BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 45


__ADS_3

Siang ini Jasmine mengunjungi Toko Kue Jasmine sedikit lebih cepat dari biasanya karena kemarin Sheila melaporkan ada karyawan baru yang melamar di Toko Kue Jasmine.


Rencananya hari ini Jasmine ingin bertemu dan mewawancarai calon karyawan tersebut.


Jam 1 siang calon karyawan yang dimaksud sudah tiba di Toko Kue Jasmine. Sheila mempersilahkan wanita paruh baya yang melamar ke toko kue untuk naik keruang kerja Jasmine.


Tok..tok..


"Silahkan masuk" Jasmine menjawab dari dalam ruangan.


"Mine, ini Ibu yang aku ceritain kemarin. Kamu bisa langsung mewawancarainya" ucap Sheila.


"Silahkan duduk bu, perkenalkan nama saya Jasmine" Jasmine memperkenalkan diri.


"Nama saya Zahra Bu" ucap calon karyawan baru.


"Panggil Jasmine saja bu, usia ibu sebaya dengan Mama saya" potong Jasmine.


"Saya jadi gak enak, saya panggil Mbak Jasmine aja kalau begitu ya" ujar Zahra.


"Bu Zahra melamar di toko kue ini. Maaf masing-masing karyawan saya memiliki menu andalan mereka. Selain resep yang ada di toko kue ini, kami membuat sebuah peraturan setiap karyawan akan menampilkan hasil kreasi mereka jika tiba gilirannya. Hasil kreasinya akan diicip oleh semua karyawan dan jika lulus hasil kreasinya akan dijual di toko kue ini. Nanti akan dikeluarkan jadwalnya dan itu dilakukan seminggu sekali. Apakah ibu bersedia dengan peraturan tersebut?" Jasmine menjelaskan dengan rinci.


"Saya bersedia Mbak" jawab Zahra.


"Kalau begitu Ibu siap di tes hari ini?" tanya Jasmine


"Tes apa Mbak?" Zahra balik bertanya.


"Ibu harus membuat satu menu cake andalan ibu. Nanti akan di tes oleh seluruh karyawan disini. Bagaimana?" Jasmine memberi tantangan.


"Boleh Mbak Jasmine" Zahra menerima tantangan Jasmine.


"Baik kalau begitu mari kita turun ke dapur" ajak Jasmine.


Jasmine mengajak Zahra turun ke dapur dan mempersilahkan Zahra menampilkan menu andalannya.


Satu jam kemudian cake marmer jadul selesai dimasak. Cake tersebut dipotong dan di icip oleh semua karyawan dan hasilnya Zahra diterima di Toko Kue Jasmine.


"Selamat Bu, mulai besok ibu diterima bekerja di Toko Kue Jasmine. Selamat bergabung dengan kami disini" ucap Jasmine kemudian disusul Sheila. Mereka saling berjabat tangan.


"Sheil masih ada sisa potongan cake nya kan? aku pengen bawa ke rumah untuk cemilan aku di apartemen" ucap Jasmine.


"Masih ada. Aku suruh Rike bungkus ya" jawab Sheila.


Sore jam 5 Jasmine sudah dijemput supir yang dipekerjakan Omar untuk antar jemput kemana pun Jasmine pergi.


Tiga puluh menit kemudian Jasmine sudah sampai di apartemen. Tak lama kemudian Omar juga tiba di apartemen.


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian mereka duduk santai di depan TV.


"Mr. Flat tadi aku bawa cake marmer dari toko kue. Ada karyawan baru yang di test untuk membuat satu menu andalannya. Rasanya enak banget, kamu mau?" tawar Jasmine.

__ADS_1


"Boleh" jawab Omar.


Jasmine memotong cake dan meletakkannya keatas piring kecil kemudian menyuguhkannya pada Omar. Omar memotong cake tersebut dan mulai memakannya.


Saat cake tersebut masuk kedalam mulutnya Omar tiba-tiba terdiam.


"Kenapa Mr. Flat, enak? tanya Jasmine penasaran.


"Enak tapi..." suara Omar terputus.


"Tapi apa?" sambung Jasmine.


"Rasanya seperti tidak asing di lidahku tapi dimana aku pernah memakan cake seperti ini ya?" Omar mencoba mengingat-ingat. Omar melanjutkan kegiatan makannya.


"Boleh aku minta sepotong lagi?" tanya Omar.


"Wah sayang kamu sepertinya harus saingan sama Papa kamu" ucap Jasmine sambil mengelus perutnya yang masih rata.


Ada sesuatu yang hangat yang Omar rasakan ketika Jasmine menyebut kata Papa. Tanpa sadar dia tersenyum tipis.


Jasmine mengambil piring Omar dan membawanya kedapur kemudian mengambil satu potong cake dari toko kuenya.


"Nih Mr. Flat" ucap Jasmine.


Omar kembali menikmati cake yang diberi Jasmine dan menghabiskannya dalam waktu yang cepat.


****


"Bu Zahra aku boleh minta buatin cake kemarin gak?" pinta Jasmine.


"Ngidam ya Mbak?" tanya Rike.


"Bukan aku yang mau tapi suamiku" ucap Jasmine.


"Wah Mas Omar suka cake buatan bu Zahra?" tanya Rike penasaran.


"Iya kemarin sisa cake yang Bu Zahra buat aku bawa ke apartemen, ternyata Mas Omar suka banget cake buatan Bu Zahra sampai kami rebutan makannya" ucap Jasmine.


"Siapa nama suaminya Mbak Jasmine?" tanya Zahra.


"Omar Barrakh Bu" jawab Jasmine.


Sontak loyang yang ada ditangan Zahra terlepas.


"Ada apa Bu?" tanya Jasmine terkejut.


"Gak apa-apa Mbak, licin" jawab Zahra.


Zahra mulai membuat cake marmer andalannya untuk suami Jasmine, pemilik Toko Kue tempat dia bekerja.


Pulang dari toko kue, Jasmine membawa satu loyang cake yang dibuat Zahra. Rencananya hari ini adik iparnya mau datang ke apartemen mereka. Jadi cake ini bisa mereka nikmati bersama.

__ADS_1


Jam 6 sore Jasmine sudah sampai di apartemennya. Jasmine meletakkan kotak kue diatas meja makannya di dapur.


Satu jam kemudian Oryza sudah sampai di apartemen kakaknya.


"Mbak apa nih isinya?" tanya Oryza saat menemani Jasmine memasak makan malam mereka.


"Cake marmer buatan salah satu karyawan Mbak di toko. Kamu mau? potong saja. Mas Omar juga suka makanya Mbak bawa buat dia" ucap Jasmine.


Oryza membuka kotak kue yang ada diatas meja kemudian memotongnya dan meletakkannya diatas piring kecil. Oryza duduk didepan meja makan dan mulai menikmati cake yang dibawa Jasmine.


"Gimana, enak?" tanya Jasmine.


"Enak Mbak. Enak banget. Sepertinya cake ini tidak asing Mbak dilidahku" jawab Oryza antusias.


"Mas Omar juga bilang begitu. Kog bisa sama ya?" tanya Jasmine penasaran.


"Seperti cake.... mmmm... buatan Mama" jawab Oryza sendu.


"Apa?" tanya Jasmine meyakinkan pendengarannya.


"Iya Mbak... aku masih ingat Mama suka buat cake ini. Aku dan Kak Omar sangat suka memakannya" jawab Oryza.


"Za, mbak boleh tanya sesuatu?" Jasmine mencoba mengatasi rasa penasarannya.


"Ya Mbak, mau tanya apa?" tanya Oryza.


"Mama kalian kemana? Mas Omar tidak pernah sekalipun membicarakannya pada Mbak. Dia selalu cerita tentang Papa kalian yang sudah meninggal tapi gak pernah cerita tentang Mama" akhirnya pertanyaan itu keluar dari mulut Jasmine.


"Aku gak tau mbak, waktu itu umurku lima tahun. Aku masih kecil sekali dan gak ingat apapun. Yang aku ingat Papa sudah meninggal dan Mama pergi. Kata Om Rey Mama pergi dan gak kembali lagi" jawab Oryza dengan mata berkaca-kaca.


"Maaf Mbak jadi membuka luka lama dan membuat kamu bersedih" Jasmine memeluk adik iparnya penuh kasih sayang.


"Kalian sedang apa?" tanya Omar yang datang tiba-tiba.


Oryza langsung menghapus airmatanya agar tidak dilihat Omar.


"Membicarakan ini Kak, cake yang dibawa Mbak Jasmine enak banget. Aku suka" ucap Oryza kembali ceria.


"Iya memang enak. Coba kamu minta resepnya dan buat sendiri. Aku pengen tau rasa masakan kamu" ucap Omar pada Jasmine.


"Nanti aku pinta sam Bu Za ya" jawab Jasmine.


"Kalau Mbak Jasmine mau membuatnya panggil aku ya. Aku pengen belajar membuatnya juga" pinta Oryza.


"Oke..." Jasmine tersenyum lembut.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2