Cinta Kalisa

Cinta Kalisa
Bab.130


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang ke rumah, Kalisa tidur sepanjang jalan.Jadi Reza konsentrasi membawa mobil tanpa ada permintaan dari istri nya. Tak memakan waktu lama sampai ke rumah.


Reza langsung memasukkan mobil ke dalam lalu membangunkan istrinya tapi tak juga bangun. Jadi di bukanya pintu rumah lalu menggendong seperti bridal style kalisa ke dalam rumah dan langsung di bawa ke dalam kamar.


"Assalamualaikum..."kata Reza membawa kalisa ke dalam rumah.


Bu Ros yang melihat Reza menggendong putrinya keheranan dan bingung.


"wa'alaikum salam...lho...kalisa kenapa Reza ?"tanya Bu Ros.


"enggak ada apa apa kok ma... hanya Kalisa kecapean dan ngantuk berat "jawab Reza sambil menggendong kalisa dan tampak kesulitan.


"oh... hati hati...bawa ke kamar aja, biasa itu bawaan hamil muda."kata Bu Ros yang menggendong Salsa.


Reza pun membawa langsung ke kamar lalu meletakkan di atas tempat tidur. Reza meluruskan kaki istri nya dan membuka jilbab yang di kenakan biar lebih nyaman tidur nya.


"ah...di mana ini..."kata Kalisa yang sudah mulai sadar.


"sudah sampai kita coba lihat sekarang ada di mana?"kata Reza.


Kalisa pun membuka mata perlahan dan melihat di sekeliling ruangan."lho...ini kan di kamar?"kata Kalisa hampir tak percaya.


"iya...kita sudah ada di kamar , di bangunkan enggak bangun juga tadi"kata Reza


"oh... gitu ya...maaf bang...aqu ngantuk berat "kata Kalisa


"ya sudah kamu tidur saja dulu"kata Reza yang keluar kamar.


Melihat suaminya keluar kamar kalisa jadi tidak bisa tidur."mau ke mana bang?"tanya Kalisa


"mau ke mobil ambil sate yang di beli tadi "jawab Reza.


"oh ... setelah itu?"tanya Kalisa penasaran.


"ya...mau makan sate lah...lalu ambil salsa dari mama, enggak enak sama mama dari tadi jaga cucu"kata Reza.


Kalisa jadi duduk di tempat tidur."kalau salsa ada yang jaga kok bang tapi mama saja yang suka pegang salsa"kata Kalisa


"Alhamdulillah... berarti mama sayang sama cucu, kok enggak jadi tidur?"tanya Reza melihat kalisa bangun.


"mau temani abang makan sate lah"jawab kalisa.


"alasan aja...bilang aja mau makan sate "kata Reza


"jadi enggak boleh ya..."tanya Kalisa


"boleh lah...apa lagi untuk istri tercinta..."kata Reza.


Kalisa yang mendengar perkataan suaminya untuk istri tercinta seperti tak percaya."apa...aqu enggak salah dengar "kata Kalisa


"maksudnya yang mana ?" tanya Reza kembali yang tidak ingat.


"itu loh bang ... untuk istri tercinta "kata Kalisa


Reza yang dari tadi berdiri jadi duduk di sebelah istrinya."Kalisa... semenjak kita menikah, abang harus belajar mencintai kamu."kata Reza pada istrinya.

__ADS_1


"jadi bagaimana dengan almarhumah kak Dewi?"tanya Kalisa.


"Dewi sudah enggak ada, dia sudah tenang di sana... jadi sekarang kita Songsong masa depan bersama anak anak kita kelak "kata Reza.


Kalisa terharu mendengar apa yang di katakan suaminya, lalu Reza memeluk istrinya."Kalisa ini sensitif sekali sekarang, apakah ini bawaan hamil,?"kata Reza dalam hati.


"bang... boleh nanya?"kata Kalisa


"mau tanya apa?"kata Reza sambil mengecup kening istrinya.


"nanti sekiranya di surga...abang pilih yang mana ? aqu atau kak Dewi?"tanya Kalisa.


Reza mengerutkan keningnya karena mendapat pertanyaan yang dia sendiri belum menjawab."aduh... pertanyaan apa itu?"kata Reza menggaruk kepalanya.


"ih... jawab pertanyaan aqu"kata Kalisa sambil memeluk Reza.


Krok...krok...krok...


Terdengar suara perut Reza yang berbunyi.


"yuk kita ambil sate, abang sudah lapar"kata Reza mengalihkan perhatian Kalisa.


"abang lapar? yuk kita makan sate tapi pertanyaan tadi di tunggu jawaban nya"kata Kalisa pada suami nya.


"iya..."jawab Reza cepat biar tidak banyak pertanyaan yang lain lagi.


Keluar dari kamar berdua ternyata pak Dharma, Bu Ros dan Salsa ada di ruangan keluarga."eh...tuh... mamanya sudah bangun salsa..."kata Bu Rosa pada cucu nya yang seolah sudah mengerti perkataan nya


Kalisa yang melihat Salsa langsung mendekati anaknya yang lagi tidur di trolly baby."eh...anak mama... dari tadi sama nenek ya ... maaf ya..."kata Kalisa pada salsa dan langsung menggendong nya


"iya...ma..."jawab kalisa.


Reza yang mengambil sate di mobil sudah berada di antara mereka, pak Dharma melihat menantunya membawa sesuatu jadi bertanya."apa yang kamu bawa Reza?"tanya pak Dharma.


"bawa sate ayah...tadi kami beli sebelum sampai rumah "jawab Reza.


"pantesan wangi...ayah jadi lapar"kata pak Dharma.


"bentar Kalisa ambil piring dan sendok "kata Kalisa


"kamu bisa? nanti kamu pusing "kata Bu Ros.


"bisa ma..."jawab kalisa.


Reza yang melihat perdebatan antara ibu dan anak langsung ke dapur."biar Reza yang ambil ma..."kata Reza berinisiatif.


Piring dan sendok sebenarnya ada di meja makan,jadi tidak begitu jauh.


Setelah piring dan sendok ada jadi mereka berempat makan sate bersama."seperti nya enak sate nya, harumnya sudah enak"kata pak Dharma.


"ayah itu sudah kelaparan,makanya kelihatan enak."kata Bu Ros.


"ya sudah... sekarang kita coba aja, kalau enak mama pasti minta tolong belikan lagi tuh"kata pak Dharma.


"ayah tau saja isi hati mama"kata Bu Ros.

__ADS_1


Sementara Reza dan Kalisa tidak banyak bicara, mereka menikmati sate yang memang kelihatan enak, makanya banyak yang beli sampai antri.


"sudah ah... enggak usah banyak bicara,kita makan sate ini dulu"kata Bu Ros


Mereka berempat akhirnya makan sate bersama dan menikmati nya, punya pak Dharma sampai habis dan melirik masih ada dua bungkus lagi."itu ada sisa dua bungkus, untuk siapa?"tanya pak Dharma.


"tentu saja satu untuk Aldo lah, kenapa? ayah mau tambah?"tanya Bu Ros


"mama...kok tau... boleh kan?"tanya pak Dharma pada istrinya.


"ayah... cukup satu porsi,ini sate kambing ya..


nanti naik tensi nya"kata Bu Ros mengingatkan.


"sekali kali kan enggak apa apa kan...boleh ya..."bujuk pak Dharma.


"enggak boleh... titik..."kata Bu Ros.


Pak Dharma pun tidak mau membantah karena apa yang dikatakan istrinya itu benar adanya."mama...kasi Napa untuk ayah"kata Kalisa.


"enggak bisa Kalisa...coba lihat setelah makan nanti kamu tensi ayah mu"kata Bu Ros.


"ya sudah ayah... dengarkan apa yang di katakan mama, demi kesehatan harus mendengarkan istri "kata Kalisa.


"tentu saja...kan selama ini ayah dengarkan"jawab pak Dharma.


Bu Ros hanya tersenyum mendengar pembicaraan antara Kalisa dan suaminya. Sementara reza sibuk dengan sate yang dia inginkan dari tadi.


"Assalamualaikum..."


Terdengar suara seseorang mengucap salam.


Siapakah dia?


BERSAMBUNG


******


Jangan lupa


like ...like ...like...


add favorit..


komentar yang membangun


bunga mawar yang indah bermekaran


secangkir kopi hangat


serta


vote... vote... vote..


terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2