
"di apotik belikan aqu testpack kehamilan ya bang"kata Kalisa.
"apa...!"
tanya Reza seperti tidak percaya.
Kalisa yang berbaring memanggil suaminya.
"bang Reza... sini sebentar"kata Kalisa memanggil dengan tangan nya.
Reza mengikuti perintah dari istrinya dengan refleks.
"iya...ada apa?"
"tadi abang dengar yang aqu katakan?"tanya Kalisa kembali.
"belikan apa ya...koq abang lupa"kata Reza sambil menggaruk kepala.
Kalisa menggeleng kepalanya karena melihat suaminya seperti Ling lung
"bang...aqu minta tolong belikan testpack"kata Kalisa.
"iya... testpack, yang untuk uji kehamilan kan?"tanya Reza memastikan sambil menggendong Salsa
"iya...bang..."kata Kalisa.
"kamu hamil? Salsa mau punya adik?"tanya Reza lagi tak percaya.
"mmmhhh... belum tau ,mau coba aja dulu"jawab Kalisa.
Akhirnya Reza meletakkan salsa di box baby yang ada di dalam kamar.
"Kalisa... kalau kamu hamil,kita harus ada orang yang kerja di rumah untuk jaga salsa dan kamu enggak boleh capek "kata Reza.
"bang... belum pasti, belikan saja testpack nya dulu, setelah itu kita pikirkan kembali saran dari abang "kata Kalisa pada suaminya.
"ya sudah...abang magrib dulu"kata Reza.
Pintu kamar tiba tiba di ketuk
Tok ..tok...tok...
"Kalisa...mama masuk ya..."kata Bu Ros
"masuk sana ma... enggak di kunci"jawab Kalisa dari dalam dan Reza juga sudah selesai magrib.
Bu Ros melihat menantu yang sudah selesai magrib.
"Reza...makan malam dengan ayah dan Aldo sana..."kata Bu Ros.
"ya ma..."jawab Reza.
"ma...Kalisa juga mau makan dengan ayah,bang Aldo dan bang Reza."kata Kalisa
"ya sudah...kamu ikut dengan Reza sekalian"kata mama
Reza mengajak Kalisa dengan dia di sebelah istrinya berjalan karena takut kalau jatuh lagi.
Pak Dharma dan Aldo sudah duduk terlebih dahulu.
"Lho...kamu sudah sembuh Kalisa?"tanya pak Dharma.
"siapa yang sakit ayah... hanya pusing saja kok, kata mama semua sudah ada di meja,jadi aqu mau ikutan makan juga"kata Kalisa
"ya sudah...kita makan bersama "kata Aldo.
Anggota keluarga sudah duduk di meja makan dan mereka makan malam bersama.
Sudah tersedia di meja gulai ayam kampung, rebusan,sambal belacan/terasi dan krupuk udang.
__ADS_1
"wah...menu nya sangat menggugah selera"kata Kalisa sambil mengambil nasi untuk diri sendiri sehingga lupa untuk mengambilkan Reza.
"Kalisa... ambilkan juga untuk Reza"Bu Ros mengingatkan.
"oh...iya, maaf kelupaan"kata Kalisa.
"biasa lah ma... kalau lihat gulai ayam kampung pasti dia semangat untuk makan"kata Aldo.
"bang Aldo...tau aja, kalau mama masak gulai ayam, tidak ada yang bisa lawan karena bumbu nya komplit dan no... MSG "kata Kalisa.
"sudah... sudah...makan aja kita sekarang, mumpung salsa masih tidur "kata pak Dharma mengingatkan.
Makan malam dengan formasi yang lengkap,tanpa ada yang tertinggal. Pak Dharma sebagai kelapa keluarga sangat senang karena malam ini ramai orang di rumah.
Setelah selesai makan mereka pun duduk di ruang keluarga, berbincang sejenak.
"malam ini kalian menginap di rumah ini saja"kata pak Dharma.
"iya ayah...kami menginap di sini "jawab Kalisa.
"syukurlah jadi malam ini ramai di rumah, enggak melihat mama saja di rumah."kata pak Dharma.
"ih... ayah, sudah bosan sama mama..."tanya Bu Ros.
"mana mungkin ayah bosan ,malah makin sayang..."kata pak Dharma.
"uhuk...uhuk...uhuk...aduh...kasian yang masih jomblo..."kata Aldo.
semua orang melihat ke arah sumber suara
"makanya cepat cari pendamping, tetangga reza enggak jadi,teman Kalisa enggak di pedulikan. maunya bagaimana?"kata Bu Ros.
"sabar ma... indah pada waktunya "jawab Aldo.
"uwek... uwek... uwek..."tiba tiba Kalisa merasa mau muntah.
"uwek... uwek... uwek....aduh... enggak kuat "kata Kalisa.
"kalau masih mual, muntah kan saja semua biar perutnya enakkan..."kata Reza sambil mengusap belakang Kalisa.
"sudah bang... sudah bang..."kata Kalisa
"kamu tunggu di depan pintu, biar abang siram dulu"kata Reza membersihkan kamar mandi.
Kalisa yang lemas tidak tahan lagi menunggu Reza,tanpa di sadari dia pun kembali jatuh.
Brug...
"Kalisa...kamu kenapa?"kata Bu Ros mendekati posisi anaknya.
Sementara Reza pun dengan refleks meninggalkan kamar mandi untuk menolong Kalisa yang ambruk kembali.
"Astaghfirullah hal'azim...Kalisa..."kata Reza dan menggendong Kalisa.
Bu Ros melihat Reza menggendong Kalisa.
"Reza...bawa ke praktek dokter kandungan saja"kata Bu Ros.
"baik ma.."jawab Reza membawa ke mobil.
"Aldo...
bantu buka pintu rumah, biar cepat"kata Bu Ros memerintahkan anaknya.
"baik ma..."jawab Aldo melaksanakan perintah mamanya.
Pak Dharma juga bangun dari tempat duduk mau mengambil kunci mobil dan dengan cepat memberikan pada Aldo.
"pakai mobil ayah saja Reza, biar cepat"kata pak Dharma.
__ADS_1
"iya... ayah..."jawab Reza.
Bu Ros yang melihat Reza yang hanya berpakaian rumah dengan celana pendek,
"Reza...kamu sudah bawa dompet?",tanya Bu Ros.
Reza yang sudah di dalam mobil baru ingat.
"Astaghfirullah hal'azim... belum ma...Reza lupa"
"ya sudah... biar mama ambilkan sekalian mama ambil hijab Kalisa."kata Bu Ros.
Tak berapa lama Bu Ros sudah di depan rumah.
"ini hijab dan tas Kalisa, dompet mu mama enggak tau dimana "kata Bu Ros.
"terima kasih ma..."kata Reza.
Aldo yang membawa mobil sementara pak Dharma dan Bu Ros di rumah untuk menjaga salsa.
"kamu hati hati bawa mobil, jangan ngebut ya..."pesan pak Dharma
"baik ayah "jawab Aldo.
Di dalam perjalanan Reza juga tidak tau mau kemana,apa lagi Aldo yang tidak tau kemana arah tujuan.
"Reza...kita mau ke dokter kandungan yang mana?"tanya Aldo.
"ke tempat dokter Lukman saja, di jalan bayam no.77"pesan Aldo.
Aldo pun menuju ke arah yang di tunjuk Reza.
Reza yang memang tidak ada tempat rekomendasi dokter kandungan kecuali hanya di tempat dokter Lukman.
"dokter Lukman itu kalau pagi kerja di mana?"tanya Aldo
"di puskesmas tempat Kalisa kerja.
"jadi kamu sudah kenal sama dokter tempat Kalisa kerja."tanya Aldo.
"kenal lah bang... dulu... Dewi juga periksa dengan dokter Lukman "kata Reza.
"syukurlah kalau kamu sudah kenal,biar gampang kalau mau tanya sesuatu "kata Aldo.
Perjalanan malam tidak lah macet, karena sudah longgar kalau malam hari.
Tidak sampai tiga puluh menit mereka pun sampai di tempat dokter Lukman, dengan cepat Reza turun mengambil kursi.
Sementara Kalisa yang memang pingsan pun masih tertidur,dia tidak sadar berada di dalam.
BERSAMBUNG
****"
Jangan lupa
like... like... like...
add favorit
komentar yang membangun
serta
vote... vote... vote...
Terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1