
Menjelang acara pernikahan August dan Oryza seluruh keluarga sibuk mempersiapkan semua perlengkapan yang dibutuhkan.
Walaupun begitu mereka sangat senang melakukannya. Mulai dari memesan gaun pernikahan untuk pengantin juga baju seragam untuk seluruh keluarga.
Ini adalah pesta besar dua keluarga yang sangat terkenal di kota mereka tinggal. August ingin memesan cincin nikahnya bersama Oryza tapi Jasmine merengek minta ikut.
"Maaaas aku pengen ikut sama mereka memesan cincin nikah" pinta Jasmine.
"Yank biarin aja deh mereka pergi memilih sendiri cincin nikah mereka, kita gak usah ikut campur" elak Omar.
"Tapi aku pengen ikut ke Mall Mas" Wajah Jasmine manyun.
"Ya udah kamu siap-siap ya" jawab Omar.
"Makasih Mas" balas Jasmine senang.
"Gust, Jasmine pengen ikut kalian pilih cincin" ucap Omar pada August yang ada di ruang keluarga sedang menunggu Oryza berdandan.
"Ayok... makin rame kan makin seru" jawab August.
"Bukan soal itu Gus, fellingku ini cuma alasannya aja nih. Pasti dia mau ngerjain kita disana" balas Omar.
"Ngerjain gimana Bos?" tanya August bingung.
"Aku takut sampai sana dia akan meminta yang macem-macem. Kamu siap dijadikan Jin hari ini?" tanya Omar yang kasihan lihat calon adik iparnya itu dimintain memenuhi semua keinginan istrinya.
Dan Omar juga gak enak merusak waktu August dan Oryza berduaan mencari semua kebutuhan acara pernikahan mereka.
"Aku gak masalah Bos selama tuan putri Jasmine senang" jawab August dengan senyum kakunya.
Tak lama Jasmine keluar dengan pakaian cantik hendak pergi jalan-jalan.
"Yuk kita pergi, aku juga barusan udah hubungi Sheila, ketemu disana. Asik kan kalau pergi rame-rame" ajak Jasmine tanpa rasa bersalah di depan Oryza, Omar dan August.
"Mati Bos kalau putri Jasmine udah ketemu sama dua dayang-dayang. Bisa gawat dunia persilatan" bisik August.
"Aku bilang juga apa tadi Gus, Felliingku gak enak Gus. Pasti mereka nanti akan nyusahin kita nantinya" balas Omar.
"Biar ajalah Bos, selama mereka bahagia. Kapan lagi kita ngebahagiain orang-orang tersayang" ungkap August.
"Ya udah kalau kamu maunya gitu. Lagian ntar kamu juga yang di repotin" balas Omar.
"Kalian ngapain sih bisik-bisik?" tanya Oryza penasaran.
__ADS_1
"Nggak apa-apa kami cuma bahas lampu ajaib" jawab August singkat.
"Lampu ajaib?" tanya Oryza bingung.
"Udah Za gak usah bingung, mereka emang gitu suka ngobrol bisik-bisik. Nanti juga kamu akan terbiasa dengan tingkah ajaib mereka. Lihat aja nanti" ungkap Jasmine.
Akhirnya mereka berempat mengendarai satu mobil yang dikemudikan August. Disampingnya duduk Omar sedangkan Jasmine dan Oryza duduk dibelakang mereka.
Satu jam kemudian mereka sudah sampai di Mall XX dan bertemu dengan Kevin dan istrinya di depan Toko Perhiasan terbesar di Mall tersebut.
"Istri kamu Din ganggu waktu libur aja. Mending aku dirumah enak wig..wig... dari pada nemanin Si Jin sama Si Kunti cari cincin kawin" Bisik Kevin pada Omar dan August begitu mereka bertiga ketemu.
"Sorry bro aku udah berusaha menghindar tapi kamu tau sendirilah permintaan ibu hamil. Kalau gak dituruti entar anakku berontak gak mau dikunjungi" jawab Omar.
"Bisa gitu ya masih dalam perut anaknya dikunjungi?" tanya August polos.
"Ya elah nih anak polos amat" ledek Kevin.
"Entar lagi juga pinter sendiri Bu kagak usah diajarin" sambung Omar.
"Btw Gus mahar nikah lo apa rencananya?" tanya Kevin penasaran.
"Belum tau, aku mah terserah permintaan Oryza" jawab August.
"Kalau aku boleh usul mending kembang tujuh rupa sama air tujuh sumur bro. Pasti unik, kalian kan sesama makhluk gaib. Pasti akan viral tuh. Dalam dunia permaharan belum ada yang nyebut begituan pas akad nikah" goda Kevin.
"Lucu lho... Bayangin aja entar lo jabatan tangan sama Omar pas ijab kabul trus jawab... Saya terima nikahnya Oryza Latifa Barrakh binti Richard Utama Barrakh dengan mahar kembang tujuh rupa dan air tujuh sumur dibayar tunai" ledek Kevin.
"Asem lu" umpat August.
"Benar juga lu Bu, seru juga tuh belum pernah ada yang nikah seperti itu. Gak sekalian kamu suruh akadnya di kuburan saja? Dasar Abu jalanan otaknya korslet, ngasi ide kog gila gitu" Kali ini Omar yang tampak kesal.
"Hahaha... habis kalian dua dari tadi serius amat. Amat aja ngeband" jawab Kevin sambil tertawa.
"Apa hubungannya serius sama ngeband?" tanya August bingung.
"Ada lah serius band kan nama group musik bro" kekeh Kevin.
"Dasar nih anak otaknya udah miring kebanyakan jatoh pas lompat. Dasar monyet" umpat Omar.
Putri Jasmine plus dua dayangnya bingung dengan sikap pasangan mereka.
"Mereka bicarain apa sih Mbak, dari tadi bisik-bisik dan tertawa gak jelas?" tanya Oryza penasaran.
"Iya Mine sepertinya ada yang mereka bahas" sambung Sheila.
"Gimana kalau kita kerjain aja mereka?" ajak Jasmine.
__ADS_1
"Kerjaiin gimana?" tanya Oryza dan Sheila bersamaan.
Jasmine, Sheila dan Oryza juga gak kalah bisik-bisiknya.
"Yuk yank kita masuk" ajak Omar.
Trio Ambisi beserta pasangan mereka masuk ke toko perhiasan.
"Mas saya mau lihat seperangkat perhiasaan yang terbaru" pinta Oryza.
"Lho bukannya cari cincin nikah Za? Kamu mau beli seperangkat perhiasan juga buat mahar nikah kita?" tanya August.
Pelayan membawa seperangkat perhiasan.
"Mas ada tiga gak perhiasan yang mirip seperti ini?" Oryza balik bertanya.
"Untuk apa sampai tiga Za. Bukannya mubazir kalau terlalu berlebihan?" tanya Omar pada adiknya. Dia ngerasa adiknya kok mendadak jadi matre.
"Untuk kami bertiga donk yank. Kami mau minta dibelikan perhiasan seperti ini sama pasangan kami masing-masing" ucap Jasmine tanpa rasa bersalah.
Sontak Trio Ambisi menelan salivanya dan tak bisa bernafas lega.
"Tuh benarkan Jin apa yang aku bilang tadi. Perasaanku gak enak?" bisik Omar.
"Iya Bos gak nyangka mintanya mahal begini. Apalagi gue belum nikah udah tumpur Bos" jawab August.
"Kalian keberatan?" tanya Sheila.
"Eh nggak kog yank, untuk kalian apa sih yang berat. Klo bisa kita borong nih semua isi toko ini" jawab Kevin.
"Halaaah belagu amat" ejek Sheila.
"Benar lho yank.. apa pun akan aku lakukan untuk kamu termasuk semua isi toko ini aku borong sekalian" rayu Kevin.
"Kode tuh Sheil, minta aja banyak-banyak" ucap Jasmine memanasin Sheila.
"Kalau aku borong semua isi toko ini seru kali ya... Trus kemana-mana aku pakai perhiasaan disana sini bergantian. Waaah kaya banget aku" sorak Sheila.
"Mbak Sheila jadi toko Mas berjalan hihihi" tawa Oryza.
Sontak Trio Ambisi terdiam mendengar pembicaraan mereka. Antara seram dengan tawa Oryza atau seram dengan permintaan mereka.
Gawat... Batin Trio Ambisi.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG