BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 23


__ADS_3

Mobil mereka telah sampai di parkiran utama gedung. Terlihat banyak sekali papan bunga yang berdiri dipinggir jalan sepanjang pintu masuk sampai halaman parkir gedung ini.


Jasmine memperhatikan sekelilingnya. Saat ini dia malah memikirkan nasib karyawannya. Apakah semua tugas mereka bisa diselesaikan dengan sangat baik. Apakah semua pesanan telah siap disediakan mereka? tanya batin Jasmine.


"Ehm... Kamu sudah siap masuk ke dalam?" tanya Omar.


"I..iya. Aku siap" jawab Jasmine.


Omar berjalan kedalam gedung, Jasmine berusaha mensejajarkan langkah mereka sedangkan Auguts mengikuti mereka dari belakang.


Tamu-tamu sudah mulai beradatangan. Suasana gedung sangat ramai. Dekorasi dan tampilan gedung ini sangat mewah.


Omat duduk di meja yang telah dipersiapkan untuk dia dan Jasmine duduk disebelahnya. Semua mata memandang kearah mereka terlebih kearah Jasmine. Karena mereka bertanya-tanya siapa wanita yang duduk tepat disebelah CEO Barrakh Corp.


Kevin dan juga seluruh keluarganya telah hadir di dalam gedung ini.


Papa Kevin Reynhard Dwi Barrakh datang bersama Istirnya Tante Sena dan anaknya Renata Barrakh, juga adik Omar, Oryza Latifa Barrakh.


Mereka satu persatu menghampiri Omar dan memeluknya mengucapkan Selamat Ulang Tahun untuk Omar.


Setelah itu Omar memperkenalkan Jasmine dihadapan mereka. Mereka menyambutnya dengan sangat senang.


"Kenalkan Om, Tante, ini Jasmine calon istri saya. Malam ini saya akan mengumumkan pertunangan kami" ucap Omar.


"Kakak akan menikah? Kog gak kabari aku?" Oryza adik kesayangan Omar sangat terkejut. Kakak tersayangnya merahasiakan kabar besar darinya.


"Maaf, kakak sibuk belum sempat main kerumah Om " jawab Omar pada adiknya.


"Salam kenal Mbak, aku Oryza adiknya kak Omar" Oryza mengulurkan tangannya.


Jasmine merasa Dejavu dengan kejadian ini. Tiba-tiba dia ingat akan mimpinya. Dimana ada seorang gadis kecil yang sering bertemu dengannya di taman bunga dalam mimpinya.


Dia baru ingat kalau gadis kecil itu celat dan tidak bisa menyebut huruf R, sehingga kata Oryza atau Ryza terdengar menjadi Olyza atau Lyza.

__ADS_1


Jasmine semakin yakin bahwa mimpinya itu adalah sebuah petunjuk. Bukan suatu ketepatan kalau Omar mempunyai adik bernama Oryza tapi Jasmine yakin ini adalah takdir hidupnya.


Gadis remaja itu tersenyum menatap kearah Jasmine dan Jasmine membalas senyumannya dengan hangat.


"Saya Jasmine. Senang bertemu dan berkenalan dengan kamu Oryza" jawab Jasmine.


Mereka saling berpelukan. Omar menatap interaksi dua wanita yang nanti akan menjadi wanita yang paling dekat dalam hidupnya. Walau dia belum mencintai Jasmine tapi pasti mereka akan selalu bersama sebagai pasangan suami istri.


"Saya Reynhard Dwi Barrakh, Om nya Omar sekaligus papa dari Kevin. Pasti kamu sudah mengenal Kevin kan?" tanya Reynhard.


"Iya Pak" jawab Jasmine gugup.


"Jangan panggil Bapak. Panggil saja saya Om, sama seperti Omar dan Oryza" jawab Reynhard.


Kemudian disusul Sena istri Reynhard dan Renata Barrakh anak Reynhard. Mereka berkenalan dengan Jasmine.


Tak lama kedua orangtua Jasmine datang menghampiri.


Mereka saling berjabat tangan dan berkenalan. dia keluarga yang sebentar lagi akan bersatu dikarenakan sebuah tali pernikahan.


Mereka duduk didalam satu meja. Omar beserta Paman dan Tantenya juga Jasmine dan kedua orangtuanya. Sedangkan Kevin, August, Oryza dan Renata duduk di meja lain yang terlekat bersebalahan.


Acara dimulai dan berlangsung dengan sangat meriah. Kini tiba saatnya kata sambutan dari Omar Barrakh selaku orang yang sedang berulang tahun malam ini.


Omar berjalan dengan gagahnya keatas podium.


"Selamat malam buat para undangan yang hadir dalam acara malam ini. Saya sangat berterimakasih kalian dapat meluangkan waktu untuk hadir dalam acara ulang tahun saya yang ketiga puluh. Sebenarnya saya sangat malu menyebutkan usia saya, tapi hal ini tidak bisa saya sembunyikan. Tentu kalian sudah terlebih dahulu mengetahui informasi ini. Ada berita yang akan saya sampaikan malam ini kepada kalian semua, bahwa malam ini saya akan bertunangan dengan wanita pilihan saya dan dalam waktu dekat kami akan melangsungkan pernikahan kami. Dia adalah Jasmine Ardhan. Bisakah kamu naik keatas podium?"ajak Omar


Sontak seluruh tamu yang hadir diruangan tersebut bertepuk tangan. Mereka sangat terkejut mendengar kabar gembira ini.


Banyak spekulasi dan pemikiran didalam kepala mereka. Ada yang tidak menyangka CEO Barrakh Corp akan segera melepas masa lajangnya, ada yang memuji kecantikan calon istri CEO itu ada juga yang tidak suka dengan penampilan Jasmine malam ini.


Para karyawan Toko Kue Jasmine hadir semua pada acara malam itu. Mereka sangat terkejut mendengar kabar bahwa Bos mereka malam ini akan bertunangan dengan pemilik perusahaan Barrakh Corp. Hanya Sheila yang sudah mendengar kabar ini, itupun baru diberitahu Jasmine tadi siang.

__ADS_1


Mereka sangat antusias dengan kabar gembira ini dan menyambutnya dengan tepuk tangan yang meriah.


Jasmine berjalan menuju podium dan disambut mesra oleh Omar. Malam ini Omar harus bisa bersandiwara di depan semua tamu yang hadir. Mereka harus terlihat mesra di depan tamu undangan agar tidak ada yang curiga dengan hubungan sandiwara mereka.


Begitu juga dengan Jasmine, senyumnya tak pernah lepas dari bibirnya. Dia terlihat sangat bahagia walau hatiny ingin menangis. Dia merasa terlalu banyak berdosa dengan membohongi semua tamu yang hadir di malam ini terlebih berbohong kepada kedua otangtuanya.


Tapi dia terpaksa melakukan semua ini. Demi menutupi aib dan nama baik keluarganya.


Omar menyelipkan cincin tunangan kejari manis Jasmine begitu juga dengan Jasmine. Dia memasangkan cincin tunangan yang entah kapam dipersiapkan oleh Omar.


Sebenarnya dia ingin sekali menolak acara tukar cincin ini karena dalam kamusnya tidak ada acara seperti ini yang dia tau hanya akad nikah baru memasangkan cincin pernikahan tapi lagi-lagi Omar mengambil keputusan sendiri dan tidak bisa dibantah.


Jasmine hanya bisa mengikuti kemauan Omar karena sangat mustahil baginya menang melawan keinginan Omar yang terkenal sangat dingin dan keras kepala.


Setelah mereka bertunangan, keduanya berjalan bergandengan kembali ke meja mereka semula.


"Sudah kubilang aku tidak mau ada kontak fisik sebelum menikah" bisik Jasmine sambil berjalan.


"Kau fikir aku senang dengan semua ini? Acara ini sudah diatur oleh Kevin dan August" jawab Omar.


"Cih, kau mempercayakan hidup dan masa depanmu pada mereka. Percuma kau CEO nya kalau hanya diperlakukan seperti boneka" Jasmine mengolok Omar.


"Diam saja dan ikuti semua yang aku perintahkan. Aku bukan boneka tidak ada yang bisa mengatur hidupku. Cam kan itu" tegas Omar.


Omar sebenarnya sangat marah mendengar perkataan Jasmine tapi tidak mungkin dia mengeluarkan emosinya di depan orang ramai. Dia masih punya malu, sehingga dia berusaha menahan amarahnya dan bersabar berada didekat Jasmine malam ini.


Lihat saja nanti, saat kau sudah resmi menjadi istriku, aku akan membalas semua perkataan dan sikapmu padaku. Tidak ada seorang pun yang bisa merendahkanku. Umpat Omar dalam hati.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2