
Sampai di sana mereka berjabat tangan dan saling berkenalan,tiba tiba ada seseorang yang memanggil.
"Reza...kamu kok ada di sini...?"
Tanya seorang wanita cantik berpakaian seksi.
Pak Dharma dan Aldo saling pandang,lalu melihat ke arah Reza.
"oh...iya...aqu lagi meeting dengan klien"jawab Reza.
"tadi aqu ke kantor mu, tapi katanya belum datang."Kata Nindy pada Reza.
Reza yang di perhatikan jadi salah tingkah lalu di perkenalkan nya saja orang yang di hadapan nya itu."Nindy... kenalkan ini ayah mertua dan abang ipar qu"kata nya pada Nindy.
Nindy melihat pak Dharma dan Aldo yang di hadapan nya dan berjabat tangan."saya Nindy om teman Reza sekolah dulu"kata Nindy menyalami pak Dharma.
Saat mau bersalaman dengan Aldo, dia sedikit terkejut karena dia ingat cerita pagi hari di kantor Reza tadi."mas... yang tadi ya...",kata Nindy.
"mmmhhh...iya...saya abang ipar Reza..."kata Aldo.
"oh... seperti itu...saya Nindy... temannya sekolah Reza dulu"kata Nindy pada Aldo.
Pak Dharma yang seperti terburu akhirnya jalan duluan di ikuti oleh Aldo, sehingga membuat Reza mengejar dan meningkatkan Nindy"maaf...saya ada meeting di sini"kata Reza sambil berjalan mengikuti ayah dan abang ipar nya.
Ternyata tempat rapat sudah di siapkan dan di tunggu oleh klien.Di resto itu ada tempat untuk meeting, mereka bertiga pun masuk ke tempat tersebut."maaf pak...kami sedikit terlambat."kata pak Dharma.
"enggak apa apa pak...kami juga baru sampai kok"jawab rekan kerja.
Ke tiga orang tersebut menyalami rekan kerja di depan mata mereka dan duduk.
"Bagaimana pak Dharma... apakah sudah ada contoh rumah untuk karyawan yang kami pesan?"tanya rekan kerja.
"ada pak...bisa di persentasekan oleh Aldo dan Reza yang mewakili dari perusahaan kami"jawab pak Dharma.
Lalu Aldo berdiri dan menjelaskan pada klien tentang rumah yang mau di pesan untuk karyawan mereka. Dengan penuh percaya diri Aldo menjelaskan semuanya sehingga Reza tidak mendapatkan kesempatan untuk maju untuk menjelaskan.
Pak Dharma melihat putranya menjelaskan dengan penuh percaya diri, semangat dan bisa meyakinkan klien."Alhamdulillah...Aldo menjelaskan dengan penuh semangat, mudah mudahan bisa diterima"kata pak Dharma dalam hati.
Klien pak Dharma begitu serius dan antusias mendengarkan penjelasan dari Aldo dan mereka yakin."Pak Dharma... seperti nya kami berminat dengan kerja sama kita tapi harus di rapatkan dengan dewan redaksi"kata perwakilan rekan kerja.
"Alhamdulillah... kalau begitu"jawab pak Dharma.
"kalau begitu kami minta berkas dan contoh rumah,ada kan pak?"tanya
"ada pak...ini dia..."kata Aldo menjawab dengan semangat.
Pihak rekan kerja melihat berkas dan file yang di berikan dan melihat,membaca dengan perlahan."ada yang mau bapak tanyakan?"tanya pak Dharma.
"kami baca dulu ya... nanti kalau ada kami tanya kan"jawab rekan kerja.
Setelah di baca satu persatu akhirnya klien pak Dharma menutup berkas dan file."baik pak...kami tunggu kabar selanjutnya"kata pak Dharma
"baik pak...kami akan hubungi secepatnya"kata rekan kerja.
Setelah selesai acara meeting maka di lanjutkan dengan makan bersama yang sudah di pesan.
__ADS_1
Semua sudah di pesan oleh Reza ke pihak resto,maka mereka pun makan bersama.
Sebelum masuk Zuhur acara makan sudah selesai karena tidak begitu banyak yang harus di pertanyakan.
Karena sebentar lagi Zuhur maka pak Dharma,Aldo dan Reza pun meninggalkan resto dan menuju mesjid untuk melaksanakan sholat Zuhur berjamaah.
Setelah selesai sholat mereka kembali ke kantor yang di bawa oleh driver kantor. Tiba tiba HP Aldo berbunyi,maka Aldo membuka hp nya. Dan ternyata yang telepon melalui WhatsApp adalah Nabila.
Nabila
"Assalamualaikum...bang Aldo , tadi Bu Ros mamanya abang telpon.katanya malam ini mau ke rumah?"
Aldo
"wa'alaikum salam...oh... maaf saya kurang tau karena ini lagi kerja"
Nabila
"oh...jadi aqu mengganggu ya...?"
Aldo
"enggak kok...ini lagi di jalan baru pulang meeting, dan mau kembali ke kantor"
Nabila
"gitu ya... kalau jadi ke rumah malam ini kabari ya..."
Aldo
Nabila
"oke bang...di tunggu kabarnya, Assalamualaikum..."
Aldo
"pasti di kabari... wa'alaikum salam..."
Setelah terima selesai what's up dengan Nabila, geleng kepala Aldo"aduh...mama... kenapa jadi seperti ini?"kata Aldo dalam hati.
Pak Dharma yang melihat Aldo geleng kepala bertanya"kenapa kamu Aldo?"
"ini pa...mama itu ada saja,masa dia telpon kalau aqu malam ini mau ke rumah Nabila"jawab Aldo.
"siapa Nabila?"tanya pak Dharma
"itu loh pa...temannya Kalisa waktu sekolah di kebidanan"jawab aldo
"oh... jadi dia bidan juga?"tanya pak Dharma.
"ya... seperti itu lah, katanya dia kerja di rumah sakit.makanya dia tanyakan tadi takut bentrok dengan kerja nya"jawab Aldo.
Reza melihat ke arah Abang ipar nya"bang Aldo sudah pernah jumpa dengan Nabila?"tanya Reza.
"sudah... enggak sengaja kemarin mama telpon minta jemput saat Kalisa belanja bulanan"jawab Aldo.
__ADS_1
"oh... maaf aqu kemarin menyelesaikan pekerjaan yang banyak tertunda,makanya enggak sempat antar belanja bulanan. terima kasih atas bantuan nya"kata Reza
"sebenarnya aqu enggak mau bantu tapi mama telpon,mana lihat salsa yang di gendong ketiduran"kata Aldo.
"namanya salsa masih di bawah enam bulan memang lebih banyak tidur nya"kata pak Dharma.
"makanya itu ayah... sebagai uwaknya salsa aqu enggak tega melihat nya"jawab Aldo
"iya... terima kasih ya wak... papanya semalam sibuk kerja"jawab Reza
Tak berapa lama mereka pun sampai kembali ke kantor dan kembali ke ruangan masing masing. Tapi Aldo ikut ke ruangan Reza karena mau curhat pada adik iparnya, dan mereka sebenarnya sebaya, lahir di tahun yang sama hanya beda bulan saja.
Di ruangan Reza langsung duduk di kursi karena masih banyak tumpukan berkas.
"Reza...kasi saran dong"kata Aldo
"saran apa bang?"jawab Reza.
"itu loh...mama seperti nya ngotot kali mau ajak aqu ke rumah Nabila"kata Aldo
Reza melihat abang ipar nya dan menjawab.
"kalau saran qu, ikuti saja...mana tau jodoh karena aqu dan Kalisa seperti itu"jawab Reza.
"kalau kamu itu beda...ada pesan terakhir dari almarhumah Dewi"jawab Aldo.
"iya sih bang...tapi ikuti saja apa maunya mama...kan tidak ada ruginya"kata Reza.
"oke... kalau ke rumah Nabila, kamu dan Kalisa harus ikut, temani aqu..."kata Aldo
"oke bang...tapi kalau kami ikut jadi rame ... seperti mau meresek anak gadis orang"jawab Reza.
"meresek.....????"kata Aldo tidak percaya.
BERSAMBUNG
*****
jangan lupa
like...like ..like...
add favorit...
komentar yang membangun
bunga mawar yang bermekaran...
secangkir kopi hangat...
serta
vote... vote... vote...
terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏