
"Sayang hari ini hari terakhir kita disini, besok kita akan pulang. Kamu mau kemana hari ini?" tanya Omar.
"Beli oleh-oleh aja Mas, boleh?" Jasmine balik bertanya.
"Boleh donk sayang, buat kamu dunia ini pun akan ku beri" goda Omar.
"Makin lancar aja ya gombal recehnya" ejek Jasmine.
"Gombalin istri sendirikan gak apa-apa sayang asal jangan gombalin istri tetangga, bisa dipentung suaminya. Lagian gombal itu adalah bumbu-bumbunya cinta" jawab Omar ceria.
"Suamiku sayang sepertinya semakin mahir aja dalam bercinta ya" ucap Jasmine.
"Lah itu kan sudah terbukti sayang, bukannya seminggu ini setiap malam kamu, aku ajak bercinta?" tanya Omar menggoda.
"Ish bukan bercinta itu maksudku Maaas" jawab Jasmine kesal
"Hahaha..." Omar tertawa melihat wajah kesal istrinya.
Sejak dia berjanji untuk memulai rumah tangga mereka dengan saling terbuka Omar lebih sering tertawa sekarang. Wajahnya sudah penuh dengan berbagai ekspresi tapi tentu saja hanya kepada Jasmine.
Bersama Jasmine, Omar sudah seperti manusia normal. Tetapi kalau dengan orang lain dia kembali menjadi robot yang berwajah datar tanpa ekspresi plus alergi wanita.
"Kita jalan sekarang yuk, kamu sudah siap?" ajak Omar.
"Udah Mas, yuk" balas Jasmine.
Mereka segera keluar dari kamar hotel dan memakai mobil yang disiapkan pihak hotel. Kali ini Omar sendiri yang membawa mobilnya karena mereka hanya ingin jalan berdua saja.
Omar membawa Jasmine ke tampat pusat oleh-oleh terbesar dikota itu. Jasmine membeli banyak sekali oleh-oleh untuk keluarga, teman-teman di TK dan di Toko Kue tak lupa juga Jasmine membeli oleh-oleh untuk dua anggota Trio Ambisi yang lain.
"Yank.." panggil Jasmin.
"Hemm" balas Omar.
"Kamu masih ingat gak Mama suka pakai apa?" tanya Jasmine. Saat ini kan rasa benci Omar pada Mamanya sudah tak sebesar dulu, Jasmine berharap kalau Omar sering diingatkan tentang Mamanya bisa membuat Omar semakin merindukan Mamanya.
"Mmm... sudah lama sekali. Mama suka warna merah dan dia sangat suka sekali koleksi tas, seingatku di kamar Mama dan Papa ada sebuah lemari khusus untuk menyimpan koleksi tas Mama. Dan setiap Papa pulang dari luar kota, Papa sering membawa oleh-oleh tas untuk Mama" jawab Omar sambil mengingat-ingat masa lalu.
Mengapa mengingat semuanya hatiku tidak sakit lagi ya. Apakah aku memang benar-benar sudah memaafkannya? tanya Omar dalam hati.
"Kalau begitu aku beli tas ini aja ya. Mama pasti suka" ucap Jasmine sambil menenteng tas berwarna merah tua.
"Gak beli dua sekalian sama Mama kamu?" Omar menawarkan.
__ADS_1
"Eh iya, sama Mama sendiri bisa lupa" senyum Jasmine.
"Gak beli tiga, untuk Sheila sekalian" Omar mengingatkan.
"Sheila yang lain aja. Ini pantasnya buat Ibu-ibu bukan untuk anak gadis seperti Sheila" balas Jasmine.
"Bentar lagi juga gak gadis lagi Mine, Kevin udah gak sabar mau nyoblos" oceh Omar.
"Enak aja, aku gak sudi kalau dia main coblos gitu aja sahabat aku" potong Jasmine.
"Ya gak main-mainlah yank, aku yakin Kevin serius kali ini. Kevin itu emang playboy tapi kalau soal menikah dan mencari istri dia pasti akan serius. Dia pernah bilang begitu pada Mas waktu Mas diacam Om Rey untuk segera membawa calon istri. Kevin yang memilihkan kamu untuk Mas. Dia bilang cari istri itu mesti wanita yang baik-baik. Saat bertemu kamu malam disaat ban mobil kamu kempes Kevin langsung tau kalau kamu wanita yang baik. Dia itu antenanya tegak berdiri lho yank kalau menyangkut cewek. Instingnya pasti benar, kalah aku dan August. Heran aku padahal kalau soal belajar dia selalu paling belakang" ungkap Omar.
"Sepertinya kalau soal wanita Kevin suka pakai otak belakang ya Mas" ucap Jasmine asal.
"Ada gitu otak belakang? bukannya pakai otak kiri dan otak kanan? mana ada otak belakang sayaaaang" balas Omar gemas dengar jawaban istrinya.
"Ada Mas khusus untuk Kevin hahaha" Jasmine tertawa lebar mengingat wajah Kevin yang lucu kalau sedang kesal.
"Playboy satu itu mesti kita bantu yank, dia emang udah sangat berjasa dalam proses menyatukan kita. Walau dengan ide gilanya kita jadi bisa menikah." ucap Omar.
"Mm.. kalau begitu nanti setelah kita pulang gantian kita yang membantu usahanya menikahi Sheila berjalan mulus ya Mas" balas Jasmine.
"Yup betul. Kita bantu dia ya" sambung Omar.
Omar dan Jasmine kembali memilih oleh-oleh untuk kemuarga dan teman-teman mereka.
"Kalau untuk August apa Mas?" tanya Jasmine.
"Terserah kamu aja Mine. August itu tipe orang yang nerima apa adanya. Gak banyak pilah pilih dia?" jawab Omar.
"Harus spesial karena dia yang selalu memenuhi kemauanku saat ngidam" ucap Jasmine.
"Lah harus itu kan dia Jin nya Aladin. Apapun permintaan Jasmine dia emang kudu ngabulkan. Bahkan kalau kamu minta dibawain seluruh dunia ini. Dia kan gak mau yank dikurung terus dalam lampu ajaib" jawab Omar.
"Hahaha teman-teman kamu emang absurd" tawa Jasmine.
"Siapa sih pencetus pertama Jasmine itu istrinya Aladin?" tanya Jasmine penasaran.
"Aku" jawab Omar singkat.
"Kamu? Kog bisa suami aku ini ngelucu? hahaha" tanya Jasmine.
"Awalnya karena aku gak mau panggil nama kamu, aku menyebut nama kamu jadi istrinya si Aladin. Eh si Kevin dengar ya udah dikembangin sama dia. Aku jadi Aladin dan August jadi jinnya" jawab Omar.
__ADS_1
"Trus Kevin jadi apa donk?" tanya Jasmine.
"Apa ya...?" Omar tampak sedang berfikir.
"Ahaaaa... dia jadi si Abu aja Mas, monyetnya si Aladin yang nackal" Jasmine dapat ide bagus.
"Hahahaha.... iya dia jadi si Abu aja. Aku gak sabar pengen panggil dia Abu. Tau rasa dia kena batunya panggil-panggil orang Din dan Jin" jawab Omar.
"Hahaha... kalian emang lucu banget Mas. Si buta dari gua hantu, pitung dan wiro sableng berubah menjadi Aladin, jin dan Abu monyet gara-gara putri Jasmine" ucap Jasmine.
"Cie... senang tu nyebut diri sendiri putri Jasmine" goda Omar.
"Senang donk.. kan kamu yang jadikan aku seorang putri sayang" jawab Jasmine sambil memeluk tubuh suaminya.
"Kamu emang putri dihatiku sayang. Aku sangat mencintai kamu" balas Omar sambil mengecup kening istrinya.
"Aku sangat bahagia memiliki kamu. Tidak ada hal lain yang lebih membuat aku bahagia selain kamu. Dan aku tak henti-hentinya bersyukur Allah telah mengutus kamu untuk menjadi istriku" Sambung Omar.
"Aku juga mencintai kamu Mas dan bahagia menjadi istri kamu. Kamu suami yang baik. Bertanggung jawab dan sangat menyayangiku. Aku bersyukur akan hal itu" sambut Jasmine.
"Terimakasih sayang. Tetaplah disisiku dalam suka dan duka" pinta Omar.
Jasmine tersenyum menatap suaminya.
Akhir honeymoon yang indah, mereka dapat saling bercengkrama dan semakin mendekatkan diri seperti ini, semakin intim dan semakin memahami sifat masing-masing.
Kini Jasmine menyadari dibalik semua kekurangan Omar terdapat begitu banyak kelebihannya. Termasuk cinta yang sangat besar yang telah diberikan Omar untuknya.
Terimakasih Tuhan...
.
.
BERSAMBUNG
Hai teman-teman.... semakin semangat kan???
Semoga tidak mengecewakan kalian ya...
Tetap membaca ya dan jangan lupa like dan commentanya.
Terimakasih...
__ADS_1