
Jasmine telah siap didandani oleh MUA utusan dari Wedding Organizer sedangkan Omar memakai jas nya sendiri tanpa sentuhan make up.
Karena dia tidak mau berinterkasi dan bersentuhan dengan kedua wanita itu. Untung saja wajahnya sudah tampan jadi tidak perlu polesan lagi.
Jasmine dan Omar terlihat sangat serasi dengan pakaian mereka.
Jam 8 malam acara dimulai. Jasmine dan Omar berjalan bergandengan memasuki ballroom hotel dan memasuki ruangan dan pelaminan khusus untuk pengantin baru.
Semua mata memandang takjub pada penampilan mereka. Pasangan yang tampan dan cantik, sangat serasi.
Acara resepsi berjalan dengan sangat meriah, seluruh keluarga dan tamu undangan menyambut kemeriahan acara itu dengan suka cita.
Jam sudah menunjukkan pukul 23.00 Wib. Tamu undangan sudah lama sepi hanya tinggal keluarga dekat saja. Kalau bukan karena Mama Jasmine yang menahan Jasmine tetap disini mungkin sudah sejak jam sepuluh malam tadi dia naik kekamar pengantin untuk beristirahat.
Mama Jasmine tadi berpesan agar Jasmine menunggui suaminya dan sama-sama balik ke kamar. Tidak baik kalau seorang istri pergi begitu saja meninggalkan suaminya apalagi mereka masih pengantin baru, harusnya terlihat mesra dan lengket kemana saja seperti prangko.
Kevin tersenyum jahil melihat kearah Omar dan Jasmine.
"Mar, balik ke kamar gih, tuh lihat Jasmine udah capek dan ngantuk. Kamu gak kasihan lihat istri kamu" ucap Kevin.
"Keluarga masih banyak disini" jawab Omar keberatan.
"Udah naik aja, biar aku yang temani keluarga kita yang masih ada disini. Lagian mereka mengerti kog kalau pengantin baru itu emang harus secepatnya masuk ke kamar di malam pertama mereka" goda Kevin.
"Cih aku tau otak mesum kamu. Aku bukan seperti kamu" elak Omar.
"Hahahaha... udah lah sana naik, lihat Jasmine udah capek banget tuh" Kevin masih kekeh mengusir mereka.
Akhirnya Omar berdiri dan pamit kepada seluruh keluarga yang masih ada di ruangan itu. Jasmine mengikuti Omar dan mensejajarkan jalannya.
"Kalau lelah mengapa kamu tidak naik duluan?" tanya Omar pada Jasmine.
"Mama menyuruhku menunggu kamu. Katanya kita harus sama-sama balik ke kamar" jawab Jasmine sambil jalan sedikit pincang karena kakinya sudah lecet memakai highheelnya.
"Cih merepotkan saja" ucap Omar.
Sebenarnya Jasmine ingin menangis tapi dia menahannya. Suaminya sangat tidak perngertian sekali. Kakinya sangat sakit sekali tetapi tetap saja suaminya ini melangkah dengan cepat, Jasmine sangat sulit mengikuti jejak langkahnya. Kaki Jasmine pun sangat pegal sekali karena dia tidak terbiasa menggunakan sepatu setinggi ini. Dia harus jalan dengan hati-hati kalau tidak nanti bisa saja dia terjatuh.
Dan tepat sekali dugaannya saat memasuki lift kakinya tersadung pintu lift, Jasmine terhuyung ke depan. Matanya tertutup pasrah, kali ini dia akan mencium lantai lift. batinnya.
Hitungan detik dia tidak merasakan sakit pada tubuhnya. Jasmine membuka matanya dan alangkah terkejutnya dia melihat Omar yang sedang memeluk tubuhnya dan menahannya agar tidak terjatuh.
"Kamu mau sampai kapan begini?" tanya Omar.
__ADS_1
Jasmine langsung sigap tegak berdiri.
"Kalau tidak nyaman ngapain dipakai. Menyiksa diri saja" cicit Omar membuat Jasmine semakin kesal.
"Ini sepatu yang disediakan mereka aku tidak bisa menolaknya. Kamu juga perhatian dikit napa, jalannya pelan-pelan saja aku sulit sekali mengikuti langkahmu" jawab Jasmine dengan mata berkaca-kaca.
Cih cengeng sekali baru begitu saja sudah mau menangis. Batin Omar.
Punya suami gak punya hati, sedikitpun gak kasihan lihat istrinya kesusahan. Tau gini mending sebelum akad tadi aku lari meninggalkannya. Sesal Jasmine.
Mereka sampai di lantai atas, kamar sweetroom yang di pesan untuk malam pengantin mereka. Omar dan Jasmine berjalan masuk ke dalam kamar.
Jasmine segera melepas highheelsnya dan menggantinya dengan sendal hotel yang tersedia di kamarnya.
Jasmine langsung masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya yang terasa sangat lengket. Dia berendam sebentar dengan air hangat untuk melemaskan otot-otot kakinya yang tegang karena banyak berdiri tadi saat acara.
Karena waktunya sudah malam Jasmine menyudahi acara mandinya, dia takut masuk angin kalau kelamaan berendam. Jasmine lupa membawa pakaian ganti, akhirnya dia keluar menggunakan bathrobes yang disediakan hotel di kamar mandi.
Jasmine melihat ada jus segar dan sepiring buah segar sudah dipotong-potong terletak diatas meja.
"Siapa yang memesan ini?" tanya Jasmine.
Omar sudah mengganti pakaiannya dengan baju santainya.
Jasmine yang memang sedang dahaga langsung meminum jus yang disediakan pihak hotel.
Setelah kandas satu gelas jus, Jasmine mengambil baju tidurnya di koper kemudian kembali ke kamar mandi untuk memakainya. Setelah itu Jasmine keluar kamar mandi dan melaksanakan shalat Isya.
Omar memperhatikan semua tingkah laku Jasmine mulai dari dia keluar kamar mandi. Dan saat melihat Jasmine shalat ada perasaan aneh yang menjalar dihatinya.
Sudah lama sekali aku meninggalkannya. Mungkin aku sudah lupa semua gerakan dan bacaannya. Tapi mengapa melihat Jasmine shalat seperti ini hatiku sejuk? tanya Omar dalam hati.
Omar telah berubah sejak lima belas tahun yang lalu. Dia sangat marah pada Tuhan karena telah mengecewakan hidupnya. Dia tidak terima menjalani pahit dan sakitnya kenyataan yang dialami keluarganya. Sehingga dia menjauhi dan meninggalkan Tuhan, padahal dulu Papanya yang selalu mengingatkan dan rajin mengajaknya shalat ke mesjid yang ada di kompleks rumah mereka.
Omar merasa panas mengingat kenangan dulu, dia meminum jus di gelas yang masih penuh dan meneguknya sampai tetes terakhir. Setelah itu Omar masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sebelum tidur.
Jasmine selesai shalat isya, dia melipat mukenanya kemudian merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur. Jasmine merasa tubuhnya sangat panas padahal pendingin ruangan hidup. Dia mengecek remote dan dilihatnya angka maximum untuk mendinginkan ruangan.
Ada apa dengan tubuhku? tanyanya dalam hati.
Jasmine membuka dua kancing atas piyamanya berharap sedikit lebih nyaman.
Omar keluar dari kamar mandi dan mengambil posisi di seberang Jasmine.
"Aku tidak mau tidur di sofa seperti tadi siang, badanku terasa pegal. Aku tidur disini malam ini" ucap Omar kemudian dia naik keatas tempat tidur disisi yang kosong disebelah Jasmine.
__ADS_1
Jasmine meletakkan guling sebagai batas tidur mereka.
"Mengapa kamar ini terasa panas ya?" ucap Omar.
"Kamu juga merasa begitu?" tanya Jasmine.
"Tubuhku kepanasan" jawab Omar.
"Aku sudah mengecek remote, suhu kamar sudah paling rendah ini. Tapi mengapa kamarnya terasa panas ya? Apa kita panggil saja karyawan hotel?" tanya Jasmine pada Omar.
"Sudahlah, sudah malam" jawab Omar singkat. Omar membuka kaosnya, kini dia hanya bertelanjang dada. Terlihat bentuk dada dan perutnya yang tak berlemak.
Duh mengapa dia tenang saja bertindak seperti ini, hey mataku sangat sakit melihat tubuhmu yang seperti itu. Teriak Jasmine dalam hati.
Jasmine merasa semakin panas. Dia membuka satu lagi kancing bajunya dan mengibaskan piyamanya mencari udara.
Omar melirik kearah Jasmine, tak sengaja dia melihat bagian dalam tubuh Jasmine. Tiba-tiba dia merasakan getaran aneh dalam tubuhnya. Walaupun selama ini dia menjauh dari wanita bukan berarti dia pria yang tidak normal. Kalau melihat pemandangan seperti ini tetap saja bagian bawah tubuhnya bereaksi.
Mereka berbaring dengan gusar diatas tempat tidur sama-sama kepanasan. Jasmine dan Omar bulak balik mengganti posisi tubuh mereka, berbaring ke kanan dan kekiri. Tanpa mereka sadari guling pembatas diantara mereka sudah entah kemana.
Tidak terasa mereka sudah saling bersentuhan kulit dengan kulit, jarak pun sudah semakin dekat. Masing-masing mata mereka menunjukkan gairah yang tertahan.
Tidak tau siapa yang lebih dahulu memulai saat ini mereka sudah saling menyentuh dan meraba. Setiap sentuhan kecil membuat mereka begitu ketagihan untuk merasakan sentuhan yang lebih besar lagi.
Kini semua pakaian mereka sudah tergeletak di lantai, dua-duanya tidak sadar dengan apa yang telah mereka lakukan. Yang mereka inginkan saat ini melepaskan gairah yang membuncah dalam tubuh mereka.
Malam pertama yang sangat panas, mereka melakukannya tidak hanya sekali tetapi berkali-kali sampai rasa panas ditubuh mereka mereda dan lelah menghampiri hingga tanpa sadar mereka sudah tertidur dibawah selimut dikamar pengantin sampai pagi.
.
.
BARSAMBUNG
******
Ayo teman-teman apa yang terjadi pada Omar dan Jasmine selanjutnya. Mengapa mereka bertingkah sangat liar malam ini, apa yang menyebabkan mereka seperti itu????
Jeng...jeng...jeng....
Nantikan bab selanjutnya.....
Jangan lupa Like dan Commentnya ya...
Terimakasih
__ADS_1