
Omar sudah menyimpan jawaban dari Bibi Iyem dalam ingatannya. Kecurigaannya semakin bertambah tapi dia belum bisa memutuskan karena belum ada bukti yang jelas mengenai kematian Papanya.
Omar dan Bi Iyem kembali kedalam rumah agar tidak ada yang curiga tentang pembicaraan mereka. Omar meminta kepada Bi Iyem untuk merahasiakan pembicaraan mereka ini kepada siapapun.
Bi Iyem mengerti dan berjanji akan merahasiakannya. Omar juga berjanji jika nanti dia sudah membeli rumah dan tinggal bersama seluruh keluarganya dia akan mengajak Bi Iyem ikut dengannya. Bi Iyem sangat senang mendengar berita itu. Dari dulu dia memang sangat menyayangi keluarga Nyonya Fatimah Zahra majikannya.
Omar kembali keruang keluarga dimana semuanya sudah berkumpul. Dia kembali duduk disamping istrinya.
"Mas dari mana, kog lama banget?" tanya Jasmine.
"Mas ke kamar mandi yank, tiba-tiba sakit perut" jawab Omar.
Bi Iyem datang dari arah dapur.
"Nyonya hidangannya sudah selesai. Sudah bisa makan" lapor Bi Iyem.
"Baik. Terimakasih Bi" jawab Sena.
Walau Sena juga baik tapi hati Bi Iyem lebih menyayangi majikannya yang sebelumnya. Bi Iyem berharap dan berdoa semoga apa yang dikatakan Omar tadi segera terlaksana.
Dia sudah tidak sabar untuk kembali bekerja bersama majikannya Nyonya Fatimah.
"Yuk kita makan" ajak Sena pada Omar, Jasmine, Kevin dan Sheila.
"Bi tolong panggil Oryza dan Renata dikamar mereka ya. Ajak mereka makan bareng" perintah Sena.
"Baik Nyah" jawab Bi Iyem.
Bi Iyem meninggalkan ruang tamu dan memanggil anak-anak majikannya yang masih ada dikamar untuk ikut bergabung dalam makan malam bersama keluarga besar. Jarang sekali mereka bisa berkumpul seperti ini.
Kini mereka semua sudah berkumpul di meja makan untuk makan malam bersama. Oryz dan Renata juga sudah ikut bergabung bersama anggota keluarganya yang lain.
"Sudah lama ya kita gak ngumpul seperti ini" ucap Renata.
"Iya Re, Kak Kevin dan Kak Omar jarang datang kesini" sambut Oryza.
"Tuh dengar adik-adik kalian. Mereka pengen kalian sering-sering berkunjung dan pulang kerumah" ucap Reynhard.
"Iya Pa, tumben kamu lembut Re. Karena ada calo kakak ipar kamu ya. Biasanya juga bar-bar" celetuk Kevin.
"Pa... Kak Kevin tu mulai ngajak ribut" ucap Renata manja.
"Kakak kamu cuma becanda sayang" sambut Sena.
Sheila dari tadi hanya lebih banyak diam mengamati keluarga ini. Ternyata keluarga Kevin hangat dan penuh kasih sayang. Pantas saja Jasmine nyaman bersama mereka. Batin Sheila.
"Mbak Sheila kog diam aja dari tadi. Biasanya kalau di Toko Mbak Jasmine banyak ceritanya" tanya Oryza.
"Mbak kamu lagi sakit gigi Za" potong Kevin.
"Oh ya?" tanya Mama Kevij serius.
__ADS_1
"Eh nggak kog Tante, kan aku lagi makan" jawab Sheila canggung.
Kevin tersenyum kepada Sheila.
Cih buaya darat ini senang banget ngerjain aku malam ini. Lihat saja nanti akan kubalas perbuatanmu. Gumam Sheila dalam hati.
"Jasmine ada yang kamu inginkan lagi?" tanya Sena pada Jasmine.
"Gak ada Tante" jawab Jasmine.
"Kamu kan lagi hamil, siapa tau pengen sesuatu bilang aja. Jangan sungkan" sambung Sena.
"Iya Tante, terimakasih" balas Jasmine.
Omar sejak makan tadi lebih banyak diam. Dia masih sibuk memikirkan jawaban Bi Iyem tadi saat mereka duduk di teras belakang.
Dan Omar sedang memikirkan Mamanya yang sedang makan malam sendiri di apartemen mereka. Sedangkan kami makan bersama disini. Pasti Mama kesepian saat ini. Kasihan... Batin Omar.
"Mas kamu kenapa diam aja dari tadi?" bisik Jasmine.
"Mas lagi makan sayang. Harusnya kalau makan itu jangan bersuara" Omar mengingatkan.
"Iya ya" jawab Jasmine. Jasmine melanjutkan makannya tanpa bersuara lagi.
Setelah selesai makan Omar membawa Jasmine kekamarnya yang ada di dalam rumah Om Rey.
"Sudah lama tidak ditempati tapi kamarnya bersih dan rapi ya Mas" ucap Jasmine.
"Bi Iyem selalu membersihkannya" jawab Omar.
"Boleh aku tebak, selain Tante Sena kamu sepertinya dekat sekali dengan Bi Iyem?" tanya Jasmine.
"Iya, Bi Iyem yang dulu membantu Mama mengurusku sejak kecil. Bi Iyem diajak Om Rey kemari karena aku alergi pada wanita yang baru aku kenal. Dia yang mengurus dan merawat aku dan Oryza. Dia sangat menyayangi kami juga Mama. Tadi aku sudah cerita sama dia kalau Mama sudah bebas. Dan dia senang sekali. Dia yakin Mama tidak bersalah tapi sayangnya dia tidak punya bukti untuk membela Mama" jawab Omar.
"Pantesan tadi kamu lama banget ke dapurnya. Rupanya ngobrol dengan Bi Iyem" ucap Jasmine.
Omar memeluk Jasmine dari belakang sambil memperhatikan foto-foto Omar yang ada di atas nakas kamar Omar.
"Ini foto kapan Mas?" tanya Jasmine.
"Foto waktu aku kuliah diluar negeri" jawab Omar.
"Hah... wajah kamu itu Mas dingin dan kejam banget kelihatannya" ucap Jasmine.
"Tapi pria yang ada di foto itu sekarang sudah menjadi suami kamu sayang" goda Omar sambil menghirup wangi parfum istrinya dari belakang.
__ADS_1
"Ini foto kapan?" tanya Jasmine penasaran.
"Foto waktu aku baru kuliah diluar negeri" jawab Omar.
"Pantesan masih muda banget wajah kamu disini" Jasmine menyentuh foto tersebut.
"Ternyata dari dulu kamu emang suka memelihara jambang kamu dengan rapi ya?" tanya Jasmine.
"Iya. Kamu keberatan?" Omar balik bertanya.
"Nggak, aku suka. Kamu tampan sekali sayang" Jasmine membelai kepala suaminya.
"Kamu suka karena saat aku mencium kamu rasanya geli..geli..gimana gitu, ya kan?" goda Omar.
"Apaan sih. Di foto ini kamu berbeda ya, sepertinya kamu bahagia" ucap Jasmine.
"Saat itu aku merasa bebas. Aku bisa kuliah diluar negeri melupakan semua kenangan burukku disini. Aku senang Om Rey mengabulkan permintaanku untuk kuliah disana" ujar Omar.
"Trus ini kenapa fotonya pakai sorban?" tanya Jasmine lagi.
"Ada teman kuliah aku keturunan Arab. Dia suka memakai sorban seperti itu Jadi aku mencoba memakainya dan dia memfoto wajahku. Keren kan?" Ucap Omat.
"Keren tapi tetap aja wajah kamu dingin. Kalau foto itu senyum atau tertawa kan bagus Mas. Kamu jadi lebih tampan" ucap Jasmine.
"Dulu kan aku belum ketemu kamu sayang. Seperti yang sering kamu sebut dulu wajahku datar tanpa ekspresi. Seperti inilah wajahku dulu sebelum mengenal kamu" Omar semakin mempererat pelukannya pada Jasmine.
"Kamar kamu nyaman, aku betah disini" puji Jasmine.
"Kamu mau kita tidur disini malam ini?" tanya Omar.
"Nggak ah Mas. Kasian Mama sendirian diapartemen" jawab Jasmine.
"Eh iya, aku lupa kalau ada Mama. Yuk kita pulang, udah kemalaman. Mama pasti sudah tidur" ajak Omar.
Omar dan Jasmine berpamitan kepada Om Rey dan Tante Sena. Sedangkan Kevin sudah dari tadi mengantarkan Sheila pulang kerumahnya.
Oryza pun ikut bersama mereka ke apartemen. Alasannya agar ada yang menemani Jasmine di apartemen saat Omar bekerja.
Reynhard dan Sena memberikan izin kepada Oryza untuk ikut bersama kakaknya.
Malam itu beberapa fakta dan kecurigaan Omar tentang keanehan cerita meninggalnya Papanya semakin bertambah.
Omar akan mengumpulkan fakta-fakta lainnya sebelum dia menarik kesimpulan apa sebenarnya yang terjadi siang itu saat Papanya terbunuh.
Dan siapakah yang harus dia percaya. Cerita Mamanya atau keterangan dari Om Rey dan juga penjelasan dari Bi Iyem malam ini?
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG