
Pak Dharma yang sudah selesai meng azan kan cucunya di ruang bayi segera melihat kondisi putri nya. Lalu dia ke ruang ICU yang telah di informasikan oleh perawat.
Dari jarak 100 meter di lihat nya Bu Ros dan Kalisa yang lagi mondar mandir di depan ruangan tersebut. setelah sampai depan ruang ICU pak Dharma bertanya pada Bu Ros dan Kalisa."ada apa mama dan Kalisa gelisah seperti ini?"
"kak Dewi ayah... lagi dalam keadaan kritis, hiks...hiks..hiks"jawab Kalisa menangis dan memeluk ayahnya.
Sementara Bu Ros akhirnya duduk di kursi dan menangis menunggu kabar dari dalam ruangan. Sekitar 15 menit dokter keluar dari ruangan, pak Dharma langsung mendekati dokter."dokter bagaimana dengan keadaan anak saya Dewi ?"tanya pak Dharma sebagai ayah nya juga takut mendengar jawaban dari dokter yang wajahnya seperti sedih.
"maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Allah lebih sayang dengan putri bapak"jawab dokter
"innalilahi wainailaihi rojiun..."jawab pak Dharma seperti tak percaya
"yang tabah ya pak, kami turut berduka cita"kata dokter menenangkan pak Dharma
Seperti di sambar petir mendengar kabar dari dokter, Bu Ros menangis dan terduduk lemas di kursi. Sementara Kalisa memeluk mama-nya yang seperti duduk tak berdaya"mama...yang tabah, kita harus ikhlas"kata Kalisa pada mama nya.
Pak Dharma masuk ke dalam ruangan untuk memastikan apa yang di katakan dokter dengan nya, Setelah membuka kain putih menutup anaknya baru lah Dia percaya apa yang di katakan dokter tadi."ya ... Allah nak, insha Allah ayah ikhlas"kata pak Dharma melihat anaknya yang sudah terbujur kaku.
Kalisa yang melihat dan ayah nya seperti tak percaya maka dia pun mengurus administrasi untuk kepulangan Jenazah ke rumah duka/rumah mereka. Tak lupa di telpon nya Aldo di rumah untuk mempersiapkan segala sesuatunya di sana.
Tidak lewat dari satu jam mereka pun pulang, Kalisa yang ikut di mobil ambulance sementara pak Dharma dan Bu Ros mengikuti dari belakang. Di rumah Aldo sudah di bantu oleh tetangga untuk mengosongkan rumah, mengeluarkan kursi dan lain sebagainya.
Besok jam 10 pagi jenazah di kebumikan tidak perlu lama-lama karena tidak ada yang di tunggu.Bu Ros sebagai seorang ibu sangat sedih karena anak perempuan tertua nya telah tiada, tapi dia harus ikhlas dan masih ada anak Dewi yang bisa jadi pengobat hati kehilangan anaknya.
Keluarga dari Reza hadir di rumah pak Dharma, mama Reza sudah ada di rumah pak Dharma dari pagi hari sampai siang orang yang menguburkan jenazah sudah kembali. Bu Ani mama Reza mendekati besannya"besan... yang sabar ya... harus ikhlas, do'akan Reza cepat sembuh dari koma-nya, hiks...hiks...hiks..."kata Bu Ani pada Bu Ros, mereka sama sama menangis.
"iya besan...saya doakan semoga Reza cepat sadar, kasian anak mereka"kata Bu Ros pula.
Kalisa melihat mama dan mertua dari kakak nya menangis, maka di datangi untuk mengajak mama nya makan, karena dari pagi belum makan."mama...ayo kita makan dulu, dari tadi mama belum makan"jawab Bu Ros
"sedikit saja ma...atau istirahat di kamar karena dari malam mama belum tidur"kata Kalisa
__ADS_1
"kamu juga belum tidur dari semalam-kan?"kata Bu Ros
"Kalisa sebentar lagi ma...Tante juga, ayo kita makan dulu"ajak Kalisa pada bu Ani.
"kalau lapar nanti Tante ambil sendiri"jawab Bu Ani.
Karena lemas akhirnya Bu Ros di bawa ke kamar untuk istirahat dan di beri suntik vitamin biar tidak lemas dan tentunya Kalisa yang menyuntik mama-nya.
Bu Ani mendekati Kalisa mau menanyakan sesuatu"Kalisa...kira kira kapan anak Reza akan pulang?"
"biasanya dua dua hari sudah bisa di bawa pulang, tapi ayah yang mengurus nya kemarin"jawab Kalisa
Kebetulan pak Dharma melewati mereka dan Kalisa memanggil ayah nya"ayah...kira kira dedek bayi kapan kita jemput?"tanya Kalisa pada ayahnya
"kemarin ayah sudah di kabari dua hari lagi setelah kita selesai acara takziah Dewi besoknya kita jemput, nanti ayah telpon pihak rumah sakit"jawab pak Dharma panjang lebar.
Pak Dharma pun pergi karena masih banyak orang di rumah dia mau mengucapkan terima kasih atas bantuan mereka. Sementara Bu Ani dan Kalisa masih ngobrol berdua,
"nak Kalisa sekarang sudah di sini-kan? tidak jadi bidan PTT lagi?"tanya Bu Ani
"Alhamdulillah... kalau begitu, sebaiknya kalau bisa minta ke puskesmas saja, sebagai seorang perempuan cari tempat yang bisa cepat pulang karena kelak kita berkeluarga bisa cepat pulang ke rumah" Bu Ani memberikan masukan pada Kalisa
"iya tante, kemarin bang Aldo juga menganjurkan seperti itu, dan terima kasih juga atas masukannya"jawab Kalisa
"oh...iya Kalisa, nanti kalau anak Reza dan almarhumah Dewi pulang, tante titip ya .. tolong di rawat dengan baik"pesan Bu Ani
"iya tante, nanti akan Kalisa rawat seperti anak sendiri.lagian Kalisa biasa merawat bayi"jawab Kalisa
"Tante kok lupa kamu kan bidan, pasti bisa merawat bayi",kata Bu Ani sambil memeluk Kalisa.
"aqu kok suka dengan anak ini, semoga kelak dia bisa jadi pengganti Dewi untuk Reza kelak"kata Bu Ani dalam hati nya.
__ADS_1
Begitu lah keriuhan di rumah pak Dharma hari ini, mereka bersedih kehilangan anak tapi bagaimana lagi. Rezeki, jodoh dan maut rahasia maha pencipta, kita tidak tahu kapan itu terjadi hanya Allah yang tahu .
Aldo yang juga sedih dengan kejadian adik perempuan pertama nya, "kenapa tadi malam aqu tidak terjaga waktu ayah memangil?"kata Aldo pada adik kedua yaitu Kalisa.
"mungkin bang Aldo kecapean, kan baru pulang dari luar kota"jawab Kalisa
"iya..tapi abang merasa bersalah tidak ada di sana saat Dewi membutuhkan kita semua"kata Aldo lagi
"sudah lah bang, sebaiknya kita do'akan semoga kak Dewi beristirahat dengan tenang dan jadi Khusnul khatimah"kata Kalisa menenangkan abang nya Aldo.
"bagaimana keadaan mama?"tanya Aldo lagi
"insha Allah baik baik saja,mama merasa shock mendapat ujian ini. Dan dari sebelum kejadian perasaan mama sudah tidak enak"kata Kalisa lagi."syukur lah kalau begitu"jawab Aldo.
"sekarang kamu tunggui mama di kamar, dan istirahat lah. Dari kemarin kamu pasti belum tidur.
"iya bang Kalisa istirahat dulu, dari tadi juga sudah ngantuk berat. Kalau ada apa apa bang Aldo handle ya... dan kalau bingung tanya dengan ayah saja"kata Kalisa sambil berlalu ke kamar untuk memeriksa mama dan dia juga mau istirahat.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun
vote... vote... vote...
__ADS_1
Terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏