
Setelah dinner atau makan malam bersama di restoran seafood Reza dan Kalisa keluar, mereka mau pulang tapi Reza bertanya pada Kalisa"ada yang mau di cari lagi?"
Sebenarnya Reza tau apa yang mau di cari Kalisa tapi dia pura pura lupa saja, HP Android yang di inginkan Kalisa dari kemarin.
"apa ya...bang? oh...iya ke toko HP dulu kita, aqu mau lihat lihat"kata Kalisa
"oh... ternyata kamu masih ingat?"
"jadi tadi abang sebenarnya sudah tau apa yang mau qu cari?"tanya Kalisa penasaran dengan wajah yang sedikit cemberut.
"bagaimana aqu enggak tau dari kemarin cerita nya sama bang Aldo tentang itu saja, jadi masih ingat di memori"kata Reza.
Kalisa tidak menjawab tapi dia mendengarkan jawaban df bari reza dan berjalan mencari toko handphone yang ada di mall tersebut"bang...coba kita kesana sebentar"kata Kalisa menarik tangan Reza sehingga dia seperti orang yang lagi di paksa.
"iya...tapi jangan seperti di seret gitu, apa kata orang? nanti di kira aqu lagi di culik lagi"
"Astaghfirullah hal'azim, apa? di culik ? enggak salah tu! mana mungkin orang percaya, cocok nya aqu yang di culik"kata Kalisa yang memasuki toko dan tanpa di sadari dia sudah bergandeng tangan dengan kakak ipar nya itu.
"Kalisa ini sadar atau tidak lagi menggandeng qu? tapi biar sajalah biar saling memahami aja dulu, tidak ada salahnya menuruti pesan terakhir Dewi"kata Reza dalam hati.
"Selamat bapak/ibu mau cari apa?"tanya pramuniaga
"saya mau cari HP mba"kata Kalisa
"oh... untuk mba atau suaminya?"tanya pramuniaga
Kalisa tersenyum dan langsung melihat ke arah Reza."untuk yang nanya mba"jawab Reza
"oh... untuk istri bapak?"kata pramuniaga dan mengambil sampel HP.
"ini ada keluaran terbaru dan ram memory 3/32,4/64.8/128"kata pramuniaga sambil menunjuk beberapa merk HP Android.
Kalisa melihat beberapa HP yang di atas etalase toko, sebenarnya Kalisa tidak begitu peduli dengan merk yang penting ada dan bisa untuk what's up, kalau sosial media lainnya tidak begitu penting baginya.
Melihat Kalisa kebingungan maka Reza yang dari tadi melihat di sekeliling toko akhirnya duduk di sebelah Kalisa"mau pilih yang mana?"tanya Reza
"aqu juga bingung mau pilih yang mana ya...?"kata Kalisa sambil menggaruk kepala.
Reza melihat lihat satu persatu dan membaca kotak yang tertera"kamu mau untuk apa saja hp ini"tanya Reza
"ya... untuk w.a , foto foto sama salsa, kalau sosial media itu enggak begitu penting tapi paling untuk menyimpan foto aja"kata Kalisa.
__ADS_1
"mba coba jelaskan kelebihan dan kelemahan HP semua ini"pinta Reza pada pramuniaga.
"baik pak...semua HP ini bagus, mba pilih saja sesuai kebutuhan saja tapi saya anjurkan pakai ram memori internal yang tinggi"kata pramuniaga menjelaskan panjang lebar.
Setelah di lihat Kalisa satu persatu"bang...mana yang bagusan"tanya Kalisa pada Reza yang duduk di sebelah
"HP ini bagus kok,kamu mau atau tidak?"kata Reza.
Kalisa yang kebingungan menurut saja anjuran dari Reza."ya... sudah mba yang ini saja"kata Kalisa menunjuk usulan dari Reza.
"oh...iya pilihan suami pasti yang terbaik kok mba"kata pramuniaga
"ah...mba sok tau ah..."jawab Kalisa
"benar kok mba, ini kita buka segel dulu dan kita periksa dahulu baru coba di rest"kata pramuniaga lagi.
Sambil membuka segel kotak HP pramuniaga bercerita"nih...HP nya bagus kan mba, cocok tu pilihan suami nya"
" enggak menjawab pertanyaan mba pramuniaga dia hanya fokus pada HP yang di depan mata-nya "mba sudah enggak sabar nih"kata mba pramuniaga.
"mba coba di test aja"kata Reza.
Kalisa baru sadar kalau tingkah nya membuat dua orang di dekat nya melihat nya dengan serius."oh...iya tolong di test" kata Kalisa memberikan HP tersebut.
Nota bon belanjaan sudah di buat dan di serahkan pada Kalisa tapi bon tersebut di ambil Reza."mba pakai ini aja pembayaran nya"kata Reza sambil menyerahkan kartu black card pada mba pramuniaga.
"bang jangan biar aqu yang bayar"kata Kalisa.
"enggak apa kok lagian sekali sekali aja kok, lain kali bayar sendiri"kata Reza
"ih... nanti qu bayar di rumah ya...",kata Kalisa pada Reza yang lagi duduk tenang.
Pramuniaga datang dan meminta pijitkan pin di kartu di atas mesin ATM EDC toko Handphone tersebut, setelah oke keluar lah kertas pembayaran/bukti pembayaran tersebut.
Setelah selesai pramuniaga memasukkan belanjaan di paper bag atas nama toko mereka.
"terima kasih bapak/ibu atas kunjungannya di tunggu untuk kunjungan selanjutnya"kata pramuniaga sambil menyerahkan paper bag berisi HP
"sama sama "jawab Kalisa mengambil tas paper bag dengan senyuman.
Setelah itu mereka keluar dari toko"mau kemana lagi kita"tanya Reza
__ADS_1
Karena masih kesal dengan yang menanya Kalisa menjawab asal saja"mau nonton bioskop"jawab Kalisa.
Reza mengerti karena Kalisa masih marah"ini orang di belikan HP kok marah ya??? biasanya cewek kalau di belikan sesuatu yang mahal dan berharga pasti senang dan klepek klepek sama yang beri"kata Reza dalam hati.
"apa mau nonton?"tanya Reza lagi tapi Kalisa diam saja.
yang di tanya hanya diam Reza bertanya"besok saja kita nonton sudah malam aqu segan sama mama di rumah"kata Reza
"ya... terserah"kata Kalisa menjawab, yang sebenarnya dia tidak ada niat mau nonton bioskop, hanya as sebut saja.
Mereka pun pulang menuju parkiran di lantai bawah dengan menggunakan lif biar cepat. Ternyata lif tidak ada yang pergunakan jadi hanya mereka berdua yang masuk ke dalam.
Awal jalan lif biasa saja tapi tiba tiba lif tersebut berhenti di tengah jalan yang kira kira di lantai 7 ."Astaghfirullah...bang lif-nya berhenti"kata Kalisa panik.
Sebenarnya Reza juga panik tapi berusaha untuk santai",iya... mungkin ada yang macet,sabar sebentar lagi juga jalan"kata Reza.
"aaaaaaaaa aku takut bang"kata Kalisa karena lampu juga mati.
Reza mendekati Kalisa yang sedikit agak jauh dari nya"iya... sabar"jawab Reza menenangkan Kalisa yang sudah menangis.
Tapi Kalisa tetap saja tidak tenang dan menangis karena cemas dan takut"hiks...hiks..hiks...buka pintunya "kata Kalisa.
"Kalisa tenang... jangan panik"kata Reza sambil menelpon seseorang minta pertolongan.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun
serta
vote...vote... vote...
terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏