BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 35


__ADS_3

Dua jam sudah Jasmine berbelanja semua kebutuhan bahan makanan yang dibutuhkan untuk memenuhi kulkas di apartemen Omar. Jasmine segera pulang untuk menyiapkan menu makan siang hari ini.


Beruntung ini hari minggu, lalu lintas tidak ramai dan macet. Jasmine bisa tiba tepat waktu.


Jasmine segara mengeluarkan semua bahan yang dia butuhkan untuk memasak siang ini. Rencananya dia akan memasak sup ayam dengan full sayur untuk menghemat waktu karena waktu makan siang hampir tiba. Jasmine manambah menu makan siang dengan bakwan jagung dan hidangan penutup puding coklat dengan fla diatasnya.


Setelah selesai masak Jasmine memasukkan hidangan penutup kedalam kulkas agar lebih nikmat dimakan saat dingin.


Jasmine menata meja makan dengan rapi, semua masakan sudah dihidangkan diatas meja makan. Jasmine berjalan menuju kamar Omar tetapi berulang kali dia mengetuk dan memanggil namanya tidak ada jawaban dari pemilik apartemen itu.


Omar keluar dari ruang kerjanya.


"Ada apa kamu ribut-ribut memanggil namaku?" tanya Omar.


"Eh.. aku kira kamu dikamar. Aku mau mengajak kamu makan siang" ajak Jasmine.


Omar berjalan menuju dapur dan melihat makanan yang dimasak Jasmine.


"Lain kali kamu tidak perlu repot seperti ini. Kan sudah aku bilang kita urus hidup kita masing-masing" ucap Omar.


"Aku tau, aku hanya ingin memasak. Rasanya tidak sopan kalau akan makan sendiri dan tidak mengajak kamu yang notabene adalah suamiku dan pemilik apartemen ini. Mungkin dengan sedikit kebaikanku aku bisa mendapatkan pahala dengan melayani suamiku" goda Jasmine.


Omar tidak menanggapi ocehan Jasmine. Dia menarik kursi yang ada didepan meja makan kemudian duduk. Jasmine juga duduk tepat didepan Omar.


Jasmine mengambilkan piring Omar dan mengisinya dengan makanan. Omar hanya diam saja melihat semua tingkah laku Jasmine tidak ada komentar dan tetap dengan wajah datarnya.


Omar menyicipi masakan Jasmine tanpa ekspresim Jasmine penasaran dengan sikap Omar.


"Gimana masakanku, kamu suka?" tanya Jasmine.


"Biasa saja. Daripada tidak aku makan kamu pasti akan tersinggung karena sudah capek menyiapkan semua ini. Anggaplah ini penghargaan dariku atas kerja keras kamu siang ini" komentar Omar.


Huh... dasar Mr. flat yah mulai hari ini aku tetapkan julukan itu padamu. Kamu pantas mendapatkan julukan itu. Apa susahnya sih memberi sedikit pujian, toh tidak akan mengurangi harga dirimu yang setinggi langit itu. Umpat Jasmine.


Akhirnya mereka makan dengan hening, hanya terdengan suara dentingan sendok dan garpu diatas piring makan. Setelah selesai makan Omar berjalan menuju ruang TV untuk bersantai sebentar melepaskan penat setelah tadi dia bekerja diruang kerjanya sebelum makan.


Jasmine membereskan meja makan dan membersihkannya. Dia baru teringat tadi dia membuat puding untuj hidangan penutup. Jasmine segera mengeluarkan puding dari kulkas kemudian memotongnya dan memberikannya kepada Omar yang sedang santai menonton TV.


"Apalagi ini?" tanya Omar.


"Hidangan penutup. Yang dingin-dingin biar wajah kamu adem gak ketat gitu" jawab Jasmine.


Omar tidak mengerti arti perkataan Jasmine dan dia tidak mau meributkannya. Pantang baginya ribut pada saat makan apalagi malah meributkan makanan itu sendiri. Bisa hilang rezeki.


Omar memotong kecil puding yang diberikan Jasmine dan mulai memakannya.

__ADS_1


Mmm... semua masakannya enak, kalau terus seperti ini bisa gendut aku makan terus. ucap Omar dalam hati.


Lihatlah wajahmu Mr. Flat, selalu tanpa ekspresi. Aku pengen lihat kamu berkomentar sesuatu pada masakanku. Aaahhaa... aku punya ide, lihat saja nanti kamu pasti akan bersuara. Sorak Jasmine dalam hati.


Jasmine masuk ke kamarnya dan beristirahat. Karena perutnya sudah kenyang rasa kantuk mulai datang. Lagian tadi malam dia juga kurang tidur dan pagi ini dia semangat belanja dan memasak menambah rasa letih diseluruh badannya. Tak menunggu lama Jasmine sudah terlelap.


***


Keesokan paginya mereka sudah kembali beraktivitas seperti biasa. Omar bekerja di kantor sedangkan Jasmine berangkat menuju TK.


Mobil Jasmine sudah diantar ke apartemen Omar tadi malam sehingga pagi ini dia bisa mengendarai mobilnya sendiri ke sekolahnya.


Sebelum berangkat kerja Jasmine menyiapkan sarapan pagi. Dia memasak nasi goreng.


"Hei Mr. Flat sini sarapan dulu sebelum berangkat ke kantor" ajak Jasmine.


"Mr. Flat?" tanya Omar bingung.


"Iya Mr. Flat. Wajah kamu selalu datar disetiap suasana. Aku tidak bisa mengetahui isi hati kamu, apakah kamu senang atau lagi sedih. Wajahmu terlihat sama saja" jawab Jasmine semangat sambil menyiapkan meja makan dan sarapan pagi mereka.


Jasmine masih berpenampilan rumahan, dia masih memakai piyamanya dan melepas jilbabnya. Selain Omar adalah suaminya jadi dia tidak perlu menjaga auratnya, Jasmine juga merasa nyaman Omar tidak akan berbuat macam-macam padanya dalam keadaan sadar.


Karena Jasmine sudah mengetahui kalau Omar memang tidak suka berdekatan dengan wanita. Jadi Jasmine sangat yakin Omar tidak akan mengambil kesempatan untuk melakukan hal seperti malam pertama mereka, kecuali ada campur tangan Kevin dan August.


Omar mulai menyendok nasi dan menyuap nasi goreng itu kedalam mulutnya. Tiba-tiba Omar tersedak dan memuncratkan makanan yang ada dalam mulutnya.


"Nasi goreng" jawab Jasmine santai.


"Kenapa rasanya seperti ini?" tanya Omar.


"Emang rasanya bagaimana?" tanya Jasmine.


Jasmine menyendokkan nasi goreng kedalam mulutnya.


"Rasanya enak kog. Ni coba punyaku" Jasmine menyodorkan piringnya kehadapan Omar.


Omar menyendok nasi Jasmine dan memakannya.


"Punya kamu enak, punyaku kenapa asin?" tanya Omar.


"Hahaha.. nah gitu donk Mr. Flat, akhirnya kamu berkomentar, gak datar seperti biasa. Aku sengaja menambahkan garam ke nasi goreng kamu. Pengen tau apa komentar kamu pada masakanku" Jawab Jasmine sambil tertawa menang.


"Kamu..." Omar mendelik marah.


"Ups... sorry canda pagi Mr. Flat biar kamu lebih semangat dan penuh warna hari ini. Nih aku sudah siapkan piring baru buat kamu" Jasmine memberikan piring baru yang berisi nasi goreng yang sama dengan punya Jasmine.

__ADS_1


Omar menyicip sedikit nasi goreng di piringnya, setelah dia memastikan rasanya enak baru dia melanjutkan memakan nasi goreng itu sampai habis.


Jasmine sangat senang pagi ini, akhirnya dia berhasil mengerjain Omar dan membuat wajahnya bereaksi. Walau reaksinya marah tapi Jasmine tidak peduli.


Jasmine makan sambil terus tersenyum.


Cih istri si aladin ini senang sekali bisa mengerjai aku pagi ini. Awas kamu ya, aku akan membalasnya. Umpat Omar dalam hati.


Setelah makan Omar berangkat ke kantor sedangkan Jasmine bersiap-siap kemudian berangkat ke sekolahnya.


Sesampainya di kantor, Kevin dan August heran melihat wajah Omar yang terlihat kesal.


"Kamu kenapa bro, pengantin baru kog ketat gitu wajahnya. Gak dapat jatah tadi malam?" tanya Kevin penasaran.


"Istri si Aladin itu mengerjai aku pagi ini" jawabnya kesal.


"Emangnya istri kamu kenapa Din?" tanya Kevin lagi


"Din?" Omar balik bertanya.


"Iya Aladin. Kamu kan suaminya Jasmine dan Jasmine itu istrinya si Aladin, berarti nama kamu Aladin kan?" ledek Kevin.


"Kamu mengejekku?" Omar terlihat makim kesal.


"Siapa yang ngejek kamu? Dari awal kamu selalu sebut-sebut Jasmine istri si Aladin, aku kan cuma meneruskan omongan kamu" elak Kevin.


"Dasar.... Pagi ini dia masak nasi goreng, dan nasi goreng aku sengaja ditambahin garam. Rasanya asin sekali" jawab Omar masih dengan emosi.


"Lah kenapa dia setega itu?" tanya August ingin tau.


"Seenaknya saja dia jawab, karena pengen lihat reaksi aku memakan masakannya karena dari kemarin aku gak pernah komentar sama masakannya" jelas Omar.


"Kamu sih Din, kalau istri masak itu ya di puji kek, masakan kamu enak, masakan kamu lezat dan bla..bla..bla.. wanita itu selain suka dibujuk saat ngambek mereka juga suka dipuji" Kevin sang casanova mengeluarkan secuil ilmunya dalam menghadapi wanita.


"Emangnya gimana rasa masakannya?" tanya August penasaran.


"Sejauh ini sih masakannya enak-enak. Aku malah takut gendut kebanyakan makan" jawab Omar jujur.


"Waaah enak banget kamu Din dapat istri seperti itu, kapan-kapan ajak kami donk sarapan di apartemen kamu" ucap Kevin.


"Berhenti memanggilku 'Din', Kevin!" teriak Omar.


Kevin lari keluar dari ruang kerja Omar sambil tertawa.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2