
Malam ini Omar, Kevin dan August mulai melancarkan rencana mereka. Katepatan ini adalah malam minggu jadi mereka bisa bebas bersantai tanpa agenda kantor.
Jam 8 malam mereka sudah sampai di Toki Kue Jasmine milik wanita yang tadi malam sudah mereka bantu.
Kesan pertama saat masuk kedalam toko kue itu adalah harum dan manis. Harum wangi kue dengan aroma yang manis sangat menggugah selera. Bukan hanya aroma manis dari kue tapi suasana toko kue tersebut juga terlihat sangat manis.Mereka langsung merasa nyaman berada di dalamnya.
Omar, Kevin dan August duduk di meja pojok dekat dengan kaca besar. Ketika duduk dimeja itu mereka langsung bisa menikmati suasana jalan raya yang sedang ramai malam ini, mungkin karena malam minggu banyak orang keluar untuk janjian dengan pacar atau sekedar berjalan-jalan dengan teman dan keluarga.
Kevin berdiri memesan kue yang akan mereka icipi malam ini.
"Selamat malam, Bapak mau pesan menu apa?" tanya Rike salah satu karyawan di Toko Kue Jasmine.
"Mmm.. apa menu andalan di Toko Kue ini?" tanya Kevin.
"Rainbowe cake Pak dengan beragam aneka toping" jawab sang pelayan.
"Ow yah? ada toping apa saja?" tanya Kevin penasaran.
"Bisa dengan taburan keju, coklat leleh, seres, kacang atau madu" jawab pelayan toki tersebut menjelaskan.
"Selain rainbow cake?" tanya Kevin lagi.
"Ada Marmer Cake, Brownies, roti dan kue-kue tradisional" jawab pelayan toko.
"Kalau begitu saya pesan Rainbow cake toping madu, brownies original dan roti manis. Minumnya kopi hitam ya tiga" pesan Kevin.
"Baik Pak. Bapak duduk dimeja mana? biar nanti kami antar langsung ke mejanya?" tanya pelayan tersebut.
"Tuh saya dan teman-teman saya duduk di pojok itu" Kevin menunjuk kearah meja tempat Omar dan August duduk.
"Baik segera kami catat pesanan Bapak" jawab sang pelayan.
"Maaf boleh kami bertemu dengan Ibu Jasmine pemilik Toko Kue ini? ada sedikit yang ingin saya bicarakan dengaj beliau" ucap Kevin.
"Bapak sudah buat janji dengan beliau?" tanya wanita yang ada di depannya.
"Belum, bilang saja Kevin ingin bertemu" ucap Kevin.
Jasmine yang dari tadi mendengar dari dapur pembicaraan Rike karyawannya dengan salah satu pengunjung terkjut mendengar nama Kevin disebut.
Bukankah itu nama pria yang menolong aku kemarin malam? tanya Jasmine dalam hati.
__ADS_1
"Sebentar ya Pak, saya panggil Ibu Jasminenya dulu" jawab pelayan toko kepada Kevin.
Jasmine melangkah menuju depan meninggalkan ruangan dapur.
"Hai aku Jasmine, aku gak nyangka kamu langsung datang memenuhi undanganku kemarin malam" ucap Jasmine.
"Senang bertemu kamu lagi. Aku ingin menjalin kerjasama dengan Toko Kue kamu ini. Bisa kita membahasnya bersama kedua sahabatku yang ada di meja itu?" Kevin menunjuk kearah Omar dan August.
"Kalau mengenai kerjasama apa tidak lebih baik diruangan aku saja agar kita bisa bicara lebih nyaman membahasnya?" ajak Kevin.
"Jangan terlalu serius Jasmine, enakan di meja itu saja lebih santai" jawab Kevin ramah.
Baru malam ini Jasmine bisa memandang jelas wajah Kevin, kemarin malam karena pencahayaan jalan yang redup dia tidak begitu jelas melihat wajah Kevin.
"Baiklah kalau begitu, aku menyiapkan pesanan kamu dulu ya habis itu aku akan menyusul bergabung ke meja kamu dan teman-teman kamu" ucap Jasmine sambil tersenyum.
Sheila yang saat itu duduk di meja kasir menatap curiga kearah Jasmine dan Kevin.
"Tumben kamu langsung akrab dengan para pengunjung? Kamu kenal dengan pria itu? Tapi kog aku merasa wajah pria itu tidak asing, pernah lihat dimana ya?" tanya Sheila pada Jasmine.
"Aku baru kenal kemarin malam sama cowok itu. Kemarin dia dan temannya bantuin mobil aku. Ban mobilku kempes mereka yang gantiin ban aku. Nanti aku ceritain kelanjutannya ya. Aku nyiapin pesanannya dulu" jawab Jasmine.
"Ayok ke kita antar ke meja mereka, sekalian ada yang mau aku obrolin dengan mereka" jawab Jasmine.
Rike dan Jasmine mengantar pesanan Kevin ke meja tempat mereka duduk.
"Selamat malam, silahkan nikmati pesanan kalian malam ini. Sebagai ungkapan terimakasihku pada kalian malam ini aku hidangkan menu baru minggu ini di toko kue ini aneka dessert box dengan berbagai toping" ucap Jasmine.
"Wah langkah kanan kita mampir ke toko ini. Dessert ini kamu yang buat Jasmine? Aku tadi sempat lihat kamu keluar dari arah dapur" ujar Kevin.
"Iya, minggu ini giliran aku yang harus mengembangkan kreasi menu baru untuk hidangan toko ini" jawab Jasmine.
"Luar biasa. Gak nyangka pemilik toko terjun langsung ke dapur" puji Kevin.
Jasmine hanya membalas kata-kata Kevin dengan senyuman.
"Oh iya kenalkan ini sepupu aku, Omar. Sebenarnya tadi malam dia juga ada di mobil tapi lagi gak enak badan. Kalau ini kamu sudah kenalkan kemarin, August" Kevin mengenalkan Omar kepada Jasmine.
Jasmine mengulurkan tangannya kearah Omar tapi Omar tidak menyambut uluran tangan Jasmine.
"Maaf Jasmine sepupu aku ini masih gak enak badan, jadi lebih baik kamu gak usah jabatan tangan sama dia nanti bisa ketular" Kelakar Kevin mencairkan suasana.
__ADS_1
"Eh iya gak apa-apa" jawab Jasmine.
Jasmine mengulurkan tangannya kearah August.
"Senang bertemu anda lagi, sekali lagi terimakasih atas bantuan kalian kemarin malam" ucap Jasmine.
August menyambut uluran tangan Jasmine, mereka kemudian saling bersalaman.
"Senang bertemu anda lagi" balas August.
"Mm.. gini Jasmine, aku mau menyampaikan sebuah penawaran dari sepupu aku. Perusahaannya ingin menjalin kerjasama dengan toko kue kamu" ucap Kevin.
Jasmine mulai menyimak ucapan Kevim dengan serius.
"Lebih baik kamu aja deh Gus yang menjelaskannya, kamu kan asistennya Omar di kantor" ucap Kevin.
"Gini Bu Jasmine" ucap August.
"Duh panggil Jasmine aja, saya gak enak dipanggil Ibu" potong Jasmine.
"Bagini Jasmine, kami ingin toko kue kamu yang menyediakan snack setiap ada rapat di perusahaan kami. Mengenai jadwal, menu dan jumlahnya nanti kami akan pesan satu hari sebelum hari H. Bagaimana?" tanya August pada Jasmine.
"Bisa Mas Agus, saya senang sekali mendengarnya. Nanti saya akan mengirimkan menu apa saja yang disediakan di toko kue kami" jawab Jasmine.
August memberikan kartu namanya kepada Jasmine.
Jasmine melihat kearah kartu nama yang baru saja August berikan. Tertera di kertas itu nama perusahaan serta jabatan August.
"Perusahaan Barrakh Corp? Maaf kalau saya lancang, jadi Bapak-bapak semua dari perusahaan Barrakh Corp?" tanya Jasmine canggung.
Dia sangat tau perusahaan besar itu dulu waktu dia masih berstatus wanita karier ingin sekali dia melamar keperusahaan besar itu tapi dia tidak punya peluang untuk itu sampai akhirnya dia berhenti menjadi wanita karier dan lebih memilih untuk membuka usaha toko kue miliknya.
"Biasa aja Jasmine jangan sungkan pada kami. Kamu tetap aja panggil nama kami seperti sebelumnya. Gak usah pakai embel-embel Bapak atau Mas. Lagiaj umur kita tidak jauh beda kog" jawab Kevin.
"Berarti kamu Kevin Barrakh dan Omar Barrakh CEO Barrakh Corp?" tanya Jasmine tekejut.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1