BUKAN SUAMI BIASA

BUKAN SUAMI BIASA
Bab 50


__ADS_3

Jasmine sangat terkejut mendengar penjalan Bu Zahra. Dia tidak pernah menyangka siapa dalang dari semua ini.


"Baiklah Bu, saya akan membantu Ibu untuk meluruskan semua ini. Saya tidak ingin Mas Omar hidup dengan kebenciannya pada Ibu yang sebenarnya bukan Ibu penyebabnya. Pelan-pelan kita fikirkan bagaimana cara membongkar semua kenyataan yang terjadi saat itu dan yang bersalah harus dihukum" tegas Jasmine.


Dia sangat geram mendengar cerita mertuanya.


"Terimakasih Mbak Jasmine" ucap Zahra.


"Mulai hari ini cukup panggil nama saya saja ya Bu, Jasmine. Maaf saya belum bisa bertindak jauh tapi pelan-pelan akan kita perbaiki semua" balas Jasmine.


"Iya Jasmine" sambung Zahra.


"Ibu sekarang tinggal dimana?" tanya Jasmine.


"Saya ngontrak rumah gak jauh dari sini" jawab Zahra.


Jasmine membuka tasnya, memberikan beberapa lembar uang kepada Zahra.


"Saya harap Ibu mau menerimanya, untuk Ibu pergunakan buat kebutuhan Ibu sehari-hari" ucap Jasmine.


"Terimakasih Jasmine, tapi saya gak bisa menerimanya. Lagian saya masih punya simpanan" tolak Zahra.


"Tolong bu anggap saya sebagai anak Ibu juga. Saat ini saya belum bisa membawa Ibu untuk tinggal bersama kami. Sampai hari itu tiba saya harus pastikan semua kebutuhan Ibu tercukupi. Ibu adalah mertua saya, Mama dan suami saya. Itu artinya Ibu juga orangtua saya. Please ya Bu jangan tolak pemberian saya ini" Jasmine memohon kepada mertuanya.


Zahra menerima pemberian Jasmine.


"Terimakasih Jasmine. Ibu sangat bahagia Omar mempunyai istri seperti kamu. Ibu selalu berdoa semoga rumah tangga kalian selalu diberi kebahagiaan. Ibu titip anak Ibu, tolong bahagiakan dia, hidupnya sangat sulit selama lima belas tahun ini. Dan semoga kamu memaklumi keadaan Omar" ucap Zahra.


"Aamiin.. Terimakasih doanya. InsyaAllah saya akan selalu berada disamping Mas Omar Bu dalam keadaan apapun" tegas Jasmine.


"Sekarang boleh saya turun, saya gak enak sama yang lain. Tolong kamu rahasiakan dulu siapa saya sebenarnya" pinta Zahra.


"Baik bu. Silahkan Ibu kembali ke bawah. Btw boleh sesekali Ibu ajari saya makanan kesukaan Mas Omar. Saya pengen membuat kejutan padanya" ucap Jasmine.


"Bisa Jasmine, dengan senang hati saya akan mengajari kamu" balas Zahra.


Zahra keluar dari ruangan Jasmine dan kembali ke dapur Toko untuk memasak cake yang akan dijual di Toko Kue.


****


Sore hari di Toko Kue Jasmine.


"Gimana bu sore ini sudah bisa kita mulai masaknya?" tanya Jasmine.

__ADS_1


"Kalau masak kue-kue bisa Jasmine. Kalau mau masak makanan rumah Ibu harus belanja dulu" jawab Zahra.


"Gak apa-apa masak cake aja dulu" ucap Jasmine.


"Buat black forest aja ya, Omar suka sekali setiap Ibu masak ini" bisik Zahra. Dia takut karyawan yang lain dengar dan curiga tentang hubungan mereka.


"Boleh Bu" balas Jasmine senang.


Satu jam Zahra mengajari Jasmine membuat cake andalannya. Walau Jasmine bisa membuat cake seperti itu tapi dia sangat yakin cake buatan seorang Ibu tidak akan pernah dilupakan oleh anak-anaknya. Dan bagi setiap anak pasti masakan buatan Ibunya adalah makanan yang paling enak di dunia.


Jasmine memperhatikan wajah Zahra selama membuat cake dan menghiasnya. Zahra terlihat sangat bahagia bisa memasak makanan kesukaan anaknya. Dia memasak penuh dengan kasih sayang yang akan disalurkannya lewat cake yang akan dibawa Jasmine pulang.


Zahra tersenyum membayangkan betapa senangnya anaknya nanti saat mencicipi cake yang dia buat. Karena wajah bahagia Omar saat makan masakan buatannya tidak pernah hilang dalam ingatan Zahra sampai kapanpun.


Dulu Omar senang sekali setiap melihat Zahra memasak di dapur. Dengan wajah bahagia dia akan melompat kesenangan dan berlari-lari sambil berteriak bahagia. Itulah tingkah laku Omar kecil. Air mata Zahra tanpa sadar kembali menetes.


"Ibu kenapa nangis lagi?" tanya Jamsine.


"Ibu ingat wajah Omar kecil dulu. Setiap Ibu masak cake ini dia pasti akan melompat kesenangan dan setengah cake ini sanggup dia habiskan sendiri" jawab Zahra sedih.


"Nanti aku akan ambil fotonya ya Bu saat makan cake ini. Ibu akan melihat kembali wajah bahagia Mas Omar" ucap Jasmine sambil menggenggam tangan Zahra.


"Terimakasih Jasmine, terimakasih kamu sudah hadir sebagai penyelamat Ibu. Ibu gak bisa membayangkan seandainya Ibu tidak bertemu kamu, entah sampai kapan Ibu dapat membersihkan nama Ibu dan pasti Ibu tidak akan berani muncul dihadapa mereka. Kamu sudah mengembalikan semangat Ibu untuk bisa berharap bertemu dan dekat lagi dengan anak-anak Ibu" Zahra nenatap wajah menantunya.


Jasmine memegang kotak cake dengan hati-hati. Dia tidak sabar ingin melihat bagaimana reaksi suaminya ketika memakan cake ini.


Satu jam kemudian Jamine sudah sampai di apartemen. Jasmine sengaja meletakkan kotak kue diatas meja ruang TV agar Omar bisa melihatnya nanti ketika dia tiba di apartemen.


Jasmine mandi dan shalat maghrib kemudian berjalan ke dapur menyiapkan makan malam.


Omar tiba di apartemen jam tujuh malam. Ketika hendak mencari keberadaan istrinya tanpa sengaja dia melihat kotak kue diatas meja ruang TV. Dia mengintip isi dalam kotak tersebut. Dan begitu terkejutnya dia melihat cake kesukaannya.


Bagaimana Jasmine tau kalau aku suka black forest? gumamnya dalam hati.


"Kamu yang buat cake itu?" tanya Omar penasaran.


"Bukan sepenuhnya aku yang buat. Ada karyawan aku yang membuatnya dan aku hanya membantunya sedikit saja" ucap Jasmine.


"Kamu mau?" tanya Jasmine pada Omar.


"Boleh. Coba kamu potongkan untukku. Aku mandi dan ganti pakaian dulu ya" ucap Omar dan berlalu menuju kamarnya.


Lima belas menit kemudian Omar sudah duduk di depan meja makan menunggu cake dari Jasmine.

__ADS_1


Jasmine memberikan satu potongan besar cake black forest buatan Zahra. Dan saat Omar merasakan potongan pertama di mulutnya, Jasmine siap-siap mengambil foto Omar di Hpnya.


Cekrek...


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Omar.


"Aku pengen mengambil foto kamu. Boleh ya" pinta Jasmine sambil mengelus perutnya. Bayi yang ada didalam perut Jasmine adalah alasan yang ampuh membuat Omar tidak bisa menolaknya.


Omar diam saja sambil terus menikmati cake yang ada dipiringnya. Diam artinya setuju. Sorak Jasmine dalam hati.


Cekrek.. cekrek...


Jasmine mengambil banyak foto Omar dengan berbagai ekspresi. Jasmine sangat senang dengan hasil jepretannya.


Kamu memang tampan Mr. Batin Jasmine.


"Bagaimana rasanya?" tanya Jasmine penasaran.


"Enak" jawabnya singkat.


"Kamu suka?" Tanya nya lagi.


"Hem..." gumamnya.


"Aku sudah menduganya. Cake ini dibuat dengan resep kasih sayang Mr. Karyawan aku itu sudah bertahun-tahun berpisah dengan anaknya dan dia sangat rindu pada anaknya. Dia bilang anaknya paling suka makan cake ini makanya waktu aku pinta dia membuatkannya untukku dia sangat senang sekali" ungkap Jasmine.


Omar terdiam sesaat mendengar perkataan Jasmine. Jeda beberapa menit kemudian dia melanjutkan kembali memakan cake tersebut.


Hampir saja jantung Jasmine berhenti berdetak, dia sangat takut Omar marah mendengar perkataannya.


Huh... Jasmine menghembuskan nafasnya lega.


Hampir saja... ucapnya dalam hati.


.


.


BERSAMBUNG


Kita mulai cerita yang agak berat ya biar ceritanya gak datar seperti Mr. Flat.


Jangan lupa like dan commentnya ya teman-teman...

__ADS_1


Terimakasih...


__ADS_2