BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 85


__ADS_3

"Assalamu'alaikum" ucap Omar dan Jasmine saat masuk ke apartemen.


"Wa'alaikumsalam" jawab Zahra dan Oryza serentak.


Mereka segera menghampiri Omar dan Jasmine.


"Gimana Kak, dokter bilang apa?" tanya Oryza sudah tak sabar.


"Alhamdulillah Jasmine dan anak kami sehat" jawab Omar.


"Alhamdulillah" jawab Zahra.


"Tenang Mbak Jasmine aku akan selalu menjaga Mbak dan calon ponakanku kali ini" tegas Oryza.


Jasmine hanya tersenyum melihat adik iparnya begitu semangat.


"Kita makan dulu yuk, Mama udah siapkan makan malam kita" ajak Zahra.


"Yuk Mas, aku juga sudah lapar" sambung Jasmine.


Mereka segera menuji dapur menikmati makan malam buatan Zahra.


Kali ini Zahra memasak sop dengan tambahan irisan jeruk nipis agar Jasmine tidak merasa mual dan suka mencium wangi jeruk nipis.


"Segar sekali Ma, aku suka" ucap Jasmine.


"Syukurlah sayang" jawab Zahra.


Omar memandangi dua wanita yang paling dia sayang. Syukur kehamilan Jasmine kali ini ada Mama bersamanya. Omar jadi sedikit lega ada yang bisa menjaga Jasmine dan tau makanan yang mengurangi rasa mual Jasmine karena hamil muda.


"Terimakasih ya Ma. Mama tau memasak makanan yang bisa mengurangi rasa mual Jasmine. Kalau Mama tidak ada aku gak tau harus berbuat apa" ujar Omar.


"Mama sangat senang mengurus Jasmine dan cucu Mama. Mama sudah gak sabar untuk menimangnya dalam gendongan Mama. Sebentar lagi Mama akan dipanggil Oma" jawab Zahra senang.


"Dan aku akan dipanggil Onty" sambut Oryza.


Mereka tersenyum bahagia menikmati hidangan makan malam ini. Sangat bahagia karena kabar gembira ini.


Setelah selesai makan malam Omar dan Jasmine pamit ke kamar meninggalkan Zahra dan Oryza adiknya.


Jasmine kini sudah berbaring diatas tempat tidur bersama Omar.


"Yank" panggil Omar.


"Hemm..." jawab Jasmine.


Omar mengelus perut Jasmine dengan lembut.


"Tadi aku sudah ketemu dan bicara sama Om Rey dikantor" ucap Omar.


Jasmine menatap wajah suaminya.


"Trus Om Rey jawab apa?" tanya Jasmine penasaran.

__ADS_1


"Masih sama seperti dulu saat aku menemukan Papa meninggal dalam pangkuan Mama" jawab Omar.


"Trus?" tanya Jasmine lagi.


"Tapi aku bandingkan antara cerita Mama dengan cerita Om Rey aku merasa ada yang aneh lho yank?" ucap Omar.


Jasmine kita menghadap kearah Omar dan menatap Omar dengan serius.


"Apa?" tanya Jasmine penasaran.


"Aku belum bisa pastikan keanehannya tapi ada yang mengganjal di hati aku. Kamu mau gak nanti kapan-kapan kalau rasa mual kamu udah reda kita main-main kerumah Om Rey. Ada yang ingin aku lakukan disana" ajak Omar.


"Boleh Mas. Apapun yang kamu lakukan untuk mencari kebenarannya aku akan mendukung kamu" dukung Jasmine.


"Terimakasih My Mine" Omar mengecup lembut bibir Jasmine.


"Janji ya apapun dan siapapun yang bersalah kamu harus kuat" desak Jasmine.


"InsyaAllah aku akan siap sayang" ucap Omar dan mengecup kembali bibir istrinya.


"Ih gemes banget sama kamu. aku mau anu" pinta Omar dengan manja.


"Mau apa?" tanya Jasmine pura-pura gak tau.


"Anu itu lho" balas Omar.


"Anu apa sayang" bisik Jasmine menggoda.


"Kamu ya menggoda banget" Omar langsung menerkam Jasmine dengan gemasnya.


Dengan penuh kelembutan Omar membawa Jasmine terbang tinggi melayang kepuncak asmara hingga akhirnya mereka sama-sama tertidur saling berpelukan karena lelah.


******


Esok harinya di Perusahaan Barrakh Corp.


"Gimana Bos hasil pemeriksaan kemarin?" tanya August penasaran.


"Alhamdulillah positif Gus" jawab Omar.


"Positif apa Bos? Jasmine hamil?" tanya August lagi.


"Positif kamu jadi jin lagi Gus. Siapkan stamina untuk menjalankan titah sang putri" ledek Kevin.


"Iya Gus, Jasmine hamil" ungkap Omar.


Ya Tuhan, gue harus bersyukur atau berduka nih. Disatu sisi gue senang si Omar bahagia akan kehadiran calon anaknya, disisi yang lain gue sedih. Kembali deh kemasa-masa penjajahan. Harus menyiapkan semua permintaan tuan putri. Nasib...nasib... jerit hati August.


"Napa Gus, lo gak senang Jasmine hamil?" tanya Kevin.


"Eh... senang lah bro, sebentar lagi kan kita bakal punya ponakan" elak August.


"Jadi napa wajah lu sedih amat kayak baru ditinggal mati cewek aja. Mending cewek lu mati Gus biar kalian berada dialam yang sama. Jin dan kuntilanak, seperti kata Jasmine hihihi" ledek Kevin.

__ADS_1


"Dasar lu..." balas August.


"Tenang Gus sebisa mungkin kali ini aku yang akan memenuhi semua permintaan istriku. Aku merasa menyesal atas kegugurannya kemarin. Jadi kali ini aku yang akan berjuang demi anak kami" tegas Omar.


"Alhamdulillah..." jawab Kevin dan August bersamaan.


"Eh senang banget kalian ya.... " bentak Omar.


"Ya habis lu yang mau punya anak kami yang ikutan repot cari keinginan istri lu" ujar Kevin.


"Dulu kan aku belum jatuh cinta sama Jasmine hanya merasa harus bertanggung jawab aja pada anak yang dikandungnya. Kalau sekarang kan beda Vin" jelas Omar.


"Iya... kalau sekarang lu gak bisa hidup tanpa dia" goda Kevin.


"Tau aja lu Bu" sambut Omar.


"Kalau Jasmine hamil peran Aladin, Abu dan Jin dimulai lagi deh" desah Kevin.


"Sudah terima saja Vin, demi ponakan kita" jawab August mulai menerima nasibnya sebagai Jin.


"Iya deh, sekenyang lu lah Din" jawabnya kesal.


Omar hanya tersenyum melihat teman-temannya yang merasa bahagia plus merana karena kehamilan istrinya ini. Nanti pasti akan ada permintaan-permintaan ajaib dari istrinya yang harus mereka penuhi.


Dan kali ini Omar menunggunya dengan tidak sabar, dia akan menyambutnya dengan senang hati.


Jasmine dan Zahra sudah seminggu tidak datang ke Toko Kue Jasmine. Sheila memakluminya karena Sheila sudah tau kalau Zahra adalah mertuanya Jasmine. Dan saat ini Jasmine sedang hamil muda pasti dia mabuk seperti kehamilannya sebelumnya.


Walau para karyawan menanyakan ketidakhadiran Zahra tapi Sheila diam saja tidak menjawab pertanyaan mereka karena Sheila berjanji masih merahasiakannya pada para karyawan toko kue.


Untung kehamilan Jasmine kali ini tidak merepotkan seperti yang pertama. Jasmine hanya mual kalau mencium bau masakan yang menyengat hidung saja. Itupun saat pagi hari saja.


Mungkin karena obat yang diresepkan dokter kandungan yang rutin Jasmine minum setiap hari. Atau mungkin karena anaknya senang, neneknya kini sudah ada bersama mereka.


Yang selalu sabar membuatkan makanan apapun yang Jasmine minta. Dengan penuh kasih sayang Zahra memenuhi semua keinginan Jasmine.


Dia sudah menganggap Jasmine seperti anaknya sendiri bahkan Zahra sangat menyayanginya. Jasmine lah yang telah membuat dia dan anak-anaknya bersatu seperti sekarang ini dan karena kehamilan Jasmine membuat dia lama tinggal di apartemen Omar.


Sore itu Omar sengaja pulang lebih awal dari biasanya.


"Mama gak apa-apakan kalau kami tinggal di apartemen sendiri?" tanya Omar.


"Kalian mau kemana sayang?" tanya Zahra penuh kasih sayang.


"Aku mau mengajak Jasmine makan malam dirumah Om Rey. Akan aneh kalau Oryza tidak pulang kerumah. Aku takut dia curiga dengan keberadaan Mama setelah aku mempertanyakan tentang kematian Papa kemarin" jawab Omar.


"Iya sayang Mama mengerti" balas Zahra.


Omar, Jasmine dan Oryza berangkat bersama menuju rumah Reynhard untuk makan malam disana. Sekalian Omar menjalankan misi yang dia rencanakan sendiri.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2