Cinta Kalisa

Cinta Kalisa
Bab.119


__ADS_3

Tiba tiba ada suara dari dalam "siapa yang bermain api?"


Kalisa dan Aldo refleks secara bersamaan melihat ke arah sumber suara.


"kenapa kalian berdua seperti takut? pasti ada yang di sembunyikan!"kata Bu Ros pada anaknya karena tak biasanya wajah mereka tegang takut terdengar seseorang cerita mereka.


Kalisa mengalihkan pembicaraan, tidak mau menjawab pertanyaan Bu Ros.


"mama... bikin kaget saja, kami enggak cerita apa apa kok"kata Kalisa.


"enggak cerita apa apa tapi melihat wajah kalian seperti itu membuat mama penasaran."kata Bu Ros


"mama...curigaan tak menentu, apa juga yang di sembunyikan "kata Kalisa


Bu Ros yang ingat dengan curahan hati menantunya, jadi dia pun mencari informasi langsung ke orang yang bersangkutan yaitu Kalisa anaknya sendiri.


"Kalisa...ada yang mau mama tanyakan pada mu"kata Bu Ros.


"mau tanya apa ma..."jawab Kalisa.


"tadi Reza cerita dengan mama...dia merasa kalau kamu tidak nyaman di tempat kerja mu sekarang."kata Bu Ros.


Kalisa sedikit terkejut mendengar cerita mamanya."apa lagi kata bang Reza ma...?"tanya Kalisa.


"Di hari pertama kamu berjumpa dengan seorang wanita hamil tua,kamu enggak suka dengan nya sampai kamu menangis"kata Bu Ros.


"iya...ma..."kata Kalisa.


"yang jadi pertanyaan mama... siapa wanita itu? apakah dia orang yang sudah menyakiti hati mu?"kata Bu Ros lagi.


Mau menjawab pertanyaan dari mamanya, tapi Kalisa takut karena mamanya selalu tepat kalau menebak dan feeling nya kuat.


"iya ma..."jawab Kalisa.


"setahu mama orang yang sudah menyakiti hati mu itu ya sahabat mu yang bernama siapa ya... menikah dengan Rendi pacar mu yang mama enggak suka"kata Bu Ros menjelaskan.


"iya...ma..."jawab Kalisa lagi.


Bu Ros yang sedikit terkejut karena tebakannya memang benar adanya."jadi kamu bertemu dengan aniiii, aduh siapa ya namanya...?"kata Bu Ros yang memang sudah lupa.


"Anita ma..." jawab Kalisa mengingatkan.


"iya... Anita.. berarti orang yang kamu tolong bawa ke tempat praktek dokter itu dia...jadi kamu jumpa dengan si Rendi "kata Bu Ros sedikit histeris.


Pak Dharma jadi mendekati istrinya karena suara nya terdengar di pintu samping rumah.


"mama...ada apa? kuat sekali suara nya , malu di dengar tetangga. kalau obrolan nya belum selesai lebih baik kalian semua ke dalam aja."kata pak Dharma.


"baik ayah"kata Aldo dan membawa mamanya ke dalam rumah.

__ADS_1


Mereka bertiga pun masuk ke dalam rumah, Bu Ros yang masih penasaran akhirnya bertanya kembali pada anaknya.


"Kalisa...kamu belum menjawab pertanyaan mama..."kata Bu Ros


"pertanyaan yang mana ma..."jawab Kalisa yang sudah mulai strees menghadapi mamanya.


"kamu berarti jumpa dengan si Rendi?"tanya Bu Ros kembali.


Dengan ragu ragu Kalisa menjawab pertanyaan dari mamanya."i...i...ya...ma...tapi itu tadi aja kok"jawab Kalisa membela diri..


"ya...pada awalnya memang seperti itu, ingat Kalisa...kamu sudah menikah"kata Bu Ros.


Aldo yang kasihan melihat adiknya yang seperti menjadi tersangka, padahal mereka bertemu tidak sengaja. Di puskesmas juga banyak orang dan Reza selalu menjemput cepat.


"mama... enggak boleh ngomong begitu, Kalisa juga tidak sengaja bertemu mereka."kata Aldo.


Bu Ros baru sadar, apa yang di katakan Aldo anak laki-laki nya memang benar adanya.


"Astaghfirullah hal'azim... maaf...bukan maksud mama untuk menuduh Kalisa yang enggak enggak, lagian Kalisa anak mama mana mungkin seperti itu"kata Bu Ros akhirnya.


Kalisa yang sepertinya terpojok oleh mamanya, padahal dia tidak melakukan apa-apa. Tak terasa air mata jatuh di pipi Kalisa dan Bu Ros jadi merasa bersalah,maka dia mendekati anaknya dan memeluk Kalisa.


"huhuhu...maaf ma..."kata Kalisa yang tidak melakukan apa-apa.


"mama yang seharusnya minta maaf, kalau mendengar nama si Rendi itu mama jadi emosi."kata '' kata Bu Ros.


"Aldo...ada apa ini? kenapa seperti ini?"tanya pak Dharma.


"ada kesalah pahaman saja ayah... enggak ada terjadi apa-apa "jawab Aldo.


Di dalam kamar sebenarnya Reza enggak bisa tidur, dia hanya berbaring saja. Waktu Bu Ros yang ngomong histeris di halaman rumah sebenarnya terdengar oleh Reza di kamar, tapi dia tidak mau ikut keluar.


Saat ngobrol di dalam rumah di ruang tamu,Reza mendengar walaupun suara tidak begitu kuat terdengar."berarti si Rendi dan Anita itu sebenarnya sudah saling kenal"kata Reza dalam hati yang mendengarkan di dalam kamar.


Pak Dharma yang tidak percaya apa yang di katakan Aldo anaknya, sambil menggendong Salsa dia bertanya lagi.


"mama...ada masalah apa? kenapa ada air mata?"tanya pak Dharma.


"ayah... enggak ada apa apa, nanti di kamar akan mama jelaskan. biar mama dan Kalisa saja yang ngomong kalau mau dengar, duduk saja si situ."kata Bu Ros pada suaminya sambil menunjuk kursi.


Pak Dharma tidak mau ikut bergabung karena nanti membuat Reza curiga ada sesuatu.


"ya sudah... kalian saja yang ngobrol,.ayah masih mau berduaan dengan salsa. kita keluar lagi ya salsa"kata pak Dharma pada cucu nya yang sebenarnya sudah tertidur di gendongan nya.


Aldo yang sebagai penengah akhirnya bicara.


"ma... jangan menuduh Kalisa seperti itu."kata Aldo.


"mama tidak menuduh seperti itu tapi kalau mendengar nama Rendi,mama pasti emosi sehingga tidak terkontrol"kata Bu Ros membela diri.

__ADS_1


Kalisa yang memang tau kalau mamanya pasti emosi kalau mendengar nama Rendi, makanya dia cerita pada Aldo biar bisa tanya pendapat.


"Kalisa tau ma... makanya cerita masalah ini pada bang Aldo, mana tau dia ada solusi "kata Kalisa.


" kamu sudah cerita pada Reza siapa mereka sebenarnya?"tanya Aldo.


Tidak ada jawaban tapi Kalisa menggelengkan kepalanya menandakan belum cerita pada suaminya.


"kalau begitu kamu harus menceritakan pada Reza, jangan merahasiakan siapa mereka sebenarnya. Biar dia tidak curiga pada mu"kata Aldo pada adik nya.


"baik bang... nanti aqu cerita pada bang Reza "jawab Kalisa.


"ya sudah... kalau begitu,kamu juga harus jaga jarak dengan mereka "kata Aldo lagi.


"ya... untuk sementara Anita pasti enggak masuk karena dia pasti sudah melahirkan "kata Kalisa menjelaskan.


Di dalam kamar Reza keluar karena dia sudah bosan di kamar."aqu berpura tidak tau saja"kata Reza sambil keluar dari kamar.


Melihat Reza yang keluar kamar membuat Kalisa merasa bersalah, dia pun berdiri dan memanggil Reza mau mengajak pulang ke rumah.


"bang Reza...kita... pulang..."kata Kalisa


Brug...


tiba tiba Kalisa pingsan,.dan dengan cepat Reza memeluk istrinya agar tidak jatuh,tapi terlambat karena jarak mereka berdua jauh.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like... like... like...


add favorit...


komentar yang membangun...


bunga mawar yang bermekaran


secangkir kopi hangat


serta


vote... vote... vote...


Terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2