BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 100


__ADS_3

"Omaaaaaar" teriak Cindy.


Dia mengusap wajahnya dengan jijik.


"Apa yang kau lakukan padaku?" tanyanya dengan kesal.


"Kamu kan sudah tau Cindy dari dulu aku tidak bisa dekat dengan wanita. Aku sudah mengingatkanmu dari tadi" ucap Omar kemudian melangkah menjauhi Cindy.


"Jadi mengapa kau bisa menikah?" tanya Cindy tak percaya.


"Sudah aku katakan berulang kali Cindy, istriku wanita yang spesial. Di dekatnya aku merasa nyaman dan tidak mual seperti berada di dekatmu" jawab Omar.


"Sial... kau telah mengotori wajah dan gaunku Omar. Menjijikkan" teriak Cindy.


Tak lama Kevin datanv dan membuka pintu cadangan kamar yang dia pinta dari resepsionis.


Saat dia melihat wajah dan gaun Cindy kotor karena terkena muntahan Omar sontak Kevin mengambil foto Cindy.


Cekrek



"Rasain lo Cin, kalau gak diginiin kamu tidak akan pernah jera. Terimalah balasan atas apa yang kamu lakukan malam ini. Kamu kira rencana kamu memasukkan sesuatu kedalam minuman Omar berhasil?" ucap Kevin.


"Apa maksud kamu Vin?" tanya Omar terkejut


"Dia menaruh obat perangsang dalam minuman kamu dan menyuruh pelayan memberikannya pada kamu tapi sayangnya minuman itu bukan kamu minum. Oryza yang meminumnya" jawab Kevin.


"Apa? Jadi dimana Oryza sekarang dan bagaimana keadaannya?" teriak Omar.


"Tenang dia sudah diatasi August" jawab Kevin bangga.


"Apa? Gila kamu Vin. Aku tau gimana reaksi tubuh saat berada dalam pengaruh obat itu. Kamu membiarkan August berdua saja dengan Oryza dengan keadaan Oryza yang seperti itu?" teriak Omar.


"Iya juga ya. Kok aku gak mikirin itu ya dari tadi?" Kevin baru sadar. Bagaimana pun August adalah pria normal. Melihat Oryza dalam keadaan penuh gairah seperti itu dia gak bisa menjamin August dapat menahan gairahnya.


"Dimana mereka sekarang?" tanya Omar.


"Mereka ada di kamar yang disediakan pihak hotel Mar" jawab Kevin serius.


Omar dan Kevin keluar dari kamar dan meninggalkan Cindy yang sedang sibuk membersihkan wajah dan gaunnya dikamar mandi.


Omar dan Kevin berjalan tergesa-gesa menuju kamar yang disebutkan pelayan saat mereka menanyakan nomor kamar yang mereka tuju.


Ting..tong...


Omar terus memencet bel kamar. August keluar dari kamar mandi meninggalkan Oryza yang sedang direndamnya dalam bathup.


Pintu kamar terbuka, Omar dan Kevin langsung melihat penampilan August.


"Hiuuuh... syukurlah kamu masih berpakaian lengkap Gus" Kevin membuang nafas lega.


"Ada apa Bos?" tanya August bingung.


"Mana Oryza?" tanya Omar dingin.

__ADS_1


"Dikamar mandi" jawab August tenang.


Omar dan Kevin langsung menuju kamar mandi dan melihat Oryza sedang berendam dalam bathup masih menggunakan pakaian lengkap.


Omar langsung menarik tubuh adiknya yang sudah menggigil kedinginan di dalam bathup. Kemudian Omar melepas jasnya dan memakaikannya kepada Oryza.


"Kak aku...." ucap Oryza sambil menggigil kedinginan.


"Sudah.. kamu tenang. Sekarang kamu pulang diantar supir. Kami harus tetap disini sampai acara selesai" perintah Omar pada adiknya


"Iya kak" jawab Oryza pasrah.


August menelpon supir dan mengantar Oryza sampai loby hotel. Supir sudah menunggu di depan loby hotel dan siap untuk mengantar Oryza pulang kerumah.


Sementara Omar dan Kevin kembali ke ballroom hotel.


"Sayang mengapa dengan penampilan kamu. Kemana jas kamu, mengapa kamu melepasnya?" tanya Jasmine bingung.


"Tadi ada sebuah kecelakaan sayang. Baju Oryza basah jadi aku tutupi dengan jasku" jawab Omar.


"Trus dimana Oryza sekarang, bagaimana keadaanya?" tanya Jasmine cemas.


"Dia baik-baik saja. Sekarang sudah diantar supir pulang kerumah" sambung Omar.


"Syukurlah" balas Jasmine.


Acara Ulang Tahun Barrakh Corp berlanjut dengan meriah. Omar, Kevin dan August tetap di dalam ballroo. hotel sampai acara selesai.


Setelah acara selesai Omar, Kevin beserta seluruh kaluarganya pulang ke rumah mereka masing-masing. Begitu juga August kembali ke apartemennya.


Ada sesuatu yang terbangun dalam dirinya.


Siaaaaaal. Mengapa aku jadi seperti ini. Teriaknya di dalam kamarnya.



Wajah dan tubuh Oryza terus bermain dalam ingatannya. Malam ini ada sesuatu yang dia rasakan pada Oryza. Tapi August tak bisa memastikan perasaan apa yang sedang dia rasakan. Cinta ataukah gairah kelelakiannya yang membrontak ingin keluar setelah tiga puluh tahun terpendam.


Ya Tuhan... perasaan apa ini? August meletakkan tangannya tepat diatas dada kirinya. Dia berbaring telentang diatas tempat tidur sambil menatap langit-langit kamar.


Apa yang harus aku lakukan saat bertemu dengan Oryza besok? Bagaimana kalau perasaan ini kembali lagi saat aku bertemu dengannya. Aku harus bagaimana bersikap?


Oryza Latifa Barrakh... Wanita yang sudah aku kenal sejak dia lahir. Jadi ingat waktu kecil dia sering sekali meminta aku gendong. Menggangguku saat belajar di kamar Omar.


Gadis kecil yang sudah dewasa dan memiliki paras cantik. Yang selama ini sudah aku anggap sebagai adik sendiri kini berubah menjadi...


Akh.... August merasa frustasi. Dia mengacak-acak rambutnya galau.


Sementara di rumah Omar Barrakh.


Hatciiiiiim.... hatciiiiiiim....Jasmine mengambil tisu dan mengelap hidungnya yang meler.


Nih gara-gara Kak August aku jadi flu seperti ini. Ya Tuhan bagaimana besok aku bertemu dengannya. Apakah aku harus memarahinya?


Tapi kalau dia tidak merendamku seperti tadi mungkin saat ini aku pasti sedang menangis karena menyesali apa yang terjadi.

__ADS_1


Duh aku malu baanget, bisa-bisanya tadi aku memeluk Kak August dan ingin mencium bibirnya.


Aaaaakh..... Malu sekali rasanya......


Tapi mengapa Kak August jadi sangat tampan dimataku malam ini. Padahal tidak ada yang berbeda dengannya.


Dia masih sama dengan hari-hari kemarin. Tidak ada perbedaan. Dan tubuhnya begitu kekar saat aku memeluknya tadi.


Duh... aku malu sekali. Mamaaaa... apa yang harus aku lakukan.


Oryza mengalami perang batin malam ini. Dia pegang wajahnya yang memerah dan hangat. Apa aku menyukainya?


Dia meletakkan tangan diatas dada kiri merasakan debaran jantungnya yang berdetak kencang. Membayangkan wajah August kembali membuat jantungnya semakin kencang berdebar.



Dia itu pria tua. Umur kami saja berbeda sepuluh tahun dan dia sahabat Kakak dan kakak sepupuku. Bagaimana aku bisa menyukainya.


August Permana. Sudah seumur hidup aku mengenalnya. Sejak aku lahir dia sudah sering bermain dengan kakakku dirumah. Apa dia bisa menganggapku sebagai wanita dewasa. Bukan anak kecil yang dulu sering minta gendong dibelakang tubuhnya.


Oryza malu dengan perasaannya..


Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka.


"Sayang.... kamu sudah tidur" Sapa Zahra yang masuk ke kamarnya bersama Kakak dan kakak iparnya.


"Belum Ma" jawab Oryza sambil berbaring diatas ranjangnya.


"Ya Tuhan... kamu demam nak?" ucap Zahra.


Oh ya... aku kira wajahku menghangat karena terus memikirkan dan membayangkan wajah Kak August. Batin Oryza.


"Mungkin aku masuk angin Ma" jawab Oryza.


"Kakak kamu sudah menceritakan semuanya. Terimakasih ya Za, kamu sudah menyelamatkan Kak Omar. Kalau tidak, mungkin aku tidak tau bagaimana dia melewatkan malam ini bersama wanita itu" sambung Jasmine.


Omar memeluk istrinya.


"Jangan terlalu kamu fikirkan nenek lampir albino itu. Kamu sedang hamil yank" ucap Omar.


"Kamu itu selalu mendapatkan ide cemerlang ya. Dulu kamu bilang aku ini istrinya si Aladin. Sekarang si Cindy kamu sebut nenek lampir albino" ucap Jasmine sambil tertawa.


"Ya mana ada nenek lampir berkulit putih dan rambut pirang yank.. Ya kecuali nenek lampirnya albino" jawab Omar.


Hahahah...


sontak mereka yang ada dikamar tertawa mendengar perkataan kak Omar.


Dasar omar....


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2