BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 58


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu dari peristiwa sore itu dimana Omar dan Jasmine berkomitmen untuk memulai rumah tangganya dengan saling terbuka.


"Mas Omar hari ini kamu mau makan apa? Aku pengen masak khusus buat kamu" tanya Jasmine.


"Terserah kamu aja selama gak merepotkan. Kamu sudah gak mual lagi My Mine?" tanya Omar lembut.


Sejak peristiwa sore itu Jasmine dan Omar sudah berbicara dengan lebih mesra.


Jasmine tersenyum mendengar pertanyaan suaminya. Sebenarnya bukan karena pertanyaannya tapi karena panggilan sayang Omar untuknya yang membuat Jasmine bahagia.


"Alhamdulillah sudah semakin berkurang. Mungkin anak kita bisa melihat kalau Papanya sudah lebih hangat sekarang" goda Jasmine.


Omar tersenyum tipis. Walau tipis tapi Jasmine sudah sangat senang karena suaminya itu terlihat sangat tampan saat sedang tersenyum.



"Aku pergi dulu ya, sudah janji dengan Kevin dan August di apartemen Kevin. Sepertinya ada masalah dengan Kevin. Kelihatannya dia sangat kacau, kami harus membantunya" ucap Omar.


"Semoga masalahnya segera selesai ya. Salam buat Kevin dan August" balas Jasmine.


Omar keluar dari apartemen mereka menuju basement dan melaju ke apartemen Kevin.


Sesampainya di apartemen Kevin.


"Ada apa Vin, mengapa kamu mengumpulkan kami di hari libur seperti ini?" tanya Omar kesal.


"Akh kamu sejak menikah sulit sekali diajak ketemuan saat libur" jawab Kevin.


"Kamu kan tau kalau weekend My Mine punya banyak permintaan" balas Omar.


"Tuh sebutannya saja sudah berubah. Sekarang sudah ganti jadi My Mine, dulu aja nyebutnya Istri Si Aladin" ejek Kevin.


"Yah hidup kan terus berjalan tentu saja terjadi sebuah perubahan. Kami sudah sepakat untuk memulai rumah tangga kami dengan benar dan saling terbuka. Hanya saja aku memang belum bisa seterbuka itu menceritakan semua masa laluku padany" aku Omar.


Dia sudah tau semuanya Mar tanpa harus kami ceritakan. Guman Kevin dalam hati.


"Ada pa bro? wajah kamu terlihat sedang tidak baik?" tanya August.


"Tempo yang diberikan Papa sudah habis. Sudah lebih sebulan tapi aku belum menemukan wanita yang pantas untuk kujadikan istri" jawab Kevin lemah.


"What's? Kamu menyerah?" tanya August.


"Aku tidak menyangka kamu bisa kalah sama Papa kamu, apalagi sebenarnya ini adalah keahlian kamu. WANITA" Ledek Omar.


"Mencari wanita untuk bermain gampang Mar, tapi mencari wanita untuk dijadikan istri sulit sekarang ini. Kebanyakan mereka hanya melihat penampilan dan harta. Beruntung kamu sudah menemukan Jasmine. Padahal aku yang melihatnya lebih dulu, coba dulu Papa memaksaku menikah lebih dulu dari kamu mungkin aku yang akan menikah dengannya" jawab Kevin kesal.


"Itu sudah takdir Vin" potong Omar langsung.


"Jadi gimana Bro, apa kamu akan mengalah sama Om Rey?" tanya August.

__ADS_1


"Aku bingung harus bagaimana" jawab Kevin pasrah.


"Saranku kamu ikuti saja apa yang Om Rey putuskan untuk kamu. Dia kan Papa kamu Vin, pasti akan memberikan yang terbaik untuk kamu" bujuk Omar.


"Iya Bro. Ikuti saja perintah Om Rey. Sudah cukup waktu kamu bermain-main. Saatnya serius menatap masa depan" nasehat August.


"Kamu cuma pinter ngomong doank Gus, kamu sendiri saja masih jomblo akut" ejek Kevin.


"Coming soon... Aku juga sedang dalam masa pencarian ini" balas August.


"Tuh kamu dengan Vin, jangan sampai keduluan August. Mau disimpan dimana tuh wajah. Percuma katanya Casanova tapi cari istri aja gak bisa" ejek Omar.


"Sialan kalian" umpat Kevin kesal.


"Nanti malam Papa sudah membuat janji dengan anak sahabatnya. Aku disuruh langsung menemui wanita itu" ucap Kevin pasrah.


"Tuh apa lagi, semoga saja wanita yang sesuai" dukung Omar.


"Persiapkan diri kamu Bro untuk nanti malam, jangan pasang tampang seram biar tuh cewek gak takut" pesan August.


"Ck... kalian. Bukannya menghibur malah membuatku semakin kesal" umpat Kevin.


Omar dan August hanya tertawa melihat tingkah Kevin yang sedang kesal.


*****


Sementara di apartemen Omar sudah berkumpul Oryza dan Zahra yang sedang asik bercengkrama dengan Jasmine di dapur sambil memasak makanan-makanan spesial untuk Omar nanti malam.


"Sudah lebih baik bu" jawab Jasmine.


"Kak Omar sudah gak dingin seperti dulu lagi. Pelan-pelan Kak Omar sudah kembali seperti Kak Omar yang kurindukan dulu" sambung Oryza senang.


"Benar begitu Jasmine?" tanya Zahra lada menantunya.


"Iya Bu, sekarang Mas Omar sudah lebih sering tersenyum, lebih sabar dan perhatian" jawab Jasmine jujur.


"Syukurlah Ibu senang mendengarnya.


Setelah memasak menu makan malam Zahra memasak dessert untuk makanan penutup. Resep kali ini Zahra akan membuat Es Teler Cake. Es Teler Cake berisikan apa yang biasa ditemukan di dalam es teler ada di cake lezat ini, seperti daging kelapa, potongan nangka, dan tape singkong yang diletakkan di sela-sela sponge cake lezat, plus topping krim kelapa yang meleleh di mulut.



Oryza sudah tidak sabar untuk mencicipinya.


"Aku potong ya Ma? aku udah gak sabar pengen makan cakenya" pinta Oryza pada Zahra.


"Hus... ini untuk kakak kamu" tolak Zahra.


"Gak apa-apa Bu, cakenya kan besar gak habis kalau cuma kami makan berdua. Lagian kalau Mas Omar memakannya semua aku takut dia kegemukan dan diabetes" oceh Jasmine.

__ADS_1


Zahra tersenyum mendengar perkataan memantunya.


"Asiiiik... aku makan Es Teler Cake. Eemmm.. enak banget Ma" puji Oryza.


Tanpa mereka sadari Omar sudah sampai di apartemennya dan menyaksikan semua yang terjadi di dapur apartemennya.


Mungkin karena Jasmine, Zahra dan Oryza lagi asik membicarakan Cake mereka tidak mendengar kalau pintu apartemen berbunyi dan Omar sudah masuk dan sedang memandang mereka bertiga di dapur.


Omar menatap wanita asing yang sedang bersama Istri dan adiknya. Semakin dia perhatikan wajah wanita itu dia semakin mengenalinya. Wajah ini yang selalu datang ke mimpinya bahkan belakangan wajah ini sering muncul kedalam mimpi buruknya. Wanita ini ingin membawa anaknya menjauh darinya.


Sontak Omar berteriak keras.


"Apa-apan ini?" ucap Omar marah.


Jasmine, Zahra dan Oryza terkejut dan tidak menyangka hal ini akan terjadi. Mereka menduga Omar akan pulang malam hari, sedangkan saat ini masih sore.


Kali ini mereka tertangkap basah sedang bercengkrama di apartemen Omar.


"Mama..." panggil Oryza takut, dia berlindung dibelakang Mamanya.


"Mas... kamu tenang dulu. Aku jelaskan semua" ucap Jasmine.


"Siapa dia? mengapa kamu memanggilnya Mama, Oryza" bentak Omar.


Oryza menangis karena rasa takutnya melihat kemarahan yang besar diwajah Omar.


"Ma.. maaf Omar. Mama tidak bermak.."


"Pergi dari sini. Aku tidak mengenal kamu. Aku tidak punya Mama. Mamaku sudah lama mati" potong Omar.


Zahra meneteskan airmatanya, dia sangat mengerti mengapa Omar sampai semarah itu dan dia tidak akan menyalahkan Omar.


"Mas.. tenang dulu. Aku akan menjelaskan semua pada kamu" ucap Jasmine mencoba menenangkan.


"Kamu.... aku kecewa pada kamu. Bukankah kamu yang mengajak aku untuk lebih terbuka, tapi kamu merencanakan sesuatu dibelakangku. Aku tidak menyangka kamu melakukan semua ini. Aku sudah mulai membuka diri, mencoba mempercayai wanita, mempercayai kamu tapi apa yang kamu lakukan padaku. Semua wanita sama saja" bentak Omar.


"Mas dengarkan penjelasanku dulu" bela Jasmine.


"Tidak ada yang perlu kamu jelaskan. Aku tidak mau mendengarnya. Aku sangat kecewa padamu" Omar berbalik dan keluar dari apartemennya.


"Mas... Mas... Mas Omar" Jasmine tanpa sadar berlari mengejar kepergian Omar.


Tapi karena dia terburu-buru kakinya terpleset dan dia jatuh dilantai. Jasmine terduduk menatap kepergian suaminya. Dia menangis merasa bersalah.


"Jasmine"


"Mbak Jasmine" teriak Oryza dan Zahra bersamaan.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2