
Di dalam alfafar Bu Ros mencari keberadaan Aldo yang tidak dia lihat."perasaan di sini tidak begitu besar tapi kok enggak nampak si Aldo? kemana anak itu?"kata Bu Ros dalam hati sambil berjalan mencari anaknya.
Sampai di ujung tempat popok bayi Bu Ros jumpa dengan orang yang dia cari." di sini ternyata dia,tapi ngobrol dengan siapa dia?"kata Bu Ros tapi tetap dia datangi anaknya.
Melihat anaknya yang ngobrol dengan seseorang yang dia tidak kenal."Aldo...di sini kamu ternyata? dari tadi mama cari"mendekati putranya lalu melihat seorang perempuan di dekat Aldo.
"aduh... terciduk mama pula ini, pasti banyak pertanyaan nya"kata Aldo dalam hati lalu mendekati mamanya."Aisyah... sampai ketemu lagi ya...mama sudah mencari keberadaan anaknya "
"silahkan..."jawab Aisyah sambil tersenyum pada Bu Ros.
Bukannya mendekati anaknya malah mendekati Aisyah dan melihat nya dari atas sampai bawah."kamu temannya Aldo?"
"iya Tante..."
"cantik juga... sudah berapa lama kenal dengan anak saya?"
Bu Ros seperti tak percaya dan senang melihat Aisyah.
"seperti nya baru tadi siang Bu... terus kami ketemu lagi di sini "jawab Aisyah jujur pada Bu Ros.
"oh... seperti itu..."kata Bu Ros lalu dia teringat dengan cerita Aldo tadi saat di rumah Kalisa."berarti ini orang yang di ceritakan Aldo tadi"
Bu Ros pun memutar otak untuk mengetahui nomor HP Aisyah."boleh Tante pinjam HP nya? karena mau telpon suami"
Dengan polos dan tidak menaruh curiga maka Aisyah memberikan HP pada Bu Ros.
Setelah mendapatkan HP lalu Bu Ros menelpon nomor HP nya sendiri yang berada di dalam mobil, karena tidak di angkat lalu dikembalikan HP tersebut pada Aisyah.
"ternyata tidak di angkat terima kasih ya..."
"enggak apa apa Tante"jawab Aisyah tanpa merasa aneh dari orang yang meminjam HP.
"kalau begitu Tante dan Aldo duluan ya...tapi banyak bener beli popok bayi?"
"oh...ini untuk keponakan yang baru lahir "
"seperti itu...kami duluan ya..."kata Bu Ros melangkah menuju kasir.
Aldo ternyata sudah menunggu mamanya di kasir, setelah Bu Ros datang maka Aldo mengeluarkan belanjaan untuk di bayar.
Kasir menghitung semua yang di beli setelah itu ibu dan anak kembali ke mobil yang sudah di tunggu oleh pak Dharma.
Tidak mau menanyakan mamanya tentang pembicaraan dengan Aisyah."tadi mama ngobrol apa ya dengan Aisyah?"kata Aldo dalam hati tapi tidak mau menanyakan pada mama tapi dalam hati kepo.
Bu Ros yang melihat ke arah anaknya tapi enggak mau mengganggu konsentrasi anaknya lagi menyetir."nanti sampai rumah aqu akan tanya pada Aldo."
__ADS_1
Aldo merasa mamanya ada menyembunyikan sesuatu."nanti sampai rumah akan aqu tanyakan pada mama... enggak mungkin tidak ada yang mama tanyakan pada Aisyah "kata Aldo dalam hati.
Sementara di rumah Reza dan Kalisa sudah berada di dalam kamar di ranjang , bercerita karena belum ngantuk dan salsa juga sudah tidur nyenyak.
"Kalisa... sebentar lagi kita akan tambah anggota keluarga, sebaiknya kita nambah kamar atau pindah "
Kalisa yang memang lebih suka dekat dengan rumah orang tua nya sekalian juga dekat dengan tempat dia kerja.
"bang... enaknya pindah saja, sayang kalau rumah ini mau di rehab"
"itu lah, bagusnya beli rumah di mana?
"ya dekat rumah mama dong,bisa sekalian di lihat "
"sudah abang tebak itu, pasti minta dekat rumah mama dan ayah "
"apa salahnya sih bang, tapi rumah ini tidak boleh di jual" kata Kalisa karena ini adalah tempat tinggal almarhummah Dewi bersama Reza .
Memegang tangan istrinya yang di samping nya."enggak mungkin lah...ini rumah almarhumah Dewi dan kelak ini untuk salsa"
Kalisa jadi teringat dengan sosok kakak yang selalu jadi teman curhat sebelum tidur tapi sekarang dia dengan suaminya.
"bang...dulu sebelum tidur aqu dengan kak Dewi juga sering cerita seperti ini, terakhir kalau tidak salah waktu sebelum terjadi kecelakaan itu"
"oh... begitu ya... abang baru tau"
"ssssttt... enggak boleh bicara seperti itu... jodoh, pertemuan,maut...itu semua sudah di atur oleh Allah "kata Reza sambil meletakkan jari telunjuk ke bibir Kalisa.
Kalisa melihat ke arah suaminya yang dulu adalah abang ipar nya.
"kamu nyesel nikah dengan abang ipar mu ini?"
"sesuatu yang sudah di putuskan itu tidak boleh di sesali, di syukuri dan jalani. Tapi yang pasti aqu bahagia menikah dengan abang ipar"
Reza tersenyum mendengar perkataan istrinya, dari tadi dia sudah melihat bibir istri nya yang menggoda iman nya.
Ada rasa rindu ingin menge*u* bibir tersebut,bisa dia lakukan tapi takutnya kebablasan mengingat kondisi istrinya yang hamil muda.
Kalisa yang mengetahui keinginan suaminya yang terlihat ragu ,maka dia yang mendekati b*b*r suaminya.
Terjadi lah c*u*m*n yang sudah beberapa hari tidak dilakukan,ada rasa rindu dan hasrat untuk yang lebih.
Reza yang takut melanjutkan karena dia takut khilaf."kenapa berhenti bang?" tanya Kalisa pada suaminya. Kalisa yang kasihan dengan suaminya yang sudah beberapa hari ini mereka tidak melakukan penyatuan.
"abang takut khilaf"jawab Reza sambil melihat istrinya penuh hasrat.
__ADS_1
"enggak apa apa...tapi pelan pelan saja"
"betul enggak apa apa?"
"dari buku yang qu baca aman kok dan dari pasien qu dulu bercerita seperti itu"
Reza yang seperti mendapat durian runtuh,lalu dia melanjutkan aktivitas yang sudah dia inginkan dengan kalisa tapi karena hamil muda reza takut melakukannya.
"boleh kan?"
"mmmhhh..."
Reza pun kembali men*i*m b*b*r istrinya,lama mereka melakukan nya , lalu berpindah ke leher jenjang istrinya.
Mendengar d*s*h*n k*n*k*a*a* Reza pun makin semangat berpindah ke bagian squisi kembar yang kenyal, di sana adalah bagian favorit dari istri nya, Reza selalu bilang itu bagian menantang.
"ah...ah...ah.."keluar dari mulut Kalisa.
Reza pun m*n*i*a* squisi kembar tersebut satu persatu sehingga membuat yang punya squisi merintih k*n*k*a*a*.
Reza berpindah ke bagian inti yang masuk ada pelindung segitiga,lalu di bukanya secara perlahan lalu memainkan sampai istri nya merintih k*n*k*a*a*.
"Lanjutkan bang .."keluar dari mulut Kalisa
Reza pun mulai melakukan inti kenikmatan dia dan Kalisa.
Reza melakukan secara perlahan tapi pasti sehingga di ruangan mereka terasa panas, walaupun AC sudah sedingin tapi terasa panas dengan orang yang melakukan penyatuan suami istri.
BERSAMBUNG
***%
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit
komentar yang membangun
serta
vote... vote... vote...
terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏