BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 9


__ADS_3

Senin pagi seperti biasanya Omar beserta para staffnya melaksankan meeting mingguan untuk membahas semua urusan kantornya.


Meeting berjalan selama hampir dua jam. Setelah selesai membahas semua point-point yang penting untuk masa depan perusahaan meeting dibubarkan.


Tok..tok..tok...


"Masuk" jawab Omar dari dalam ruangannya.


"Kamu sibuk?" tanya tamu yang datang dan tak lain adalah pamannya.


"Lumayan Om, biasalah awal minggu lebih banyak dari biasanya. Ada perlu apa Om kemari?" tanya Omar penasaran akan kehadiran pamannya.


"Om cuma mau memperlihatkan foto-foto ini pada kamu" Reynhard menyerahkan amplop coklat kepada Omar kemudian Reynhard duduk di sofa yang ada di ruangan Omar.


Omar membuka amplop coklat yang diserahkan pamannya. Dia sungguh terkejut melihat foto-fotonya di club malam dan foto-foto dia berdua bersama August saling berpelukan karena sedang mabuk.


"Om percaya dengan semua foto-foto ini?" tanya Omar geram.


"Tidak. Om lebih percaya sama kamu. Untungnya Om juga mengenal siapa pria yang sedang berpelukan dengan kamu di foto itu. Tapi orang lain apa memiliki pemikiran yang sama dengan Om? Om rasa tidak Omar. Citra kamu bisa jelek bila foto-foto ini tersebar di media. Selama ini saja gosip kamu seorang gay sangat santer terdengar" tegas Reynhard.


"Itu kan cuma gosip dan aku tidak peduli dengan semuanya Om, yang penting aku tidak melakukan seperti yang mereka tuduhkan padaku" elak Omar.


"Siapa yang percaya Omar kamu tidak melakukannya kalau mereka melihat foto-foto ini?" Reynhard mulai memberi penekanan pada kata-katanya.


"Ya aku tidak bisa membatasi ataupun melarang mereka berfikir sesuatu tentang aku Om. Itu hak mereka" bantah Omar.


"Tapi kamu bisa menyangkal semua bukti-bukti dari foto ini" ucap Reynhard tegas.


"Bagaimana caranya?" tanya Omar bingung.


"Kamu harus menikah. Sebelum ulang tahun kamu yang ke tiga puluh tahun Om harus bertemu dengan calon istri kamu. Kalau tidak Om sendiri yang akan mencarikan jodoh buat kamu. Pilihan ada di tangan kamu. Kamu cari sendiri calon istri kamu atau Om yang akan mencarikannya" tegas Reynhard.


"Gak bisa secepat itu Om, ulang tahun aku tinggal sebulan lagi. Masak aku cuma punya waktu sebulan untuk mencari seorang istri?" bantah Omar.


"Usia kamu sudah hampir tiga puluh tahun, sebelumnya kamu punya banyak waktu untuk mencari calon istri kamu tapi kamu menyia-nyiakan waktu kamu. Kami hanya sibuk mengurus bekerja tanpa memikirkan masa depan dan penerus keluarga kamu. Sudah saatnya kamu harus memikirkannya dengan serius Omar. Om tidak menerima bantahan apapun lagi dari kamu" Reynhard memberi penekanan pada Omar.


"Ingat kata-kata Om itu, pergunakan waktu satu bulan ini untuk mencari calon istri sesuai dengan keinginan kamu, kalau tidak dapat kamu harus bersiap-siap menerima siapapun yang Om pilihkan untuk kamu" ancam Reynhard.

__ADS_1


Reynhard keluar dari ruangan Omar dan membanting pintu dengan sangat keras. August yang mendengar suara pintu dibanting segera keluar dari ruangannya dan masuk keruangan Bosnya.


"Akh...." Omar melempar amplop coklat yang tadi diberikan pamannya. Isi amplop tersebut bertebaran di lantai ruang kerja Omar.


August yang masuk sangat terkejut melihat foto-foto dia bersama Bosnya berserakan di lantai. August mengutip satu persatu foto-foto yang berserakan itu sambil tak henti-hentinya menelan salivanya.


Dia melihat beberapa foto yang terlihat sangat intim antara dia dan Bosnya yang dia ketahui bahwa foto itu diambil saat mereka sama-sama mabuk di club dan setelah pulang dari club.


"Apa ini Bos?" tanya August pada sahabat yang merangkap atasannya.


"Foto mesra kita" jawab Omar datar.


"Aku tidak mengerti, siapa yang mengambil semua foto-foto ini?" tanya August mulai emosi.


"Tak penting siapa yang mengambilnya, yang membuat aku pusing saat ini Om Reynhard memaksaku untuk mencari calon istri dan mengumumkannya pada waktu aku ulang tahun bulan depan. Menurut dia itu cara satu-satunya untuk menutupi semua bukti-bukti dari foto ini" jawab Omar.


"Bulan depan Bos?" tanya August terkejut.


"Iya. Aku hanya punya waktu satu bulan untuk mencari calon istri" tegas Omar.


"Coba telepon Kevin suruh dia kemari. Kita harus membicarakan semua ini dan secepatnya menjalankan ide yang dia berikan kemarin. Aku merasa hanya itu satu-satunya jalan keluar untuk permasalahan ini" perintah Omar.


"Vin kamu datang sekarang keruangan Bos, penting!" ucapnya.


Tak lama kemudian Kevin datang dengan tergesa-gesa karena panggilan August tadi sepertinya memang sangat penting.


"Ada apa Bro? Kenapa wajah kalian tegang sekali?" tanya Kevin.


"Nih coba kamu lihat foto-foto ini" August menyerahkan foto-foto yanh tadi dia kutip di lantai.


"Waow... aku gak nyangka kalian jeruk makan jeruk" ledek Kevin.


"Sialan kamu" bentak Omar.


"Slow bro.. jangan emosi gitu" canda Kevin mencairkan suasana tegang diwajah kedua sahabatnya.


"Aku mau kita segera menjalankan ide yang kamu rencanakan kemarin. Aku cuma dikasih waktu satu bulan sama Om Rey untuk mengumumkan dan mengenalkan calon istri aku saat acara ulang tahunku bulan depan" Tegas Omar.

__ADS_1


"Wah gak nyangka papaku pengen cepat-cepat punya cucu dari kamu bukan dari aku" Kevin tertawa mendengar kata-kata Omar membuat Omar berdecik kesal.


"Jangan kebanyakan bercanda Vin, kali ini aku serius" tegas Omar.


"Oke..Oke.. kalau begitu kita mulai aksi kita hari ini. Kita mulai mengadakan pendekatan selama dua minggu ini. Minggu depan baru kita lancarkan aksi kita untuk menaklukkan wanita yang akan menjadi calon kakak ipar aku" senyuman nakal keluar dari bibir Kevin. Kalau sudah seperti itu wajahnya, pasti akan ada rencana jahat yang dia fikirkan dalam kepalanya.


"Aku percayakan semuanya pada kamu tapi ingat aku tidak mau terima kamu main-main dalam urusan ini" ancam Omar.


"Tenang bro.. kamu kayak gak kenal aku saja. Kalau sudah merencanakan sesuatu aku pastikan tidak akan ada kata gagal" bela Kevin.


"Gus mana kartu nama Jasmine yang kamu simpan kemarin?" tanya Kevin pada August.


August mengeluarkan dompet dari saku celananya kemudian membuka dan mengambil kartu nama Jasmine yang kemarin dia terima dari kasir yang ada di Toko Kue Jasmine.


Dia menyerahkan kartu nama itu kepada Kevin. Kevin segera menerima dan menekan nomor hp Jasmine di hpnya dan menghubunginya.


"Halo..." sapa wanita diseberang sana.


"Halo Jasmine, aku Kevin" jawab Kevin.


"Kevin Barrakh Corp?" tanya Jasmine.


"Yup. Masak kamu lupa pada pria tampan seperti aku" goda Kevin. Omar yang mendengar rayuan Kevin hanya bisa menggelangkan kepalanya.


"A..aku tidak lupa. Ada yang bisa aku bantu?" tanya Jasmine kembali.


"Kamu bisa datang ke Barrakh Corp hari ini. Aku mau membuat kontrak kerjasama dengan toko kue kamu?" tawar Kevin.


"Sekarang?" tanya Jasmine tak percaya.


"Ya sekarang donk, masak besok?" jawab Kevin ceria.


"Baiklah aku segera berangkat kesana" ucap Jasmine.


"Oke aku tunggu ya kedatangan kamu, bye Jasmine" Kevin menutup panggilan teleponnya.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2