BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 66


__ADS_3

Satu bulan sudah Jasmine keluar dari rumah sakit. Omar mendapat undangan dari rekannya diluar kota.


"Vin, apa tidak bisa kamu wakilkan saja undangan ke luar kota itu. Aku malas pergi sendiri" ucap Omar.


"Yang nyuruh kamu pergi sendiri siapa Din?" tanya Kevin.


"August tidak bisa ikut karena harus menemani orangtuanya yang sedang sakit sedangkan kamu ngurusin kantor. Kalau kamu yang berangkat kita bisa gantian. Aku yang urus kantor sendiran" ungkap Omar.


"Hei Aladin, kenapa kamu gak ajak istri kamu sekalian kalian bulan madu. Bukannya sejak kalian menikah kalian belum pernah bulan madu" Kevin mengingatkan Omar.


Seketika mata Omar berbinar.


"Benar juga ide kamu. Sudah hampir empat puluh hari dari waktu keguguran Jasmine. Masa nifasnya sudah hampir selesai" ucap Omar semangat.


"Nah mantap itu sekalian buat calon ponakanku disana" usul Kevin.


"Ide kamu memang selalu oke Vin. Thank's" ucap Omar.


"Kevin gitu loh" Kevin langsung menepuk dadanya bangga.


Omar menelepon August yang ada diruangannya.


"Halo Gus pesankan dua tiket ke kota XX atas nama aku dan Jasmine. Sekalian kamu pesan hotel yang biasa ya, pesan selama seminggu" perintah Omar.


"Oke Bos" jawab August singkat.


Omar menutup panggilan teleponnya.


"Beres kan?" tanya Kevin.


Omar hanya membalas dengan senyuman, saat ini sudah banyak rencana-rencana yang akan dia lakukan bersama istrinya disana.


****


Malamnya diapartemen Omar.


"Yank.. weekend nanti aku ada undangan diluar kota, ada rekan bisnis aku mengadakan pesta dan aku tidak bisa menolaknya. Kevin tidak bisa menggantikanku kesana dan August juga tidak bisa menemaniku karena orangtuanya sedang sakit. Kamu mau menemaniku gak?" pinta Omar.


"Berapa lama Mas?" tanya Jasmine.


"Semingguanlah" jawab Omar penuh harapan.


"Kog lama banget, kan cuma undangan aja" Jasmine merasa heran.


" Sekalian aku mau cek kantor cabang yang ada disana. Kamu bisa kan temani aku. Aku tidak bisa pergi sendiri keacara seperti itu. Kamu tau sendirikan kalau aku alerg..." ucapan Omar terhenti.


"Iya aku mau" potong Jasmine.


"Terimakasih yank" Omar memeluk istrinya mesra.


Anggap saja bulan madu, selama menikah belum pernah pergi dan jalan-jalan bareng Mas Omar. Walaupun disana nanti dia kerja tapi kan tidak full seharian. Pasti ada waktu buat aku disana. Batin Jasmine.


Dia tersenyum merencakan sebuah siasat dan kejutan untuk suaminya.


Tibalah waktu yang telah ditentukan.


Omar dan Jasmine sudah sampai dibandara Kota XX. Mereka dijemput mobil yanh disediakan dari hotel tempet mereka menginap karena Omar adalah langganan VIP hotel mereka.


August sudah memesankan kamar penthouse yang ada dilantai paling atas hotel dengan menampilkan pemandangan yang terbaik di hotel tersebut.

__ADS_1


Jasmine merasa sangat takjub melihat sekeliling hotel.


"Indah sekali mas pemandangannya dari sini" ucap Jasmine.


"Aku sengaja memesan yang terbaik untuk istriku tercinta" balas Omar.


"Terimakasih Mas" tutus Jasmine.


"Aku yang mengatakannya My Mine, kamu sudah bisa menerima suami yang mempunyai banyak kekurangan ini" ucap Omar.


Jasmine tersenyum menatap suaminya.


"Jam berapa undangannya nanti malam sayang?" tanya Jasmine.


"Jam tujuh supir hotel sudah siap mengantarkan kita ke tujuan" jawab Omar.


"Kalau begitu aku bersiap-siap dulu ya Mas. Mau mandi dan menyiapkan pakaian yang akan kita pakai" ucap Jasmine.


"Oke.. aku mau cek laporan kantor cabang dulu" balas Omar.


Jasmine berendam sebentar meregangkan otot-otot tubuhnya yang tegang dan lelah setelah melakukan perjalanan jauh. Setelah itu dia keluar kamar mandi untuk menyiapkan semua kebutuhan mereka.


"Mas mandi gih, sebentar lagi waktu maghrib tiba" perintah Jasmine.


"Baik My Mine" jawab Omar lembut.


Jasmine tersenyum menatap punggung suaminya yang berjalan menuju kamar mandi. Omar mandi dan membersihkan tubuhnya yang terasa lengket karena keringat.


Setelah selesai mandi Omar menggunakan bathrobes yang disediakan pihak hotel di kamar mandi.


"Nih Mas baju shalat kamu. Kita shalat maghrib bareng ya. Aku udah nungguin kamu dari tadi" ucap Jasmine.


"Sudah Mas, masa nifasku sudah selesai" jawab Jasmine.


"Ya sudah kita shalat maghrib berjamaah ya" Omar segera memakai baju yanh disediakan Jasmine dan mengambil tempat sebagai imam shalat untuk pertama kalinya di dalam rumah tangganya bersama istrinya melaksanakan perintah Allah menjalankan shalat wajib lima waktu.


Mereka shalat dengan sangat khusyuk setelah itu berdoa untuk masa depan dan rumah tangga mereka. Sudah lima bulan lebih sudah mereka menikah, sudah banyak menajalani cobaan dan halang rintang dalam rumah tangga yang membuat mereka sama-sama memantapkan dan menyatukan tujuan mereka untuk menjalani kehidupan di masa depan.


Setelah selesai shalat Omar dan Jasmine bersiap untuk menghadiri undangan dari salah satu rekan bisnisnya.


Sesuai jadwal tepat jam tujuh malam mereka sudah dijemput supir dan diantar menuju acara pesta.


Omar turun dengan menggenggam erat tangan istrinya, kemudian mereka bergandengan tangan masuk keruangan tempat pesta dilangsungkan.


Beberapa rekan bisnis Omar dari luar kota belum mengetahui kabar pernikahan Omar. Mereka terkejut Omar datang dengan menggandeng seorang wanita.


Selama ini Omar terkenal sebagai CEO dingin yang tidak mau berdekatan dengan wanita berbeda Wakil CEO nya yang mempunyai banyak wanita disekelilingnya.


Omar memperkenalkan Jasmine kepada para tamu undangan.


"Selamat malam Pak Omar" sapa pemilik pesta meriah ini.


"Selamat Pak atas pernikahan putranya" ucap Omar memberi selamat.


"Wah siapa ini wanita cantik yang datang bersama Pak Omar?" tanya Pria setengah baya yang masih tampak sangat gagah.


"Kenalkan istri saya Jasmine Ardhan" jawab Omar mengenalkan istrinya.


"Duh sudah punya istri rupanya. Saya kog gak diundang diacara nikahan Pak Omar. Saya kira masih lajang hampir saja mau saya kenalkan dengan putri saya" canda pria itu.

__ADS_1


Jasmine tersenyum dan memberi hormat pada pria yang menjadi rekan bisnis suaminya.


"Silahkan nikmati pestanya ya" ucap Pria tersebut.


"Terimkasih Pak" balas Omar.


Omar dan Jasmine mencari tempat duduk. Mereka mengambil makan malam yang sudah dihidangkan dan duduk di meja kosong yang tak jauh dari inti pesta malam itu.


"Hai Omar ketemu lagi" sapa wanita bule yang dikenal Jasmine dengan nama Cindy. Beberapa bulan lalu mereka pernah bertemu.


Jasmine masih ingat betul karena dia jarang melihat wanita bule disekitat Omar.


"Senang bertemu kamu Cindy" balas Omar sopan tanpa berjabat tangan. Seperti biasa Jasmine sangat mengerti kelemahan suaminya dengan wanita sehingga Jasmine mengambil inisiatif untuk menjabat tangan Cindy terlebih dahulu.


"Ketemu lagi dengan kamu Cindy" sapa Jasmine ramah.


"Kalian sudah lama datang?" tanya Cindy basa basi.


"Kami baru saja sampai. Yuk makan" ajak Jasmine.


"Oh ya silahkan nikmati makan malam kalian. Aku pamit dulu mau bertemu seseorang disana" tolak Cindy.


Cindy melangkah menjauh dari meja Omar dan Jasmine.


Satu jam mereka menghadiri pesta teesebut. Omar banyak bertemu dengan para kenalan dan rekan bisnisnya.


Jasmine berjalan menuju meja yang meyediakan minuman secara tak sengaja dia bertabrakan dengan seorang pelayan yang sedang membawa nampan yang berisikan minuman dan minuman yang dibawa pelayan itu tanpa sengaja tumpah ke baju Jasmine sehingga baju Jasmine kotor dengan noda warna warni.


"Maaf Nyonya saya tidak sengaja, tadi kaki saya tersandung" ucap pelayan itu ketakutan.


"Tidak apa-apa, kamu juga tidak sengaja" balas Jasmine.


Jasmine berusaha membersihkan gaun yang dia pakai malam itu.


"Ada apa sayang? mengapa kamu jadi seperti ini?" tanya Omar menghampiri.


"Apa yang kamu lakukan pada istri saya?" Omar membentak pelayan ini.


Waduh si buta dari gua hantu bisa kumat kalau marah. Batin Jasmine.


"Udah Mas, Mbak ini.gak sengaja nabrak aku tadi. Kita pulang aja yuk, lagian sudah malam" ajak Jasmine.


Omar masih menatap tajam kearah pelayan yang masih menundukkan wajahnya karena takut.


"Maafkan suami saya Mbak. Ayo Mas kita pulang saja. Tubuhku sudah lengket karena basah" ajak Jasmine kemudian dia menarik lengan suaminya keluar dari ruang pesta.


Disudut meja yang terletak tak jauh dari situ sepasang mata sedang menatap dengan bahagia apa yang baru saja dia lakukan pada sepasang pasutri itu.


Kamu munafik Omar. Menolak aku karena alasan tak masuk akal, buktinya kamu bisa berdekatan dengan wanita dan menikah... Gumamnya kesal.


.


.


BERSAMBUNG


Hayo... Mana suaranya....


Aku tunggu jejak kalian.

__ADS_1


Jangan lupa ya


__ADS_2