BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 102


__ADS_3

Setelah makan malam selesai Omar dan kevin beserta istri plus August dan Oryza duduk santai di teras belakang. Sedangkan Zahra pamit istirahat di kamar lebih dulu.


Mereka sedang menikmati cake klepon yang dibuat Zahra sambil mulai mempersiapkan peralatan untuk memasang kembang api.



Pasangan Kevin dan Sheila lagi asik melihat lihat foto kecil Omar dan Oryza yang tadi baru ditunjukkan Zahra. Mereka tertawa karena ada foto Kevin waktu kecil yang lucu.


Omar dan Jasmine mulai memasang kembang api. Satu persatu kembang api berhasil dihidupkan. Alangkah senangnya Jasmine.


Dua pasutri ini tidak menyadari kalau ada sepasang pria dan wanita yang sedang merasa serba salah. Dengan berat hati akhirnya Oryza yang memulai percakapan mereka.


"Kak aku mau mengucapkan terimakasih karena tadi malam kakak sudah membantuku" ucap Oryza.


"Kakak yang harusnya minta maaf Za gara-gara perbuatan kakak kamu jadi sakit. Maaf hanya itu cara yang bisa kakak fikirkan untuk mengatasi pengaruh obat itu ditubuh kamu" balas August.


"Iya Kak aku mengerti. Maaf kalau kemarin aku... berbuat yang tidak sepantasnya" pinta Oryza.


"Kakak mengerti, itu semua terjadi diluar akal sehat kamu. Kamu tidak sepenuhnya sadar pada saat itu" jawab August.


"Hei pesta kembang apinya sudah dimulai. Yuk kesini" ajak Jasmine.


"Eits kita abadikan dulu peristiwa malam ini. Ayo Za, Gus tunjukkan wajah terbaik kalian" perintah Kevin.


cekrek...



"Bu fotoin kami donk" pinta Jasmine.


"Oke tuan putri" jawab Kevin.


cekrek..



"Foto kita mana Mas. Masak mereka aja yang kamu foto?" ucap Sheila ngambek.


"Sini Kak, aku yang fotoin kalian" pinta Oryza.



"Mesra banget si Abu sama bini nya" celetuk Jasmine.


"Ho..oh.. Udah bisa tuh diresmiin secara hukum negara. Sekalian buat resepsi pernikahan kalian" Omar membuka jalan untuk acara pesta pernikahan Kevin.


"Iya yank. Kamu mau kan?" tanya Kevin pada Sheila.

__ADS_1


"Apa gak masalah Mas? Papa kan baru.." jawab Sheila.


"Udah sebulan kog. Aku rasa seluruh keluarga akan setuju. Yang penting kamunya mau atau gak?" tanya Kevin.


"Aku mau Mas" jawab Sheila.


"Waaah ada pesta lagi nih, pasti seru. Asssiiik" teriak Oryza.


"Kapan rencananya akan dibuat?" tanya Jasmine.


"Mmm... bagaimana kalau dua minggu lagi" ucap Kevin gak sabar.


"Apa gak terlalu cepat Mas?" tanya Sheila.


"Zaman sekarang gak ada yang sulit Sheil, kan udah ada WO yang terkenal dan bagus-bagus. Kalian tinggal minta konsep pesta pernikahan impian kalian setelah itu serahkan semua pada mereka. Kalian tinggal terima beres" ucap Jasmine antusias.


"Betul itu. Aku akan kasi hadiah buat kalian. Tiket honeymoon selama seminggu beserta akomodasinya" sambut Omar.


"Waaah enak banget" seru Oryza semangat.


August tersenyum melihat senyum dan tawa bahagia Oryza. Dari tadi tatapannya hanya kearah Oryza. Kuntiku... Tanpa sadar hatinya memanggil itu lagi.


"Jin kamu dari tadi kog diam aja sih. Gak seru tauk..." goda Jasmine.


"Ha... mmm aku ngantuk, tadi malam gak bisa tidur" jawab August.


Iya Bu, hatiku sepertinya udah kesambet kunti yang ada dihadapanku ini. Batin August.


"Kalau ngantuk tiduran aja kak di sofa depan. Lumayan kan? Dari pada kakak bawa mobil nanti dalam keadaan ngantuk bisa bahaya" ucap Oryza.


Kuntiku baik banget, kasih perhatian sama babang August. Duh aku kog jadi lebay ya... Apa begini yang namanya jatuh cinta.


"Oke aku numpang tidur dulu ya Bos. Entar kalau pesta kembang apinya selesai bangunin aku" ucapnya pada Kevin dan Omar.


August melangkah masuk kedalam ruang TV lalu dia merebahkan tubuhnya mencari posisi yang nyaman. Tadi malam dia memang kurang tidur karena asik memikirkan dan membayangkan wajah manisnya si Kunti eh Oryza. Malam ini hatinya sedang berbunga-bunga dan senang, mungkin tidurnya bisa mengantarkannya kedalam mimpi indah.


Dalam hitungan menit August sudah terlelap dalam mimpi indahnya. Oryza yang merasa menjadi nyamuk bagi dua pasang suami istri itu beranjak meninggalkan mereka di tamam belakang.


Saat melintasi ruang TV Oryza melihat August sedang terlelap. Entah bisikan dari mana menggerakkan langkahnya untuk menyamperin August yang sedang tertidur.


Oryza duduk di sofa tepat tempat August tertidur. Dipandanginya wajah August yang sedang tertidur.



Wajah kamu tampan sekali kak.. Perasaan apa ini? Apakah aku mulai jatuh hati padamu, perhatianmu dan sikapmu padaku. Kau selalu memperhatikan dan melindungiku hanya sebagai seorang adik. Bisakah kau menatapku sebagai seorang gadis? Bukan anak kecil yang hanya kau anggap sebagai seorang adik? harap Oryza.


Tiba-tiba August bergerak, sontak Oryza berdiri dan menjauh. Dia sangat takut ketahuan sedang memandang August dengan dekat.

__ADS_1


"Apakah pestanya sudah selesai?" tanya August saat dia terbangun dan melihat Oryza duduk di sofa sambil menonton TV.


"Belum" jawab Oryza setenang mungkin. Dia sedang sibuk menetralkan degupan jantungnya.


Apakah dia mengetahui kalau aku tadi mendekatinya saat tidur? tanya Oryza dalam hati.


"Kalau belum selesai ngapain kamu masuk kedalam. Bukannya disana ikut menikmati pesta kembang api bersama mereka?" tanya August penasaran.


"Aku malas bersama mereka. Rasanya aku seperti nyamuk yang mengganggu dua pasangan yang sedang bermesraan" jawab Oryza.


"Kalau pengen cari sana pasangan kamu" ledek August.


"Yeh Kak August bisa nasehatin doank, dia sendiri aja belum dapat pasangan malah ngigau manggil-manggil kunti.. kunti..." goda Oryza.


"Benarkah? Apa aku tadi memang menyebut itu?" tanya August serius. Dia sangat terkejut mendengar cerita Oryza. Karena tadi memang dia sempat memimpikan Oryza dan dia memang sedang memanggil nama Oryza menjadi kunti. Apakah sampai terdengar ke alam nyata. Batin August.


"hihihi... wajah kakak lucu. Sepertinya kakak emang beneran mimpi tadi ya. Kok wajahnya terkejut gitu pas aku bilang kakak mengigau? hihihi... jangan-jangan kakak tadi mimpi yang enak-enak ya hihihi" ledek Oryza.


"Husst anak kecil gak boleh ngomong begitu. Pantang" tegas August.


"Aku bukan anak kecil lagi kak. Bahkan diajak buat anak kecil aja aku sudah bisa" Oryza melawan.


"Iya deh yang udah gede. Tapi kamu hati-hati Za jangan sembarangan pacaran. Kamu harus cari laki-laki yang bertanggung jawab dan kamu harus bisa jaga diri. Kamu tau kan Kakak kamu Omar itu kalau marah gimana. Ngeri Za, makanya julukannya si Buta dari gua hantu. Kalau ngamuk mendadak jadi buta, tidak ada yang terlihat semua di embat" ungkap August.


"Iya kak makanya aku putusin pacarku. Tangannya suka gak terkondisikan. Takut aku.." jawab Oryza.


"Apa? jadi kamu udah diapain aja sama dia?" tanya August penasaran. Oh please my kunti semoga kamu masih original.


"Ya belum diapa-apainlah. Aku sudah mencium gelagat yang mencurigakan jadi sebelum terlalu jauh aku minta putus dengannya" jawab Oryza.


huh... August bernafaa lega. Syukurlah... kamu masih terjaga. Gumam batin August.


"Bagus itu Za, kalau dia macam-macam lagi sama kamu panggil kakak biar kakak hajar tuh anak" ucap August emosi.


Bila perlu aku potong anunya jual ke tukang sate madura langganan si Jasmine. Batin August.


"Hatsiiiiim... Kak aku balik ke kamar ya.. udaranya makin dingin. Bisa-bisa fluku tambah parah" ucap Oryza.


"Oke... selamt tidur mimpi yang indah" balas August.


Mimpikan aku ya my kunti... ucap August dalam hati.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2