Cinta Kalisa

Cinta Kalisa
Bab 81


__ADS_3

Pengalaman pertama kali Kalisa menolong orang melahirkan di pesawat, saat proses melahirkan tadi sebenarnya Kalisa sedikit takut dan ragu karena alat yang kurang memadai. Tapi harus bersyukur juga karena pramugari pihak maskapai penerbangan ada menyediakan seadanya tapi masih bisa di manfaatkan.


Kalisa mau kembali ke tempat duduk semula karena semua sudah selesai, tapi kepala pramugari memanggil Kalisa."mba... terima kasih banyak karena sudah banyak membantu"kata kepala pramugari.


"iya..Bu .. enggak apa apa... bukankah sesama manusia kita harus saling menolong"kata Kalisa.


"betul itu mba...tapi kalau tidak ada mba...kami bingung juga menolong ibu hamil tadi."kata kepala pramugari.


"ya... saya mau ke tempat duduk semula"kata Kalisa.


"enggak usah kembali ke tempat tadi,coba duduk di sini saja"kata kepala pramugari karena dia takut apa bila terjadi sesuatu pada ibu melahirkan tadi.


"maaf Bu...tadi saya naik pesawat ini dengan suami,jadi sama mau kembali ke tempat duduk tadi saja"jawab Kalisa.


"oh... begitu..."kata pramugari karena tidak bisa menawarkan lebih dari satu orang sebab ibu yang melahirkan masih di bagian VVIP.


Kalisa kembali ke tempat duduk semula tapi sebelumnya dia ke toilet untuk ganti baju,"sebenarnya aqu malas ganti baju di toilet pesawat karena sempit sekali."kata Kalisa bicara sendiri.


Tak lama di toilet pesawat Kalisa kembali ke tempat duduk semula,"sudah selesai semua nya ?"tanya Reza pada istrinya.


"Alhamdulillah... semua sudah beres kok bang, dan sudah ganti baju"jawab Kalisa.


"Kalisa..."panggil Reza.


"mmmhhh...ada apa?"tanya Kalisa.


"sepertinya kamu sudah punya feeling ya... kemarin Keta menuju Bali kamu tidur sepanjang perjalanan,tapi ini kok tidak?"kata Reza.


Kalisa memikirkan perkataan suaminya memang betul."iya...ya...bang...tapi sebenarnya aqu merasa capek,jadi ngapain minum obat mabuk udara"kata Kalisa.


"jadi ibu dan anak tadi selamat kan..tanya Reza.


"iya...insha Allah keduanya sehat dan selamat"kata Kalisa.


Perjalanan menuju kampung halaman mereka tak terasa sudah mau sampai, terdengar pengumuman dari pramugari.


"Para penumpang yang terhormat, selamat datang di XXX , Kita telah mendarat di Bandar Udara Internasional XXX XXX XXX. Kami persilakan Anda untuk tetap duduk di tempat sampai pesawat ini benar-benar berhenti dengan sempurna pada tempatnya dan lampu tanda kenakan sabuk pengaman dipadamkan. Sebelum meninggalkan pesawat kami ingatkan kembali kepada Anda untuk memeriksa bagasi kabin agar tidak ada barang yang tertinggal. Kami ucapkan terima kasih telah terbang bersama maskapai X”.


Itulah pengumuman yang di dengar Reza dan Kalisa yang masih duduk."enggak terasa sudah landing bang, padahal aqu paling takut saat take off dan landing"kata Kalisa.


"syukur lah kalau kamu tidak terasa landing nya,tapi sepertinya kamu memang capek"kata Reza.


"iya lah aqu capek dari mau tidur sampai bangun tidur abang gangguin aqu terus, di pesawat harus menolong orang melahirkan. Tapi aqu ikhlas kok bang, apalagi pada suami"kata Kalisa.


"Alhamdulillah... punya istri Soleha..."kata Reza.

__ADS_1


Setelah semua penumpang keluar dari pesawat, baru lah reza dan kalisa berdiri untuk keluar pesawat. Saat mau keluar pintu pesawat kepala pramugari memanggil Kalisa."mba Kalisa sebentar"


Kalisa yang di panggil berhenti dan melihat ke arah yang memanggil,"iya Bu ada apa...?kata Kalisa.


"sekali lagi kami dari maskapai penerbangan XX mengucapkan terima kasih banyak atas pertolongan tadi, kalau tidak ada mba kami juga tidak tau harus berbuat apa"kata kepala pramugari pada Kalisa.


"iya...Bu...sama sama karena sesama manusia harus saling tolong menolong"jawab Kalisa.


"ini ada sedikit bingkisan dari maskapai kami, tolong jangan di lihat dari harga nya"kata kepala pramugari.


"oh...iya Bu... enggak usah repot-repot,saya ikhlas kok"kata Kalisa.


"kami juga ikhlas kok mba..."kata Kalisa


Kepala pramugari tetap ngotot memberikan bingkisan tersebut dan akhirnya Kalisa menerima bingkisan tersebut."terima kasih banyak Bu..."kata Kalisa pada kepala pramugari.


"sama sama mba... semoga bermanfaat ya... jangan di lihat dari harga nya"


"iya Bu..."jawab Kalisa.


Reza dan Kalisa pun keluar dari pintu pesawat maskapai penerbangan XX, setelah itu mereka mencari keberadaan koper di tempat pengambilan bagasi di bandara.


"abang ambil troly kamu lihat koper kita, nanti abang ke sana"kata Reza.


Kalisa mendekati tempat pengambilan koper dan ternyata sudah banyak yang menunggu, karena masih banyak yang mengelilingi tempat itu maka Kalisa duduk tenang melihat dari jauh.


"kalau sudah sepi aqu ke sana lagi"kata Kalisa bicara sendiri.


Sementara Reza yang membawa troly melihat istrinya yang masih duduk melihat kerumunan dari jauh."lho...kamu kok masih di sini?"tanya Reza.


"masih ramai bang, bentar lagi aja"jawab Kalisa.


"abang sih enggak masalah tapi bang Aldo sudah menunggu di pintu luar"kata Reza.


"biarin aja, sekali kali dia yang nungguin kita"kata Kalisa.


Reza tidak melanjutkan perdebatan dengan istri nya."yuk kita ke sana... seperti nya sudah sepi,"kata Reza.


"yuk lah dari pada nunggu yang tak jelas"jawab Kalisa.


Sampai di tempat pengambilan koper ternyata koper Kalisa dan Reza pun melewati mereka."itu...koper aqu bang, tau aja kita lagi mencari keberadaan nya"kata Kalisa.


"itu namanya keberuntungan, sampai sini langsung dapat"kata Reza.


Setelah mengambil koper yang pergi dua pulang jadinya tiga, mereka keluar mencari keberadaan orang yang sudah menunggu.

__ADS_1


Ternyata Aldo yang sudah menunggu dari tadi sehingga Kalisa mendekati abang nya itu."bang Aldo... sudah lama menunggu?"tanya Kalisa sehingga membuat Aldo kaget.


"ih...kalian ini.. kirain tak jadi pulang... sibuk bulan madu di Bali"kata Aldo.


"kok gitu sih ngomong nya,mana mungkin aqu betah berlama di kampung orang"jawab Kalisa.


Aldo melihat ke duanya dan melihat Reza yang membawa koper dengan trolly."abang sudah satu jam lebih menunggu di sini... ngapain aja di pesawat? sementara penumpang lain sudah pada keluar"tanya Aldo.


"tadi itu di pesawat ada yang melahirkan"kata Kalisa sambil mereka berjalan keluar bandara.


"iya...bang... untung ada Kalisa yang bisa bantu"kata Reza.


Aldo yang melihat adiknya seperti tak percaya."masa sih dek kamu bisa bantu?"kata Aldo yang tak percaya.


"itu kan...bang Aldo... enggak boleh sepele gitu,aqu kan bidan insha Allah bisa membantu orang yang melahirkan"kata Kalisa.


"wah... hebat kamu dek...abang salut..."kata Aldo sambil mengacungkan jempol pada adiknya sehingga membuat Kalisa senang dan tersenyum.


"Alhamdulillah... kalau abang percaya"kata Kalisa


"percaya dan yakin lah sama adek sendiri"kata Aldo.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like... like... like...


add favorit...


bunga mawar yang bermekaran


secangkir kopi hitam biar author enggak ngantuk


komentar yang membangun


serta


vote.. vote... vote...


Terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2