BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
TAMAT


__ADS_3

Akhirnya cincin nikah yang dicari August dan Oryza dapat juga setelah melakukan pertikaian yang panjang dan banyak yang jadi korban (hampir semua pasangan cincin nikah dikeluarkan dari etalase toko).


"Yank, yang mau nikah itu August dan Oryza masak kamu yang pilih cincin nikahnya. Biar mereka aja" ucap Omar. Dibujuk salaaaah, dilarang tambah salah. Bisa dipecat jadi suami.


"Gak apa-apa kak, cincinnya emang keren kok" sambut Oryza.


"Iya, tapi gak kyak gini juga sampai semua cincin dikeluarin" balas Omar.


"Aku kan cuma mau membantu mereka Mas" jawab Jasmine dengan bibir manyun.


"Udah biarin aja Bos, biar cepat kelar. Pegel ni jari ku dari tadi nyobain cincin terus. Wajahku juga kaku kebanyakan senyum" jawab August karena setiap nyobain satu cincin Oryza dan August langsung difoto sama Jasmine sambil tunjukkan cincin di jarinya.


Bini si Aladin ngerepotin banget, eh sama anaknya juga eh si Aladinnya juga sih. Ah Aladin sekeluarga deh kerjaannya ngerepotin. Batin August.


"Udah Fix yang ini aja. Ya kan Sheil?" tanya Jasmine pada sahabatnya.


"Iyain aja yank, kakiku udah pegal" bisik Kevin pada istrinya.


Sheila langsung melirik tak senang pada suaminya.


"Nih baru cari cincin Mas, belum cari mahar nikah lho" ucap Sheila.


Sontak Omar, August dan Kevin saling pandang.


Bisa mati kita nemani wanita-wanita ini belanja. Cari sepasang cincin aja tiga jam gimana cari yang lain. Batin Trio Ambisi.


Akhirnya sepasang cincin nikah sudah dibayar tunai di kasir eh bayar pakai gesek, bukan dibayar tunai. Gesek pakai kartu maksudnya hehehe (Author becanda peace.. )


"Kita mau kemana lagi nih?" tanya Jasmine.


"Terserah Mbak aja" jawab Oryza.


"Mahar kamu udah dibeli?" tanya Oryza.


"Rencananya keluarga Kak August yang cari Mbak. Ya kan kak?" Oryza melirik kearah August. Tiba-tiba Oryza menjadi juru penyelamat.


"Eh iya Za, nanti Kak bilang sama Mama" balas August cepat takut Oryza berubah fikiran.


Mending Mama aja deh yang beli dari pada tiga wanita ini yang cari, bisa lepas kakiku kebanyakan berdiri. Batin August.


"Tenang Za, August udah nyediain kembang tujuh rupa dan air tujuh sumur untuk mahar nikah kalian" oceh Kevin.


"Lho kog maharnya begituan?" protes Sheila pada suaminya.


"Lah ini kan pernikahan di alam gaib. Jin iprit menikah dengan kunti" balas Kevin cuek.


"Dasar Abu" umpat Jasmine.


"Enak aja kamu bilang adik ipar aku yang cantik ini kunti. Tak sudilah yaw... Mulai hari ini Si Jin naik pangkat menjadi pengawal Aladin. Kalau kamu tetap menjadi Abu" ungkap Jasmine.


"Mampu* lu bu hahahaha" sambut August.


"Gak adil donk Jasmine" protes Kevin.

__ADS_1


"August kan sebentar lagi akan menjadi adik iparku. Ya jelas dia akan menjadi keluarga inti" bela Omar.


"Terima saja nasib lu Bu hahaha" August merasa menang.


Akhirnya mereka mengakhiri acara mencari cincin dengan makan siang bersama.


*****


Hari H yang ditunggu-tunggu telah tiba. Acara pernikahan Oryza dan August diselenggarakan di Ballroom hotel terkenal dikota itu.


Gedung disulap dengan sangat mewah dan acara berlangsung dengan sangat meriah.


Omar sebagai pengganti Papanya yang menikahkan Oryza. August akan menjabat tangan Omar saat akan nikah berlangsung.


"Gus jangan grogi. Lu gak lupa kan bacaan ijab kabulnya?" tanya Kevin sok serius.


"InsyaAllah gua bisa" jawab August yang sudah tegang.


"Tenang bro kalau lu gagal gua yakin Omar bersedia meremedial ijab kabul kalian" ledek Kevin.


"Emangnya ujian pakai remedial" balas August.


"Ujian sebelum nikah bro. Akad nikah itu gak semudah yang lo bayangkan. Saat Mertua eh kalau elu Abang ipar ya.. Saat Abang ipar genggam erat tangan lu, gue yakin semua hapalan lu hilang bro. Makanya sebelum ijab kudu banyak-banyak berdoa" nasehat Kevin.


"Tumben otak lu lurus" balas August.


"Gue kan sahabat lu, cuma mau bantu doank kasi tau kisi-kisi ujian biar lu lulus" ucap Kevin.



August dan Kevin berdiri menyambut kehadiran seluruh keluarga.



Omar dan August sudah duduk berhadapan ditemani para saksi dan kadi nikah.


Ijab Kabul berlangsung dengan hikmad tanpa ada kesalahan sedikitpun. Seluruh keluarga berucap syukur.


Oryza keluar dari ruangan dan berjalan menuju tempat akad nikah berlangsung tadi.



August menatap mesra Oryza yang berjalan menuju kearahnya.



"Kamu cantik sekali sayang" puji August.


"Terimakasih Kak" balas Oryza.


Mereka berdiri sejajar setelah itu mereka saling memasangkan cincin dijari pasangannya kemudian menandatangani surat nikah baru setelah itu berfoto bersama Keluarga.


August dan Oryza mendapat ucapan selamat beserta doa untuk keberkahan pernikahan mereka.

__ADS_1


Hari berbahagia untuk August dan Oryza disaksikan oleh seluruh keluarga.


Omar merangkul erat Mama tercintanya saat Mamanya menangis bahagia menyaksikan kebahagiaan putri bungsunya.


"Mama bahagia?" tanya Omar.


"Bahagia sayang... Sangat bahagia. Mama bangga mempunyai putra putri seperti kalian" jawab Zahra.


"Aku sayang Mama" ungkap Omar.


"Mama juga sayangku Omar Barrakh" balas Zahra.


Omar menarik tangan istrinya mendekat dan dia memeluk kedua wanita tercinta dalam hidupnya. Satu wanita lain telah dia lepas bersama pria yang kini telah bertanggung jawab penuh atas hidupnya.


Yaaah.. Kini Oryza sudah resmi menjadi istri August sahabat dekatnya. Omar sangat senang telah menikahkan adik tersayangnya dengan pria yang tepat.


Setelah akad nikah selesai acara dilanjutkan dengan resepsi pernikahan.


August dan Oryza berganti pakaian di kamar pengantin mereka. Acara resepsi dimulai jam satu siang. Ballroom hotel sudah ramai dengan kehadiran para tamu undangan.


Oryza dan August tertawa bahagia diatas pentas.




Omar dan Jasmine sedang menatap keatas pentas pelaminan.


"Kamu lega sekarang sayang?" tanya Jasmine pada suaminya.


"Sangat lega, tanggung jawabku sudah berpindah kepada August. Aku harap dia bisa membahagiakan adikku" jawab Omar.


"Aku yakin dia bisa" balas Jasmine.


Omar memeluk tubuh istrinya dari belakang sambil membelai perut istrinya yang sudah semakin besar.


"Terimakasih sayang, kamu sudah selalu ada disisiku disaat terpenting dalam hidupku" ucap Omar.


"Karena kamu adalah suamiku Mas. Bukan suami biasa" jawab Jasmine tersenyum.


"Mengapa kamu berkata begitu?" tanya Omar penasaran.


"Yah mana ada suami seperti kamu, gak bisa dekat-dekat wanita. Dulu aku merasa kamu itu aneh. Tapi sekarang aku sangat bersyukur karena aku tidak perlu bersusah payah menjaga kamu dari godaan setan yang terkutuk. Pelakor mah gak mempan sama kamu Mas" jawab Jasmine bahagia.


"I Love You My Mine" ungkap Omar.


"Love you too My Husband Aladin" kekeh Jasmine.


Mereka berpelukan bersyukur telah mendapatkan pasangan yang sangat menyayangi mereka. Walau awal pernikahan mereka tidak biasa dan tidak ada cinta diantar mereka tapi ternyata tanpa mereka sadari dan rencanakan cinta itu datang dengan sendirinya.


Saat ini mereka sangat bahagia bahkan sekarang Omar dan Jasmine sedang menantikan kehadiran buah hati mereka.


**********************END*************************

__ADS_1


__ADS_2