
"Mine aku balik ke toko dulu ya, oh iya tadi anak-anak titip salam" Sheila pamit hendak pulang.
"Lho mau balik dek Sheila manis?" tanya Kevin.
"Pulang bukan balik. Balik itu sakit" oceh Sheila.
"Uh manis banget kan calon istriku klo lagi marah" goda Kevin.
"iiiih..." gumam Sheila kesal.
"Hati-hati ya Sheil" ucap Jasmine.
"Oke Mine, cepat sembuh. Jangan mikir macem-macem dulu ya, toko aman kog aku yang jaga" Sheila mengecup pipi Jasmine dan bergegas pulang.
"Mau diantar Dek Sheila" Kevin tak jera menggoda Sheila.
"Nggak terimakasih" balas Sheila singkat.
Sheila kemudian keluar dari ruangan Jasmine dirawat.
Omar dan August kembali membahas masalah kantor dan memeriksa yang dibawa August di sofa yang ada dikamar rawat inap Jasmine. Sedangkan Kevin duduk dikursi yang ada disamping Jasmine. Kursi yang tadi di duduki Sheila sang calon istrinya Kevin.
"Mine aku mau tanya sesuatu pada kamu" ucap Kevin serius.
"Mau tanya apa?" Jasmine balik bertanya.
"Sheila masih jomblo ya?" tanya Kevin penasaran.
"Sekarang aku yang balik bertanya pada kamu Vin. Kamu serius atau cuma mau main-main? kalau mau main-main mending sana cari wanita lain jangan mainin sahabat aku" Jasmine balik bertanya.
"Aku memang belum merasakan sesuatu padanya Mine, tapi feeling aku dia itu wanita yang berbeda. Biasanya feelingku gak pernah salah apalagi terhadap wanita. Buktinya kamu, aku berhasil kan carikan jodoh buat Omar" jawab Kevin bangga.
"Iya tapi dengan cara kotor" ejak Jasmine.
"Ya kalau gak seperti itu Omar gak akan maju jalan. Kamu juga gak mau sama Omar. Trus gimana mau nikah. Terpaksa aku turun tangan" bela Kevin.
"Tapi please Vin, jangan hancurin hidup sahabatku itu. Cukup aku yang menjadi korban kalian" balas Jasmine.
"Jadi kamu merasa jadi korban nih yank?" goda Omar yang datang mendekati Jasmine dan Kevin.
"Cie..cie... Gus udah ayang-ayangan mereka" ledek Kevin.
__ADS_1
"Yah pengalaman mengajarkan dan mengingatkan kami untuk memperbaiki pernikahan ini. Aku dan Jasmine sudah sepakat akan menjalani rumah tangga ini sebagaimana mestinya. Tidak ada lagi sandiwara" ungkap Omar sambil menggenggam tangan istrinya lembut.
"Wah kabar gembira nih Bos" August ikut menimpali.
"Kami turut bahagia atas bangkitnya si buta dari gua hantu. Ternyata Jasmine bisa membawa setitik cahaya untuk mencerahkan hati sang pendekar, ya gak tung" ledek Kevin.
"Dasar wiro sableng" umpat August.
"Apa lagi ini?" Tanya Jasmine bingung.
"Dulu waktu zaman penjajahan Omar ini dijuluki si buta dari gua hantu. Kalau dia udah ngamuk mendadak buta, semua orang habis ditendang. August julukannya si pitung karena dia kebal. Kebal dari amukan dan ejekan alias cuek dan berhati dingin" ungkap Kevin.
"Iya dan kamu wiro sableng. Sama gilanya" ejek Omar.
Mereka bertiga tertawa saat bernostalgia mengingat masa-masa SMA.
"Bagiku julukan kalian tetap Trio Ambisi. Kalau sudah menginginkan sesuatu ambisi kalian tak terkalahkan. Segala cara pasti akan kalian lakukan termasuk cara kot..." ucap Jasmine.
"Eits... cuma hanya kepada kamu, kami main kotor Jasmine. Karena itulah satu-satunya cara yang bisa kami fikirkan saat itu. Ya gak bro?" potong Kevin bangga karena dialah pencetus ide untuk menjebak Jasmine.
"Tapi sekarang kamu gak merasa dijebak dan jadi korban lagi kan yank?" Omar melirik nakal kearah Jasmine.
"Sekarang gimana Jasmine, kamu mau gak nolongin aku? Anggaplah sebagai balas jasa karena aku punya andil besar dalam pernikahan kalian" desak Kevin.
"Cih merasa berjasa. Lo fikir kami harus balas jasa sama lo" Omar membela istrinya.
"Kalau kamu serius aku mau bantu. Tapi awas kalau permainkan sahabatku. Aku jual anu kamu sama abang sate madura biar dijadiin sate sama dia" ancam Jasmine.
"Idih istrimu sadis banget Din. Aku serius lho Jasmine. Serius banget. Eh udah dua rius malah" goda Kevin.
"Din.. din.. emangnya namaku Udin" elak Omar.
"Aladin suaminya Jasmine, ya kan Jin?" ucap Kevin pada August.
"Apa lo, panggil-panggil gue jin?" August melirik kesal pada Kevin.
"Iya tuh Gus, waktu Jasmine ngidam minta dibeliin kebab dia ambil hpku terus dielus-elus sama dia biar muncul jin katanya. Eh tiba-tiba kamu nongol dan mengabulkan permintaan Jasmine membelikan kebab si Wan Abud" oceh Omar mengingatkan kejadian beberapa minggu yang lalu.
Jasmine tertawa mendengarkan ocehan Trio Ambisi yang ada dihadapannya ini dan lucu membayangkan tingkah mereka saat mencoba memenuhi semua permintaannya saat dia hamil.
Jasmine juga memperhatikan Omar benar-benar sudah berubah. Sekarang dia sudah banyak cerita dan bercanda, diantara semuanya Jasmine paling bahagia karena Omar sekarang sudah menunjukkan isi hatinya. Gak lagi menyembunyikannya dibalik wajah datarnya.
__ADS_1
Sekarang wajah Omar sudah seperti pelangi-pelangi alangkah indahnya. Iihh... apa sih. Batin Jasmine.
"Kalian mau cake yang dibawa Sheila tadi?" Jasmine menawarkan cake pada mereka.
"Boleh" jawab mereka serempak.
"Itu Mas didalam kotak, tolong kamu potongkan buat mereka ya" pinta Jasmine.
"Kamu juga mau?" tawar Omar.
"Mau, aku juga pengen rasa, ini menu baru di toko kami" jawab Jasmine.
Omar memotong cake tersebut dan meletakkannya keatas piring dan memberikannya satu persatu kepada Kevin dan August. Setelah itu Omar memotong cake untuk dia dan Jasmine.
Omar mulai menyuapkan cake kemulut Jasmine. Kevin dan August mulai mencicipi cake yang dibawa Sheila.
"Enak banget Jasmine, siapa yang buat cake ini?" tanya Kevin.
"Salah satu karyawan aku ditoko. Setiap minggu kami membuat jadwal kepada para karyawan untuk mengeluarkan kreasi mereka dan kalau hasilnya layak akan dijual di toko kue" ungkap Jasmine.
"Hebat ide kamu Jasmine, pantesan toko kue kamu semakin maju pesat karena pelanggan tidak bosan dengan kreasi-kreasi dan menu baru di toko kue kamu" puji Kevin.
"Siapa dulu suaminya" sambut Omar.
"Alaaaadiiin" jawab Kevin dan August bersamaan.
"Tapi tiba-tiba aku kog ingat sesuatu ya? Dari tadi aku coba ingat-ingat dimana ya aku pernah makan cake seperti ini? Rasanya seperti gak asing lagi di mulutku" Kevin mencoba berfikir keras dan mengingat-ingat.
"Apa sih kamu Vin, maksud kamu cake ini hasil plagiat?" tanya August.
"Bukan, aku rasanya sangat akrab dan suka banget dengan kue ini. Tapi duluuuu banget rasanya sudah bertahun-tahun. Makan cake ini mengingatkan aku saat masa kecil. Yah aku ingat dulu aku sering main kerumah kamu makan kue ini Mar. Kamu ingat gak dulu kita suka rebutan colekin cake ini trus ambil isian kelapanya yang diatas cake ini. Trus Mama kamu sampai marah. Yah aku ingat sekarang cake ini seperti buatan Mama kamu" Ucap Kevin tanpa sadar.
Sontak Omar terkejut. Jasmine seperti berhenti bernafas. Rasanya tegang banget berada di posisi seperti ini. Jasmine menunggu reaksi Omar.
Bagaimanapun mereka harus saling terbuka dalam berumah tangga. Jasmine harus segera berkata jujur tentang keberadaan Zahra.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1