BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 62


__ADS_3

Oryza tiba dirumah sakit dengan membawa satu tas baju ganti untuk Omar dan Jasmine.


"Kak.. Maaf kemarin" ucap Oryz.


"Nanti saja Oryza, Kakak tidak mau membahas itu. Saat ini Kakak fokus pada kesehatan dan kesembuhan Jasmine" jawab Omar.


Oryza menahan keinginannya untuk membela Mamanya tapi melihat wajah Omar saat ini keinginannya langsung surut.


"Ini Kak, aku bawakan baju ganti untuk Kakak dan Mbak Jasmine.


"Mine, sebentar ya. Aku mandi dulu" ucap Omar.


Omar membawa baju ganti dan mandi didalam kamar mandi kamar ruang inap Jasmine. Dia sudah sangat gerah karena dari pagi belum mandi, dan juga badannya terasa lengket karena terkena muntahnya tadi malam saat dia mabuk.


"Mbak bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Oryza.


Jasmine menceritakan kejadian tadi malam mulai pada saat Omar dan August pulang ke apartemen dan mendapati mereka tidur berduaan dikamar tamu hingga kejadian saat Jasmine harus kehilangan bayi yang ada dalam kandungannya.


"Ya ampun Mbak, aku sangat terkejut mendengar Kak August mengabarkan kondisi Mbak tadi. Mama juga sangat sedih mendengarnya Mbak dan pengen banget menjenguk Mbak ke sini" ucap Jasmine.


"Jangan dulu Za. Tunggu suasana tenang. Mbak gak mau Mas Omar marah dan mabuk lagi" pinta Jasmine.


"Iya Mbak nanti aku bilang sama Mama" balas Oryza.


Tak lama Omar sudah selesai mandi dan keluar dengan baju yang baru dibawa Oryza tadi.


"Mas, Mama udah jadi ditelepon?" tanya Jasmine.


"Udah sayang" jawab Omar.


Oryza mendelikkan matanya kepada Jasmine, terkejut mendengar kakaknya memanggil Jasmine mesra.


Jasmine mengganggukkan kepalanya sambil tersenyum mengisyaratkan bahwa Omar memang sudah berubah.


"Mbak ini artinya Kak Omar gak marah lagi kan?" bisik Oryza.


Jasmine hanya menjawabnya dengan senyuman. Oryza sangat senang mendengar Kakaknya sudah berubah dan secepat itu emosinya mereda, biasanya kalau sudah bicara tentang Mamanya Omar bisa emosi sampai berhari-hari.


Tok...tok..tok...


"Assalamu'alaikum sayang" sapa Mama dan Papa Jasmine.


"Wa'alaikumsalam" jawab Jasmine, Omar dan Oryza bersamaan.


"Mama, Papa..." ucap Jasmine.


Jelita memeluk anak tunggalnya itu.


"Mama anakku..." Jasmine kembali menangis mengingat calon anaknya yang sudah tiada.


"Sabar sayang belum rezeki kalian. Sabar ya InsyaAllah akan segera diganti" hibur Mama Jasmine sambil memeluk Jasmine.


"Papa dan Mama terkejut mendapat kabar dari Omar tadi" ucap Bima Ardhan.


"Maaf Pa" balas Omar.

__ADS_1


"Kalian yang sabar ya. Dalam rumah tangga pasti akan banyak cobaannya. Kalau kalian sabar dan saling menyanyangi InsyaAllah kalian akan kuat menjalaninya" nasehat Papa Jasmine.


"Iya Pa" jawab Omar singkat.


"Nih Mama bawa sop sayang, kamu makan ya biar tenaga kamu segera pulih" Mama Jasmine memberikan bungkusan yang mereka bawa.


"Kamu mau makan sekarang?" Tawar Omar.


"Iya Mas, aku lapar sekali" balas Jasmine.


Omar mengambil piring dan sendok kemudian mengambil nasi dan sop dari rantang yang dibawa mertuanya. Dengan sabar dan telaten Omar menyuapi istrinya makan.


"Eh ada Oryza rupanya, apa kabar kamu sayang? Udah lama ya kita gak ketemu" sapa Mama Jasmine sambil memeluk Oryza.


"Alhamdulillah baik Tante, Tante juga sehat kan?" balas Oryza.


"Alhamdulillah sehat" jawab Jelita lembut.


"Gimana kuliah kamu?" tanya Papa Jasmine.


Ketepatan Oryza kuliah dikampus yang sama ditempat Bima mengajar.


"Lancar Om" jawab Oryza singkat.


"Bagus. Yang semangat kuliahnya ya" Bima memberikan semangat pada adik Omar.


Dua jam Oryza, Papa dan Mama Jasmine menjenguk Jasmine di rumah sakit. Saat hari sudah malam mereka pamit pulang.


Malam ini Omar dan Jasmine tidur dirumah sakit. Omar fokus untuk membuat Jasmine segera sembuh dan secepatnya keluar dari rumah sakit.


"Kamu tidur dulu ya sayang" Omar membenahi selimut Jasmine kemudian mengecup lembut kening istrinya.


Omar naik keatas tempat tidur yang ada disamping tempat tidur Jasmine. Mereka tidur dengan tenang dan mimpi indah malam ini.


****


"Assalamu'alaikum Mine" sapa Sheila begitu masuk keruang rawat inap Jasmine.


"Wa'alaikumsalam" jawab Jasmine.


"Mine aku turut sedih atas musibah yang menimpa kamu ya" tutur Sheila.


"Iya, terimakasih Sheil" balas Jasmine.


"Nih aku bawain Es teler cake buat kamu. Ini buatan Bu Zahra, kemarin giliran dia yang memperkenalkan resep baru di toko kue. Rasanya enak banget lho Mine. Coba deh" Sheila membawa bungkusan dari toko kue milik Jasmine.


"Iya kemarin dia udah duluan buat di apartemen aku tapi aku belum sempat icipin masih disimpan dikulkas" jawab Jasmine.


"Eh suami kamu mana?" tanya Sheila.


"Lagi keluar teleponan kali" balas Jasmine.


Kreaaak... pintu terbuka.


"Tuh panjang umur baru juga dicari orangnya udah nongol" ucap Jasmine.

__ADS_1


Omar masuk disusul Kevin dan August dibelakangnya. Sontak Sheila diam membisu melihat kedatangan Kevin. Dia ingat dua hari yang lalu janji ketemuan dengan Kevin. Sheila meninggalkannya sendiri dan meminta Kevin membatalkan perjodohan yang dibuat orangtua mereka.


"Hai calon istri, apa kabar?" sapa Kevin.


"Calon istri?" tanya Omar dan Jasmine bersamaan.


Sedangkan August menatap curiga pada Kevin.


"Ya. Kenalkan Omar, August dan Jasmine, Sheila ini adalah calon istri yang dipilihkan Papa untukku. Hebat kan?" ucap Kevin bangga.


"Kevin..." Sheila memanggil nama Kevin dengan kesal.


"Jangan marah donk beib.. Ntar makin jelek lho. Kalau suka marah-marah cepat tua" goda Kevin.


"Oh jadi Sheila yang nolak dan ninggalin kamu kemarin?" Ujar August.


"Apa Kevin ditolak? Ternyata ada juga wanita yang menolak pesona Kevin sang casanova" ledek Omar.


"Eits... itu kan karena dia belum kenal siapa aku bro. Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta, tak cinta maka tak kawin. Jadi adik Sheila yang manis cintailah babang Kevin ini ya karena sebentar lagi kita akan menikah" Kevin terus menggoda Sheila.


"Amit-amit" umpat Sheila.


"Huss... jangan gitu Sheil. Gak boleh jutek gitu ah. Nanti benci jadi cinta" goda Jasmine.


"Gimana coba aku gak kesal baru pertemuan pertama dia udah molor setengah jam. Membiarkan wanita menunggu selama itu. Sok penting banget" ucap Sheila kesal.


"Oooh.. jadi karena itu dek Sheila ninggalin babang. Babang Kevin janji deh dipertemuan kita selanjutnya babang akan datang tepat waktu. Peace.." Kevin menunjukkan kode dua jari.


"Bukan karena itu saja, aku gak sudi dijodohin sama barang second. Udah gak original lagi" balas Sheila.


"Babang emang udah gak ori dek tapi Babang ini tahan banting dan tahan lama. Adek mau tes?" goda Kevin.


"Ish.. jijay" umpat Sheila.


"Sheil" Jasmine memotong ucapan Sheila.


"Habis kesal banget Mine, jadi cowok sok kecakepan" ucap Sheila kesal.


"Sepertinya kamu kena karma kali ini bro" ejek August.


"Aku rasa begitu Gus. Kena batunya dia" sambung Omar.


"Kalian salah, justru aku tambah semangat ketemu cewek beginian. Rada jual mahal, gak murahan seperti cewek-cewek yang aku temui setiap hari" bisik Kevin pada dua sahabatnya.


"Haaalah bilang aja penasaran. Jurus bujuk rayumu gak laku" ejek Omar.


"Bener bro... cewek beginian limited edition. Sama kayak istri lo. Gak matre dan punya harga diri. Aku yakin dia juga masih ting....ting" Kevin mengedipkan matanya secara bergantian.


"Dasar...." umpat Omar dan August bersamaan.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Teman-teman... mana suara kaliaaaan 😁


Jangan lupa jejaknya ya


__ADS_2