BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Extra Part 4


__ADS_3

Dua bulan kemudian...


"Mas perutku sakit" ucap Jasmine tiba-tiba sebelum tidur.


"Apa, sakit banget yank? Kamu mau melahirkan?" tanya Omar panik.


Sekarang dirumah hanya ada Omar, istri, Mama dan beberapa pelayan dirumahnya termasuk Bi Iyem.


"Sepertinya iya Mas. Sakitnya sudah dari tadi sore tapi masih bisa aku tahan. Sekarang rasa sakitnya semakin sering.


"Sebentar aku panggil Mama dulu ya" ucap Omar.


Omar segera memanggil Mamanya tak lama mereka sudah kembali ke kamar Omar tak lupa Bi Iyem juga ikut bersama Zahra.


"Yuk kita kerumah sakit segera, Bibi tolong bawakan tas perlengkapan untuk Jasmine melahirkan" perintah Zahra.


"Iya Nya" jawab Bi Iyem.


Omar dan Zahra merangkul dan memegang Jasmine yang sudah kesulitan berjalan.


"Mau aku gendong yank?" Omar menawarkan.


"Gak usah Mas, kalau aku berjalan sampai ke mobil bisa memperlancar melahirkan" jawab Jasmine.


"Benar Ma?" tanya Omar pada Mamanya.


"Iya sayang, sekarang kamu buka pintu Mobil cepat. Biar Mama sama Jasmine duduk dibelakang saja" perintah Zahra.


"Karto bukain garasi mobil dan pintu pagar ya. Kami mau ke Rumah Sakit" perintah Omar pada salah satu satpam dirumahnya.


"Iya Tuan" jawab Karto.


Tak lama Karto segera menjalankan perintah Omar.


Mobil melaju menuju Rumah Sakit terdekat. Diperjalanan Omar tak lupa mengabari mertuanya dan meminta mereka untuk segera menyusul langsung ke Rumah Sakit.


Tiga puluh menit kemudian Omar beserta Istri dan Mamanya sudah tiba dirumah sakit tak lama kemudian mertuanya juga sampai.


Dengan penuh kesabaran Jasmine melalui tahapan melahirkan ini dengan sabar. Tak henti-hentinya dia mengucapkan doa selama persalinan berlangsung.


Omar juga ikut serta mendampingi Jasmine melahirkan di ruang bersalin. Dia menyaksikan sendiri proses kelahiran anak pertamanya.


Genggaman tangannya tak pernah lepas dari tangan Jasmine. Omar memberikan semangat pada istri tercintanya agar tetap kuat melahirkan buah hati mereka.


Menjelang subuh bukaan Jasmine sudah lengkap, dokter memberikan aba-aba kepada Jasmine.


"Bukaan sudah sempurna Bu, sekarang tarik nafas panjang dan mulai mengejan" perintah dokter.


Dengan satu kali tarikan nafas Jasmine mulai mengejan tak lama kemudian.


"Oeeeek... Oeeeek..."


"Selamat Pak Bu anak kalian laki-laki lahir dengan selamat dan tidak kurang satu apapun" ucap Dokter.


"Terimakasih sayang, kamu sudah begitu kuat berjuang untuk melahirkan anak kita" Omar mencium kening istrinya dengan lembut.

__ADS_1


Sembari dokter menjahit luka akibat melahirkan bayi diberikan dalam gendongan Jasmine dan bayi tersebut diajarkan untuk mulai menyusu pada Ibunya.


Setelah proses persalinan Jasmine selesai putra mereka dibersihkan dan kemudian Omar segera mengadzankannya.


Kini Jasmine sudah pindah keruangan pemulihan. Jasmine dan bayinya dipindahkan keruang VIP. Karena proses lahiran ini terjadi sepanjang malam Jasmine tidak tidur sedikitpun menahan rasa sakit mau melahirkan.


Begitu juga Omar dan orangtua mereka yang menunggu dan menemani Jasmine di Rumah Sakit.


Setelah Jasmine selesai melahirkan Zahra dan besannya pulang sebentar untuk istirahat.


"Mama dan Papa pulang aja dulu istirahat tidur. Kalian juga tidak tidurkan semalaman ini karena menunggu Jasmine melahirkan" ucap Omar.


"Siapa yang ngurusin Jasmine Mar?" tanya Mama Jasmine.


"Ada aku Ma, ada perawat juga. Nanti bisa minta bantuan mereka" jawab Omar.


"Ya udah Mbak yuk kita pulang, biar sekalian kami antar" ucap Papa Jasmine.


"Iya Mas" balas Mama Omar.


Orangtua Omar dan Jasmine segera pulang untuk istirahat. Mereka janjian siang hari akan datang kembali. Jasmine juga kelelahan saat melahirkan tadi. Kini dia sedang tidur nyenyak diruang rawat inap.


Saat anak dan istrinya sedang nyenyak tertidur Omar mengambil kesempatan untuk ikut tidur di tempat tidur disamping Jasmine.


Dia juga sangat ngantuk karena tadi malam tidak tidur sedikitpun. Jam sebelas siang Omar terbangun karena suara tangisan anaknya yang sedang menyusu pada istrinya.


"Jam berapa yank?" tanya Omar.


"Jam sebelas Mas" jawab Jasmine tersenyum.


"Mas sepertinya sangat ngantuk. Tidurnya nyenyak sekali, aku gak tega banguninnya" ucap Jasmine.


Tak lama pintu kamar diketuk.


Jasmine segera memakai kain penutup khusus untuk ibu menyusui. Agar tidak dilihat orang yang datang berkunjung.


Omar membuka pintu kamar mereka.


"Selamat ya Bro, lu duluan jadi orangtua. Sebentar lagi kami akan segera menyusul" ucap Kevin yang datang bersama istrinya dan dibelakangnya ada August dan Oryza.


Usia kehamilan istri mereka sudah masuk tiga bulan. August tidak mengalami mual dan muntah-muntah lagi hanya sesakali ngidam pengen makan sesuatu dan tentu saja Kevin yang harus memenuhinya.


"Selamat Kakak... Aku sudah gak sabar pengen lihat ponakan aku" ucap Oryza.


"Dia lagi nyusu sama Mamanya" jawab Omar.


Omar, Kevin dan August duduk disofa menunggu Jasmine selesai menyusui anaknya.


Tak lama anak Sultan sudah tidur dalam pangkuan Mamanya karena sudah kenyang menyusu. Baru Jasmine menggendong putranya dengan tenang diatas pangkuannya.


"Wah gantengnya ponakanku. Mas sini lihat" ucap Oryza.


Trio Ambisi bergerak mendekat.


"Siapa namanya Kak?" tanya Oryza kepada Omar.

__ADS_1


"Karena dia lahir menjelang subuh aku ingin memberinya nama Fajar Pratama Barrakh. Kamu setuju yank?" tanya Omar pada istrinya.


"Aku setuju Mas" jawab Jasmine sambil membelai lembut rambut putranya.


"Fajar ya panggilannya" ucap Sheila antusias.


"Mas pengen yang seperti ini?" ucap Oryza pada August.


"Sabar sayang enam bulan lagi coomingsoon" balas August.


"Iya, kalian lahiran nanti pasti rame. Kan waktunya berdekatan" ucap Jasmine.


"Yang paling aku syukuri sekarang bebanku sudah berkurang satu. Tinggal nurutin permintaan kamu sama si August nih. Jasmine udah kelar, anaknya sudah lahir" Keluh Kevin.


"Sabar bro, lo dapat banyak pahala" puji August.


"Halaaaah karena lo ada maunya sama gue" protes Kevin.


"Yah itu juga maksudnya hahaha" tawa August.


"Dasar" umpat Kevin kesal.


"Tenang Bro anak kamu nanti pasti baik banget karena sejak dalam kandungan Papanya suka menolong orang" puji Omar.


"So pasti" jawab Kevin bangga.


"Mama mana Kak?" tanya Oryza pada Omar.


"Mama tadi pulang istirahat. Tadi malam kami gak ada yang bisa tidur nunggin Fajar lahir. Sebentar lagi juga Mama dan Mertua kakak datang" jawab Omar.


Kreeeek...


"Nah panjang umur" sorak Jasmine.


"Duh cucu Oma lagi tidur" sapa Zahra.


Zahra mengambil baby Fa dari pangkuan Jasmine kemudian menggendongnya.


"Gantengnya cucu Oma. Siapa namanya?" tanya Zahra.


"Fajar Pratama Barrakh Ma" jawab Jasmine.


"Iya yah tadi lahirnya saat Fajar. Semoga kamu membawa terang untuk keluarga kamu ya sayang" doa Zahra.


"Aamiin" ucap yang lainnya.


"Mbak aku mau gantian gendong juga" pinta Mama Jasmine.


"Eh iya Mbak silahkan" Kini Baby Fa sudah berganti posisi di gendongan Mama Jasmine.


Mereka sangat bahagia cucu pertama sudah lahir.


FAJAR PRATAMA BARRAKH


(Penerang Pertama di keluarga Barrakh)

__ADS_1


__ADS_2