BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 110


__ADS_3

Mereka sudah sampai di restourant yang menyajikan aneka makanan laut. Entah mengapa Jasmine berkeyakinan kalau saat hamil sangat bagus makan makanan seperti ini.


Dulu waktu kehamilan pertamanya dia juga suka mengajak Omar makan di tempat seperti ini. Jasmine memesan sup kepiting kesukaannya. Aneka seafood saus tiram dan cah kangkung untuk dia dan Omar. Sedangkan Oryza masih melihat daftar menu.


"Kak August mau pesan apa?" tanya Oryza.


Omar menatap mereka horor. Tapi August tidak peduli.


"Kakak mau cumi goreng tepung dan udang saus padang" jawab August lembut.


"Samain aja ya kak, kita minta satu porsi Sayurnya apa?" Oryza balik bertanya.


"Mmmm.... capcay aja ya kak" Oryza menjawab sendiri pertanyaannya.


"Boleh" balas August.


"Mas..." panggil Jasmine yang tersenyum melihat tingkah suaminya.



"Hemm..." jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta didepan mereka.


"Kamu cemburu melihat kemesraan mereka?" goda Jasmine.


"Ngapain aku harus cemburu, kita juga sering melakukannya. Malah lebih mesra dan halal gak berdosa seperti mereka" sindir Omar.


"Makanya dibantu dong kakak ipar biar kami jadi gak berdosa. Kakak ipar mau lihat kami masuk neraka?" tanya August.


"Apa kamu bilang Gus, kakak ipar?" tanya Omar berang.


"Yah kalau aku kamu izinkan menikah dengan Oryza tentunya kamu akan menjadi kakak iparku Bos" tegas August.


"Cih tak sudi aku jadi kakak ipar kamu" tolak Omar


"Udah-udah saat ini aku mau makan dengan tenang. Gak mau dengar ribut-ribut. Kalau mau diselesaikan mari kita selesaikan dirumah setelah pulang dari sini" Ucap Jasmine menengahi.


"Gak mau. Aku gak mau membahas masalah ini lagi dimana pun" jawab Omar.


Jasmine memberi kode kepada August dan Oryza untuk tetap diam. Sepertinya kalau dilanjutkan suaminya bisa beneran marah pada sahabat dan adiknya sendiri.


Setelah mereka selesai makan, Jasmine sengaja mengajak Omar berkeliling mencari sesuatu. Dia ingin memberi waktu untuk Oryza dan August membicarakan hubungan mereka. Karena sejak kejadian di hotel waktu itu August tidak pernah bertemu langsung dengan Oryza.


Mereka hanya berhubungan lewat telepon dan berkirim pesan. Jasmine tau itu tidak akan cukup waktunya untuk membicarakan masa depan hubungan August dan Oryza.


"Za kamu bisa pulang duluan diantar August. Mbak mau cari sesuatu dulu sama Kak Omar" perintah Jasmine sambil mengedipkan mata kepada August dan Oryza.


"Baik Mbak. Nih Kak kunci mobilku" Oryza menyerahkan kunci mobilanya pada Omar.

__ADS_1


"Hati-hati, awas kamu ya Jin jangan macem-macem sama adikku" ancam Omar.


"Harus dimacem-macemin nih kayaknya Bos biar segera di nikahkan, kalau minta baik-baik gak dikasih ya pakai cara cepat donk. Seribu langkah menuju roma" goda August kepada Omar. August segera menarik tangan Oryza menjauh dari Omar.


"Auuuuguuust cari mati lo" teriak Omar.


"Hahahaha.... ternyata cinta bisa merubah August simuka dingin. Aku kira dia hanya bisa serius Mas rupanya asik juga kalau bercanda" tawa Jasmine.


Omar terdiam mendengar ucapan istrinya.


Benar juga kata Jasmine, aku juga baru kali ini lihat tingkah si Jin begitu. Apa dia benar-benar kesambet si Kunti ya? iiiih amit-amit. Omar merinding sendiri.


Semantara August sudah melepas tangan Oryza. Dia menghormati keputusan Oryza memakai jilbab, tidak mungkin August sembarangan menggandeng Oryza sebelum di halalin.


"Gak nyangka Kakak berani berkata seperti itu sama Kak Omar" ucap Oryza.


"Aku cuma becanda Za" jawab August.


"Baru kali ini aku lihat kakak bisa bercanda sebahagia itu" puji Oryza.


"Aku sendiri juga gak ngangka Za kekuatan dari mana aku bisa bercanda seperti itu. Mungkin karena ada kamu di dekatku" balas August.


"Benar kata Kak Jasmine. Walaupun kita sudah kenal lama tapi masih banyak tentang Kakak yang tidak aku ketahui" ucap Oryza.


"Sabar... pelan-pelan kamu akan tau siapa aku yang sebenarnya" jawab August.


"Kamu salah, kamu pasti ketagihan dan nyesal kalau sudah mengenal aku yang sebenarnya" ucap August.


"Kenapa menyesal?" balas Oryza.


"Iya kenapa gak kenal dari dulu aku apa adanya" sambut August.


"Bedalah kak, kalau kenal kakak dari dulu itu namanya aku kecentilan. Masih anak-anak udah belajar mengenal sifay seorang pria. Mana prianya sudah tua lagi" ledek Oryza.


"Eits... udah berani ya ngatain aku tua" August pura-pura marah.


"Hahaha.. kakak emang udah tua. Nyesal aku jatuh cinta sama pria tua" goda Oryza.


"Tua-tua gini aku masih strong. Nanti kalau kita udah nikah aku tunjukkan kekuatanku pada kamu ya" goda August.


"Ih ternyata Kak August mesum... Mama takuuut" ledek Oryza.


Mereka akhirnya tertawa bersama.


Setelah sampai di parkiran mobil, August memasukkan semua belanjaan Oryza kedalam bagasi. Kemudian mereka masuk kedalam mobil yang dikendarai August lalu mobil melaju menuju rumah orangtua Oryza.


"Kamu beneran cantik Za pakai jilbab seperti ini. Aku sampai terpesona tadi ketika melihat tampilan kamu yang berubah" puji August.

__ADS_1


"Terimakasih kak" jawab Oryza.


"Tujuan pakai jilbabnya untuk apa? Cuma untuk tampil lebih cantik atau ada tujuan lain?" tanya August penasaran.


"Aku ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi Kak. Selain ini memang wajib kini aku sadar jilbab bisa melindungi tubuhku dari kejahatan. Aku trauma dengan kejadian di hotel waktu itu kak" ungkap Oryza.


"Sudah.. sudah .. jangan difikirkan lagi ya. Semua sudah berlalu. Kita tinggal mengambil hikmah dari setiap kejadian yang terjadi dalam hidup kita. Karena kejadian itu Kakak menyadari kalau kakak mencintai kamu dan takut kehilangan kamu" ungkap August.


"Sama Kak, aku juga tau kalau kakak mencintaiku dan cintaku pada kakak ternyata berbalas. Hikmah yang lain ya ini, sekarang aku sudah memakai hijab" sambung Oryza.


Tak terasa mereka sudah sampai di rumah Oryza.


"Tante ada Za? Ada yang mau kakak bicarakan dengan Tante" ucap August.


"Sebentar ya Kak, aku panggil Mama dulu. Kakak duduk dulu ya" perintah Oryza.


August menunggu calon mertuanya keluar dari kamarnya. Ada sesuatu yang akan dia bicarakan serius dengan calom mertuanya itu.


Dia harus mendapatkan dukungan dari calon mertuanya untuk mendapatkan restu dari Omar. Karena dirumah ini hanya Zahra lah orang yang paling tua. Selain Zahra adalah orangtua dari Omar dan Oryza. August sangat tau kalau Omar sangat menyayangi Mamanya ini. Semua perkataan Mamanya pasti akan di dengar oleh Omar.


"Eh ada August, kata Oza tadi baru pulang bareng ya dari Mall?" sapa Zahra.


"Iya Tante" jawab August.


August melirik kearah Oryza yang ada dibelakang Mamanya.


"Za boleh tinggalkan kakak berdua dengan Tante. Ada sesuatu yang ingin kakak bicarakan berdua saja dengan Tante. Nanti Kakak akan cerita sama kamu kok apa hasil dari pembicaraan kami ini" pinta August.


"Mmm... boleh Kak. Aku ke kamar ya mau bersih-bersih dan istirahat" pamit Oryza.


"Silahkan duduk Gus. Sepertinya kamu mau cerita serius?" tanya Zahra.


"Iya Tante. Ini tentang hubungan aku dengan Oryza dan juga restu Tante dan Omar" August memulai pembicaraannya.


Setelah hampir satu jam berbicara dengan calon mertuanya itu dan setelah Zahra berjanji akan mendukung dan membantu hubungan August dan Oryza, barulah August pamit pulang ke apartemennya.


Hati August kembali berbunga-bunga. Dia sudah mengantongi restu dari Zahra, Kevin dan Jasmine. Mereka bersedia membantu August untuk meyakinkan Omar agar merestui hubungannya dengan Oryza.


Semoga restu Omar bisa segera aku dapatkan. Doa August dalam hati.


.


.


BERSAMBUNG


Dari tadi aku up baru bisa masuk, jadi aku kasi bonus ya...

__ADS_1


Happy long weekend... happy reading 😍😍


__ADS_2