
Omar dan Jasmine sudah kembali ke aktivitas mereka sehari -hari. Sama seperti dulu setiap pagi Jasmine berangkat ke TK dulu baru siangnya dia mampir ke Toko Kue Jasmine, sore hari dia pulang ke apartemen.
Bedanya sekarang semua itu dijalani Jasmie dengan penuh kebahagian. Perlahan-lahan Jasmine melihat Omar sudah melakukan banyak perubahan.
Sekarang Omar sudah rajin shalat. Walau masih harus sering-sering diingatkan tapi Jasmine dengan senang hati mengingatkan suaminya terlebih kalau waktu shalat subuh.
Omar sulit sekali untuk dibangunkan harus dengan segala macam rayuan dan ancaman. Seperti pagi ini.
"Mas... bangun. Shalat subuh, keburu waktunya habis" panggil Jasmine.
Omar belum bergerak.
"Maaas Omar sayaaaang" Jasmine mulai menggoyang-goyangkan tubuh Omar.
"Hemm..."jawab Omar.
"Maaas bangun donk, hari sudah semakin terang" panggil Jasmine lagi.
Omar bergerak, saat ini tubuhnya sedang tidur telentang.
Jasmine mencoba ide gilanya di pagi hari, walau baru kali ini dia lakukan tapi sepertinya suaminya ini pasti akan terbangun karena terkejut.
Cup... cup... Jasmine mengecup bibir Omar dua kali.
Omar langsung membuka mata, sadar dengan apa yang baru dilakukan istrinya.
"Ulangi sekali lagi yank" pinta Omar.
"Huh digituin langsung bangun ya. Gak ada siaran ulangan. Bangun sekarang" ucap Jasmine sambil bangkit dari sisi Omar.
Omar langsung menarik pinggang istrinya dan mensejajarkan wajah mereka. Omar mengecup bibir Jasmine lama.
"Morning kiss" ucapnya sambil tersenyum.
"Huh.. pagi-pagi udah mesum" jawab Jasmine.
"DP dulu sayang. Masih bisa yang itu, yang lainnya masih harus puasa" balas Omar.
"Salah sendiri kenapa menikah sudah hampir lima bulan tapi istrinya di sia-siakan" ledek Jasmine.
"Awas kamu ya, nanti kalau sudah buka puasa aku akan makan kamu sampai habis" goda Omar.
"Siapa takut" balas Jasmine kemudian dia lari menjauh dari Omar. Wajah Jasmine merah karena malu.
Omar bangkit dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu kemudian shalat subuh.
Jasmine menyiapkan sarapan pagi di dapur dan menyiapkan semua kebutuhan suaminya hari ini.
*****
Siang hari di Toko Kue Jasmine.
"Siang calon istri" sapa Kevin yang baru saja masuk ke Toko Kue Jasmine.
"Aku punya nama dan aku bukan calon istri kamu" tegas Sheila merasa kesal dengan kedatangan Kevin.
__ADS_1
"Duh galak banget calon istri aku ini" goda Kevin.
Sheila hanya mencibirkan bibirnya, malas meladeni Kevin.
"Istri Aladin ada?" tanya Kevin
"Siapa istri Aladin?" Sheila balik bertanya.
"Jasmine. Itu panggilan sayang kami padanya" jawab Kevin polos.
"Huft hahaha" Tanpa sadar Sheila tertawa mendengar jawaban Kevin.
"Nah kalau tertawa seperti itu kan kamu tambah manis. Duh jadi makin cinta" goda Kevin.
Sontak Sheila langsung terdiam tadi dia gak sadar dengan sikapnya.
"Jasmine ada diatas. Kalau mau ketemu dia samperin aja diatas" ucap Sheila.
"Siapa bilang aku kesini mau ketemu dia. Aku mau ketemu sama sahabatnya yang manis, bernama Sheila. Calon istri aku. Kamu kenal gak?" tanya Kevin berusaha untuk teruk menggoda Sheila.
"Hai Vin" sapa Jasmine yang baru saja turun dari ruangannya yang ada dilantai dua.
"Eh istrinya Aladin datang" balas Kevin ceria.
"Lagi ngapain? mau pesan kue? Bukannya udah dikirim August daftar pesanan untuk besok?" tanya Jasmine yang lupa maksud dan tujuan Kevin datang ke toko kuenya.
"Mau temui calon Istri aku" ucap Kevin.
"Ooh.. silahkan dilanjutkan. Tapi kalau rayuannya gak mempan jangan disini ya berantemnya" ancam Jasmine.
"Gila... Mimpi apa aku tadi malam kog bisa ketemu dia siang ini" ujar Sheila yang sudah sangat kesal.
"Selesaikan masalah kalian baik-baik diluar. Jangan ribut disini" sambung Jasmine sambil mengedipkan matanya pada Kevin.
"Kode Sheil, lampu hijau. Kamu di izinin bos makan siang bareng aku diluar. Gimana?" ajak Kevin.
"Aku udah makan tadi" jawab Sheila singkat.
"Kalau gitu minum-minum" Kevin tetap berusaha.
"Apa lagi minum. Di dapur banyak" balas Sheila.
"Kalau gitu ngobrol" potong Kevin.
"Mau ngobrolin apa lagi Keviiiin" Sheila semakin kesal.
"Ngobrolin masa depan kitalah. Tentang rencana orangtua kita. Dosa lho nolak permintaan orangtua, nanti kamu di cap anak durhaka" ledek Kevin.
"Iish mending aku pilih itu. Besok-besok aku akan minta maaf sama orangtuaku. Dari pada nerima dijodohkan dengan kamu besok-besok aku jadi janda" jawab Sheila asal.
"Kalau kamu menerima perjodohan ini, aku janji tidak akan pernah membuat kamu jadi janda sampai maut memisahkan kita" gombal Kevin.
Jasmine tersenyum dari tadi mendengar perdebatan Sheila dengan Kevin yang gak ada habisnya.
"Sheil, lebih baik masalah ini kamu selesaikam baik-baik sama Kevin. Kalian kan bisa cari solusi dan jalan keluar. Musyawarah dulu noh, sampai dapat kata mufakat" perintah Jasmine.
__ADS_1
Sheila merasa gak enak sudah membuat keributan dengan Kevin di toko kue. Akhirnya Sheila bersedia diajak keluar oleh Kevin.
"Thank's sister in law" ucap Kevin sambil berlalu pergi.
Kevin membawa Sheila kesebuah Cafe yang tidak jauh dari lokasi Toko Kue Jasmine.
"Silahkan duduk Sheil, senyamannya kamu" Kevin mempersilahkan.
Sheila duduk dibangku yang disediakan Kevin untuknya.
"Aku mau bicara serius dan gak mau main-main. Gak pakai bercanda ataupun merayu" tegas Sheila.
"Oke kali ini aku akan serius" jawab Kevin.
"Aku ingin menolak perjodohan ini" ucap Sheila.
"Aku ingin serius menerima perjodohan ini" balas Kevin.
"Apa yang membuat kamu mau menerima perjodohan ini? bukannya teman wanita kamu banyak disana? mengapa harus aku yang menjadi calonnya?" tanya Sheila serius.
"Aku punya prinsip kalau wanita yang akan menjadi istri dan ibu dari anak-anakku harus wanita yang baik-baik. Aku gak mau merusak masa depanku Sheil" jawab Kevin tak kalah serius.
"Enak banget kamu mau punya istri dan calon ibu dari anak-anak kamu wanita yang baik, sementara kamu sendiri bukan pria yang baik" ejek Sheila.
"Aku gak pernah mempermainkan perasaan dan hati mereka Sheil. Selama ini aku menjalaninya atas dasar suka sama suka tidak ada paksaan dan perasaan. Aku juga main aman. Aku gak mau ada yang harus dikorbankan kedepannya. Dan aku sadar semua wanita yang aku temui itu tidak ada yang layak menjadi istri dan ibu dari anak-anakku. Sampai Papa menjodohkan kita dan aku bertemu kamu. Hatiku mengatakan kamulah wanita yang layak menjadi istri dan anak-anakku" ungkap Kevin.
"Waow... aku tersanjung mendengar perkataan seorang casanova seperti kamu" ledek Sheila.
"Aku serius Sheil dan Jasmine tau itu makanya dia tidak melarang aku mendekati kamu. Jasmine tau kalau aku sudah mempunyai keinginan aku akan dengan sangat serius meraihnya sampai aku mendapatkannya" Ucap Kevin berusaha meyakinkan.
"Maaf Vin aku tidak bisa menerima kamu" tolak Sheila.
"Aku tau Sheil kamu sangat berat menerimaku, karena latar belakang aku yang mempunyai banyak wanita. Aku pastikan mereka hanya teman Sheil tidak ada yang serius. Baru kali ini aku berani serius dan berkomitmen dengan seorang wanita. Dan wanita iru adalah kamu" ungkap Kevin.
"Tapi... aku tidak bisa mempercayai semua kata-kata kamu Vin" Sheila masih berusaha menolak keinginan Kevin.
"Aku akan membuat kamu percaya Sheil, akan kutunjukkan pada kamu kalau aku serius ingin menikah dengan kamu" tegasnya.
"Atas dasar apa kamu ingin menikahiku?" tanya Sheila.
"Atas dasar cinta. Aku tau kita baru dua kali bertemu dan berbicara serius berdua seperti ini. Aku tau kita sama-sama belum merasakan cinta. Tapi aku yakin niat baik akan mendapatkan hasil yang baik. Kerja keras tidak akan mengkhianati hasil Sheil" Kevin berucap meyakinkan.
"Kasi aku waktu untuk membuat kamu mempercayai dan mencintai aku. Tolong buka hati kamu lihatlah keseriusan dan niat baik aku. Biarkan aku masuk kedalam hati kamu dan biarkan cinta itu tumbuh dengan sendirinya. Jangan coba menolakku sebelum kamu benar-benar mengenalku. Lihat aku dan semua perjuanganku kalau sampai pada saatnya kamu tetap tidak mencintaiku dengan lapang dada aku akan melepas kamu Sheil" ucap Kevin.
"Baik. Aku akan memberi kamu kesempatan, tapi ingat jangan ada paksaan" Jawab Sheila.
"Terimakasih Sheil, kamu sudah mulai membuka hati kamu untukku" sambut Kevin bahagia.
Perjuangan akan dimulai Kevin. Ayo semangaaaat.
Teriak batin Kevin.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG