BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 36


__ADS_3

"Kamu masuk kerja hari ini Omar?" tanya Reynhard yang datang hari itu ke perusahaan Barrakh Corp. Sebenarnya dia ingin mengecek pekerjaan Kevin anaknya, karena dia fikir Omar pasti akan cuti setelah menikah.


"Iya Om" jawab Omar singkat.


"Kalian tidak honeymoon?" tanya Reynhard.


"Pekerjaanku banyak sekali Om, dan aku lagi sibuk, honeymoon kan gak perlu pergi keluar kota. Dirumah juga bisa" elak Omar.


Untuk apa aku pergi honeymoon, yang ada alergiku kumat selama beberapa hari dekat istri si aladin terus. Batin Omar.


"Bedalah Mar, kalau pengantin baru itu harusnya pergi honeymoon ketempat romantis dan menikmati waktu kalian berdua tanpa gangguan dari siapapun. Biar kalian bisa secepatnya memberikan kami cucu" ucap Reynhard.


Lagi-lagi soal cucu yang dibahas, bosan aku. Baru juga dua hari nikah. Batin Omar.


"Nanti bisa disusun jadwalnya Om setelah ada waktu senggang" elak Omar.


"Bagus itu, secepatnya kamu susun jadwalnya. Kasihan istri kamu, dia juga pasti ingin seperti pengantin baru yang lain jalan-jalan honeymoon sama suaminya" sambung Reynhard.


"Jasmine mengerti kog Om" jawab Omar singkat.


"Baiklah, Om mau keruangan Kevin dulu. Ada yang ingin Om sampaikan padanya" Reynhard keluar dari ruangan Omar menuju ruang kerja Kevin putra sulungnya.


"Papa, ada apa Papa datang pagi-pagi kesini?" tanya Kevin heran.


"Papa ingin bicara serius sama kamu. Susah sekali bertemu kamu diluar jam kantor" ucap Papanya.


"Yah maklumlah Pa anak muda, kalau sudah lewat jam kantor kan bebas main-main" jawab Kevin.


"Yang ada difikiran kamu main-main terus, kapan kamu seriusnya?" tanya Reynhard.


"Aku serius lho Pa kerjanya, tanya Omar. Kalau gak serius gak mungkin perusahaan ini bisa maju pesat seperti ini ditangan kami bertiga" sambut Kevin.


"Kalau soal bekerja Papa akui kamu memang serius tapi soal masa depan kamu masih main-main Kevin. Omar sudah menikah. Kamu kapan lagi? Apa perlu papa ancam dulu kamu seperti Omar baru kamu serius untuk menikah?" ancam Papa Kevin.


"Calm Pa... Slow... Omar baru nikah juga kan. Kata orang dalam satu keluarga gak boleh ada dua orang yang menikah dalam jarak satu tahun" elak Kevin.


"Siapa yang berkata begitu, jangan cari-cari alasan kamu" bentak Reynhard pada putranya.


"Yah Papa aku serius lho.. Selama ini aku sudah mencoba mengenal dan mendekati banyak wanita tapi belum ketemu yang cocok Pa. Swear deh..." Kevin berusaha meyakinkan Papanya.


"Itu karena kamu hanya mempermainkan mereka saja dan selama pantauan papa wanita yang kamu dekati semua gak ada yang beres tingkah lakunya" ucap Reynhard.


"Oleh sebab itu Pa, belum ada satupun dari mereka yang aku ajak serius, aku sedang mencari. Nanti kalau ketemu yang cocok pasti aku kenalin pada Papa dan Mama" jawab Kevin.

__ADS_1


"Awas kalau kamu berbuat macam-macam. Jaga nama baik keluarga, kalau Papa dengar kamu menghamili anak orang saat itu juga kamu Papa nikahkan" ancam Reynhard.


"Ok Bos. Perintah akan saya kerjakan, secepatnya saya hamili anak orang" jawab Kevin asal jawab.


"Apa kamu bilang?" Reynhard semakin emosi mendengar jawaban anaknya.


"Maaf Pa, maksud aku secepatnya aku cari wanita yang tepat" Kevin menjawab dengan cengengesan.


"Anak ini memang gak bisa diatur dan diajak serius. Entah bakat siapa yang diikutinya" gerutu Reynhard.


"Tentu saja bakat dari Papa" gumamnya pelan tapi bisa didengar oleh Papanya.


Reynhard mendelikkan matanya kearah Kevin.


"Eh iya Pa, maaf" potong Kevin


"Jangan lupa sering-sering pulang kerumah. Omar sudah menikah, jangan sering-sering gangguin dia dan istrinya di apartemen mereka" perintah Reynhard.


"Siap Bos" Kevin mengangkat tangannya sampai pelipis matanya memberi hormat kepada Papanya.


Reynhard pergi meninggalkan ruangan Kevin yang terletak tak jauh dari ruang kerja Omar.


****


Seperti biasa jam satu siang Jasmine sudah tiba di toko kuenya.


"Selamat siang Mbak Jasmine, selamat datang pengantin baru" ucap Rike menyambut kedatangan Jasmine.


"Siang Rike" Jasmine masuk kedalam toko kuenya.


"Mbak seperti biasa makan siang sudah diletak diruangan Mbak ya" lapor Rike.


"Terimakasih" jawab Jasmine sambil tersenyum kemudian naik keruangannya dilantai dua.


Tak lama kemudian Sheila masuk keruang kerja Jasmine.


"Permisi pengantin baru, boleh saya masuk" sapa Sheila.


"Biasa ajalah Sheil. Gak usah sebut-sebut pengantin baru segala.


"Kamu kog masuk sih, emangnya Mr. O gak ngajak honeymoon?" tanya Sheila.


"Eh namanya udah aku ganti. Bukan Mr. O lagi tapi Mr. Flat" potong Jasmine.

__ADS_1


"Kog Mr. Flat?" Tanya Sheila penasaran.


"Iya karena wajahnya selalu datar gak ada ekspresi sama sekali. Tapi tadi pagi aku sudah sukses ngerjain dia hahaha" Jasmine tertawa mengingat lucunya wajah Omar saat menyipi nasi gorengnya yang asin rasanya.


"Ih istri sadis, suami tampan seperti itu dikerjain. Emang gimana kamu ngerjain dia?" tanya Sheila ingin tau.


"Hari minggu aku masak untuk makan kami tapi dia gak ada komentar. Ntah muji kek masakan kamu enak atau masakannya kurang ini kurang itu. Tapi dia diam aja makannya dan wajahnya datar tidak ada ekspresi suka atau gak suka. Karena aku sebal lihatnya jadi tadi pagi aku kerjain dia. Aku masak nasi goreng dan nasi untuk dia aku kasi garam banyak. Pas dia makan muncrat semua makanan karena keasinan. Wajahnya lucu banget karena keasinan. Baru dia komentar sama masakanku haha" ungkap Jasmine.


"Tega banget kamu Mine sama suami sendiri. Eh kamu belum jawab tadi. Kenapa kamu masuk hari ini, gak diajak honeymoon sama suami kamu?" tanya Sheila.


"Dia lagi sibuk Sheil, banyak kerjaan. Lagian nanti-nanti juga bisa honeymoonnya" elak Jasmine.


"Nanti-nanti keburu masuk angin Mine kalau kelamaan" ledek Sheila.


"Tinggal dikerok" potong Jasmine.


"Gimana rasanya menikah Mine?" tanya Sheila ingin tau.


"Biasa aja" jawab Jasmine singkat.


"Kog biasa aja, tentu bedalah" ucap Sheila.


"Ya bedalah, sekarang aku gak tinggal sama orang tua lagi cuma tinggal berdua sama Mr. Flat dirumah untung gak sat.." ups... hampir saja keceplosan. Jantung Jasmine dag dig dug.


"Kamu bilang apa tadi Mine?" tanya Sheila penasaran.


"Nggak ada. Maksud aku untung gak tinggal bareng dua pasukannya yang lain. Kamu tau sendiri kan mereka itu satu paket, kemana-mana selalu bertiga. Sejak kami menikah Kevin dan August aku pinta gak boleh sering-sering datang. Aku gak nyaman kalau ada mereka diapartemen, seharian harus pakai jilbab terus" jelas Jasmine.


"Iya juga ya. Tapi kalau lihat mereka bertiga ngumpul lucu juga ya Mine. Si Kevin yang bocor, Suami kamu yang flat dan asisten kejam, klop deh semuanyaaaa ada disiniiii" Sheila sambil bernyanyi.


Jasmine tersenyum melihat tingkah sahabatnya ini.


Kamu belum tau aja Sheil kalau mereka bertiga kumpul pasti nyebelin banget yang ada aku dan si Mr. Flat dikerjain lagi sama dua lelaki itu. Aku harus segera memberi pembalasan pada mereka semua. Tunggu saja, batin Jasmine.


.


.


BERSAMBUNG


Tetap semangat bacanya ya teman-teman. Aku usahakan sebanyak mungkin up, biar kalian gak sempat lupa jalan ceritanya. Soalnya aku suka gitu kalau baca novel ongoing. Kelamaan up, lupa cerita sebelumnya.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian...

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2