Sudah lama menunggu?" tanya Jasmine.


"Lumayan, lima menit lebih dikit" canda Kevin.


"Eh iya, kamu mau pesan apa?" Kevin menawarkan menu makanan.


Setelah membaca menu Jasmine memilih makanan yang dia inginkan. Pelayan tersebut mencatatnya kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.


"Tumben kamu ngajak aku makan berdua. Aku merasa seperti kencan rahasia. Awas suami kamu tau, entar kita dikira selingkuh" goda Kevin.


"Kamu mau dikira selingkuh dengan wanita hamil?" tanya Jasmine.


"Kamu yang rugi, nama baik kamu sebagai Sang Casanova bisa jatuh kalau ketahuan selingkuh dengan istri orang" ledek Jasmine.


"Tidak masalah, mungkin kabar itu harus secepatnya kita kabarkan agar gosip cepat tersebut. Aku juga bosan kencan dengan para wanita jomblo. Kencan dengan istri orang lebih menantang adrenalin. Jantung berdebar-debar takut ketahuan" balas Kevin menggoda Jasmine.


"Dasar" jawab Jasmine tersenyum.


"Baru kali ini kita bisa bebas ngobrol ya. Ada sesuatu yang harus aku sampaikan pada kamu sudah dari sejak lama tapi baru kali ini aku punya kesempatan" ucap Kevin.


Jasmine menatap mata Kevin seolah bertanya.


"Jasmine aku minta maaf atas semua yang pernah aku lakukan pada kamu. Mungkin sudah saatnya kamu tau apa alasan dari pernikahan kamu dengan Omar. Aku yakin sampai kapanpun Omar tidak akan pernah mengatakan alasan kalian menikah" Kevin mulai bercerita.


"Apa maksud ucapan kamu?" tanya Jasmine bingung.


"Omar mempunyai luka masa lalu yang membuat dia trauma dan alergi berdekatan dengan wanita. Selama ini dia tidak bisa berdekatan dengan wanita manapun terkecuali wanita yang sudah dia kenal dekat. Seperti keluarga dan para pelayan rumah tangga di rumah kami. Luka masa lalunya merubah dia menjadi pria yang dingin pada setiap wanita. Itu membuat dia tidak pernah bisa dekat dengan wanita manapun. Sampai lima bulan yang lalu, Papaku memaksanya untuk menikah dengan alasan meneruskan keturunan keluarga Barrakh. Papa hanya memberi dia waktu satu bulan sampai hari ulang tahunnya. Omar sangat bingung sekali, dia meminta bantuan aku dan August. Sampai pada pertemuan kita yang tidak sengaja waktu ban mobil kamu kempes. Aku yang memberi ide kepadanya untuk memilih kamu. Karena aku lihat kamu wanita yang baik. Aku tidak mau Omar yang polos pada wanita bertemu dengan wanita yang tidak baik dan memanfaatkannya. Maaf aku juga yang menjebak kamu dengan obat tidur, siang itu diruang kerja Omar dan sekali lagi maaf aku juga yang menjebak kalian pada malam pertama pernikahan kalian" ungkap Kevin.


Sebenarnya Jasmine tidak marah dan menyalahkan Kevin lagi atas apa yang telah Kevin lakukan padanya. Jasmine sudah menerimanya, mungkin ini memang jalan yang Allah berikan untuk dia jalani. Tapi tetap saja Jasmine terkejut mendengar penjelasan Kevin.

__ADS_1


"Aku merasa harus melakukan itu Jasmine, karena kalau aku tidak melakukannya Omar pasti tidak akan menyentuh kamu. Dia punya alergi jika berdekatan dengan wanita, dia akan mual dan muntah-muntah. Aku dan seluruh keluarga tau akan alerginya itu. Hanya bersama kamu alerginya tidak kumat. Aku yakin kamulah jodoh Omar" tegas Kevin.


Jasmine masih setia mendengar cerita Kevin.


"Usaha aku dan August berhasil kan? akhirnya kamu hamil, kami sangat senang mendengar kabar itu. Kami sahabat Omar terlebih aku, aku juga saudara sepupu Omar. Mengetahui pahitnya penderitaan yang dia lalui dimasa lalu. Aku ingin melihat dia bahagia dan aku harap kamulah kebahagiaannya. Bersama kamu dia banyak berubah Jasmine. Mungkin kamu tidak mengetahuinya tapi kami selaku orang yang selalu bersamanya bisa melihat itu dengan sangat jelas. Sekarang Omar lebih hangat, perhatian dan lebih ceria. Dia lebih bersemangat hidup apalagi sejak kamu hamil. Setiap hari dia tersenyum dan berusaha memenuhi apapun permintaan ngidam kamu" sambung Kevin.


"Terimakasih Jasmine, kamu tidak membenci kami. Terimakasih kamu sudah mau menerima Omar sebagai suami kamu dan terimakasih kamu telah banyak membawa perubahan besar pada hidup Omar. Aku harap kamu bisa mencintai dan menyayanginya dengan tulus. Bantulah dia, buat dia bahagia. Aku mohon" pinta Kevin.


Jasmine tidak pernah melihat Kevin seserius ini, biasanya Kevin selalu jahil dan suka bercanda. Tapi kali ini Kevin terlihat sangat serius dan berkata jujur.


"Aku tidak marah dan sudah memaafkan kamu. Mungkin ini takdir yang harus aku jalani. Pasti ada hikmah dibalik ini. Allah tidak akan memberikan cobaan jika kita tidak sanggup menjalaninya. Walau pernikahan kami tanpa dasar cinta aku bisa menerimanya. Walau mungkin cinta belum hadir diantara kami tapi aku merasa nyaman hidup bersamanya. Perlahan aku mengenal sifat Omar, kelebihan dan kekurangannya. Aku menerimanya. Bagaimanapun dia sudah menjadi suamiku. Walau dia belum menjadi imam yang sempurna tapi aku yakin suatu saat nanti dia akan berubah" ungkap Jasmine.


"Syukurlah kalau kamu menerimanya. Aku berharap kalian bahagia dengan pernikahan ini" doa Kevin.


"Kevin sebenarnya ada yanh ingin aku tanyakan pada kamu" ungkap Jasmine.


"Apa Jasmine, kamu ingin menanyakan apa?" tanya Kevin penasaran.


"Kamu inginkan kalau aku bisa membahagiakan Omar?" Jasmine balik bertanya.


"Ya" Kevin mengganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu tolong katakan padaku apa yang kamu ketahui tentang masa lalu Omar. Semuanya.. Please..." pinta Jasmine.


"Aku gak bisa Jasmine" tolak Kevin.


"Tolonglah Kevin. Agar aku tau harus bagaimana aku bersikap untuk membahagiakannya. Aku tidak ingin ada rahasia dalam pernikahan kami" ucap Jasmine.


"Aku tidak bisa mengatakannya Jasmine" elak Kevin.


"Tolonglah Kevin hanya kamulah harapan aku satu-satunya. Aku tidak tau harus bertanya pada siapa lagi, gak mungkin aku bertanya pada Omar. Dia pasti akan marah dan sudah jelas dia tidak akan mau bercerita. Aku ingin mengobati lukanya. Aku juga ingin menjalani rumah tangga yang bahagia bersamanya. Tolonglah aku Kevin" Jasmine memelas meminta pengertian Kevin.


Kevin terdiam dan berfikir keras. Apakah dia harus membocorkan masa lalu Omar? Keputusan yang sangat berat sekali.


Tiba-tiba pelayan datang membawa makanan yang mereka pesan dan menghidangkannya di meja yang ada dihadapan mereka.


"Makanlah... setelah selesai makan aku janji, aku akan mengatakan semua apa yang ingin kamu ketahui" ucap Kevin.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2