
Omar, Kevin dan August sedang sibuk mengurus perayaan Ulang Tahun Perusahaan yang akan diadakan bulan depan.
Omar meminta rekap nama-nama pararelasi dan client yang akan diundang dalam acara hari besar perusahaan keluarga mereka.
Seluruh keluarga besar Barrakh yaitu keluarga Omar dan Kevin dipastikan akan hadir semua. Bahkan para cewek-cewek sudah gak sabar menantikan hari itu.
Jauh-jauh hari mereka sudah sibuk mempersiapkan gaun yang akan mereka pakai dimalam itu. Seperti hari ini mereka sudah berkumpul di butik kenalan Sena.
Zahra datang bersama Jasmine dan Oryza sedangkan Sena datang bersama Sheila dan Renata.
Disainer butik tersebut tengah mencorat coret rancangan busana yang mereka inginkan dan dipastikan dua hari sebelum hari H seluruh gaun-gaun tersebut sudah selesai.
Mereka sangat senang sekali berkumpul seperti ini hanya membicarakan urusan wanita. Berbelanja bareng dan makan.
Setelah selesai urusan gaun mereka menuju restourant yang terkenal dengan makanannya yang lezat.
"Kamu sudah gak mual lagi Jasmine?" tanya Tante Sena.
"Alhamdulillah sudah nggak Tan" jawab Jasmine.
"Aaah enak banget Mbak Fath sebentar lagi punya cucu. Mama kapan ya Sheil?" ucap Sena pada menantunya.
Sontak Sheila terkejut. Selama sebulan menikah dia memang belum pernah sekalipun menjalankan tugasnya yang satu itu pada suaminya Kevin. Kevin juga tidak pernah membahas masalah itu diranjang.
Sheila sebenarnya sudah sangat nyaman berada disisi Kevin. Kevin yang sekarang tidak pernah lagi nakal atau iseng menggodanya. Walau gombal dan rayuannya tetap masih ada.
Anehnya Sheila tidak merasa kesal mendengarnya seperti dulu malah dia sangat senang kalau Kevin suka merayunya dengan kata-kata gombal.
Apakah rasa cinta dihati Sheila sudah ada? Jawabnya ya. Perlahan Sheila sudah mencintai suaminya. Hanya saja dia mencari waktu yang tepat untuk mengungkannya pada suaminya.
"Sabar Sen, Sheila jangan ditanyain seperti itu terus. Baru juga sebulan nikah. Lagian dia juga pasti pengan segera hamil tapi mungkin masih harus bersabar. Ya kan Sheil? yang penting usaha terus" ucap Zahra lembut pada Sheila.
"Ha.. mmm.. iya Tante" jawab Sheila gugup.
Sheila merenungi ucapan mertuanya dan Zahra. Seharusnya sudah sejak lama aku melakukan kewajibanku agar mertu dan orangtuaku tidak terlalu berharap seperti ini. Sabar ya Mas Kevin sayang sebentar lagi aku akan menjadi milikmu seutuhnya. Aku mempersiapkan diri dulu. Batin Sheila.
****
Di Perusahaan Barrakh Corp.
"Sudah diundang semua Gus para client dan relasi juga teman-teman kita?" tanya Omar.
"Sudah Bos" lapor August.
"MILAN Corp. Aku kok baru dengar ya nama perusahaan ini?" tanya Kevin ketika membaca list nama par undangan.
"Perusahaan baru Bos dari luar negeri, baru beberapa tahun ini memperluas perusahaannya di Indonesia" jawab August.
"Apa kita pernah bertemu mereka?" tanya Omar penasaran.
"Pernah Bos waktu kemarin Bos keluar kota sekalian honeymoon. Perwakilan dari perusahaan mereka juga hadir disana" lapor August.
__ADS_1
"Kok aku gak ingat ya?" tanya Omar.
"Mungkin kamu terlalu fokus mau wig..wig.. sama Jasmine jadi gak terlalu merhatiin mereka" sambut Kevin.
"Iya kali ya..." jawab Omar dengan polosnya.
"Vin... istri kamu jangan hamil dulu ya. Aku gak sanggup kalau harus ngurusin permintaan dua ibu hamil" ucap August khawatir.
"Tenang Gus. Sheila gak akan hamil wong aku aja belum nyoblos" ceplos Kevin.
"Serius lu Vin?" tanya Omar takjub.
"Ho..oh" jawab Kevin singkat
"Hebat kamu Vin bisa bertahan selama itu padahal kamu kan pemain" puji August.
"Demi cinta Gus. Ntar kalau kamu jatuh cinta pasti kamu tau gimana rasanya. Gak mungkin aku memaksakan keinginanku padanya" jawab Kevin serius.
"Tumben otak kamu sehat, biasanya 99% isi kepala kamu itu semua" ledek Omar.
"Kalau isi kepalaku masih sama Mar cuma imanku udah agak tebal sekarang. Di tahan lah bro. Mau gimana lagi" ucapnya pasrah.
"Halaaaah kalau ingat yang kamu lakukan padaku dan Jasmine, aku gak percaya kamu bisa bicara seperti ini" balas Omar.
"Beda bro kalau kalian kan emang mau sama mau, jadi adil. Nah kalau aku, cuma aku yang mau Sheila nggak. Itu bisa jadi pemerkosaan namanya" ucap Kevin.
"Banyak-banyak berendam bro biar belut kamu gak licin pengen lompat" goda August.
"Hahahaha..." Omar tertawa mendengar ucapan August.
"Nasibmu lah Bu... Abu... cian deh Lo" goda August.
Kevin mengacak rambutnya kesal.
"Sheila emang sangat menguji imanku. Sepertinya emang karma deh untukku" ungkap Kevin.
"Apa perlu aku kasi obat perangsang, seperti Jasmine dan Kevin?" tanya August ingin membantu.
"Gak perlu Gus. Kalau Omar dan Jasmine emang harus seperti itu kalau tidak mungkin sampai sekarang Jasmine masih ting..ting.." sambung Kevin.
"Yah siapa tau kamu mau Bos" balas August.
Setelah pekerjaan mereka selesai Trio Ambisi pergi menjemput para Ibu-ibu yang dari tadi sibuk ngajak makan bareng diluar malam ini.
Jasmine sudah mengirimkan fotonya yang kesal menunggu Omar lama datang.
"Gile ya perempuan kalau udah pergi belanja lupa waktu. Bayangin coba dari siang mereja udah pergi sampai malam begini gak kenal lelah" omel Omar.
"Namanya perempuan bro... apalagi kalau udah ngumpul lupa waktu" bela Kevin.
__ADS_1
"Tapi aku kena ikut kalian. Disana kan semua perempuan-perempuan kalian?" tanya August bingung.
"Siapa tau nanti disana kamu ketemu sama perempuan impian kamu Jin" celetuk Kevin.
"Aamiin" sambung Omat.
"Apalagi ini malam jumat banyak kunti gentayangan" ledek Kevin.
Nah mulai lagi nih pakai acara nyebut-nyebut nama kunti. Batin August.
August begidik mengingat tawanya Oryza yang mirip kunti.
Mana disana ada si kunti lagi eh Oryza maksudnya. Jangan sampai sinyal mereka lagi on bahaya gue... Radius 1 km udah kecium. Doa August.
Akhirnya sampailah Omar, Kevin dan August di restourant yang disebutkan Jasmine tadi lewat telepon.
Ternyata para wanita itu sudah memesan meja besar untuk mereka makan malam.
Disana sudah duduk Zahra yang diapit oleh Jasmine dan Oryza. Sena diapit oleh Sheila dan Renata.
Omar mengambil kursi di sudut meja diapit Jasmine dan Renata yang duduk berhadapan. Kevin duduk disamping Sheila sedangkan August terpaksa duduk di kursi yang kosong disebelah Oryza.
Duh kenapa aku beneran duduk dekat si kunti ini. Nanti kalau dia ketawa aku jadi beneran merinding nih. Gawaaaaat... Teriak August dalam hati.
Mereka mulai makan malam keluarga. Walau August tidak mempunyai hubungan darah tapi karena sahabat Omar dan Kevin sejak kecil keluarga Omar dan Kevin sudah menganggapnya keluarga.
August makan sambil melamun tanpa sadar ayam diatas piringnya terbang ke lantai.
"Kak August lucu, ayamnya masih hidup hihihihi" tawa Oryza yang duduk disampingnya.
"Ssst.. jangan ketawa kayak gitu Za, Kakak serem dengarnya" bisik August.
"Kamu kenapa Gus?" tanya Kevin sambil tersenyum.
"Lagi mikirin kunti Bu. Sebentar lagi kunti akan muncul. Ini kan malam jumat" goda Jasmine.
"Kunti apa sih Kak? Trus kenapa kak Jasmine panggil kakak dengan sebutan Bu?" tanya Renata yang tak tau apa-apa.
"Jadi gini Re mereka main dongeng-dongengan. Kak Jasmine jadi putrinya, Kak Omar sebagai Aladin. Kak August jadi si Jin dan Kak Omar jadi si Abu, monyetnya Aladin hihihi" Oryza menjelaskan.
"Jadi kenapa ada sebutan kunti?" tanya Renata lagi.
"Si Jin mau cari pasangan. Karena dia makhluk gaib jadi dia mau cari pasangan sesama makhluk gaib yaitu si Kunti" tambah Kevin.
"Kalian ini memang aneh..." jawab Renata.
Zahra dan Sena hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah anak-anaknya.
Kunti... kunti.... Gara-gara elu. Batin August.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG