BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 39


__ADS_3

Omar sampai di aparetemen dengan badan lemas tak bertenaga, wajahnya tampak pucat.


"Mr. Flat kamu kenapa, kamu sakit?" tanya Jasmine terkejut.


"Perutku sakit sekali dari tadi pagi mules. Sudah lebih sepuluh kali aku, Kevin dan August bulak balik ke kamar mandi. Kamu kejam sekali menyiksa kami seperti ini" ungkap Omar.


Dia tidak punya tenaga untuk marah kepada Jasmine.


Jasmine memapahnya masuk kedalam kamarnya. Membantu Omar membuka sepatu dan pakaiannya. Kini Omar sudah memakai celana pendek dan kaos oblong rumahan.


"Kamu tiduran dulu. Aku mau masak sesuatu untuk kamu makan" ucap Jasmine.


"Tolong jangan masukin racun kemakanannya ya" ucap Omar lemah.


"Udah tenang kamu tiduran aja dulu" Jasmine meninggalkan Omar sendirian dikamarnya.



Jasmine segera memasak bubur dan sop untuk dimakan Omar. Tiga puluh menit kemudian makanan sudah masak. Omar membawa makanannya ke kamar Omar


Dia melihat Omar sedang tertidur dengan wajah pucat.


Kasihan Mr. Flat, sepertinya aku sudah kelewatan mengerjai mereka sampai seperti ini. Jasmine merasa bersalah.


"Mr. Flat, bangun dulu. Makan yuk aku suapin" ucap Jasmine sambil membantu Omar duduk bersandar pada dinding tempat tidur Omar.


Jasmine menyuapkan bubur dan sup yang dia masak. Karena isi perut Omar sudah kosong, sebentar saja Omar sudah menghabiskan bubur dan sop yang dimasak Jasmine.


Setelah selesai makan Jasmine memberikan obat diare untuk Omar dan Omar meminumnya.


Tubuh Omar panas mungkin karena dehidrasi terlalu banyak kehilangan cairan yang membuat dia demam.


Jasmine kembali membantu Omar tiduran di tempat tidur kemudian kembali ke dapur mengambil baskom dan handuk kecil.


Setelah itu masuk kembali kekamar Omar dan mengkompres kepala Omar dengan handuk basah. Jasmine mengurus dan menjaga Omar sampai larut malam tanpa dia sadar dia sudah tertidur diranjang yang sama dengan Omar karena kelelahan menjaga Omar semalaman.


Omar terbangun dalam keadaan kepala dikompres handuk basah. Tubuhnya terasa mulai bertenaga, mungkin karena bubur dan obat yang dikasi Jasmine tadi.


Dia berjalan ke kamar mandi untuk buang air kecil kemudian kembali lagi naik keatas tempat tidur. Dia tidak tega membangunkan dan menyuruh Jasmine kembali ke kamarnya. Biarlah malam ini Jasmine tidur disini, fikirnya.


Karena masih lemah Omar tidur kembali dan mereka tidur saling berhadapan. Tanpa mereka sadari pagi harinya mereka sudah tidur dengan saling berpelukan.

__ADS_1


Jasmine membuka matanya, dia melihat wajahnya sangat dekat dengan wajah Omar bahkan hidung mereka nyaris saja bersentuhan. Jasmine terkejut dan segera menarik tubuhnya menjauh dari Omar.


Setelah memeriksa keadaan tubuh Omar, Jasmine turun perlahan dari tempat tidur. Dia kembali ke kamarnya untuk melaksanakan shalat subuh kemudian bergegas ke dapur untuk menyiapkan sarapan buat Omar dan kawan-kawannya sebagai permintaan maafnya karena sudah kelewatan mengerjai mereka bertiga.


Jasmine kembali memasak bubur dan sup udang full sayur tak lupa jasmine membuat jus guava untuk mereka bertiga yang nanti akan dibawa Omar ke kantor agar bisa dimakan oleh August dan Kevin.


Jam delapan pagi Omar keluar dari kamarnya dengan tampilan rapi dan bersiap hendak pergi ke kantor.


"Pagi Mr. Flat, kamu sudah baikan? Aku fikir hari ini kamu libur?" sapa Jasmine basa-basi, padahal dia tau persis Omar tidak akan meninggalkan urusan kantor begitu saja.


"Hari ini aku ada jadwal penting yang tidak bisa aku tinggalkan" jawab Omar.


"Kamu gak sarapan dulu?" tanya Jasmine.


"Udah telat sepertinya gak sempat lagi" balas Omar.


"Kalau begitu kamu bawa bekal sarapan pagi aja ya, nanti kamu makan bersama teman-teman kamu dikantor. Tenang makanannya gak aku racuni kog. Ini bubur, sup udang, jus guava plus obat diare. Sampaikan permintaan maafku pada mereka karena telah membuat kalian sampai menderita seperti ini gara-gara masakanku" ucap Jasmine tulus sambil tersenyum manis.


Omar menerima bungkusan yang berisi wadah sarapan pagi untuknya dan teman-temannya. Kemudian keluar dari apartemennya menuju basement dan melaju menuju kantornya.


"Pagi Bos, kamu kelihatannya lebih segar dari kami berdua" sapa August yang terlihat masih sedikit pucat.


Sedangkan Kevin masih terlihat lemas duduk disofa ruang kerja Omar.


"Sarapan pagi yang dibuat Jasmine" jawab Omar.


" Oh no.. no.. no.. aku kapok makan masakan Jasmine nanti dia memasukkan sesuatu lagi dalam makanan itu" ucap Kevin trauma.


"Tenang saja dia menitip permintaan maafnya pada kalian karena sudah membuat kita jadi seperti ini. Nih dia membuat bubur, sup udang dan jus guava plus obat diare. Yuk kita makan bareng, aku juga tadi gak sempat sarapan dirumah takut kejebak macet dijalan karena telat keluar" jawab Omar.


Mereka bertiga sarapan pagi dengan makanan yang dimasak Jasmine.


"Istri kamu memang pintar masak Bos, semua makanan ini enak. Kemarin sebenarnya juga enak tapi pedas banget" puji August.


"Beruntung kamu mendapatkannya Bro, sayangnya dia istri kamu kalau istri orang lain aku pasti akan berusaha merebutnya. Apalagi dia menjalani rumah tangga seperti itu, aku akan berusaha membuatnya bahagia dalam pernikahan yang indah seperti impian semua wanita" Oceh Kevin.


"Awas saja kalau kamu mengganggu rumah tanggaku" ancam Omar.


"Ya kalau kamu terus menyia-nyiakan dia lebih baik aku rebut dan aku bahagiakan dia. Dia gak bahagia hidup sama kamu" ejek Kevin.


"Sudah makan saja jangan ngoceh melulu" perintah Omar.

__ADS_1


Omar terlihat kesal mendengar perkataan Kevin.


Enak saja kamu mau merebut istriku, apa yang sudah menjadi milikku tidak akan bisa direbut oleh orang lain. Walau kau saudaraku sendiri aku tidak akan diam. Aku akan menghajarmu dengan tanganku sendiri. Ucap Omar dalam hati sambil memahan emosi.


Mereka menghabiskan bekal yang dibawakan Jasmine setelah itu meminum obat diare yang Jasmine titipkan pada Omar.


Secara perlahan kekuatan mereka kembali dan diare yang mereka alami kemarin sudah berhenti, mungkin efek dari makanan dan obat yanh dikirim Jasmine untuk mereka.


Omar, Kevin dan August bisa bekerja dengan baik dan lancar hari ini tanpa ada gangguan apapun. Hari ini Omar berniat untuk pulang lebih cepat dari biasanya.


Entah mengapa hari ini dia ingin segera sampai rumah dan melihat istrinya sedang memasak makan malam di apertemennya.


Pemandangan seperti itu sudah dia jalani selama seminggu dan tanpa dia sadari dia sudag terbiasa dan sangat nyaman dengan keadaan ini.


Jam lima sore Omar sudah keluar dari kantornya menuju arah pulang ke apartemennya. Satu jam kemudian dia sudah sampai di apartemen bersamaan dengan kepulangan Jasmine dari toko kuenya.


"Kamu pulang lebih cepat hari ini Mr. Flat, apa kamu masih merasa tidak enak badan?" tanya Jasmine sambil memegang kepala Omar.


"Tidak panas dan wajah kamu terlihat lebih segar dari kemarin" Jawabnya sendiri.


"Aku sudah sembuh" ucapnya singkat.


"Trus kenapa kamu pulang cepat, tumben?" tanya Jasmine.


"Apakah butuh alasan untuk pulang lebih cepat, ini kan sudah lewat jam kantor" elaknya.


"Ya gak butuh juga sih. Eh kamu mau cake? tadi aku bawa cake hasil ekperimen baru di toko buatan anak-anak" Jasmine menawarkan pada Omar.


"Boleh. Aku mandi dan ganti baju dulu" jawab Omar datar.


Huh.. dasar Mr. Flat tetap saja gak ada ekpresinya. Sayang wajah tampan begitu gak dimanfaatkan maksimal. Harusnya dia berlatih cara tersenyum yang baik, pasti wajahnya semakin tampan. Gumam Jasmine sendiri.


.


.


BERSAMBUNG


Teman-teman mana suaranya....


Like dan comment jangan lupa ya.

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2