
Hari ini Omar pulang lebih cepat. Jam dua siang dia sudah meninggalkan kantor dan bergegas pulang ke apartemennya untuk menjemput Jasmine.
Sore ini mereka punya jadwal untuk bertemu dengan dokter kandungan memeriksakan Jasmine. Omar sangat berharap Jasmine bisa segera hamil. Karena dia masih merasa bersalah ataa keguguran Jasmine kemarin.
Bagaimanapun dialah penyebab Jasmine stres sampai Jasmine keguguran. Dengan hamilnya Jasmine lagi Omar berharap bisa menghibur Jasmine sehingga dia tidak bersedih lagi kehilangan calon bayinya kemarin.
Satu jam kemudian Omar sudah sampai di apartemen. Dia melihat Zahra sedang memasak di dapur.
"Mama ngapain?" tanya Omar.
"Masak untuk makan malam sayang" jawab Zahra.
"Cepat sekali, masih siang juga" ucap Omar.
"Mama kan mau balik kerumah kontrakan Mama" balas Zahra.
"Ma.. tinggallah disini dulu sementara. Aku berjanji secepatnya mencari kebenaran tentang kematian Papa. Setelah semua selesai aku berniat membeli rumah untuk kita. Aku, Jasmine, Mama dan Oryza. Kita akan tinggal bersama" ucap Omar.
"Sayang..." balas Zahra dengan mata berkaca-kaca.
"Maaf Ma, rumah kita dulu aku yang meminta Om Rey untuk menjualnya. Karena aku tidak mau mengingat semua kenangan buruk disana. Tapi sekarang aku merasa menyesal telah meminta Om Rey menjualnya. Banyak kenangan keluarga kita disana. Aku sangat menyesal Ma. Maaf..." pinta Omar.
"Tidak apa sayang, asalkan kita semua bisa berkumpul kembali dimanapun dan kemanapun kamu bawa Mama akan sangat bahagia" balas Zahra.
"Terimakasih Ma. Mulai saat ini aku akan bertanggung jawab pada kalian. Aku anak laki-laki satu-satunya, sudah menjadi tugasku melindungi kalian. Kalianlah keluarga yang aku punya" ucap Omar.
Zahra memeluk anaknya penuh kasih sayang.
"Sayangku Omar Barrakh... kamu sudah besar sekali sekarang. Mama menyayangimu" ucap Zahra.
Omar melepaskan pelukan Mamanya ketika dia ingat akan pergi ke dokter kandungan bersama istrinya.
"Ma, aku ke kamar dulu melihat Jasmine. Apakah dia sudah siap atau belum" Ucap Omar.
Zahra membalasnya dengan senyuman.
Omar segera bergegas menuju kamarnya dan menemui Jasmine.
"Sayang kamu sudah siap?" tanya Omar ketika melihat istrinya baru saja keluar dari kamar mandi.
"Sebentar Mas tinggal memakai jilbab" jawab Jasmine.
Omar merebut jilbab dari tangan Jasmine kemudian memainkan jilbab Jasmine dan memasangkannya dikepalanya.
Jasmine tertawa melihat tingkah Omar.
__ADS_1
"Kenapa yank? Keren kan aku?" tanya Omar menggoda.
"Iya, suamiku emang paling keren didunia" jawab Jasmine sambil kembali tertawa.
"Sini kembalikan jilbabnya, biar kita bisa pergi secepatnya. Gak enak kalau lewat waktu janjian sama dokternya" ucap Jasmine.
Omar melepaskan jilbab Jasmine dan menyerahkannya kepada Jasmine. Omar melepaskan jas kerjanya. Kini dia hanya menggunakan kemeja yang lengannya sudah dilipat sampai siku. Dia terlihat lebih santai.
"Yuk Mas, aku sudah siap" ajak Jasmine.
Omar dan Jasmine keluar dari kamar.
"Mama gak ikut?" Tanya Jasmine pada mertuanya.
"Gak usah sayang, Mama menunggu disini saja sambil menunggu Oryza" jawab Zahra.
"Oryza belum pulang kampus Ma?" tanya Omar.
"Belum, tadi katanya mau ngerjain tugas dulu sama teman-temannya" balas Zahra.
"Baiklah, kalau begitu kami pergi dulu ya Ma" ucap Omar.
"Iya sayang, kalian hati-hati ya" pesan Zahra.
Omar dan Jasmine langsung bergegas berangkat menuju praktek dokter kandungan yang sudah didaftarkan August tadi pagi.
"Bagaimana dok, apakah istrinya saya hamil?" tanya Omar tidak sabar.
"Iya Pak. Selamat, istri Bapak sedang hamil. Usia kandungan enam minggu" jawab dokter.
"Alhamdulillah..." ucap Omar dan Jasmine bersamaan.
"Apakah kondisi istri saya baik untuk hamil lagi?" tanya Omar khawatir.
"Istri bapak sangat sehat untuk hamil kembali dan saat ini kondisi Ibu Jasmine dan anak yang ada dalam kandungannya juga sangat baik" jawab dokter tersebut ramah.
"Tapi dok saya mengalami mual dan muntah seperti kehamilan pertama saya" lapor Jasmine.
"Kalau begitu saya beri resep obat penghilang rasa mual ya bu. Cara mengurangi mual tersebut Ibu sudah mengerti kan? karena sebelumnya Ibu kan sudah pernah hamil seperti ini. Yang penting kalau isi perut kosong cari atau makanlah makanan yang tidak memacu rasa mual sehingga tidak sampai muntah. Seperti makan buah atau roti" nasehat dokter.
"Baik Dok" jawab Jasmine.
"Ingat Pak, tolong jaga perasaan dan fikiran Ibu Jasmine jangan sampai dia stres dan jatuh lagi ya" pesan dokter pada Omar.
"Iya Dok, InsyaAllah kali ini akan benar-benar saya jaga dan perhatikan keadaan istri saya" ucap Omar.
Dokter kemudian menuliskan resep yang akan ditebus Omar setelah keluar dari ruangan ini.
__ADS_1
Omar membantu Jasmine turun dari atas tempat tidur pemeriksaan. Kemudian duduk didepan meja persis dihadapan dokter.
"Ini Pak, resep yang harus ditebus. Ada Obat penghilan rasa mual dan vitamin untuk Ibu hamil. Jangan lupa Bu Jamsin minum susu ya" pesan dokter.
"Baik Dok, terimakasih" Omar menerima selembar kertas yang diberi dokter kemudian Omar membawa istrinya keluar ruangan dokter dan langsung menebus obat yang dituliskan dokter didalam resep obat.
Omar dan Jasmine pulang ke apartemen dengan hati yang sangat bahagia.
Sejak naik tadi Omar tak pernah melepaskan genggaman tangan Jasmine dan beberapa kali dia terus mencium tangan Jasmine penuh kasih sayang.
"Terimakasih sayang kamu sudah memberikan hadiah terbesar dalam hidupku" ucap Omar.
"Bukan Mas saja yang seperti mendapatkan hadiah, aku juga. Hamil adalah suatu kebahagian tersendiri untuk seorang wanita Mas. Aku bersyukur Allah segera mengganti kehamilanku secepatnya. Diluar sana banyak sekali wanita yang tidak bisa merasakan apa yang saat ini aku rasakan Mas" balas Jasmine.
"Iya kita jangan lupa bersyukur sayang. Allah sangat bermurah hati pada kita. Apalagi kepada Mas. Mas rasanya malu sempat meninggalkanNYA" ungkap Omar.
"Yang penting kedepannya Mas, masa lalu tidak usah diratapi. Kita harus menjalani masa depan dengan lebih baik" Jasmine memberikan semangat.
"Singgah di supermarket dulu ya yank, beli susu untuk kamu dan anak kita" ajak Omar.
"Sekalian beli buah ya Mas" sambung Jasmine.
"Kamu mau ikut turun?" tanya Omar.
"Aku capek dan ngantuk. Mas saja ya" jawab Jasmine.
Omar tersenyum melihat istrinya. Dia sangat memaklumi keadaan istrinya yang sedang hamil jadi gampang lelah dan ngantuk.
Omar segera turun dari mobilnya membeli susu dan buah yang dipesankan Jasmine. Ini adalah kehamilan yang kedua untuk Jasmine. Omar sudah tau apa susu yang disukai Jasmine begiti juga buah-buah yang tidak menyebabkan Jasmine mual jika memakannya.
Dengan hati yang bahagia Omar memilih belanjaannya kemudian membayarnya ke kasir. Setelah itu Omar kembali ke Mobil.
Dan benar saja istrinya baru saja terbangun dari tidurnya.
"Capek sayang?" tanya Omar lembut.
"Iya Mas, pengen cepat-cepat nyampe apartemen" jawab Jasmine.
"Sabar sebentar ya" ucap Omar sambil mengelus pipi mulus istrinya.
Omar kembali melaju menuju apartemen.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG.